424 research outputs found
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Karyawan Tentang Radiasi Di PT. PLN PLTD/G Teluk Lembu Pekanbaru
Radiasi adalah suatu perambatan energi dari sumber energi kelingkungannya tanpa membutuhkan perantara.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap karyawan terhadap radiasi. Desain ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini diakukan pada bulan Februari di PT. PLN PLTD/G Teluk Lembu Pekanbaru. Data primer diperoleh dari populasi 55 responden dengan sample 55 renponden menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuosioner, data univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi diikuti dengan analisis bivariat menggunakan spss chisquare disajikan dengan software spss. Hasil survei menunjukan bahwa mayoritas responden berpengetahuan baik dengan sikap positif sebanyak 15 responden (62,5%). Dari hasil uji chisquare diketahui nilai Ï value (0,003) < nilai α (0,05) berarti ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap karyawan tentang radiasi PT. PLN PLTD/G Teluk Lembu Pekanbaru. Melalui penelitian ini diharapkan dapat terus menambah informasi dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari
ANALISIS RISIKO STUNTING TERHADAP POLA ASUH PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIAK KABUPATEN SIAK
The prevalence of stunting in Siak Regency reached 21.0%. Prevalence of stunting becomes a public health problem if it reaches 20% and needs to be handled before it increases. The general understanding in alleviating stunting is to focus on health efforts which are risk factors. Whereas risk factors are strongly influenced by protective factors including parenting / family. Stunting will have an impact not only physically, but also on cognitive function. This study aims to determine whether there is a relationship between feeding parenting and the incidence of stunting. The research design used is quantitative with a cross sectional analytic survey. The research subjects were mothers who had stunted toddlers aged 24-59 months, namely 49 respondents who were the case group, and 49 non-stunted toddlers who were the control group using total sampling. Data analysis used was Chi-square statistical test with a significance level of 0.05. The results of the relationship test showed that p-value = 0.000 (p <0.05), then there was a relationship between feeding parenting (democratic, authoritarian, permissive, and neglectful) with the incidence of stunting.It is recommended for puskesmas officers that the results of this study can be used as guidelines for providing counseling on good maternal behavior in preparing food and collaborating with relevant agencies that can help improve nutrition for children under five.Prevalensi stunting Kabupaten Siak mencapai 21,0%. Prevalensi stunting menjadi masalah kesehatan masyarakat apabila mencapai 20% dan perlu melakukan penanganan sebelum terjadi peningkatan. Pemahaman umum dalam mengentaskan stunting adalah memfokuskan pada upaya kesehatan yang merupakan faktor resiko. Padahal faktor resiko sangat dipengaruhi oleh faktor pelindung diantaranya adalah pola asuh orang tua/ keluarga. Stunting akan berdampak tidak hanya secara fisik, tetapi juga kepada fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pola asuh pemberian makan dengan kejadian stunting. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan survei analitik Cross Sectional. Subjek penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai balita stunting yaitu 49 responden yang merupakan kelompok kasus, dan 49 balita tidak stunting yang merupakan kelompok kontrol. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil uji analisis didapatkan hasil p-value = 0,000 (p<0,05) maka terdapat hubungan antara pola asuh pemberian makan (demokratis, otoriter, permisif, dan pengabaian) dengan kejadian stunting. Disarankan untuk petugas puskesmas bahwa hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk memberikan penyuluhan perilaku ibu yang baik dalam menyiapkan makanan dan berkolaborasi dengan instansi terkait yang dapat membantu meningkatkan gizi anak balita
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT TIMAH
The mortality rate (CFR) from diarrheal outbreaks in Indonesia is estimated at 1%. Thisstudy aims to identify the factors associated with diarrhea outbreaks in his childrenunder the age of five at the Bukit Timah Health Center in Dumai City. This survey is ananalytical survey by cross-sectional design. The survey was conducted at the BukitTimah Health Centre. The study population consisted of 120 individuals with 93samples. The statistical test used in this study is the chi-square test with a confidencerate of 95. The analysis showed an association between knowledge (p-value = 0.004),dietary factors (p-value = 0.014) and the incidence of diarrhea among his children under5 years of age at Bukit Timah Health Center in Dumai City. was shown. , and there wasno association between environmental (p-value = 0.620) and socio-economic (p-value =0.058) factors with the incidence of diarrhea in his children under 5 years of age atBukit Timah Health Center, Dumai City. . We hope that Bukit Timah Health Centerpersonnel will provide advice to increase mothers\u27 knowledge of diarrhea in infants.Angka kematian (CFR) saat KLB Diare di Indonesia diharapkan <1%. Namun Diare dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2017 didapatkan bahwa CFR saat KLB masih cukup tinggi (>1%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Bukit Timah Kota Dumai. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain crossectional. Penelitian sampel. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi Square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p value = 0,004), faktor makanan (p value = 0,014) dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Bukit Timah Kota Dumai dan tidak ada hubungan faktor lingkungan (p value = 0,620), sosial ekonomi (p value = 0,058) dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Bukit Timah Kota Dumai. Diharapkan agar petugas Puskesmas Bukit Timah melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang diare pada balita
PENILAIAN RISIKO KERJA TERHADAP KECELAKAAN KERJA DI PT. TEGUH KARSA WANA LESTARI KECAMATAN BUNGARAYA KABUPATEN SIAK
Accident of Activity represent an occurence which do not be anticipated and do not be wanted by company hence company have to apply method of HIRARC represent to with refer to process of mengidentivikasi danger able to happened in routine activity and also non routine in company, this method isused to lessen accident of activity so that more is recognizing of potency things able to generate accident of this kerja.Penelitian aim to to know relation Accident Of Activity To Assessment of Risk Work in part of production in PT. Unshakeable of Everlasting Karsa Wana. this Method Research is to represent study evaluate by using quantitative approach. With sampel counted 33 worker people part of production in PT. Unshakeable of Everlasting Karsa Wana. Analysis Data conducted by using test of chi square with computer at storey;level of signifikan p= 0,004 <α = 0.005 result of which in obtaining to show there is relation which is signifikan between accident of activity to assessment of activity risk. Conclusion of accident of activity very is having an effect on of strength to Assessment of Risk work in part of production of PT. Unshakeable of Everlasting Karsa Wana.
Kecelakaan Kerja merupakan suatu kejadian yang tidak terduga dan tidak diinginkan perusahaan maka perusahaan harus menerapkan metode HIRARC merupakan serangkaian proses mengidentivikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktivitas rutin maupun non rutin di perusahaan, metode ini digunakan untuk mengurangi kecelakaan kerja supaya lebih mengenali hal-hal yang dapat berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Kecelakaan Kerja Terhadap Penilaian Risiko Kerja di bagian produksi di PT. Teguh Karsa Wana Lestari. Metode penelitian ini adalah merupakan studi evaluasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan sampel sebanyak 33 orang pekerja bagian produksi di PT. Teguh Karsa Wana Lestari. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi squaredengan komputer pada tingkat signifikan p= 0,004 <α= 0.005 hasil yang di peroleh menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kecelakaan kerja terhadap penilaian risiko kerja. Kesimpulan kecelakaan kerja sangat berpengaruh kuat terhadap Penilaian Risiko kerja di bagian produksi PT. Teguh Karsa Wana Lestari.
 
PERBEDAAN POLA ASUH ANAK ANTARA IBU YANG MENIKAH USIA DINI DENGAN IBU YANG MENIKAH USIA DEWASA DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS TAPUNG HILIR 2 KABUPATEN KAMPAR
<p>pola asuh merupakan pola interaksi orang tua dengan anak dalam pendidikan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola asuh anak yang menikah usia dini dengan ibu yang menikah usia dewasa diwilayah kerja puskesmas tapung hilir 2 kabupaten Kampar. Metode penelitian jenis penelitian <em>kuantitatif </em>dengan desain <em>analitik komparatif</em>. Pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian adalah ibu yang menikah usia dini 73 renponden dan ibu yang menikah usia dewasa 73 responden. Teknik pengambilan sampel <em>proportional stratifit random sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan keusioner. Analisa data yang digunakan dengan menggunakan <em>Paired Sampel T Test.</em> Hasil penelitian 73 responden ibu menikah usia dini 72,60 % menerapkan pola asuh anak permisif. 73 responden ibu menikah usia dewasa 54,8 % menerapkan pola asuh anak demokrasi. Uji statistik <em>Paired Sampel T Test </em> didapatkan <em>p value </em>0,001&lt; 0,05, maka ada perbedaan pola asuh anak antara ibu yang menikah usia dini dengan ibu yang menikah usia dewasa diwilayah kerja puskesmas tapung hilir 2 kabupaten Kampar. Diharapkan penelitian ini dapat memberi informasi kepada ibu dalam memberikan pola asuh anak sehingga kepribadian anak terbentuk.</p><p> </p></jats:p
RISK FACTORS FOR STUNTING IN CHILDREN UNDER FIVE YEARS OLD IN THE WORKING AREA OF UPTD HEALTH CENTER IN TELUK KUANTAN
Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition so that the child is too short for his age. The prevalence of stunting toddlers has increased from 2016 that is 27.5% to 29.6% in 2017. The prevalence of stunting is higher than the prevalence of malnutrition and bad 10.2%. The purpose of this study for the risk factors for stunting in children under five in the work area of UPTD Health Center in Kuantan Bay Health Center. This type of research is analytic research with cross sectional design. The population in this study were all toddlers aged 1-5 years, totaling 551 with a sample of 65 people. Data processing using computerization. Univariate and Bivariate analysis of data with the Chi-Square test. Statistical test results showed a relationship between nutritional status (p = 0.002), Antenatal Care visits (p = 0.012, OR = 9,400) and environmental sanitation (p = 0.003, OR = 8,778) with the incidence of stunting in infants. It is hoped that the puskesmas staff will work together with the community tokok through posyandu activities and cadres through toddlers posyandu to overcome the risk factors for stunting in toddlers
Basel tabanlı kredi riski, modellemeleri ve bir uygulama
Basel II tabanlı kredi riski yaklaşımlarının 2006 sonu itibariyle uygulamaya geçmesi planlanmaktadır. Kredi riski açısından bakıldığında Türk bankacılık sektörünün yoğun olarak standart yaklaşımı kullanması beklenmektedir. Ancak büyük ölçekli bankaların daha fazla sermaye kullanmasını gerektirecek olan standart yaklaşımın çoğunlukla orta ve küçük ölçekli bankaların tercihi olacağı tahmin edilmektedir. Sektörün ilk beş büyük bankasının içsel derecelendirmeye dayalı kredi riski yaklaşımlarını tercih etmesi beklenmelidir. Bu gruptaki bankaların hem altyapı gereksinimlerini karşılayacak know-how'ı hem de yaklaşımları gerçekleştirmekte gerekli olabilecek altyapı yatırımlarının karşılanması için finansal gücünün yeterli seviyede bulunduğu tahmin edilmektedir. İçsel derecelendirmeye dayalı kredi riski yaklaşımları pazar riski hesaplamalarından farklı olarak konunun karakteri itibariyle bankadan bankaya büyük farklılıklar gösterebilecektir. Basel Komitesi'nin hazırlamış olduğu formülasyonlara ve bu formülasyonlardan her bir temerrüt olasılığı için farklı bir risk ağırlığına ulaşmak mümkün olsa da, bunlara ek olarak kurumların kendi kredi riski modellerini de oluşturmaları beklenmelidir. Çalışmada risk kavramı, türleri, geleneksel ve modern risk ölçme ve değerlendirme yöntemleri, Basel Komitesi'nin kredi riskine ilişkin prensipleri, kredi riskinin kaynakları ve bileşenleri, kredi riskiyle ilgili modeller, beklenen ve beklenmeyen kayıp ve kredi türevleri konuları incelenmiştir. Ayrıca çalışmanın sonunda sektördeki bütün modellere ek olarak hayali bir bono portföyü için kredi riski ölçer yaklaşım geliştirilmiştir. Bankaların öncelikle içsel derecelendirme sistemlerini oluşturmaları, daha sonra bu sistemlerin validasyonunu yapmaları ve kural koyucuları tarafından derecelendirme sistemlerine onay almaları gerekmektedir. Bankalar sektörde uygulanan kredi riski modellerinden kendi yapılarına uyanı uygulamakta serbesttirler. Ancak kurumların da insanlar gibi birbirine benzemeyen canlı organizmalar olduğu düşünülürse, bir kurumun kendisi için ürettiği risk ölçüm sisteminin başka bir kurum bünyesinde direkt olarak kullanılması risk ölçümü gibi hassas bir konuda pek uygun görünmemektedir. Bu nedenle bankaların kendi iç yapılarına uygun risk ölçer modellerini oluşturmalarının en hassas ölçüm yöntemi olması beklenmelidir. Basel II based credit risk approaches expected to be running at the beginning of 2006. Most of the banks in the Turkish banking system will prefer the standardized approach in calculating their credit risks. However, standardized approach will mostly be preferred by small to medium-sized banks which requires -most of the time- use of more capital by the large-sized banks. The largest five banks of the sector are expected to use the internal ratings based approaches in their credit risk calculations. The internal ratings based approaches of credit risk -unlike market risk calculations- show variations from bank to bank due to the character of the subject. Although it is possible to reach risk weights for each of the probabilities of default by using the formulations provided by the Basel Committee, the banks should also create their own approaches for each of their portfolios. In this study, risk theory, risk types, traditional and modern risk valuation methods, the principles of the Basel Committee on credit risk, the sources of credit risk, the credit risk models used in the market, expected and unexpected loss and credit derivatives were analysed. At the end of the study, the credit risk of an imaginary bond portfolio of a bank was calculated by an approach developed by the author of the thesis. As a first step, banks should develop and validate their internal rating systems and get the approval for these rating systems from the regulators. Banks are free to use one of the credit risk models suitable for their asset structure. However, since financial institutions are living organisms like human beings, it seems to be inappropriate to use a credit risk model developed for the use of some other structure. Consequently, built-in credit risk models validated by the regulators would be one of the most risk sensitive approaches for financial institutions
Pengukuran Validasi Skala Literasi Kesehatan Lingkungan (EHL) pada Konteks Lahan Gambut
This research aims to develop an Environmental Health Literacy (EHL) scale in the context of peatlands that is valid and reliable, can cover all dimensions of environmental health in peatlands, and can be applied to different locations worldwide. This research followed a scale development process to develop the measurement by collecting 53 a priori items from each of the 96 respondents. Then, a collection of items was produced through item analysis with experts. The final form (52 items) was to 96 respondents in 18 villages and two sub-districts registered in the Peat Care Village in Riau Province with the EHL scale, which have five dimensions which have been tested using focus group discussions from environmental health practitioners, environmental practitioners and academics. The scale demonstrated a four-factor construct with 50 items by explanatory factor analysis. This construct provides an excellent fit index and reliability score.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan skala Literasi Kesehatan Lingkungan (EHL) dalam konteks lahan gambut yang valid dan andal serta dapat mencakup semua dimensi Kesehatan lingkungan di lahan gambut dan dapat diterapkan pada lokasi yang berbeda di seluruh dunia. Untuk membangun pengukurannya, penelitian ini mengikuti proses pengembangan skala dengan mengumpulkan 53 item apriori dari setiap 96 responden. Kemudian dihasilkan kumpulan item melalui analisis item dengan para ahli dan memberikan bentuk terakhir (52 item) kepada 96 responden di 18 Desa dan 2 Kelurahan yang terdaftar dalam Desa Peduli Gambut di Provinsi RIau dengan skala EHL yang sudah dikembangkan oleh (Febria, 2021; Febria & Saam, 2020a) dengan 5 dimensi yang telah diuji dengan focus group discussion dari praktisi Kesehatan lingkungan, praktisi lingkungan dan akademisi. Dengan analisis faktor penjelas, skala tersebut menunjukkan konstruksi empat faktor dengan 50 item. Konstruk ini memberikan indeks kecocokan dan skor reliabilitas yang baik
PENGARUH NON PERFORMING LOAN (NPL) DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM DI INDONESIA TAHUN 2012
DWI RISKI JULIANTI. The Influence of Non Performing Loan (NPL) and
Capital Adequacy Ratio (CAR) to Profitability on Commercial Banks in Indonesia
in 2012. Script, Department Economics and Administration, Faculty of
Economics, State University of Jakarta. 2014.
This study aims at finding out if The Influence of Non Performing Loan (NPL) and
Capital Adequacy Ratio (CAR) to Profitability on Commercial Banks in Indonesia
in 2012. The hypothesis of this study is: "There is Influence of Non Performing
Loan (NPL) and Capital Adequacy Ratio (CAR) to Profitability on Commercial
Banks in Indonesia in 2012. The method used is the author of the survey method
with a quantitative approach. This study population is the entire commercial
banks listed on Bank Indonesia in 2012 his sampling technique is random
sampling as many as 33 samples. Hypothesis states that either simultaneous or
partially independent variables affect the dependent variable of the study. Based
on the findings of the regression coefficient test simultaneous, the value of (6.806
> 3.316) with a sig. of 0.004, it can be conclude that simultaneous NPL and CAR
effect on profitability. While the findings of the partial regression coeffiecient test,
NPL -2.685 > ttabel
(2.042) and sig. 0.012 can be conclude that the NPL
significance effect on profitability, for CAR (2.375>2.042) and Sig. 0024 it can be
concluded that the CAR significant effect on profitability. Hypothesis states that
either simultaneously or partially independent variables affect the dependent
variable of the study
Pengaruh Parameter Fisika dan Mikrobiologi Leachet terhadap Kesehatan Lingkungan di TPA Muara Fajar Rumbai Pekanbaru
Secara umum kondisi sampah kota memperlihatkan karakteristik yang khas. Kondisi sampah kota memiliki komposisi terbesar sampah organik dengan nilai rata-rata 79,164%, sedangkan sampah anorganik hanya sebesar 20,836%. Jenis penelitian ini adalah metode survey, dimana TPA Muara Fajar Pekanbaru dijadikan lokasi pengambilan sampel. Sampel yang diambil kemudian dianalisis kadar fisika dan biologi leachet di laboratorium, selanjutnya data yang didapat dilakukan analisis secara deskriptif sesuai dengan SNI 06-2412-1991. Sumber data penelitian yaitu wawancara, observasi dan pemeriksaan laboratorium. Dua kode sampel pada air lindi didapatkan hasil analisis bahwa pada kode sampel I dan II suhu yang didapatkan adalah 25oC. TSS pada kode sampel I didapatkan hasil sebesar 70 mg/l dan kode sampel II 190 mg/l. pH pada kode sampel I dan II didapatkan hasil sebesar 8, sedangkan untuk kadar E.Coli pada kode sampel I dan II didapatkan hasil tidak terhingga
- …
