Electronic Journal Muhammadiyah University of Makassar
Not a member yet
7329 research outputs found
Sort by
Pengaruh Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang serta mengidentifikasi dampak keberadaan TPA terhadap kehidupan sosial ekonomi warga Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 391 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan dengan Analisis Deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel sosial dan ekonomi dengan keberadaan TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial masyarakat dipengaruhi oleh faktor kesehatan, kenyamanan lingkungan, dan interaksi sosial, sementara kondisi ekonomi didominasi oleh pekerjaan sektor informal yang berkaitan dengan aktivitas TPA. Uji Chi-Square mengonfirmasi bahwa beberapa variabel sosial dan ekonomi memiliki hubungan signifikan dengan keberadaan TPA Antang. Secara keseluruhan, TPA memberikan dampak ganda: menimbulkan gangguan lingkungan namun juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. KATA KUNCITPA Antang, Kondisi Sosial Ekonomi, Masyarakat, Sampah, Chi-Square.
ABSTRACT: This study aims to analyze the social and economic conditions of communities living around the Antang Final Disposal Site (TPA Antang) and to identify the impacts of the facility on the social and economic aspects of residents in Tamangapa Urban Village, Manggala District, Makassar City. A quantitative research approach was employed using a survey questionnaire distributed to 391 respondents determined through the Slovin formula. Data were analyzed using descriptive statistics to describe the demographic profile and socio-economic conditions, as well as the Chi-Square test to examine the relationship between social and economic variables and the existence of the TPA. The results indicate that social conditions are influenced by health factors, environmental comfort, and social interactions, while economic conditions are dominated by informal sector jobs related to TPA activities. The Chi-Square test confirmed that several social and economic variables have a significant relationship with the presence of TPA Antang. Overall, the TPA generates dual impacts: environmental disturbances and socio-economic opportunities for surrounding communities.Keywords:Antang landfill, socio-economic conditions, community, waste management, Chi-Square
Analisis Penanganan Abrasi Pasca Pembangunan Dermaga di Pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone
ABSTRAK: Pembangunan dermaga di kawasan pesisir berpotensi mengubah keseimbangan dinamika pantai dan memicu terjadinya abrasi di wilayah sekitarnya. Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone merupakan salah satu kawasan yang mengalami abrasi pasca pembangunan dermaga, sehingga diperlukan penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi abrasi yang terjadi serta mengevaluasi upaya penanganan abrasi di kawasan Pelabuhan Bajoe. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder, observasi lapangan, serta analisis kondisi gelombang, arus, dan perubahan garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dermaga memengaruhi pola arus dan distribusi energi gelombang, yang berdampak pada meningkatnya laju abrasi di beberapa segmen pantai. Penanganan abrasi yang direkomendasikan meliputi penerapan struktur pelindung pantai, seperti bangunan pengaman pantai, serta pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu. Kesimpulannya, penanganan abrasi pasca pembangunan dermaga memerlukan perencanaan yang mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, dan keberlanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan pelabuhan pesisir.
KATA KUNCI
Abrasi pantai, dermaga, fetch, Pelabuhan Bajoe.
ABSTRACT: The construction of a jetty in coastal areas has the potential to alter coastal dynamics and trigger abrasion in surrounding regions. Bajoe Port in Bone Regency is one of the coastal areas that has experienced abrasion following jetty construction, requiring appropriate and sustainable mitigation measures. This study aims to analyze abrasion conditions and evaluate post-construction abrasion handling efforts in the Bajoe Port area. The research employed a descriptive quantitative approach using secondary data, field observations, and analyses of wave conditions, currents, and shoreline changes. The results indicate that the presence of the jetty affects current patterns and wave energy distribution, leading to increased abrasion rates in several coastal segments. Recommended mitigation measures include the application of coastal protection structures, such as shore protection works, and integrated coastal zone management. In conclusion, post-jetty-construction abrasion mitigation requires planning that considers technical, environmental, and sustainability aspects. The findings of this study are expected to serve as important references for planning and managing coastal port areas.
