214 research outputs found
Sobar la vida, women as a means of oral tradition for the transmission of ancestral practices specifically, sobar
Cuando le pregunté a la señora Lucía que otros saberes había aprendido de su abuela, me contestó: ‘‘Solo sobar, sobar la vida.’’
Por medio de la tradición oral las mujeres le heredan a sus descendientes (femeninas) sus conocimientos sobre las prácticas ancestrales, específicamente el saber de la sobandería. Es una propuesta digital en una página web interactiva, donde se explora por medio de la web y del material audiovisual (animación y video), sonido y dibujo a la sobandería. Brindando un recorrido junto a los conocimientos, historias y experiencias (tradición oral) de la Señora Lucía, una sobadora del campo. Es un espacio virtual para el reconocimiento y apreciación de un saber.Through oral tradition, women inherit their (female) descendants their knowledge of ancestral practices, specifically the knowledge of sobandería. It is a digital proposal in an interactive web page, where it is explored through the web and audiovisual material (animation and video), sound and drawing the practice of sobandería. Providing a tour with the knowledge, stories and experiences (oral tradition) of Mrs. Lucía, a sobadora from Anolaima, Cundinamarca. It is a virtual space for the recognition and appreciation of this knowledge.Maestro (a) en Artes VisualesPregrad
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN KARAKTERISTIK GULA SEMUT (STUDI KASUS PADA UD SOBAR DESA BULUMARIO DAN DESA SIMANINGGIR KECAMATAN SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN )
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah dari nira menjadi gula semut dalam sekali proses produksi, pendapatan masing masing unit produksi, biaya produksi, titik impas dan karakteristik gula semut pada kedua pabrik milik UD Sobar di Desa Bulumario dan Desa Simaninggir. Proses pengambilan data dilakukan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah gula semut UD Sobar pada Unit Desa Bulumario Rp2.884,53 dengan rasio nilai tambah sebesar 58,21% dan Desa Simaninggir Rp2.733,33 dengan rasio nilai tambah 56,83% . Pendapatan UD Sobar pada unit Desa Bulumario Rp13.338.124,78/bulan dan unit Desa Simaninggir Rp4.915.268,48/bulan. Biaya produksi UD Sobar pada unit Desa Bulumario Rp16.376,79 dan unit Desa
Simaninggir Rp20.991,20. Nilai titik impas produksi UD Sobar pada unit Desa Bulumario 496,38 kg/tahun gula semut dan unit Desa Simaninggir 618,18 kg/tahun gula semut. Parameter yang digunakan untuk mengetahui mutu dari gula semut produksi UD Sobar adalah SNI (SII 0268-85). Parameter yang ada pada SNI (SII 0268-85) adalah total gula (gula reduksi dan sukrosa), gula reduksi, sukrosa, air, abu, bagian-bagian tak larut air, zat warna, pati, bentuk dan kandungan logam berbahaya. Pengujian tambahan yang dilakukan adalah uji pH dan skala warna. Hasil pengujian pada sampel gula semut yang diproduksi di Desa Bulumario, nilai kadar abunya tidak memenuhi parameter standar SNI (SII 0268- 85) yaitu sebesar 2,73 % (syarat SNI maksimal 2 %). Sedangkan pada sampel dari Desa Simaninggir, parameter yang tidak sesuai yaitu parameter total gula 79,71 % (minimal 80), sukrosa 73,30 (minimal 75,0 %) dan kadar abu 2,39 %. (maksimal
2,0 %).
Kata Kunci : Gula Semut, Aren, Nilai Tambah, UD Sobar, Nira, Desa Bulumari
Perspektif hukum pidana Islam terhadap tanggungjawab peternak yang mengakibatkan kerugian lahan orang lain di Desa Sobar Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara
Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah tanggung jawab pemilik hewan ternak terhadap kerugian yang diakibatkan oleh hewan ternak di Desa Sobar Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam pasal 1368 KUHPerdata. Sama halnya dengan peraturan Desa Sobar Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara.
Peneltian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan (field research). Sedangkan instrument pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan skunder. kemudian dilakukan analisis data dan penarikan kesimpulan.
Adapun kesimpulan penelitian ini bahwa berdasarkan perdes Desa Sobar mengenai hewan ternak yang merusak lahan orang lain maka wajib untuk mengganti rugi berdasarkan aturan yang disepakati, namun apabila ada ternak yang masuk/merusak lahan tersebut namun tidak ada tanggungjawab pemilik hewan ternak, maka pemilik lahan berhak terhadap ternak tersebut, karna merupakan imbalan dari ternak yang merusak lahan, sementara pemiliknya tidak bertanggung jawab
Strategi pemulihan ekonomi melalui etos kerja Islam pada usaha muslim
Penilitian ini di latar belakangi oleh, bagimana seseorang pengusaha dapat membuat strategi pemulihan ekonomi pada usaha yang kini sedang mengalami penurunan pendapatan dan etos kerja usaha yang tidak stabil dimana semangat bekerja dalam Islam berkaitan dengan nilai-nilai etos kerja Islam yaitu berusaha atau bekerja dengan didasarkan keikhlasan, bersikap jujur, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana strategi pemulihan ekonomi melalui etos kerja Islam pada usaha muslim di toko sobar mulana kabupaten padang lawas utara. Serta apa saja yang menjadi kendala toko sobar mulana dalam pemulihan ekonomi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan yang menghimpun data kualitatif, sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer maupun sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada pemilik toko sobar mulana, para karyawan toko sobar mulana, dan para konsumen/pembeli toko sobar mulana kabupaten padang lawas utara. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar strategi pemulihan ekonomi melalui etos kerja Islam pada usaha toko sobar mulana sudah tepat, dapat dilihat dari semangat dan kegigihan dalam bekerja terdapat strategi yang dilakukan yaitu strategi promo bundling produk (paket barang dengan harga diskon), mengadakan promo besar-besaran dan mensortir barang yang telah terjual serta barang yang telah kadaluarsa dilengkapi dengan penerapan prinsip etos kerja Islam diantaranya disiplin, memiliki komitmen, kemampuan mengatur waktu antara waktu bekerja dan ibadah, memiliki moralitas, menjaga kebersihan, memiliki pandangan masa depan adapun yang menjadi kendala usaha toko sobar mulana ditandai pada penerapan etos kerja Islam pada tingkat kejujuran yang terletak pada karyawan toko dapat menjadi faktor ketidak nyaman para konsumen namun hal ini tidak menjadi pengaruh besar bagi pemilik toko dikarenakan pemilik toko dapat mengganti karyawan baru sehingga usaha tetap berjalan dan berkembang
A Soft-Bodied Aerial Robot for Collision Resilience and Contact-Reactive Perching
Current aerial robots demonstrate limited interaction capabilities in
unstructured environments when compared with their biological counterparts.
Some examples include their inability to tolerate collisions and to
successfully land or perch on objects of unknown shapes, sizes, and texture.
Efforts to include compliance have introduced designs that incorporate external
mechanical impact protection at the cost of reduced agility and flight time due
to the added weight. In this work, we propose and develop a light-weight,
inflatable, soft-bodied aerial robot (SoBAR) that can pneumatically vary its
body stiffness to achieve intrinsic collision resilience. Unlike the
conventional rigid aerial robots, SoBAR successfully demonstrates its ability
to repeatedly endure and recover from collisions in various directions, not
only limited to in-plane ones. Furthermore, we exploit its capabilities to
demonstrate perching where the 3D collision resilience helps in improving the
perching success rates. We also augment SoBAR with a novel hybrid fabric-based,
bistable (HFB) grasper that can utilize impact energies to perform
contact-reactive grasping through rapid shape conforming abilities. We
exhaustively study and offer insights into the collision resilience, impact
absorption, and manipulation capabilities of SoBAR with the HFB grasper.
Finally, we compare the performance of conventional aerial robots with the
SoBAR through collision characterizations, grasping identifications, and
experimental validations of collision resilience and perching in various
scenarios and on differently shaped objects.Comment: Accepted for Publication, Soft Robotics Journal - Mary Ann Liebert
Inc., Manuscript Details - 20 pages, 17 Figures, 2 Table
Sobar o acomodar al feto: una práctica ancestral que se resiste a desaparecer
Las prácticas ancestrales vinculadas a la partería afrodescendiente, son valoradas y reconocidas como parte integral de la atención perinatal; sin embargo, algunas de estas prácticas culturales son estigmatizadas y deslegitimizadas desde la visión occidental, limitando a las gestantes a recibir una atención integral y culturalmente congruente. Objetivo del estudio: Describir la práctica ancestral de sobar o acomodar al feto, realizada por un grupo de parteras tradicionales de la comunidad afrodescendiente de San José de Uré-Córdoba. Materiales y Método: Se realizó una investigación cualitativa de tipo exploratorio, que utilizó la etnoenfermería, como un método para aproximarse y recuperar el punto de vista de un grupo de parteras tradicionales Afrouresanas. La información se recolectó a través de grupos focales, entrevistas etnográficas; registros foto etnográficos y diarios de campo. El análisis de datos se realizó siguiendo la propuesta de Madeleine Leininger; donde la perspectiva ‘emic’ y ‘etic’ fueron necesarias para los procesos de interpretación. Resultados: se identificaron dos dominios culturales: el primero: Con mucho cuidado vamos sobando y acomodando al feto, documenta cómo se realiza la práctica de sobar o acomodar al feto en el vientre materno. El segundo, en el que están presentes los imaginarios culturales que existen en las formas de nacer, que se encuentran vinculados al género del bebé, denominado: Las niñas nacen boca abajo y los niños nacen boca arriba. Conclusiones. Sobar o acomodar al feto en el vientre materno, es una práctica milenaria que se ha transmitido de generación en generación, de mujer a mujer: esta práctica se mantiene viva y representa una actividad principal de las parteras tradicionales durante la supervisión del embarazo.GLOSARIO DE TÉRMINOS PROPIOS DEL CONTEXTO DE ESTUDIO 11RESUMEN 12ABSTRACT 13INTRODUCCIÓN 141. OBJETIVOS 191.1 GENERAL 191.2 ESPECÍFICOS 192. MARCO REFERENCIAL 202.1 ANTECEDENTES HISTÓRICOS DE LA PARTERÍA TRADICIONAL 202.2 ANTECEDENTES INVESTIGATIVOS DE LA PARTERÍA TRADICIONAL 242.3 REFERENTE TEÓRICO 352.4 CONCEPTOS CENTRALES DEL ESTUDIO 452.5 MARCO LEGAL 473. DISEÑO METODOLÓGICO 513.1 TIPO DE ESTUDIO 513.2 ESCENARIO DEL ESTUDIO 513.3 CONTEXTO SITUADO 513.4 SELECCIÓN DE LA MUESTRA DE ESTUDIO 533.5 INFORMANTES DE ESTUDIO 533.6 UNIDAD DE ANÁLISIS 543.7 PORTEROS 543.8 TÉCNICAS E INSTRUMENTOS UTILIZADOS PARA LA RECOLECCIÓN DE LOS DATOS 553.9 CRITERIOS DE RIGOR METODOLÓGICO 573.10 CONSIDERACIONES Y ASPECTOS ÉTICOS 583.11 PRINCIPIOS ÉTICOS 593.12 RIESGO ÉTICO 603.13 CONSENTIMIENTO INFORMADO 603.14 ASPECTOS DE PROPIEDAD INTELECTUAL Y DERECHOS DE AUTOR 613.15 ESTRATEGIAS DE SOCIALIZACIÓN DE LOS HALLAZGOS 613.16 PROCESAMIENTO, ANÁLISIS Y DISCUSIÓN DE DATOS 614. DESCRIPCIÓN DE LOS RESULTADOS 635. CONCLUSIONES 726. RECOMENDACIONES 747. BIBLIOGRAFÍA 75ANEXOS 91Ancestral practices linked to Afro-descendant midwifery are valued and recognized as an integral part of perinatal care; However, some of these cultural practices are stigmatized and delegitimized from the Western vision, limiting pregnant women to receiving comprehensive and culturally congruent care. Objective of the study: To describe the ancestral practices and knowledge of traditional midwives, related to the accommodation maneuvers of the fetus in pregnant women from an Afro-descendant community in the municipality of San José de Uré-Córdoba. Materials and Method: Qualitative exploratory research, which used ethnonursing, as a method to approach and recover the point of view of a group of traditional Afrouresan midwives. Information was collected through focus groups, ethnographic interviews; ethnographic photo records and field diaries. The data analysis was carried out following the proposal of Madeleine Leininger; where the 'émic' and 'étic' perspective were necessary for the interpretation processes. Results: Two cultural domains were identified: the first with great care we are rubbing and accommodating the fetus, documents how the practice of rubbing or accommodating the fetus in the mother's womb is carried out. The second, in which the cultural imaginaries that exist in the ways of being born, which are linked to gender, are present. of the baby, called: Girls are born face down and boys are born face up. Conclusions: Kneading or accommodating the fetus in the mother's womb is an ancient practice that has been transmitted from generation to generation, from woman to woman: this practice remains alive and represents a main activity of traditional midwives during pregnancy supervisionPregradoEnfermero(a)Trabajos de Investigación y/o Extensió
MODEL KLASIFIKASI PERILAKU PENCEGAHAN KANKER SERVIKS BERBASIS MACHINE LEARNING PADA WANITA USIA SUBUR MASYARAKAT PERKOTAAN INDONESIA
ABSTRAK
Nama : S o b a r
Program Study : Pascasarjana S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Title : Model Klasifikasi Perilaku Pencegahan Kanker Serviks Berbasis Machine Learning pada Wanita Usia Subur Masyarakat Perkotaan Indonesia
Kanker serviks menduduki urutan ketiga dari kejadian kanker pada wanita di seluruh dunia. Terdapat lebih dari 80% kasusnya terjadi di negara berkembang, terutama terjadi pada Wanita Usia Subur (WUS) yang tinggal di perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan model klasifikasi perilaku pencegahan kanker serviks pada WUS masyarakat perkotaan di Indonesia berdasarkan variabel-variabel terkait perilaku antara lain: dukungan sosial, pemberdayaan, sikap, norma subjektif, persepsi, motivasi dan niat. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan comparative cross sectional study. Populasi penelitian adalah WUS yang terkena dan tidak terkena kanker serviks pada masyarakat perkotaan Indonesia, direpresentasikan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan tinggal di Jakarta. Jumlah sampel sebanyak 106 responden, dimana 35 responden yang terkena kanker serviks dan 71 responden yang tidak terkena kanker serviks. Penelitian dilaksanakan bulan Januari- Februari 2016. Penelitian ini terdiri atas tiga fase analisis; 1). Uji model menggunakan pendekatan Structural Equation Model (SEM), 2). Uji model klasifikasi menggunakan Machine Learning (ML), dan 3). Uji gabungan antara seleksi atribut berbasis SEM dengan uji klasifikasi berbasis ML. Fase analisis pertama memperoleh hasil bahwa perilaku pencegahan kanker serviks ditentukan secara langsung dan tidak langsung oleh variabel dukungan sosial, pemberdayaan, sikap, norma subjektif, persepsi,motivasi dan niat, dimana R-Square (R2) sebesar 59.18%.Variabel norma subyektif berpengaruh langsung paling dominan dengant-statistik2.24dan f2 effect size 0.14, disusul variabel sikap dengan t-statistik 2.88 dan f2 effect size 0.13, dan paling rendah veriabel persepsi dengan t-statistik1.69 danf2 effect size 0.02. Variabel dukungan sosial dan pemberdayaan berpengaruh secara tidak langsung terhadap perilaku pencegahan kanker serviks. Fase analisis kedua, menyebutkan bahwa model pengukuran ini memiliki kinerja (performance) akurasi, sensitivity dan specificity di atas 90% dan Area Under Curve (AUC) di atas 0.95. Dari tujuh algoritma machine learning yang memiliki performance terbaik adalah LR (Logistic Regresion) dengan akurasi sebesar 96.27%, dan AUC sebesar 0.99 diikuti NB (Naïve Bayes) dengan akurasi 96,18% dan AUC sebesar 0,99. Sensitivity dan specificity antara LR dan NB nilainya sama sebesar 94.29% dan 97.18%. Fase analsis ketiga, menyebutkan bahwa terdapat kecenderungan kenaikan kinerja (performance) atau minimal sama antar sebelum dan sesudah seleksi atribut. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pengukuran klasifikasi perilaku pencegahan kanker serviks berbasis ML merupakan model yang sesuai (fit) dan mampu mengklasifikasikan perilaku pencegahan kanker serviks secara akurat pada WUS masyarakat perkotaan Indonesia. Pencegahan kanker serviks berbasis perilakuadalah menjanjikan (promising) sebagai upaya penting pada level pencegahan primer dan upaya pre-emtifdalam konteks pencegahan suatu penyakit.
Kata Kunci: perilaku pencegahan, kanker serviks, dukungan sosial, pemberdayaan, sikap, norma subjektif, persepsi, motivasi, niat.
ABSTRACT
Nama : S o b a r
Programe Study : Pascasarjana S3 Public Health Science
Title : Classification Model for Prevention Behavior of Cervical Cancer based on Machine Learning on Urban Women of Childbearing Age in Indonesia
Cervical cancer was ranked third of occurrence of cancer in women in the world. There are more than 80% the case occurring in developing countries, especially happens to women of chilebearing age (WCA) in urban community.The aim of this research is to find classifications model for prevention of cervical cancerin urban women of chilebearing age in Indonesia based on related behavior variables, such as: social support, empowerment, attitude, subjective norm, perception, motivation, intention. The kind of research is quantitative with the design the research uses comparative cross sectional study. The population research is WCA that exposed and not exposed to cervical cancer of the urban population in Indonesia, represented at the Cipto Mangunkusumo Hospital and living in Jakarta. The number of samples from 106 respondents, where 35 respondent’s cervical cancer and 71 respondents were not affected cervical cancer. Research held in January to February 2016. Research is composed of the three phases analysis; 1) A model test used Structural Equation Model (SEM), 2)The model classifications test used Machine Learning (ML) and 3)Test a combination of SEM based selection attribute with ML based classification. In fisrt phase analysis, the result shows that preventionbehavior cervical cancer is determined by direct and indirect by those sevent variables with R-Square (R2) is 59.18%. Attitude variable directly influence most dominant with t-statistic 2.88 and f2 effect size 0.13, followed by subjective norms variable with t-statistic 2.24and f2 effect size 0.02. Social support and empowerment variables are influential indirectly prevention behavior cervical cancer. IN second phase analysis, the classification model has performance accuracy above 90 % and Area Under Curve (AUC) on the 0.95. There are seven algorithm machine learning; Naïve Bayes (NB), Neural Network (NN), Decision Tree (DT),Logistic Regresion (LR), Linear Discriminant Analysis (LDA), Support Vector Machine (SVM), and k-Nearest Neighboar (kNN), withthe best is LR with accuracy of 96.27 % and AUC of 0.99 folowed by NB with accuracy of 96,18% and AUC of 0,99. In third phase analysis,the results of the accuracy of being increased after conducted selection attribute based on SEM result with the best is LR 96.36 % in accuracy and 0,996 in AUC. According to the analysis, it can be concluded that the model classification measurement behavior cervical cancer prevention is the appropriate (fit) and able to classify behavior cervical cancer prevention accurately in urban WCA in Indonesia. Cervical cancer prevention based behavior an important aspect at the level of prevention primary and promise (promising) as an effort to pre-emtif in the context of disease prevention.
Keywords: prevention behavior, cervical cancer, social support, empowerment, attitude, subjective norm, perception, motivation, intentions
OPTIMASI KONDENSOR SHELL AND TUBE BERPENDINGIN AIR PADA SISTEM REFRIGERASI NH3
Jenis penukar kalor sangatlah beragam dan masing masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Namun demikian jenis shell & tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigerasi tergantung dari efektivitas kinerja kondensor. Sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring dengan terjadinya fouling factor. Pada penelitian ini dilakukan analisis optimasi sistem termal pada kondensor shell and tube sebagai Alat Penukar Kalor (APK). Dari hasil optimasi kondensor shell and tube dengan menggunakan analisis full factorial yang di validasi dengan sofware Heat Transfer Research Inc (HTRI) dan disimulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Didapat hasil optimum adalah diameter shell 720 mm, jumlah tube 192 buah, diameter tube 38.1 mm, panjang tube 3 m, beda temperatur rata-rata LMTD 8.86 K, dan dengan koefesien perpindahan panas menyeluruh U 1448.21 W/m2K. Dalam penentuan parameter temperatur desain kondensor sistem cooling-tower, harus mempertimbangkan kinerja cooling-tower dan perubahan temperatur udara.
Kata kunci: kondensor, optimal, shell and tub
Breathlessness at rest is not the dominant presentation of patients admitted with heart failure
Aims:
Many assume that most patients hospitalized with heart failure (HF) are short of breath at rest (SOBAR). The National HF Audit for England and Wales suggests that this assumption is false, which has profound implications for management
Methods and results:
A retrospective case-note review was carried out of patients hospitalized with HF to determine how many present with shortness of breath at rest or are comfortable at rest but breathless on slight exertion (CARBOSE). Vital signs were tracked for 24 h and mortality for 180 days. Of 311 patients, those who were SOBAR (42%) had higher median heart rate (HR) (100 vs. 85 b.p.m.; P < 0.001), systolic blood pressure (SBP) (141 vs. 122 mmHg; P < 0.001), and respiratory rate (RR) (24 vs. 18 breaths/min; P < 0.001) compared with those who were CARBOSE (56%). Vital signs changed little in those who were CARBOSE over the first 4–6 h, but SBP (141–128 mmHg; P < 0.001), HR (100–90 b.p.m.; P = 0.002), and RR (24–20 breaths/min; P < 0.001) fell in those who were SOBAR. At presentation, SBP was >125 mmHg in 73% of patients who were SOBAR and in 46% who were CARBOSE, dropping to 52% and 37%, respectively, by 4–6 h. Mortality amongst those who were SOBAR and those who were CARBOSE was, respectively, 19% and 34% (odds ratio 2.29; P = 0.005, 95% confidence interval 1.29–4.06).
Conclusion:
Many patients admitted with HF are CARBOSE. Shortness of breath at rest may be more alarming, but those who are CARBOSE have a worse prognosis, perhaps reflecting more severe right heart dysfunction. Clinical trials of hospitalized HF may inappropriately exclude patients if they focus on shortness of breath at rest rather than peripheral congestion
Dukungan Teman Sebaya, Dukungan Suami, Konsep Diri dan Aktivitas Fisik terhadap Kendali Kecemasan Wanita
Permasalahan-permasalahan yang dihadapi wanita dalam menghadapi masa pre menopause memerlukan pemecahan sebagai upaya untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap masalah dan tekanan yang mereka akan hadapi. Tingkat kendali kecemasan yang rendah berfungsi untuk menyeimbangkan emosi individu dalam situasi yang penuh tekanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya dukungan teman sebaya, dukungan suami, konsep diri dan aktifitas fisik terhadap kendali kecemasan wanita perkotaan dalam menghadapi masa pre menopause. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi penelitian sebanyak 140 wanita dalam menghadapi masa pre menopause, sedangkan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Drajat Kecamatan Kesambi Kota Cirebon pada bulan Februari 2017. Hasil pengujian hipotesis diperoleh kendali kecemasan wanita perkotaan dalam menghadapi masa pre menopause dipengaruhi oleh dukungan teman sebaya 11,37%, dukungan suami 17,49%, konsep diri 14,95%, dan aktivitas fisik 30,00%. Besar total pengaruh langsung dukungan teman sebaya, dukungan suami, konsep diri, dan aktifitas fisik terhadap kendali kecemasan wanita perkotaan dalam menghadapi masa pre menopause sebesar 84,00%, sedangkan besar total pengaruh tidak langsung sebesar 1,33%. Aktivitas fisik merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kendali kecemasan wanita perkotaan dalam menghadapi masa pre menopause. Diharapkan wanita perkotaan dalam menghadapi masa pre menopause memanfaatkan waktu dengan melakukan aktifitas fisik yang baik, benar, terukur dan teratur, seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, dan semua jenis senam misalnya senam aerobik, senam kesegaran jasmani dan lain-lain
- …
