1,720,994 research outputs found

    Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Strategi Card Sort (Sortir Kartu) Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Pokok Bahasan Keimanan Kepada Kitab-Kitab Allah Di Kelas V SDN Mataraman 2 Kabupaten Banjar Tahun 2011 – 2012

    Get PDF
    Marlinawati, 2011, Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Strategi Card Sort (Sortir Kartu) Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Pokok Bahasan Keimanan Kepada Kitab-Kitab Allah Di Kelas V SDN Mataraman 2 Kabupaten Banjar Tahun 2011 – 2012, Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas tarbiyah, Pembimbing Drs. H. Mujiansyah, M.Pd Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitas dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu bentuk pembelajaran yang bersifat reflektif untuk memperbaiki kondisi pembelajaran dan meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan melaksanakan tugas dengan proses pengkajian berdaur, yaitu merencanakan, melaksanakan tindakan, mengamati, dan merefleksi tentang permasalahan kemampuan siswa dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Siswa tentang Keimanan Kepada Kitab-Kitab Allah dengan menggunakan Strategi Card Sort (Sortir Kartu) pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas Di Kelas V SDN Mataraman 2 Kabupaten Banjar. PTK ini dilakukan dengan pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti terhadap KBM melalui Strategi Card Sort (Sortir Kartu), dengan materi pokok Keimanan Kepada Kitab-Kitab Allah untuk mengamati kegiatan pembelajaran 2 x (2 x 45 menit) siklus I dan II sesuai tahapan-tahapan proses belajar mengajar di kelas. Berdasarkan refleksi PTK siklus I dan II penelitian ini, diperoleh data, Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan Strategi Card Sort (Sortir Kartu) dinyatakan efektif dan meningkatkan kemampuannya, menunjukkan hasil pembelajaran yang maksimal. Hal ini disebabkan maksimalnya guru dalam melaksanakan Strategi Card Sort (Sortir Kartu), dan aktivitas siswa dalam pembelajaran tinggi. Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Strategi Card Sort (Sortir Kartu) sangat membantu siswa memahami dan meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada: Aktivitas belajar siswa siklus 1 pertemuan pertama sangat aktif 0%, siswa yang aktif 0%, cukup aktif 3 orang yaitu 17,65%, sedangkan kurang aktif 14 orang yaitu 82,35% dan tidak aktif 0%. Aktivitas belajar siswa siklus 1 pertemuan kedua sangat aktif 0%,siswa yang aktif 0%, cukup aktif 14 orang yaitu 82,35% sedangkan kurang aktif 3 orang yaitu 17,65%, dan tidak aktif 0%. Aktivitas belajar siswa siklus 2 pertemuan pertama sangat aktif 0% siswa yang aktif 4 orang yaitu 23,53, cukup aktif 13 orang yaitu 76,47 kurang aktif 0% dan tidak aktif 0%. Aktivitas belajar siswa siklus 2 pertemuan kedua sangat aktif 0%, siswa yang aktif 9 orang yaitu 52,94%, cukup aktif 8 orang yaitu 47,06%, sedangkan kurang aktif yaitu 0% dan tidak aktif 0%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Strategi Carad Sort (Sortir Kartu) cukup mendukung dan aktif, hal ini dapat dilihat pada: Hasil tes siswa pada siklus I pertemuan pertama rata-rata nilai 6,47 dan petemuan kedua rata-rata nilai 7,00. Hasil tes siswa dengan nilai rata-rata pada pertemuan pertama siklus II 7.58 dan pada pertemuan kedua nilai rata-rata 8,35

    ANALISIS NILAI-NILAI MORAL DALAM NOVEL PUTERI OBESE KARYA HAMZAH PUADY ILYAS SERTA IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMKN 1 BUNGARAYA

    Get PDF
    DWI MARLINAWATI (2022) : ANALISIS NILAI-NILAI MORAL DALAM NOVEL PUTERI OBESE KARYA HAMZAH PUADY ILYAS SERTA IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMKN 1 BUNGARAYA Nilai moral merupakan gambaran tentang baik buruknya tingkah laku manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud nilai moral dalam novel Puteri Obese karya Hamzah Puady Ilyas, serta implementasinya pada pembelajaran sastra di SMKN 1 Bungaraya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif serta objek yang diteliti berupa karya sastra itu sendiri yaitu novel Puteri Obese karya Hamzah Puady Ilyas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wujud nilai moral dalam novel Puteri Obese terdapat tiga jenis: Pertama, hubungan manusia dengan Tuhannya terdiri dari empat wujud nilai moral yaitu berdoa, berserah diri kepada Tuhan, memuji keagungan Tuhan, dan Ingat akan dosa. Kedua, hubungan manusia dengan diri sendiri ditemukan delapan wujud nilai moral yaitu tanggung jawab siswa terhadap pendidikan, pantang menyerah, bekerja keras, teguh pada pendirian, percaya diri, rela berkorban, berjanji, dan penyesalan. Ketiga, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial ditemukan dua belas wujud nilai moral yaitu kasih sayang orang tua kepada anak, kasih sayang anak kepada orang tua, nasihat orang tua kepada anak, nasihat guru, nasihat antar teman, tanggung jawab orang tua kepada anak, tolong menolong, berbagi/memberi, berterima kasih, peduli sesama, berprasangka baik, dan sopan santun. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar pembelajaran sastra di SMKN 1 Bungaraya pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XII semester II KD 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel dan KD 4.9 Merancang novel dengan memperhatikan isi dan kebahasaan baik secara lisan dan tulis. Kata Kunci: Nilai Moral, dan Implementasi Pembelajara

