1,720,965 research outputs found

    PERBANDINGAN TEPUNG SORGUM (Sorgum bicolor L. moench) DENGAN TEPUNG UMBI GANYONG (Canna edulis) DAN KONSENTRASI GLISEROL MONOSTEARATE TERHADAP MUTU COOKIES NON GLUTEN FORTIFIKASI

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari tepung sorgum dengan tepung umbi ganyong dan penambahan GMS terhadap mutu cookies yang dihasilkan. Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menentukan formulasi dan lama waktu pemanggangan. Penelitian utama dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung sorgum dengan tepung umbi ganyong dan penambahan GMS terhadap mutu cookies. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), faktor pertama yaitu perbandingan tepung sorgum dengan tepung umbi ganyong 60%:40%, 65%:35% dan 70%:30%, sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi GMS 0,5% ; 1% dan 1,5%. Respon pada penelitian ini adalah organoleptik meliputi atribut warna, aroma, rasa dan tekstur, respon kimia meliputi kadar air, karbohidrat, protein, lemak, fe, dan yodium, respon mikrobiologi meliputi E.coli dan jumlah total mikroba, respon fisik menggunakan texture analyzer dengan parameter kekerasan dan kemudah patahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung sorgum dengan tepung umbi ganyong berpengaruh terhadap respon kimia yaitu kadar air serta respon organoleptik yaitu atribut warna, aroma, tekstur dan rasa. Konsentrasi GMS hanya berpengaruh terhadap respon tekstur, namun tidak berpengaruh terhadap atribut lain yaitu warna, aroma dan rasa serta respon kimia yaitu kadar air. Interaksi antara keduanya tidak berpengaruh terhadap respon kimia dan respon organoleptik yang diamati. Berdasarkan hasil analisis kimia dan uji organoleptik didapatkan perlakuan terpilih yaitu a1b1 (perbandingan tepung sorgum dengan tepung umbi ganyong 60%:40% dan konsentrasi GMS 0,5%) yang memiliki  kadar air 2,44%, protein 6,125%, lemak 9,6013%, karbohidrat 74,3571%, jumlah total mikroba 2,20x102 cfu/g, jumlah E.coli 0,0 APM, kadar Fe 42,081 ppm dan kadar yodium sebesar 65,804 ppm serta hasil analisis terhadap kekerasan 2792,15 gForce dan kemudahpatahan 19,00 mm.

    KAJIAN LAMA PEMBEKUAN DAN JENIS DAGING TERHADAP KUALITAS DAGING SAPI (Bos primigenius taurus), AYAM BROILER (Gallus domesticus), IKAN PATIN (Pangasius sp) DAN DAGING KAMBING (Capra aegagrus hircus) YANG DITHAWING

    Get PDF
    This research aims to study and analyse the freesing long study and the type of meat to quality beef (Bos primigenius taurus), broiler chicken (Gallus domesticus), fish catfish (Pangius sp) and goat meet (Capra aegagrus hircus) in the thawing. Preliminary research and primary research. Preliminary research on the method of election is the champion and thawing on broiler chicken meat with the analysis of the levels of the protein. The main research was done using 4x2 factorial experiment design pattern in a random design group (RAK) consisting of 2 factors, namely a long freeze 14 days and 20 day, as well as the factors type of beef, chicken broile, meat fish and catfish goat meat with deutonomy as much as 3 times. The result of preliminary research which include analysis of protein levels on broiler chicken meat using some method of thawing obtained resutl of selectd method using microwave thawing at temperature of 30oC with decreased levels of protein most low of 1.21 %. The result of the research show that the main factor of the old chemical response to the freezing of water of water content, levels, and the levels of protein, microbiology test response TPC, as well as the response of organoleptic color, texture and scent on meat that has been frozen, meat type factor effect on the chemical response of water content, and the levels of protein, microbiology test response TPC, as well as the response of organoleptic color, texture and scent  meat that has been frozen, but has no effect against a chemical response levels of grey and the interaction between the long freezing meat types and effect on the response organoleptic attribute color and scent of the attribute

    MODIFIKASI TEPUNG GANYONG (Canna edulis Kerr.) METODE HEAT MOISTURE TREATMENT PADA SUHU DAN WAKTU PEMANASAN BERBEDA DAN APLIKASI TEPUNG PADA PEMBUATAN COOKIES

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the effect of modification of flour ganyong with temperature variations and heating time can improve the characteristics of flour ganyong and increase its use in food processing. The experimental design used in this study is a 3 x 3 factorial pattern in Randomized Block Design (RBD) and replication conducted three times, resulting in 27 experimental units. Factors used in the study were Heat Moisture Treatment (HMT) heating temperature (80°C, 90°C and 100°C) and Heat Moisture Treatment (HMT) heating time (1 hour, 2 hours and 3 hours). The main research responses include chemical responses: pasting properties, moisture content, amylose content and crude fiber content. Based on the result of the research, Heat Moisture Treatment (HMT) heating temperature has an effect on pasting properties, moisture content, amylose content and crude fiber content. Heat Moisture Treatment (HMT) heating time has an effect on pasting properties, moisture content, amylose content and crude fiber content. The interaction between temperature and heating modification time of Heat Moisture Treatment (HMT) has an effect on pasting properties, moisture content, amylose content and crude fiber content. The result of this research is the sample of m3n3 (heating temperature 100°C and heating time 3 hours) with average water content 5,47%, amylose 27,07% and viscosity setback 856,7 Cp. The preparation of cookies from selected modified ganyong flour is carried out by the organoleptic response test. Based on the test results of ganyong flour cookies modification Heat Moisture Treatment (HMT) is preferred in terms of taste, color and texture. &nbsp

