1,723,968 research outputs found
751. Kure
Iwao Seiichi, Iyanaga Teizō, Ishii Susumu, Yoshida Shōichirō, Fujimura Jun'ichirō, Fujimura Michio, Yoshikawa Itsuji, Akiyama Terukazu, Iyanaga Shōkichi, Matsubara Hideichi. 751. Kure. In: Dictionnaire historique du Japon, volume 13, 1987. Lettre K (3) p. 135
Strategi pengembangan kawasan wisata berbasis budaya kure di Noemuti
Desa Noemuti-Kote terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara,
memiliki keunikan kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan kegiatan
budaya yaitu prosesi budaya Kure. Prosesi budaya Kure merupakan ritual
tahunan bagi penganut agama Katolik, yang dilakukan dalam lingkaran Tri
Hari Suci pada masa paskah, yaitu pada hari Rabu, hari Kamis Putih dan hari
Jumat Agung. Seluruh umat Katolik didunia memperingati masa paskah, tidak
terkecuali umat Katolik di Desa Noemuti. Menariknya perayaan dalam
lingkaran Tri Hari Suci, umat katolik di Desa Noemuti memiliki tradisi yang
tidak dimiliki di tempat lain. Namun terdapat permasalahan yang ada di
kawasan wisata budaya Kure, diantaranya bentuk dan atraksi yang
diperagakan saat ini belum terumuskan dan terpola dengan baik, adapula
sarana dan prasarana penunjang kegiatan Kure saat ini kurang memadai.
Metode yang digunakan untuk menganalisa dan merumuskan
strategi pengembangan, yaitu metode Deskripftif Eksploratif, metode Skoring
dan metode SWOT. Metode deskriptif eksploratif menjelaskan tentang
potensi-potensi kegiatan dan penggunaan ruang dalam kegiatan prosesi
budaya Kure, metode skoring digunakan untuk mengukur ketersediaan sarana
dan prasarana penunjang kegiatan Kure, serta metode SWOT digunakan
untuk mengkaji strategi pengembangan kawasan wisata budaya Kure.
Temuan dan hasil analisa diketahui, bentuk dan atraksi kegiatan
prosesi budaya merupakan tradisi umat Katolik di Desa Noemuti, untuk
menghargai, memelihara dan menjaga eksistensi yang terkandung dalam
nilai-nilai luhur dan benda-benda peninggalan sejarah melalui prosesi budaya
Kure. Ketersedian sarana dan prasarana pendukung kegiatan prosesi Kure
kurang memadai, antara lain terbatasnya akses jalan menuju ke lokasi
kegiatan prosesi budaya Kure, karena hanya terdapat jalan makadam dan jalan
tanah. Strategi pengembangannya adalah peningkatan daya tarik,
pengembangan tata cara hidup masyarakat, penyediaan fasilitas pelayanan
umum, peningkatan sarana dan prasarana pada obyek wisata budaya Kure
751. Kure
Iwao Seiichi, Iyanaga Teizō, Ishii Susumu, Yoshida Shōichirō, Fujimura Jun'ichirō, Fujimura Michio, Yoshikawa Itsuji, Akiyama Terukazu, Iyanaga Shōkichi, Matsubara Hideichi. 751. Kure. In: Dictionnaire historique du Japon, volume 13, 1987. Lettre K (3) p. 135
PELESTARIAN BUDAYA KURE OLEH MASYARAKAT SUKU NOEMUTI
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pelestarian Budaya Kure Oleh Masyarakat Suku Noemuti dalam melestarikan Budaya Kure yang ada Di Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara diukur dengan mengunakan indikator Bentuk- bentuk pelestarian apa yang sudah dilakukan di era modern, Faktor pendorong dan penghambat, dan solusi atas factor penghambat dalam melstarikan Budaya Kure. Yang digunakan adalah penelitian kualitatif tipe yaitu studi kasus sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Semantara informan dalam penelitian ini adalah kalangan, masyarakat pemerintah Desa dan kaum pemuda . Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, teknik analisis data yang digunakan adalah data kualitatif, dan pengabsahan data yang digunakan yaitu member checking trigulasi dan eksternal audit. Hasil penelitian membuktikan bahwa perlu adanya kesadaran dari seluruh stekholder untuk melestarikan Budaya Kure bukan hanya bertumpuk pada satu aspek pemerintah saja akan tetapi seluruh masyarakat Noemuti pada umumnya. Kesimpulan dan saran Bagi masyarakat Noemuti Budaya kure harus tetap di jaga dan dipertahankan dengan cara mengsosialisasikan dan mengdokumentasikan agar masyarakat yang berada di luar wilayah noemuti juga dapat mengenal dan mengetahui Budaya Kure
SR1-018
Bafinuc Ilai explains recording procedures to Kaman Kure. This is a natural conversation.Du, Chimbu Province, Papua New Guinea; recording made in Goroka, Eastern Highlands Province, Papua New Guine
IC099: Louise Cavagnaro at Kure
Louise Cavagnaro, ABCC Director of Nursing in Hiroshima, standing outside a door at Kure, Japan. See more at ABCC Photograph Collection and its finding aid.https://digitalcommons.library.tmc.edu/photographs/1066/thumbnail.jp
Matrimonio de Pedro Ibarra y Karina Kure
Pedro Ibarra y Karina Kure, de izquierda a derecha Germán Fonseca, María Sixta Bustamante, Martha Márquez y Germán Bustamante
Macrobenthos and Meiobenthos Communities in Relation to the Bottom Environment in Kure Bay of Seto Inland Sea
Macrobenthos and meiobenthos communities in relation to the bottom environment were surveyed in Kure Bay. The mean density of macrobenthos was 141 ind./m² during the investigated period, and showed slight seasonal fluctuations. Polychaetes were the dominant group of macrobenthic organisms, and most dominant species of this group was Lumbrineris longifolia. The mean density of meiobenthic organisms was 321 ind./10 cm² during the investigated period with no evident seasonal fluctuation pattern. Nematodes were the dominant group, and accounted for over 68% of the total meiobenthic organisms throughout the year. In Kure Bay the bottom environment was characterized by a high organic content in the sediment and low dissolved oxygen in the bottom water during summer, which may cause low density of macrobenthos and affect the species composition.departmental bulletin pape
- …
