1,721,033 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Eksekusi secara paksa putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara perdata yang tidak dilaksanakan Pemda Provinsi DKI Jakarta

    No full text
    Penelitian ini memiliki permasalahan utama terkait eksekusi secara paksa putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara perdata yang tidak dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta (Pemda DKI). Permasalahan tersebut terkait dengan ketidakpatuhan Pemda DKI Jakarta dalam melaksanakan putusan pengadilan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap, seperti yang dijelaskan dalam kasus PT. Bunga Lestari. Kendala-kendala apa yang dihadapi oleh pihak yang menang dalam melaksanakan putusan pengadilan terhadap Pemda DKI Jakarta menjadi fokus penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis ketentuan eksekusi secara paksa terkait keputusan pengadilan yang sudah final dalam kasus perdata berdasarkan hukum acara perdata. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis pertimbangan majelis hakim dalam pelaksanaan eksekusi secara paksa terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 09/2021.Eks Jo. No. 614/PDT.G/2014/PN.JKT.PST Jo. No. 42/PDT/2017/PT.DKI Jo. No. 358K/PDT/2018 Jo. No. 706PK/PDT/2019 Jo. Permohonan Eksekusi Terhadap Pemda Provinsi DKI No. 31/SnCo/Eks.Pts/VIII/2021. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier diperoleh dari tinjauan literatur, termasuk putusan pengadilan dan dokumen hukum terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian di perpustakaan dan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis kualitatif dengan interpretasi rasional dan obyektif, serta teknik hukum konstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksekusi putusan pengadilan terkendala oleh berbagai faktor, termasuk terbatasnya pelaksana eksekusi, anggaran yang terbatas, perlawanan pihak ketiga, dan Peninjauan Kembali. Implikasinya, pihak instansi pemerintah, seperti Pemda DKI Jakarta, menghadapi hambatan dalam pelaksanaan eksekusi, terutama dalam kewajiban pembayaran berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, di mana pemerintah tidak menganggarkan dana sesuai putusan pengadilan. Upaya pelaksanaan eksekusi secara paksa terhadap Pemda DKI Jakarta telah mematuhi ketentuan hukum acara perdata, karena pemerintah daerah tersebut tidak melaksanakan secara sukarela putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Implikasinya, mekanisme eksekusi dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN), termasuk penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk pembayaran sejumlah uang yang diwajibkan oleh putusan pengadilan

    Efektivitas Pendekatan Konstektual Terintegrasi Al-Quran Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Reproduksi Manusia Di MA LAB IKIP Al-Washliyah Medan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pendekatan Konstektual Terintegrasi Al-Quran Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Reproduksi Manusia Di MA LAB IKIP Al-Wasliyah Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian experiment yang pelaksanaannya menggunakan jenis quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian terdiri dari 30 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas XI-1 MA berjumlah 15 siswa dan kelas XI-2 MA berjumlah 15 siswa. Hasil belajar pada kelas kontrol yang menggunakan pendekatan ceramah (konvensional) memperoleh hasil kurang memuaskan. Perhitungan yang dilakukan menggunakan uji N-gain yang menunjukkan pada kelas eksperimen sebesar 0,87 (kategori sedang) dan pada kelas kontrol sebesar 0,58 (kategori sedang) dan menggunakan uji t independent sample test yang menunjukkan bahwa ttabel < thitung (1,69 < 2,25) pada taraf kesalahan 5%. Selisih persentase kenaikan dari pretest ke posttest juga lebih besar kelas ekperimen dengan 84,4% dan kelas kontrol dengan 75,4 %. Jadi sumbangan efektif penggunaan model pembelajaran CTL sebesar 11,8 %. Dengan demikian, dapat diputuskan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan konstektual terintegrasi Al-Quran dengan kelas kontrol yang menggunakan pendakatan ceramah (konvensional)

    Eksekusi secara paksa putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara perdata yang tidak dilaksanakan Pemda Provinsi DKI Jakarta