    PENGARUH PERBANDINGAN SARI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DAN FILTRAT DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L) TERHADAP KARAKTERISTIK MINUMAN FUNGSIONAL

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh perbandingan Sari Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L) dan filtrat Daun Rambutan (Naphelium lappaceum L) terhadap karakteristik pada minuman fungsional. Manfaat penelitian ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan terhadap dunia penelitian, pendidikan, dan masyarakat mengenai proses pemanfaatan sumber pangan lokal yang dapat dijadikan sebagai minuman fungsional menjadi suatu produk yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari perbandingan sari buah mengkudu, filtrat daun rambutan, pemanis dan penstabil yang terdiri dari 6 taraf. Variabel percobaan terdiri dari 1 faktor yaitu pengaruh perbandingan sari buah mengkudu : filtrat daun rambutan yang terdiri dari 6 taraf yaitu : m1 = 4 : 1, m2 = 3 : 1, m3 = 2 : 1, m4 = 1 : 1, m5 = 1 : 2, m6 = 1 : 3. Rancangan respon yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji organoleptik dan pengukuran aktivitas antioksidan, kadar Tanin, dan analisis kadar vitamin C. Hasil penelitian pendahuluan yaitu didapatkan hasil bahwa konsentrasi penambahan gula stevia yang disukai oleh kebanyakan panelis pada uji hedonik tidak berpengaruh nyata, sehingga konsentrasi yang digunakan pada penelitian utama adalah konsentrasi yang paling efisien yaitu 1%. Hasil penelitian pendahuluan aktivitas antioksidan yaitu didapatkan hasil bahwa aktivitas antioksidan yang terbaik terdapat pada buah mengkudu dengan nilai IC50 yaitu 1979,246, nilai IC50 pada sari buah mengkudu pasca fermentasi adalah 1123,1076 ppm. Pada penelitian utama analisis antioksidan produk terpilih adalah  nilai IC50 pada sari buah mengkudu yaitu 1523,308 ppm. Hasil penelitian pendahuluan terhadap kadar Tanin pada daun rambutan adalah 0,0347 % dan hasil penelitian utama terhadap kadar Tanin pada produk terpilih adalah 0,0657%. Hasil penelitian utama terhadap analisis kadar vitamin C, dapat disimpulkan bahwa pengaruh perbandingan sari buah mengkudu : filtrat daun rambutan tidak berpengaruh nyata. Berdasarkan uji hedonik pada penelitian utama didapatkan produk terbaik yaitu perbandingan sari buah mengkudu : filtrat daun rambutan yaitu 1 : 3

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG JAGUNG NIKSTAMAL DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK ROTI TAWAR MANIS

    Get PDF
    Jagung merupakan tanaman pangan yang penting selain padi dan gandum. Jagung diolah menjadi tepung agar lebih praktis dan tahan lama. Salah satu metode pembuatan tepung jagung yaitu nikstamaMANlisasi. Tepung jagung nikstamal dapat diolah menjadi produk pangan salah satunya roti tawar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung jagung nikstamal dan tepung terigu terhadap karakteristik roti tawar manis. Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari penelitian pendahuluan yaitu menentukan lama perendaman dari proses nikstamalisasi untuk membuat tepung jagung yang digunakan pada penelitian pendahuluan, serta penelitian utama yaitu menentukan perbandingan tepung yang sesuai. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 taraf dan 5 kali ulangan. Variabel respon pada penelitian ini adalah respon fisik yaitu volume pengembangan, respon kimia yang meliputi analisis kadar air, kadar abu, dan kadar pati, serta respon organoleptik. Hasil penelitian pendahuluan diperoleh tepung jagung nikstamal yang terpilih untuk digunakan pada penelitian pendahuluan yaitu dengan lama perendaman 8 jam. Sedangkan hasil penelitian utama diperoleh bahwa perbandingan tepung terigu dengan tepung jagung nikstamal berpengaruh pada kadar air, kadar abu, kadar pati, volume pengembangan, atribut warna, atribut rasa, atribut aroma, dan atribut tekstur dari roti tawar

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENGARUH SUHU PENGERINGAN DAN JENIS JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK TEH HERBAL RAMBUT JAGUNG (Corn Silk Tea)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari suhu pengeringan dan jenis jagung yang berbeda terhadap karakteristik teh herbal rambut jagung dengan metode pengeringan. Manfaat dari penelitian adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas mengenai pembuatan teh herbal rambut jagung. Rancangan percobaan yang dilakukan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3x2 dengan 4 kali pengulangan. Faktor pertama adalah suhu pengeringan 50oC, 60oC dan 70oC, dan faktor kedua adalah jagung manis dan jagung hibrida. Respon kimia dilakukan terhadap vitamin C, kadar abu serta uji organoleptik meliputi warna, rasa dan aroma dari seduhan teh herbal rambut jagung menggunakan uji hedonik. Kemudian dilakukan uji flavonoid terhadap produk terpilih.Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan rambut jagung umur 8 minggu dan waktu pengeringan 5 jam terpilih untuk penelitian utama. Hasil analisis data menunjukkan bahwa faktor suhu pengeringan berpengaruh terhadap vitamin C dan warna seduhan teh herbal rambut jagung. Faktor jenis jagung berpengaruh terhadap vitamin C, warna, rasa dan aroma seduhan teh herbal rambut jagung, serta interaksi antara suhu pengeringan dan jenis jagung berpengaruh terhadap vitamin C, warna, rasa dan aroma seduhan teh herbal rambut jagung. Perlakuan terpilih adalah s2j1 (suhu pengeringan 60oC dan jenis jagung manis) memiliki kadar abu 4.31%, kadar vitamin C sebesar 1.40% dan memiliki kandungan flavonoid sebesar 0.04 % (b/b)
    corecore