Keywords:
Coastal abrasion, jetty, fetch, Bajoe Por
The Effect of Social Media on EFL Students’ Motivation in Learning English at UM Bulukumba
This study examines the effect of social media on EFL students' motivation in learning English. The purpose of this research is to find out the influence of social media on the students' motivation to learn English. Social media, as used by the researcher, is YouTube, WhatsApp, and TikTok. Research methods used in this research are a descriptive research method with a quantitative approach, with data collection techniques using a closed questionnaire with a Google form. The number of samples in this study was 20 students in class 18. A member of the Department of English Education at Muhammadiyah University of Bulukumba. Data collection in this study uses 3 instruments, namely questionnaires, interviews, and documentation. The results showed that the agree option has a percentage value of 42% and the option strongly agrees 20%. This percentage value is in the 41-60 level in the moderately influential category, and it can be defined that most English education students class 18. At the Muhammadiyah University of Bulukumba use social media, one of which is to learn English and to increase their motivation in learning. For the Neutral option, the percentage is quite high, namely 30% and is in the 21-40 category, which is less influential, and it can be said that using social media for a certain time and activity can reduce students' motivation to learn English using social media. Meanwhile, the disagre value is 6% and strongly disaggregated 2% is in the 0-20% category, which is not influential. It can be concluded that social media, in this case, YouTube, WhatsApp, and TikTok, has an Effect on students' motivation in learning
Konsumsi Berkelanjutan dan Perubahan Perilaku: Memahami Maraknya Penggunaan Tumbler sebagai Praktik Ramah Lingkungan di Kalangan Milenial Perkotaan
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana dan mengapa generasi urban millennials beralih ke perilaku konsumsi yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan tumbler sebagai bagian dari praktik konsumsi berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 15 informan dari berbagai latar belakang profesi di Jakarta, Surabaya dan Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik yang berlandaskan kerangka teori Theory of Planned Behavior (TPB), Value-Belief-Norm (VBN), dan Attitude–Behavior–Context (ABC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku penggunaan tumbler dipengaruhi oleh enam dimensi utama: (1) kesadaran lingkungan sebagai nilai moral, (2) tumbler sebagai simbol identitas sosial urban, (3) pengaruh sosial dan komunitas, (4) peran media sosial dalam normalisasi perilaku hijau, (5) hambatan praktis dan strategi adaptasi, serta (6) dukungan struktural dan ekonomi lokal. Temuan ini memperlihatkan bahwa perilaku konsumsi berkelanjutan tidak hanya berakar pada niat individual, tetapi juga pada konstruksi sosial dan simbolik yang membentuk gaya hidup generasi millennial di perkotaan. Penelitian ini menegaskan bahwa perubahan perilaku ekologis merupakan hasil interaksi antara nilai moral, norma sosial, dan dukungan institusional, serta merefleksikan pergeseran budaya menuju masyarakat urban yang lebih sadar lingkungan
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP DISPOSISI MATEMATIS DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMK
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap disposisi matematis dan kemampuan komunikasi matematis siswa SMK.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian melibatkan 400 siswa SMK Negeri di Kota Singaraja yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Instrumen kemampuan berpikir kritis berupa soal uraian berbasis studi kasus, sedangkan disposisi matematis dan kemampuan komunikasi matematis diukur menggunakan kuesioner berdasarkan indikator NCTM dan Wardani. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS).
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis berpengaruh positif dan signifikan terhadap disposisi matematis dengan koefisien jalur 0,163, nilai T-Statistic 3,272, dan P-Value 0,001. Selain itu, kemampuan berpikir kritis juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis dengan koefisien jalur 0,131, nilai T-Statistic 2,795, dan P-Value 0,005.
Kontribusi: Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis berkontribusi dalam memperkuat disposisi serta kualitas komunikasi matematis siswa. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu dirancang dengan strategi yang mendorong aktivitas berpikir kritis, seperti pemecahan masalah kontekstual dan diskusi matematis
Implementasi Karakter Handep Hapakat Pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dI SMPN 11 Palangka Raya
Implementation of strategic national policies at the school level often faces adaptation and acceptance challenges in local institutions, particularly in regions rich in local wisdom such as Central Kalimantan. This study was conducted to analyze the integration of the local wisdom value handep hapakat (cohesion and mutual assistance) within the Free Nutritious Meal Program (MBG) at SMPN 11 Palangka Raya. This background prompted a study focusing on the socio-cultural dimension of MBG, which has been effectively running for two months since September 1, 2025. The primary objective of the research was to analyze the implementation of handep hapakat, identify the roles of actors (teachers, students, parents) in the program's sustainability, and examine socio-cultural barriers. The study employed a descriptive qualitative approach with data collected through in-depth interviews with teachers and students. Thematic analysis was conducted using a sociological framework encompassing Solidarity (Durkheim), Inequality (Marx), and Habitus/Social Capital (Bourdieu). The main findings indicate that Handep Hapakat serves as a catalyst for mechanical solidarity (Durkheim). This is evidenced by students' spontaneous initiative in logistics mutual cooperation and the collective meal as a cohesion-strengthening social ritual. Teachers play a central role as guarantors of equitable distribution, ensuring consistent and fair portions, thereby effectively mitigating the risk of access inequality (Marx) within the school environment. Although a clash of taste habitus (menu boredom) was observed, the Handep Hapakat value is capitalized as Social Capital (Bourdieu), realized through the mechanism of sharing leftover food (anti-waste). The active role of teachers in shaping responsible habitus is also crucial. It is concluded that the success of the MBG program at SMPN 11 Palangka Raya relies on the harmonious integration between national policy and local values. The implementation supported by Handep Hapakat yields a Sustainable Implementation Model that not only achieves nutritional goals but significantly reinforces students' social character, collective responsibility, and social capital. The scientific contribution of this research confirms the important role of local culture in the adaptation and effectiveness of public policies at the grassroots level