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Penggunaan Model Pembelajaran Time Token pada Aspek Keterampilan Berbicara di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Babussalam Banjarmasin

    Get PDF
    Sri Marlinawati. 2016. Penggunaan Model Pembelajaran Time Token pada Aspek Keterampilan Berbicara di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Babussalam Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pembimbing: Drs. H. Aswan, M.Pd Kata Kunci: Keterampilan Berbicara, Model Time Token, Bahasa Indonesia Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang sering mendominasi pembicaraan dan adanya siswa yang selalu diam dalam proses pembelajaran sehingga tidak semua siswa dapat aktif dalam proses pembelajaran, oleh karena itu guru berupaya menggunakan model pembelajaran Time Token pada aspek keterampilan berbicara siswa sehingga dengan model tersebut semua siswa dapat berkesempatan aktif berbicara di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan model pembelajaran Time Token pada aspek keterampilan berbicara di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Swasta Babussalam Banjarmasin dan Faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan model pembelajaran Time Token pada aspek keterampilan berbicara di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Swasta Babussalam Banjarmasin. Subjek penelitian ini adalah satu orang guru wali kelas dan siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Swasta Babussalam Banjarmasin yang berjumlah 18 orang yang terdiri dari 11 orang laki- laki dan 7 perempuan. Sedangkan objek penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Time Token pada aspek keterampilan berbicara di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Babussalam Banjarmasin dan faktor- faktor yang mempengaruhi penggunaan model pembelajaran Time Token pada aspek keterampilan berbicara di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Babussalam Banjarmasin . Jenis dan pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu editing, klasifikasi, analisis data selanjutnya disajikan secara deskriptif kualitatif dalam bentuk uraian-uraian, sehingga menggambarkan permasalahan yang diteliti secara memadai dan utuh. Setelah menganalisis data secara kualitatif dengan merangkai dan membahas data, baik menurut teori atau pun pendapat penulis sendiri. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Time Token pada aspek keterampilan berbicara di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Babussalam Banjarmasin yang dilakukan oleh guru sudah digunakan dengan cukup baik. Pada proses pembelajaran, evaluasi dan tidak lanjut pembelajaran secara umum telaksana dengan cukup baik dan faktor- faktor yang mempengaruhi adalah faktor guru, faktor siswa, faktor alokasi waktu, dan sarana dan prasarana

    Pengaruh Kelompok Bermain dan Faktor Biopsikososial terhadap Kemandirian Anak Usia Prasekolah di Kota Surakarta

    Get PDF
    ABSTRACT Iin Tri Marlinawati. S021508020. Effect of Play Group and Biopsychosocial Factors on the Independence Development of Preschool Children in Surakarta. Thesis. Advisor I Harsono Salimo. Advisor II Bhisma Murti. Master Program in Public Health. Postgraduate Sebelas Maret University Surakarta Background: Disturbance in the development of children’s independence may have a negative future impact in adult life. Some play groups have been introduced to help fulfill the child’s development optimally. This study aimed to determine the effect of play group on the independence development of children while controlling for the effect of biopsychosocial factors . Subjects and Method: This was an analytic observational study using cohort retrospective design. The study was conducted at 3 kindergartens in Surakarta, from February to April 2017. A sample of 120 were selected for this study by purposive sampling and random sampling. The dependent variable was independence development. The independent variables were play group, autoritarian, democratic, permissive, parental education, and child age. The data were collected by a set of questionnaire and analyzed by path analysis. Results: Maternal education ≥Senior High School (b= 8.77; p= 0.012), paternal education ≥Senior High School (b= 9.82; p= 0.007), child age 5-6 years old (b= 5.59; p= 0.007), participation in play group (b= 9.45; p= 0.011), and democratic parenting style (b= 0.12; p= 0.018) increased child independence. Autoritarian parenting style (b= -0.15; p= 0.006) and permissive parenting style (b= -0.09; p= 0.092) decreased child independence. Participation in play group was determined by democratic parenting style (b= 0.01; p= 0.080), permissive parenting style (b= -0.03; p= 0.027), paternal education ≥Senior High School (b= 2.06; p= 0.001), and child age 5-6 years old (b= 1.42; p <0.001). Conclusion: Maternal education ≥Senior High School, paternal education ≥Senior High School, child age 5-6 years old, participation in play group, and democratic parenting style, positively and directly affect child independence. Autoritarian parenting style and permissive parenting style negatively and directly affect child independence. Keywords: Play group, parenting style, biopsychosocial factor, independence, development, preschool childre

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore