100 research outputs found
Power And Gold Jewelry From Indonesia, Malaysia And The Philippines (Lanjutan 3)
Penerjemahan buku ajar dengan judul Power and Gold, The Jewelry from Indonesia, Malaysia and the Philippines (Lanjutan ke 3) ini terutama atas dorongan dan permintaan dari rekan-rekan khususnya di jurusan Kriya yang memandang bahwa buku ini sangat bermanfaat dan memberikan pengetahuan yang mendalam bagi dunia kriya di Indonesia. Selain itu, muatan yang terkandung dalam buku ini tidak hanya tentang perhiasan semata, melainkan juga mencakup bidang seni lain, seperti ornamen, symbol, budaya dan unsur-unsur visual lainnya
Replication Data for: Caste, Religion and the Labor Force Participation of Women: Evidence from India
Replication code for Caste, Religion and the Labor Force Participation of Women:
Evidence from India.
The data used in this paper- National Sample Survey on employment and Unemployment and Periodic Labour force Survey- is owned by Ministry of Statistics and Programme Implementation (MOSPI), India. Available on payment of fees to MOSPI.
The code below replicates the tables in the main paper and the appendix. Please email the author for any additional clarifications
Quilling Paper sebagai material pendukung dalam Penciptaan Perhiasan Kontemporer
Pada era kontemporer seperti sekarang, penggunaan material pada perhiasanpun semakin beraneka ragam dan tidak terbatas hanya pada material berharga. Salahsatu contoh material yang dapat dipakai adalah kertas, khususnya quilling paper. Ide perhiasan kotemporer tidak hanya bertujuan untuk mempresentasikan wacana baru dalam dunia seni
Mata kuliah tinjauan kriya: laporan penyusunan bahan ajar daring
Media pembelajaran secara daring terbukti mampu menjadi salah satu solusi dalam penyampaian materi perkuliahan di masa pandemi maupun di masa normal, utamanya untuk menyempurnakan media pembelajaran klasik yang ada selama ini. Salah satu kelebihan media pembelajaran daring adalah dapat diakses sewaktu-waktu sehingga memudahkan mahasiswa yang ingin mempelajari lebih lanjut.Media pembelajaran daring tetap memiliki kelemahan yaitu kurangnya interaksi nyata antara mahasiswa dan dosen pengampu, utamanya dari sisi psikologis karena tidak dapat bertatap muka secara langsung. Begitu juga dalam proses konsultasi tugas. Selain itu untuk pengerjaan tugas kelompok juga dirasakan kurang maksimal karena kurangnya intensitas kebersamaan
Reuse dan Reduce Pada Penciptaan Aksesoris Multifungsi Berbahan Tekstil
Penciptaan aksesoris multi fungsi ini dirasa penting ditengah gempuran produk aksesoris mass production dari China yang menyerbu konsumen Indonesia. Aksesoris multifungsi berbahan tekstil dengan konsep reuse dan reduce berdasarkan ide eco friendly ini mencoba menawarkan sebuah wama lain dalam sebuah produk aksesoris, serta turut serta berpartisipasi dalam ide karya seni yang ramah lingkungan.
Metode yang dipakai dalam pernbuatan karya penciptaan aksesoris multifungsi ini adalah metode eksplorasi, eksperimen dan melalui proses perwujudan.
Dari penciptaan karya aksesoris multifungsi ini diharapkan dapat memperkaya dunia aksesoris di Indonesia, sehingga masyarakat tidak lagi memandang aksesoris sebagai sebuah pernak pernik yang tidak penting, melainkan mampu membawa sebuah ide yang kritis tentang produk yang ramah lingkungan serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia perhiasan dan fesyen di Indonesia
Kriya Pada Seni Ruang Publik di Yogyakarta Tahun ke-1 dari rencana 1 tahun
Kriya awalnya jamak dikenal oleh masyarakat luas, baik di belahan bumi bagian
Barat atau pun Timur sebagai objek yang kecil, murah, dibuat untuk pemenuhan
sehari-hari dan tanpa perencanaan matang. Seiring dengan perkembangan yang
terjadi secara masif di dunia seni rupa termasuk kriya di dalamnya, kondisi itu
perlahan berubah. Kriya dipahami sebagai sesuatu yang cair, fleksibel dan
terbuka. Keterbukaan itu memberikan peluang untuk terus berkembang merespons
situasi, menyerap gejala yang terjadi di lingkungan sekitar sekaligus mewadahi
ekspresi personal sang kriyawan pembuatnya. Hal-hal tersebut salah satu yang
mempengaruhi adanya kebutuhan akan kriya di seni rupa ruang publik kota
Yogyakarta.
Kajian kriya pada seni ruang publik di Yogyakarta bertujuan untuk mengetahui
pengaruh keberadaan kriya di ruang publik kota seni dan budaya tersebut. Selain
itu juga untuk membentuk konsep keilmuan kriya di masa kini dan yang akan
datang. Hal ini penting mengingat kajian kritis di ranah kriya terkait dengan
keberadaannya belum pernah dilakukan sebelumnya. Mengkritisi fenomena
keberadaan tersebut selain akan memberikan pemikiran baru tentang kriya juga
akan menambah dinamika perjalanan dunia seni kriya di Indonesia dan
Yogyakarta padakhususnya.