Implementation of Al-Islam Kemuhammadiyahan Character Education through the Merdeka Curriculum in Class VI of Muhammadiyah 1 Elementary School, Sorong City
Forming the character of students from an early age is an important foundation in creating a generation with dignity and value. This research aims to describe the implementation of character education based on Islamic and Muhammadiyah values through the Merdeka Curriculum approach at Muhammadiyah Elementary Schools 1 and 2, Sorong City. The research uses a descriptive qualitative method with a literature study and field observation approach. The results show that the integration of character values through ISMUBA subjects and extracurricular activities such as Duha Prayer, Tahfidz Qur'an, and Hizbul Wathan Scouting has a positive impact on changes in student behavior, such as increasing discipline, responsibility, and awareness of worship. Supporting factors in implementing character education include the availability of facilities, teacher involvement, and the flexibility of the Independent Curriculum. However, obstacles such as limited resources, teachers' understanding of the curriculum, and the negative influence of the digital environment are still challenges that need to be overcome. Overall, character education integrated with Islamic values has proven to be effective in shaping students' positive behavior, as long as it is supported by synergy between school, family and community
Pengaruh Media Pembelajaran POKAT (Pohon Kata) dalam Menulis Teks Puisi Untuk Siswa SMP
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis teks puisi pada siswa kelas VIII SMP, yang ditandai dengan kesulitan siswa dalam menentukan tema, memilih diksi yang tepat dalam sebuah materi bahasa Indonesia, yaitu Teks Puisi. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan guru masih bersifat konvensional dan kurang bervariasi, sehingga kurang menarik perhatian siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran POKAT (Pohon Kata) terhadap keterampilan menulis teks puisi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Ki Hajar Dewantoro Tangerang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain eksperimen ( nonequivalent control group design ). Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis melalui uji t sampel independen dengan bantuan program SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kelas eksperimen (85,4) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (76,2). Berdasarkan uji hipotesis diperoleh nilai t hitung sebesar 14,899 yang lebih besar dari t tabel sebesar 4,516, serta nilai signifikansi sig.(2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media pembelajaran POKAT (Pohon Kata) terhadap keterampilan menulis teks puisi siswa kelas VIII SMP Ki Hajar Dewantoro Tangerang.
Kata Kunci: Media Pembelajaran, POKAT (Pohon Kata), Menulis Puisi, Siswa SM
Analisis Kebutuhan Materi Pengajaran Qawa'id Berbasis Multimedia Interaktif untuk Tingkat Pemula
This study aims to analyze the need for developing interactive multimedia–based Qawa’id instructional materials for beginner-level students in the Arabic Language Education Program at Universitas Negeri Jakarta. The research focuses on the needs analysis stage as an initial foundation for instructional material development. Data were collected through questionnaires, classroom observations, interviews, and document analysis involving 120 first-year students. The findings indicate that Qawa’id instruction still faces various challenges, particularly related to the limitations of instructional materials and learning media that tend to be theoretical and text-based, thereby hindering students’ understanding of abstract grammatical concepts. Questionnaire results reveal a very high level of need and interest in interactive multimedia–based Qawa’id materials that integrate visual, audio, animation, and interactive exercises. In addition, students demonstrate strong readiness to independently utilize digital instructional materials outside the classroom. Qualitative findings support the quantitative results, showing that visualization and contextual presentation enhance student engagement and comprehension. Based on these findings, it can be concluded that the development of interactive multimedia–based Qawa’id instructional materials is an urgent and strategic necessity to improve the effectiveness of Qawa’id learning for beginner students and to serve as a conceptual foundation for the subsequent stages of instructional material development
Mendesain dan Mengevaluasi Sistem Pembelajaran Sibernetik Berbasis Umpan Balik Digital di Kelas Sosiologi Madrasah Aliyah Guppi Gunung Jati, Bulukumba
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi implementasi sistem pembelajaran sibernetik berbasis umpan balik digital dalam pembelajaran sosiologi di Madrasah Aliyah Guppi Gunung Jati, Kabupaten Bulukumba. Pembelajaran sibernetik memandang proses pembelajaran sebagai sistem pengolahan informasi yang menekankan interaksi, umpan balik, dan kontrol untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan dua guru sosiologi dan tujuh siswa kelas 12 dari jurusan ilmu sosial. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran sibernetik diimplementasikan secara efektif melalui interaksi dua arah antara guru dan siswa, didukung oleh media digital seperti ruang kelas digital dan aplikasi WhatsApp. Umpan balik berkelanjutan memungkinkan guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Siswa menunjukkan peningkatan partisipasi, kepercayaan diri, dan keterlibatan dalam proses pembelajaran. Lebih lanjut, dinamika kelas menjadi lebih adaptif, komunikatif, dan partisipatif. Oleh karena itu, sistem pembelajaran sibernetik berbasis umpan balik digital efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan relevan untuk pembelajaran sosiologi di era digital