Online Journal FKIP UM Metro (Universitas Muhammadiyah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
    2676 research outputs found

    KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP KELAS VIII PADA TOPIK PERSEGI PANJANG

    Get PDF
    Kemampuan pemahaman konsep merupakan suatu kemampuan dasar atau inti dari pembelajaran matematika untuk memecahkan berbagai masalah yang berhubungan dengan matematika. Namun masih banyak ditemukan rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menunjukkan ketidakmampuan siswa dalam memahami konsep-konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP kelas VIII pada topik persegi panjang berdasarkan indikator pemahaman konsep yang dikemukakan oleh National Research Council. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini terdiri dari 19 siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Kota Bandung. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tulis kemampuan pemahaman konsep yang berbentuk uraian dan telah diuji kelayakannya. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat satu siswa yang menguasai 3 indikator, 10 siswa menguasai 2 indikator, 7 siswa menguasai satu indikator, dan terdapat satu siswa yang tidak menguasai satupun indikator. Selanjutnya, 2 dari 19 siswa mampu menyatakan konsep secara verbal, 8 dari 19 siswa mampu mengklasifikasikan objek yang membentuk suatu konsep, 16 dari 19 siswa mampu mengaplikasikan konsep, 4 dari 19 siswa mampu menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematika, dan tidak ada siswa yang mampu mengaitkan antar konsep matematika

    Profil Numerasi Calon Guru Sekolah Dasar

    Get PDF
    Keterampilan numerasi merupakan aspek penting yang harus dimiliki guru atau calon guru sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelusuri profil numerasi calon guru sekolah dasar dan membahasan kesulitan mereka dalam mengerjakan tes numerasi, Partispan penelitian adalah 48 mahasiswa program pendidikan dasar di Univeristas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dan menggunakan tes numerasi untuk mengumpulkan data. Hasil tes numerasi dianalisis untuk melihat profil numerasi dan bagian yang menjadi kesulitan bagi partisipan. Hasil menunjukkan bahwa baik partisipan dari kelompok skor terendah maupun partisipan dari kelompok tertinggi masih mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes. Kesulitas partisipan paling tinggi pada tes ini adalah pada konten Bilangan dan Aljabar. Numeracy skills are an important aspect that a teacher or prospective elementary school teacher must have. The purpose of this study was to trace the numeracy profile of prospective primary school teachers and discuss their difficulties in doing the numeracy test, the participants of the study were 48 students of the basic education program at the Yogyakarta State University. This research used explorative descriptive method and used numeracy test to collect data. The results of the numeracy test were analyzed to see the numeracy profile and the parts that were difficult for the participants. The results showed that both participants from the lowest scoring group and participants from the highest group still had difficulty doing the test. The highest difficulty of the participants in this test is on number and algebra content

    ETHNOMATHEMATICS: MATHEMATICS IN BATIK TURONGGO YAKSO FROM TRENGGALEK

    Get PDF
    Abstract Culture is something that is unique and can be a characteristic or identity of an area that is formed from daily habits. Without realizing it, culture is closely related to education, one of which is mathematics. Because culture can be used as a learning media associated with realistic learning styles, culture as a learning medium can be used by educators in the learning process, especially in mathematical concepts. Learning mathematics that is done with a cultural approach is called ethnomathematics. Ethnomathematics is a realistic mathematics learning approach that bridges mathematics learning through local culture. The purpose of this research is to explore Trenggalek's Turonggo Yakso Batik Motif and to describe the mathematical concepts in Turonggo Yakso's Typical Batik elements Trenggalek. This research is a type of qualitative research using an ethnographic approach. The results of this study indicate that the characteristics of the Turanggo Yakso Typical Trenggalek Batik Motif can be implemented as a medium for learning mathematics in the following materials: flat shape, folding symmetry, rotational symmetry, angles, reflection, congruence, and congruence. AbstrakBudaya adalah hal yang unik dan dapat menjadi penciri atau identitas dari suatu daerah yang terbentuk dari kebiasaan sehari-hari. Tanpa disadari budaya berkaitan erat dengan pendidikan, salah satunya dengan mata pelajaran matematika. Hal tersebut karena budaya dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang dikaitkan dengan gaya belajar realistik. Budaya sebagai media pembelajaran dapat digunakan pendidik dalam proses pembelajaran terutama pada konsep matematika. Pembelajaran matematika yang dilakukan dengan pendekatan budaya disebut dengan etnomatematika. Etnomatematika merupakan pendekatan pembelajaran matematika realistik yang menjembatani pembelajaran matematika melalui budaya setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi Batik Motif Turonggo Yakso khas Trenggalek dan mendeskripsikan konsep matematika yang ada pada unsur Batik Motif Turanggo Yakso Khas Trenggalek Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur dari Batik Motif Turanggo Yakso Khas Trenggalek dapat diimplementasikan sebagai media pembelajaran matematika pada materi: bangun datar, simetri lipat, simetri putar, sudut, pencerminan, kesebangunan dan kekongruenan

    Kesulitan Guru Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar Materi Matematika Di Sekolah Menegah Pertama (SMP)

    No full text
    Survei tahun 2021, hasil belajar siswa pelajaran Matematika rendah, dengan luaran 60, 47 dan tuntas hanya 50%. Fakta lain, hasil evaluasi semester genap 2021/2022, rata-rata hasil belajar 58, 22. Dari 35 ada 20 siswa rata-rata 16,5 dan 5 siswa rata-rata 49, artinya 25 dari 35 orang bermasalah. Rendahnya hasil belajar ini perlu segera diketahui letak hambatan dan kesulitan guru. Tujuan penelitian mengetahui kesulitan guru saat implementasi matematika kurikulum merdeka belajar. Keberhasilan tidak terlepas dari 1) guru mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, 2) kemampuan mengajar, 3) Cara Menilai. 4) Perubahan Perilaku. 5) Evaluasi. Metode penelitian dengan Mixed method. Subjek adalah guru. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, pengamatan, wawancara, dokumentasi dan instrumen. Teknik Analisis, 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi Data, 3) Data Display, 4) Data Verification. Hasil, rencana pelaksanaan pembelajaran tidak lengkap, indikator penilaian siswa kurang jelas. Guru Tidak menyusun materi. Rencana pelaksanaan pembelajaran dinilai 59, 86% sesuai dan 40, 14% tidak sesuai. Kemampuan guru mengajar 58, 63% setuju dan 41, 37% tidak setuju. Cara penilaian 55, 10% setuju dan 44, 90% tidak setuju dan evaluasi 62, 20%. Kesimpulan, rendahnya hasil belajar dikarenakan kurang lengkap rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), materi dan model tidak dirancang sesuai kemampuan dasar siswa

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA

    No full text
    Kemampuan seorang siswa dalam memecahkan masalah matamatis amat sangat rendah karena dalam menyelesaikan masalah matematika, dikarenakan dalam proses pembelajaran tidak membiasakan siswa untuk berpikir dengan lebih kreatif. Hal tersebut dikarenakan proses pembelajaran dikelas guru masih menerapkan metode konvensional, dan membuat peserta didik yang ada di kelas belum mencapai nilai di atas KKM. Penelitian ini bertujuan untuk melihat model pembelajaran Creative Problem Solving sebagai suatu rangkaian pembelajaran dalam penyelesaian dan pemecahan masalah secara sistematis berdasarkan kreativitas yang dimiliki siswa untuk menghasilkan solusi yang efektif. Penelitian ini adalah penelitian menggunakan metode quasi eksperimen menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Rantau Utara tahun pelajaran 2022/2023. Sampel dalam penelitian ini ada dua kelas, yaitu satu kelas XIPA-3 sebanyak 35 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan satu kelas XIPA-2 sebanyak 36 peserta didik sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk tes kemampuan pemecahan masalah matematika dalam bentuk tes tertulis, tes hasil dan lembar pengamatan keterlaksanaan proses pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai ℎ =  4.925 > = 1.666, dengan demikian Ho ditolak, yang berarti bahwa terdapat pengaruh pembelajaran creative problem solving  terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas X SMAN 1 Rantau Utara.The ability of a student to solve eye problems is very low because in solving math problems, because the learning process does not make students think more creatively. This is because the learning process in the teacher's class still applies conventional methods, and makes students in the class not yet achieve a score above the KKM. This study aims to look at the Creative Problem Solving learning model as a series of learning in solving and solving problems systematically based on students' creativity to produce effective solutions. This research is a research that uses a quasi-experimental method using a purposive sampling technique. The population in this study were class X students of SMAN 1 Rantau Utara for the 2022/2023 academic year. The sample in this study were two classes, namely one class as the experimental class and one class as the control class. The instruments used in this study were tests of mathematical problem solving abilities in the form of written tests, result tests and observation sheets of the implementation of the learning process. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. Based on the results of data processing, the value of ℎ = 4.925 > = 1.666, thus Ho is rejected, which means that there is an effect of creative problem solving learning on the ability to lose math problems in class X students of SMAN 1 Rantau Utara