Tahapan penelitian yang dilakukan mulai dari observasi, identifikasi, dokumentasi
dan investigasi. Observasi dilakukan di berbagai sudut kota Yogyakarta, pusat
perbelanjaan, fasilitas umum dan pusat budaya. Batasan temporal dimulai sejak
tahun 2000 hingga2017.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan budaya. Metode yang digunakan
adalah interdisiplin. Untuk menelaah dimensi kriya atau aspek tesktual pada seni
rupa ruang publik di Yogyakarta, digunakan teori estetika. Analisis semiotika
diaplikasikan pada pengkajian aspek kontekstual dari karya seni rupa seni publik
berdimensi kriya yang dijumpai di lapangan. Metode pengumpulan data yang
akan dilakukan di lapangan selain studi literatur adalah wawancara pada sumbersumber
dari masyarakat lokal maupun pendatang, tokoh daerah, penyebaran daftar
kuesioner, pendokumentasian karya seni rupa ruangpublik.
Capaian dari penelitian adalah temuan konsep atau istilah baru yang terjadi dari
ekses adanya keberadaan kriya di seni ruang publik Yogyakarta. Fenomena
keberadaan tersebut memberikan dimensi baru bagi keilmuan di domain kriya.
Penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi pada wacana
perkembangan ilmu seni rupa, khususnya keilmuan kriya. Luaran dari penelitian
ini adalah publikasi berupa artikel ilmiah di jurnal internasional dan nasional
bereputasi sebagai pengetahuan tentang keberadaan kriya di ruang publik kota
Yogyakarta yang dapat memperkaya dan menyegarkan diskursus perkembangan
kriya diIndonesia
RELATIONAL AESTHETIC DALAM DUNIA SENI KONTEMPORER
Relational aesthetic identified by a Tranch theorist and cumtor, Nicolas Bourriaud, has been anemerging art movement that consistent in fudging artworks on the basis o f the inter human relationso f which they represent or produce. Instead o f the artists' capability, the Relational aesthetic places theaudiences or viewers to be the key factor fo r the success o f an exhibition or performance. The number o fcontemporary artists who exercise performative and interactive techniques- which rely on others, evensometimes strangers- is growing. Without any participation from the others, there will be no art -worksprotluced.A critical thought from an art history professor, Claire Bishop, makes the development o f therelational aesthetic in the art worid even more dynamic, both socially and artistically. She studied what typeo f relation being engaged, fo r whom and fo r what reasons.Keywords: relation, audience, participatio
TRANSFORMASI KRIYA DALAM BERBAGAI KONTEKS BUDAYA PADA ERA INDUSTRI KREATIF
Transformasi yang ada dan terjadi pada ranah kriya saat ini merupakan sebuah konsekuensi dari pengaruh informasi dan teknologi global yang berdampak di berbagai bidang. Aplikasi teknologi tinggi pada proses perwujudan bidang kriya menjadikan produk kriya bertransformasi menjadi karya yang kaya karena memadukan unsur seni, teknologi, ekonomi, budaya, personal dan tangan. Pada era industri kreatif dimana kriya menjadi salah satu sub sektornya, transformasi yang ada adalah keniscayaan karena secara tidak langsung merefleksikan bagaimana kondisi sosio cultural masyarakat yang ada. Selain tentu saja sebagai upaya meningkatkan pendapatan karena produk yang dihasilkan bersifat inovatif dan distingtif. Topik tulisan ini menarik untuk dikaji karena melihat sisi lain dari transformasi yang ada di seni kriya.Transformasi tersebut tentu dilihat positif dan memberikan keuntungan bagi masyarakat dan kriyawan Indonesia.Temuan dari tulisan ini adalah bagaimana sinergi yang kuat antara berbagai pihak seperti pengrajin, kriyawan, akademisi, praktisi dan pemerintah akan menghasilkan karya kriya berkualitas, sustain, dan mampu bersaing di pasar global tanpa meninggalkan akar kultur yag dimiliki bangsa Indonesia
Penyusunan Modul Pembelajaran Kritik Kriya Seni: Laporan pengembangan bahan ajar daring
Laporan ini merupakan laporan pengembangan bahan ajar daring dari penyusunan rancangan mata kuliah Mata Kuliah Kritik Kriya Seni. Mata kuliah ini memberi dasar pengetahuan dan keterampilan agar mahasiswa mampu mempraktikkan kritik seni dalam bentuk tulisan maupun lisan atas karya seni rupa secara umum, dan seni kriya secara khusus. Materi kuliah mencakup hakikat dan tujuan kritik seni, empat langkah kritik seni (deskripsi, analisis, interpretasi dan penilaian), jenis kritik seni, paradigma kritik seni modern (formalis) dan postmodern (kontekstual), perkembangan wacana kritik seni, dan kritikus seni di Indonesia. Bahan kajian dalam mata kuliah ini meliputi: jenis-jenis kritik dan contoh elemen kritik. Pengalaman pembelajaran yang diharapkan: mengetahui jenis-jenis kritik yang dikenal baik di Indonesia maupun luar negeri dan mengetahui elemen-elemen kritik kriya. Kata kunci: seni kriya, kritik sen
- …