    No full text
    Penelitian ini memiliki permasalahan utama terkait eksekusi secara paksa putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara perdata yang tidak dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta (Pemda DKI). Permasalahan tersebut terkait dengan ketidakpatuhan Pemda DKI Jakarta dalam melaksanakan putusan pengadilan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap, seperti yang dijelaskan dalam kasus PT. Bunga Lestari. Kendala-kendala apa yang dihadapi oleh pihak yang menang dalam melaksanakan putusan pengadilan terhadap Pemda DKI Jakarta menjadi fokus penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis ketentuan eksekusi secara paksa terkait keputusan pengadilan yang sudah final dalam kasus perdata berdasarkan hukum acara perdata. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis pertimbangan majelis hakim dalam pelaksanaan eksekusi secara paksa terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 09/2021.Eks Jo. No. 614/PDT.G/2014/PN.JKT.PST Jo. No. 42/PDT/2017/PT.DKI Jo. No. 358K/PDT/2018 Jo. No. 706PK/PDT/2019 Jo. Permohonan Eksekusi Terhadap Pemda Provinsi DKI No. 31/SnCo/Eks.Pts/VIII/2021. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier diperoleh dari tinjauan literatur, termasuk putusan pengadilan dan dokumen hukum terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian di perpustakaan dan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis kualitatif dengan interpretasi rasional dan obyektif, serta teknik hukum konstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksekusi putusan pengadilan terkendala oleh berbagai faktor, termasuk terbatasnya pelaksana eksekusi, anggaran yang terbatas, perlawanan pihak ketiga, dan Peninjauan Kembali. Implikasinya, pihak instansi pemerintah, seperti Pemda DKI Jakarta, menghadapi hambatan dalam pelaksanaan eksekusi, terutama dalam kewajiban pembayaran berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, di mana pemerintah tidak menganggarkan dana sesuai putusan pengadilan. Upaya pelaksanaan eksekusi secara paksa terhadap Pemda DKI Jakarta telah mematuhi ketentuan hukum acara perdata, karena pemerintah daerah tersebut tidak melaksanakan secara sukarela putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Implikasinya, mekanisme eksekusi dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN), termasuk penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk pembayaran sejumlah uang yang diwajibkan oleh putusan pengadilan

    Persepsi Masyarakat terhadap Implementasi Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (Studi Kasus Peraturan Daerah Pemberantasan Tempat Maksiat, Perjudian dan Prostitusi di Kelurahan Karawang Kulon Kabupaten Karawang)

    Full text link
    Penelitian ini berangkat dari permasalahan sosial yang ada di wilayah Kabupaten Karawang khususnya di Kelurahan Karawang Kulon. Permasalahan sosial adalah sebagai tempat maksiat dan prostitusi walau sering di penertiban. Memberikan pandangan atau persepsi yang berbeda masyarakat terhadap penerapan peraturan daerah tentang Pemberantasan Tempat Maksiat dan Perjudian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana kondisi objektif perihal masalah perjudian, dan tempat maksiat yang berada di wilayah Kelurahan Karawang Kulon dan mengetahui implementasi Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2011 tentang pemberantasan tempat maksiat, perjudian dan prostitusi di wilayah Kelurahan Karawang Kulon. Kemudian mengetahui persepsi masyarakat terhadap iplementasi Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2011 tentang pemberantasan tempat maksiat, perjudian dan prostitusi di wilayah Kelurahan Karawang Kulon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam kepada masyarakat Kelurahan Karawang Kulon dengan teknik penentuan informan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Persepsi dan Struktural Fungsional Talcot Parson yang mengatakan bahwa persepsi adalah suatu proses yang diawali dengan penginderaan, yang kemudian stimulus diterima oleh alat indera, diteruskan oleh sel syaraf ke otak dan selanjutnya merupakan proses persepsi. Sedangkan teori Structural Talcot Parson menjelaskan bahwa suatu sistem harus berjalan dengan sesuai dengan fungsinya sehingga terciptanya suatu keseimbangan. Temuan dalam penelitian ini adalah penerapan Peraturan daerah yang belum maksimal dan tepat sasaran Masyarakat Kelurahan Karawang Kulon tentang keberadaan tempat maksiat dan perjudian di Kelurahan Karawang Kulon belum secara tuntas diberantas dengan sesuai yang diharapkan Peraturan Daerah. Persepsi masyarakat Kelurahan Karawang Kulon yang berbeda-beda. Masyarakat melihat bahwa kegiatan prostitusi dan perjudian sebagai kegiatan yang menyimpang dari aturan dan norma yang berlaku. Selain itu sebagian masyarakat setempat, memandang bahwa kegiatan prostitusi dan perjudian juga dapat meruksak moral dan mencoreng nama baik suatu tempat

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore