1,733,097 research outputs found
Interview with Samoan-English Specialist Mental Health Interpreter Hoy Neng Wong Soon
This interview was conducted with Hoy Neng Wong Soon, a specialist mental health Samoan-language interpreter from Aotearoa New Zealand3 . Hoy Neng combines her work as a research project manager with the Pacific Islands Families Study with interpreting and translating and also works as a health interpreter and translator educator. Her experiences offer interpreters and educators an insight into mental health settings and into the very demanding area of forensic psychiatry. She is based in Auckland, Aotearoa New Zealand
Interview With Samoan-English Specialist Mental Health Interpreter Hoy Neng Wong Soon
This interview was conducted with Hoy Neng Wong Soon, a specialist mental health Samoan-language interpreter from Aotearoa New Zealand3 . Hoy Neng combines her work as a research project manager with the Pacific Islands Families Study with interpreting and translating and also works as a health interpreter and translator educator. Her experiences offer interpreters and educators an insight into mental health settings and into the very demanding area of forensic psychiatry. She is based in Auckland, Aotearoa New Zealand
Putroe Neng
Putroe Neng adalah Karya tari yang terinspirasi dari sebuah novel Aceh yang berjudul Putroe Neng: Tat Kala Malam Pertama Menjadi Malam Terakhir Bagi 99 Lelaki karya Ayi Jufridar. Sosok Putroe Neng sebagai seorang perempuan yang memiliki kecantikan dan memiliki 100 orang suami, namun hanya satu orang saja yang mampu melalui malam pertama adalah sosok yang akan dihadirkan sebagai ide dasar karya. Melalui latar sejarah masyarakat Aceh dan nilai-nilai budaya masyarakat Aceh, karya tari ini akan diwujudkan dalam pola gerak, syair, dan musik. Karya ini melibatkan tujuh penari diantaranya empat penari laki-laki dan tiga penari perempuan, Karya tari Putroe Neng menggunakan pendekatan atau teori kreativitas dan koreografi. Pendekatan tersebut digunakan karena dalam membuat sebuah karya tari tidak akan terlepas dari proses berpikir dan bekerja secara kreatif. Karya tari Putroe Neng merupakan gambaran dari seorang wanita china yang memiliki kecantikan yang luar biasa tapi tanpa ia sadari ia memiliki racun yang mematikan dan membuat semua laki-laki yang nikahinya meninggal pada saat malam pertama dan hanya satu orang laki-laki yang berhasil melewati malam pertamanya dan juga yang berhasil mengeluarkan racun dari dalam tubuh Putroe Neng hingga akhirnya ia berubah menjadi tua dan meningga
Observer-based robust control for spacecraft rendezvous with thrust saturation
This paper proposes an observer-based robust guaranteed cost control method for thrust-limited rendezvous in near-circular orbits. Treating the noncircularity of the target orbit as a parametric uncertainty, a linearized motion model derived from the two-body problem is adopted as the controlled plant. Based on this model, a robust guaranteed cost observer-controller is synthesized with a less conservative saturation control law, and sufficient condition for the existence of this observer-based rendezvous controller is derived. Finally, an illustrative example with immeasurable velocity states is presented to demonstrate the advantages and effectiveness of the control scheme. © 2014 Neng Wan et al
Mai Neng Moua
Herbaugh, Heather; Schmit, Jim; Nobello, Lydia. (2004). Mai Neng Moua. Retrieved from the University Digital Conservancy, https://hdl.handle.net/11299/166282
Tari Kele: Sebuah Gagasan Kreatif Neng Peking
ABSTRAK
Tari Kele merupakan karya tari kreasi baru dari Kabupaten Ciamis yang diciptakan oleh Neng Peking pada tahun 2006 di Studio Titik Dua. Tarian ini merupakan tarian baru yang memuat nilai-nilai tentang fenomena budaya dari Upacara Adat Nyangku. Keunikan dari Tari ini yaitu menggunakan properti kele yang disimpan di atas kepala (disuhun) dan koreografinya dilakukan sambil menjinjit dengan memegang daun hanjuang. Hal tersebut menjadi daya tarik untuk diteliti lebih dalam dengan tujuan untuk mengetahui kreativitas Neng Peking dalam menciptakan Tari Kele. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Rhodes mengenai 4P yaitu (person, process, press, product) dengan menggunakan metode kualitatif dalam prosedur pengumpulan datanya dilakukan melalui tiga tahapan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Neng Peking sebagai pribadi kreatif (person) dengan adanya pendorong internal dan eksternal (press) untuk melakukan sebuah proses kreatif (process) yang cukup panjang dapat menghasilkan produk kreatif (product) yaitu Tari Kele yang berkualitas. Kata Kunci: Tari Kele, Kreasi Baru, Kreativitas, Neng Pekin
Deux chants Laven; chant Nya-heun, réponse en Laven, réponse en Nya-heun. Locuteur Laven: Thum; locuteur Nyaheun: Pho Thao Neng.
Two Laven songs; a Nyaheun song, with an answer in Laven, then an answer in Nyaheun. Laven consultant: Thum; Nyaheun consultant: Pho Thao Neng.Deux chants Laven; chant Nya-heun, réponse en Laven, réponse en Nya-heun. Locuteur Laven: Thum; locuteur Nyaheun: Pho Thao Neng
ESTETIKA TARI SAMPING KEBAT KARYA NENG PEKING
Tari Samping Kebat diciptakan pada tahun 2001 oleh Neng Peking, termasuk jenis tari kontemporer. Tarian ini berlatar belakang kehidupan manusia, dimulai lahir, dewasa, hingga kematian yang berdampingan menggunakan kain samping. Ide gagasan karya tari ini berasal dari sajak samping kebat yang ditulis Godi Suwarna. Karakteristik tarian ini berbeda dengan karya tari lainnya yang diciptakan oleh Neng Peking, sebab pada Tari Samping Kebat menggunakan musik internal. Tak hanya itu tarian ini memiliki koreografi dan properti yang memuat nilai-nilai kehidupan,
maka hal ini menjadi ketertarikan penulis untuk mengungkap konsep estetika pada Tari Samping Kebat. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Estetika Djelantik yang meliputi wujud, bobot dan penampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui tahap observasi, wawancara, pendokumentasian audio-visual, dan analisis data. Adapun hasil yang dicapai dalam kajian Tari Samping Kebat ini berupa konsep estetika “Ragawi” yang dimaknai dengan tubuh menjadi sumber utama dalam pertunjukan karya tari ini.
Kata Kunci: Tari Kontemporer, Tari Samping Kebat, Estetika.
ABSTRACTTHE AESTHETICS OF SAMPING KEBAT DANCE BY NENG PEKING, DECEMBER 2024. Samping Kebat Dance was created in 2001 by Neng Peking, including a type of contemporary dance. This dance is based on human life, starting from birth, adulthood, to death which is side by side using a samping cloth. The idea for this dance work comes from the poem samping kebat wriDen by Godi Suwarna. The characteristics of this dance are different from other dance works created by Neng Peking, because in Samping Kebat Dance using internal music. Besides, this dance has choreography and properties which contain life values, so this is the author\u27s interest to reveal the aesthetic concept of Samping Kebat Dance. This study uses Djelantik Aesthetic theory approach which includes form, volume, and appearance. This study uses a qualitative research method with a descriptive analysis approach through the steps of observation, interviews, audio-visual documentation, and data analysis. The result achieved in the study of Samping Kebat Dance is in the form of the aesthetic concept of "Ragawi” (the Body) which is interpreted as the body being the main source in the performance of this dance work.
Keywords: Contemporary Dance, Samping Kebat Dance, Aesthetics
Tari Garapan Baru"Neng Endhi"
Tari Garapan Baru"Neng Endhi"
Karya :Lucky Ekowati,(ISI Yogyakarta), Festival Garapan Tari Mahasiswa Tk. Nasional, Pendapa ISI Surakart
Analisis Kelayakan Bisnis: Studi Kasus Kak Neng Craft
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek-aspek dalam studi kelayakan bisnis yang terdiri dari aspek hukum, lingkungan, pemasaran, manusia dan SDM, teknologi, dan keuangan dari usaha Kak Neng Craft. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara secara langsung, yang dimana narasumber dari topik yang diangkat adalah Nelli Sefrika Sinaga atau yang sering dikenal dengan panggilan Kak Neng. Kak Neng Craft berawal dari hobi kak Nelli dalam membuat barang-barang kerajinan tangan dari barang-barang bekas
- …
