1,727,192 research outputs found
Khoirul Arifah
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Suwarsito dan Esti Sarjanti (2014), menyatakan bahwa air Sungai Serayu telah mengalami pencemaran logam berat terutama Fe yang telah melewati batas yang ditentukan oleh RNO, WHO, dan Direktorat Jenderal POM No. 03725/B/SK/VII/89. Tempurung kelapa adalah salah satu limbah yang keberadaannya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan arang tempurung kelapa dengan berbagai ukuran arang dan efektifitasnya sebagai media adsorben terhadap kadar besi dalam air di Sungai Serayu Banjarnegara sehingga dapat mengurangi pencemaran yang ada di Sungai Serayu Banjarnegara. Pengolahan dilakukan dengan metode filtrasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan arang dengan media tempurung kelapa memberikan perbedaan yang nyata terhadap penurunan kandungan besi (Fe) total di dalam Sungai Serayu Banjarnegara
ANALISIS RISIKO OPERASIONAL PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DI KSPS KHOIRUL UMMAH
Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan risiko khususnya mengenai risiko operasional pada pembiayaan murabahah yang dilakukan oleh KSPS Khoirul Ummah. Dalam memberikan pembiayaan KSPS Khoirul Ummah tidak secara langsung memberikan persetujuan karena hal itu memerlukan adanya analisis yang tepat terlebih dahulu, agar dapat terhindar dari potensi terjadinya risiko misalnya seperti adanya pembayaran angsuran yang tidak lancar. Sehingga hal tersebut memerlukan adanya pengelolaan risiko yang tepat untuk meminimalisir terjadinya risiko yang tidak diinginkan.
Data untuk tugas akhir ini diperoleh dari pengamatan, studi pustaka, dan wawancara secara langsung dengan pihak KSPS Khoirul Ummah. Sumber data- data dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Dari data-data tersebut kemudian dianalisis secara mendalam untuk memperoleh gambaran riil yang terjadi di KSPS Khoirul Ummah dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.
Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut menunjukan bahwa risiko operasional merupakan risiko yang terjadi di KSPS Khoirul Ummah disebabkan karena adanya dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal, cara yang dapat dilakukan oleh KSPS Khoirul Ummah untuk meminimalisir terjadinya risiko adalah untuk faktor internal dengan controlling melakukan pengawasan terhadap kinerja pegawai serta memonitoring sistem dan prosedur pembiayaan yang ada, sedangkan untuk faktor eksternal dengan langkah penagihan, pendekatan, memberikan surat peringatan, penyitaan jaminan, dan pelelangan jaminan.
Kata Kunci: Risiko Operasional, Pembiayaan Murabaha
KHOIRUL AMRI's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
KHOIRUL AMRI's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
KHOIRUL AMRI's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
MULTIKULTURALISME DAN KURIKULUM PAI DALAM PERSPEKTIF GUS DUR
AbstrakBhineka Tunggal Ika, yang diterjemahkan menjadi “berbeda-beda tetapi tetap satuâ€, adalah semboyan negara Indonesia yang bertujuan untuk menghormati keragaman suku, budaya, agama, dan adat istiadat warga negaranya. Gus Dur kemudian berkeyakinan bahwa gagasan pendidikan Islam harus digunakan dengan mengedepankan prinsip-prinsip multikultural sehingga manusia dapat saling menghormati dan berinteraksi dengan baik, baik dalam lingkungan pendidikan maupun kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang multikulturalisme dan kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam perspektif Gus Dur secara komprehensif. Jenis penelitian menggunakan kepustakaan dan metodenya deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendidikan multikultural Gus Dur memiliki dua aspek yaitu aspek keberagaman serta aspek demokrasi dan HAM. Sementara itu, kurikulum Pendidikan Agama Islam harus mengikuti perkembangan zaman dan metode yang digunakan harus demokratis serta mendorong komunikasi antara peserta didik dan pendidik.Kata kunci: Multikultural, Kurikulum, Pendidikan Islam, Gus Dur  AbstractBhineka Tunggal Ika, which is translated into “unity in diversityâ€, is the motto of the Indonesian state which aims to respect the diversity of ethnicity, culture, religion, and customs of its citizens. Gus Dur then believed that the idea of Islamic education must be used by promoting multicultural principles so humans can respect each other and interact properly, both in the educational environment and in social life. This study aimed to comprehensively find out about multiculturalism and the Islamic Religious Education curriculum in Gus Dur's perspective. This type of research used a library study and the method was descriptive analysis. The results of this study indicate that Gus Dur’s multicultural education has two aspects, namely aspects of diversity and aspects of democracy and human rights. Meanwhile, the Islamic Religious Education curriculum must keep up with the era development and the methods used must be democratic and encourage communication between students and educators. Keywords: Multicultural, Curriculum, Islamic Education, Gus Du
Metode Dakwah KH. Khoirul Musafa dalam memperkuat aqidah masyarakat Desa Gunter Kalianda Lampung Selatan
Metode dakwah merupakan salah satu dari unsur-unsur dakwah yang perlu diperhatikan oleh setiap da’i, terdapat berbagai macam metode yang dapat diterapkan oleh para da’i, salah satu metode dakwah yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu metode dakwah syu’ubiyah qabailiyah. Penelitian ini didasari oleh perjuangan seorang da’i KH. Khoirul Musafa yang berasal dari Jawa untuk berdakwah di Pulau Sumatera yaitu di Desa Gunter Kalianda Lampung Selatan. Masyarakat Gunter merupakan masyarakat yang awam akan pengetahuan keagamaan, sehingga berdampak pada lemahnya aqidah yang dimiliki masyarakat. Oleh karena itu KH. Khoirul Musafa dalam menerapkan metode dakwahnya menyesuaikan dengan keadaan dan kondisi masyarakat Desa Gunter. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui metode dakwah KH. Khoirul Musafa dalam Memperkuat Aqidah Masyarakat Desa Gunter beserta hambatan yang dihadapi dalam proses dakwahnya.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus yang menitik beratkan pada studi lapangan secara faktual. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi partisipan, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan: Pertama, metode dakwah yang diterapkan oleh KH. Khoirul Musafa pada masyarakat Desa Gunter, diantaranya ialah: 1). Metode pengamatan, yaitu mengamati situasi dan kondisi mad’u sebelum berdakwah. 2). Metode bil-lisan, yaitu memberikan tausiyah dan ceramah keagamaan. 3). Metode keteladanan, yaitu da’i harus mencontohkan yang baik tidak hanya pandai menyampaikan dakwah. 4). Metode pembiasaan, yaitu metode dalam menciptakan budaya keberagamaan melalui pembiasaan. Kedua, Kondisi aqidah masyarakat yang lemah sebelum kedatangan KH. Khoirul Musafa dikarenakan kurangnya pemahaman rukun iman dan rukun Islam secara mendalam, kurangnya internalisasi ajaran agama, rendahnya tingkat pendidikan serta minimnya pengetahuan agama. Kondisi aqidah masyarakat setelah kedatangan KH. Khoirul Musafa telah mengalami banyak perubahan dibuktikan dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap kewajibannya sebagai umat Islam serta terbentuknya keyakinan yang kokoh akan besarnya kuasa Allah SWT. Ketiga, hambatan-hambatan dakwah yang dialami KH. Khoirul Musafa terdiri dari tiga macam, yaitu hambatan semantik, hambatan psikologi dan hambatan sosio-antropologi
- …