    "ANIMATED VIDEO MEDIA": IMPROVED CONCEPTUAL UNDERSTANDING AND SOLVING MATHEMATICAL PROBLEMS

    Get PDF
    Abstract:  Today's educational requirements for entering society 5.0 include requirements for being able to change with the times. The availability of technology plays a significant role and can act as a bridge for educators and students to develop cognitive abilities including conceptual understanding and quantitative problem-solving in the classroom. The study's objectives are to evaluate (1) the ADDIE model's application to the development of animated video media, and (2) the impact of this media on students' conceptual comprehension and capacity for mathematical problem-solving. The method used in the form of Research and Development (R&D) with data collection techniques in the form of observations, interviews, tests and questionnaires with the research population is class VIII-A students with a total of 24 students. Meanwhile, the analysis used inferential statistics in the form of t-test and NGain and descriptive statistics in the form of percentages. Meanwhile, the population of VIII MTs Negeri 6 Mandailing Natal school for the 2020/2021 school year in class VIII-A is 24 students. (1) The study's invention, an ADDIE model with reliable and applicable test results, is one of its findings;(2) The effectiveness of anismation video media may be said to be effective (70.32) for resolving student issues and has a significant impact with a value of (0.00 0.05). However, it can be argued that it is effective (78.4) for helping students learn concepts. The findings of the research and development study on animated videos are significant for enhancing concept comprehension and helping students in the classroom solve mathematical issues. Abstrak: Dewasa ini, memasuki society 5.0 dunia pendidikan memiliki tuntutan berderet untuk dapat beradaptasi perkembangan zaman. Eksistensi teknologi menjadi peranan penting dan dapat menjadi perantara pendidik dan terdidik untuk meningkatkan keterampilan berpikir seperti pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis di kelas. Tujuan penelitian untuk menganalisis (1) Pengembangan media video animasi dengan model ADDIE; (2) Efektivitas media video anismasi terhadap pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis peserta didik. Metode yang digunakan berupa Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, tes dan angket dengan populasi penelitian adalah siswa kelas VIII-A dengan jumlah 24 siswa. Adapun, analisis yang digunakan statistik inferensial berupa t-test dan NGain serta statistik deskriptif berupa persentase. Adapun, populasi VIII MTs Negeri 6 Mandailing Natal school tahun ajaran 2020/2021 pada kelas VIII-A yang berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian meliputi (1) Pengembangan yang digunakan berupa model ADDIE dengan hasil pengujian valid dan praktis; (2) Efektivitas media video anismasi dapat dikatakan efektif (78,4)untuk pemahaman konsep peserta didik dan berpengaruh secara signifikan dengan nilai (0,00 <0,05) Sedangkan efektivitas media video anismasi dapat dikatakan efektif (70,32) untuk pemecahan masalah peserta didik dan berpengaruh secara signifikan dengan nilai (0,00 < 0,05). Simpulan pada studi penelitian dan pengembangan video animasi memiliki signifikansi terhadap peningkatan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis peserta didik di kela

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMADI (KOMIK MATEMATIKA DIGITAL) BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI DI SEKOLAH DASAR

    No full text
    Penggunaan media pembelajaran matematika yang berbasis budaya dapat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran karena berkaitan dengan budaya yang ada di lingkungan sekitar sehingga dapat meningkatkan minat siswa. Pembelajaran matematika yang memasukkan unsur budaya disebut Etnomatematika. Untuk itu, perlu dilakukan inovasi yaitu dengan mengembangkan media pembelajaran yang berbasis etnomatematika di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang valid dan praktis. Media yang dikembangkan yaitu komadi (Komik matematika digital) berbasis etnomatematika pada materi geometri di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau R&D dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media pembelajaran komadi (komik matematika digital) berbasis etnomatematika pada materi geometri valid dan praktis dengan hasil uji validitas 91,66% dengan kategori sangat valid, uji praktikalitas siswa 92,27% dengan kategori sangat praktis dan pada uji praktikalitas guru 94,44% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran komadi (komik matematika digital) berbasis etnomatematika dapat dikembangkan dan layak untuk digunakan pada proses pembelajaran materi geometri dikelas V Sekolah Dasar

    MEDIA BERBASIS ANDROID PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PERBANDINGAN (MICROSOFT POWERPOINT, ISPRING SUITE, WEBSITE APK 2 BUILDER)

    Get PDF
    Tidak semua media pembelajaran matematika berbasis android telah layak (media dan materi) maupun tidak praktis penggunaannya. Penelitian ini merancang suatu media berbasis android menggunakan microsoft powerpoint, ispring suite, dan website apk 2 builder pada pembelajaran perbandingan yang dapat diakses tanpa jaringan internet dengan kapasitas penyimpanan yang rendah. Penelitian ini merupakan pengembangan media pembelajaran dengan prosedur analisis, desain, development (pengembangan), implementasi, dan evaluasi, kemudian dianalisis kelayakannya. Subjek penelitian ini meliputi guru, siswa, pakar media, dan pakar materi, yang dikumpulkan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Setelah data terkumpul dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Didasarkan pada analisis kebutuhan (dokumentasi dan wawancara), media pembelajaran ini berhasil dirancang dalam pembelajaran perbandingan di SMP. Dalam mengukur tingkat kelayakan media pembelajaran, data dikumpulkan menggunakan angket dari pakar media dan materi. Tingkat kelayakan media pembelajaran dianalisis dengan menghitung persentasenya, kemudian dianalisis kualitatif. Secara kualititatif, pakar media memberikan penilaian sangat layak, begitu juga dengan pakar materi. Dari pengukuran ini, media pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi kelayakan media, materi, dan praktis untuk diimplementasikan dalam pembelajaran perbandingan. Penelitian ini memberikan simpulan bahwa media pembelajaran berbasis android yang dikembangkan sangat layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran perbandingan. Not all Android-based mathematics learning media are feasible (media and material) or impractical to use.  This study designed an Android-based media using microsoft powerpoint, ispring suite, and the APK 2 website builder for ratio learning that can be accessed without an internet network with low storage capacity. This research is the development of instructional media with analysis, design, development, implementation, and evaluation procedures, then analyzed for feasibility. The subjects of this study included teachers, students, media experts, and material experts, whose data were collected using interviews, observations, and questionnaires. After the data collected were analyzed using qualitative analysis. Based on needs analysis (documentation and interviews), this learning media was successfully designed in ratio learning. In measuring the feasibility level of learning media, data was collected using a questionnaire from media and material experts. The feasibility level of learning media is analyzed by calculating the percentage, then analyzed qualitatively. Qualitatively, media experts gave a very proper assessment, as well as material experts. From this measurement, the developed learning media has met the eligibility of the media, materials, and practice to be implemented in ratio learning. This research concludes that the developed android-based learning media is very feasible to be implemented in ratio learning

    Mestika Zed Work Somewhere In The Jungle, Pemerintahan Darurat Republik Indonesia and its Meaning for the History of PDRI and PDRI Figures in the History of the Nation

    No full text
    This study aims to see the effects of the book Mestika Zed Somewhere in the Jungle, The Emergency Government of the Republic of Indonesia directly or not, give a big contribution to the recognition of the government of Indonesia on the role of the PDRI in the history of the Indonesian nation. This study was conducted using 4 stages of historical research. The first is the heuristic stage collection in the form of books, articles, etc. The second source of criticism is testing data by conducting internal and external criticism of the authenticity of the data obtained. The third interpretation is the interpretation of data so that it becomes a meaningful fact. The final stage is the writing of history in the form of a thesis. The results showed after the publication of the book Somewhere in the Jungle, The Emergency Government of the Republic Indonesia, the works of the PDRI more and more written, such as works Amrin Imran was PDRI dalam Perang Kemerdekaan. Pdri birthday setting as HBN, one of them is thanks to the services of historian Mestika Zed. Proposal national hero candidate PDRI figure Syafruddin Prawiranegara also Mestika Zed involved in it

    PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS

    No full text
    Kemampuan peserta didik yang rendah dalam berpikir kritis dan ketersediaan bahan ajar yang mendorong kemampuan berpikir kritis masih sangat terbatas. Oleh karena itu, tujuan riset ini untuk menghasilkan E-Modul interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL) yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik SMP. Pengembangan E-Modul interaktif dilaksanakan menggunakan model pengembangan ADDIE. Adapun Subjek dari riset ini adalah kelas VIII SMPN 25 Kota Serang. Tes kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik, lembar penilaian kepraktisan, dan lembar validasi ahli adalah instrumen riset yang digunakan. Hasil riset menunjukkan bahwa pengembangan E-Modul yang dikembangkan sangat valid dan praktis. Hasil tes kemampuan berpikir kritis matematis menunjukkan bahwa nilai N-gain berada dalam kategori peningkatan sedang pada kelas eksperimen dan kategori rendah pada kelas kontrol. Selanjutnya, melalui independent sample t-test menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan.  Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis matematis pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa E-Modul interaktif berbasis PBL valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik.The low ability of students in critical thinking and availability of teaching materials that encourage critical thinking skills are very limited. Therefore, the aims of this research is to produce interactive E-Modules based on Problem Based Learning (PBL) that are valid, practical and effective in improving the mathematical critical thinking skills of junior high school students. The development of interactive E-Modules is carried out using the ADDIE development model. The subject of this research is class VIII SMPN 25 Serang City. Tests of students' mathematical critical thinking skills, practicality assessment sheets, and expert validation sheets are the research instruments used. The results showed that the development of the E-Module developed was very valid and practical. The results of the mathematical critical thinking ability test showed that the N-gain value was in the moderate improvement category in the experimental class and the low category in the control class. Furthermore, through independent sample t-test showed an increase in students' mathematical critical thinking skills in experimental classes and control classes significantly different.  The average score of mathematical critical thinking skills in the experimental class was higher than in the control class. It can be concluded that PBL-based interactive E-Modules are valid, practical, and effective to improve students' critical mathematical thinking skills

    1,862

    full texts

    2,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal FKIP UM Metro (Universitas Muhammadiyah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