14 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN SEJARAH LOKAL DAN KESADARAN BUDAYA DENGAN SIKAP CINTA TANAH AIR PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017

    No full text
    ABSTRACT Umul Farida. K4413067. THE RELATIONSHIP BETWEEN UNDERSTANDING OF LOCAL HISTORY AND CULTURAL AWARENESS AND THE ATTITUDE OF AFFECTION THE FATHER LAND CLASS X SMA NEGERI 5 SURAKARTA IN THE ACADEMIC YEAR OF 2016/2017. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty of Sebelas Maret University, July 2017. The objectives of research were to find out: 1) The relationship between understanding of local history with the attitude of affection the father land class X SMA Negeri 5 Surakarta, 2) The relationship cultural awareness with the attitude of affection the father land class X SMA Negeri 5 Surakarta, and 3) The relationship between understanding of local history and cultural awareness with the attitude of affection the father land class X SMA Negeri 5 Surakarta. This study was descriptive quantitative research using statistical analysis to draw a conclusion. The population of research was all of class X in SMA Negeri 5 Surakarta. The sample consisted of 155 students taken using simple random sampling technique. The data need was obtained through test and questionare. The test and questionare was tired out first and tasted for its validity and reliability. The technique of analizing data used was a multiple linear regression analysis, F-, t-, R2 -tests, and relative and affective contribution. The conclution of research were as: 1) there is a positively relationship between understanding of local history with the attitude of affection the father land class X SMA Negeri 5 Surakarta. It could be seen from the multiple linear analysis (t-test) showing that tstatistic > ttable, 26,034 > 1,65494 and the significance value 1,65494 and the significance value > 0,005 of 0,520 with relative contribution of -2,4% and effective contribution of -2,35%. The error occurred is allegedly devied from researches in the manufacture of cultural awareness questionnaire instrument. The instrument of cultural awareness questionnaire uses words that are difficult to understand by responder. 3) there is a positively relationship between understanding of local history and cultural awareness with the attitude of affection the father land class X SMA Negeri 5 Surakarta. It could be seen from the multiple linear regression variance analysis (F-test) showing that Fstatistic > Ftable, 3591,746 > 3,00 and the significance value < 0,005 of 0,000. The coefficient of determination (R2) of 0,979 indicate that understanding of local history and awareness cultural affected 97,9% the student of class X SMA Negeri 5 Surakarta, while the was affected by other variables. Keywords: Understanding of Local History, Cultural Awareness, The Attitude of Affection of the Father Land

    POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUD MARDI WALUYO BLITAR BULAN JULI-DESEMBER TAHUN 2016

    No full text
    Latar belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah mengalami peningkatan tekanan. Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit yang prevalensinya mengalami peningkatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi dan untuk mengetahui obat yang paling banyak digunakan. Metode: Penelitian dengan menggunakan metode retrospektif dilakukan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar selama periode Juli-Desember tahun 2016. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil: Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian ini yaitu sebanyak 84 pasien. Pasien hipertensi terbanyak adalah pasien perempuan sebanyak 49 pasien dan laki-laki sebanyak 34 pasien. Usia yang paling banyak menderita hipertensi yaitu 58-64 tahun sebanyak 24 pasien (28.57%). Berdasarkan klasifikasi hipertensi yang paling banyak terjadi yaitu hipertensi stadium II sebanyak 30 pasien (35,71%). Terapi obat yang paling banyak digunakan yaitu terapi obat kombinasi sebanyak 81 pasien (96,43%) dan yang menggunakan terapi tunggal sebanyak 3 pasien (3,57%). Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian obat-obat antihipertensi yang digunakan pada pasien hipertensi rawat inap meliputi Captopril, lisinopril, imidapril, diltiazem, amlodipine, nifedipine, candesartan, irbesartan, valsartan, telmisartan, bisoprolol dan propanolol , HCT, indapamide, furosemide, spironolactone, terazosin, clonidin,. Golongan obat antihipertensi candesartan, irbesartan, valsartan, telmisartan

    POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUD MARDI WALUYO BLITAR BULAN JULI-DESEMBER TAHUN 2016

    No full text
    Latar belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah mengalami peningkatan tekanan. Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit yang prevalensinya mengalami peningkatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi dan untuk mengetahui obat yang paling banyak digunakan. Metode: Penelitian dengan menggunakan metode retrospektif dilakukan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar selama periode Juli-Desember tahun 2016. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil: Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian ini yaitu sebanyak 84 pasien. Pasien hipertensi terbanyak adalah pasien perempuan sebanyak 49 pasien dan laki-laki sebanyak 34 pasien. Usia yang paling banyak menderita hipertensi yaitu 58-64 tahun sebanyak 24 pasien (28.57%). Berdasarkan klasifikasi hipertensi yang paling banyak terjadi yaitu hipertensi stadium II sebanyak 30 pasien (35,71%). Terapi obat yang paling banyak digunakan yaitu terapi obat kombinasi sebanyak 81 pasien (96,43%) dan yang menggunakan terapi tunggal sebanyak 3 pasien (3,57%). Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian obat-obat antihipertensi yang digunakan pada pasien hipertensi rawat inap meliputi Captopril, lisinopril, imidapril, diltiazem, amlodipine, nifedipine, candesartan, irbesartan, valsartan, telmisartan, bisoprolol dan propanolol , HCT, indapamide, furosemide, spironolactone, terazosin, clonidin,. Golongan obat antihipertensi candesartan, irbesartan, valsartan, telmisartan

    Pemberdayaan Kelompok Tani Nanas Queens Kediri Melalui Pembuatan Bioetanol “Pina Queens” dari Limbah Kulit Nanas

    No full text
    Kelompok tani nanas Queens merupakan perkumpulan petani nanas daerah Ngancar Kediri yang memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan produk olahan nanas varietas Queens. Pada kegiatan ini dilakukan pembuatan bioetanol dari limbah kulit nanas. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra terkait cara pembuatan dan manfaat bioetanol serta meningkatkan keterampilan mitra dalam membuat bioetanol dari limbah kulit nanas. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah sosialisasi cara pembuatan dan manfaat bioetanol serta pelatihan pembuatan dan pengemasan produk bioetanol. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini antara lain 100% mitra telah mengetahui potensi limbah kulit nanas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol; 93% mitra telah mengetahui alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat bioetanol dan 88% mitra faham cara pembuatan bioetanol dari limbah kulit nanas. Adapun produk yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah bioetanol “Pina Queens” dari limbah kulit nanas

    Model Matematika Perencanaan dan Pengadaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dengan Menggunakan Aljabar Max Plus

    No full text
    In pharmaceutical installations, drugs need to be managed in order to facilitate and speed up services where the management is a series of activities including planning, procuring, storing, and distributing. Planning in the management of pharmaceutical installations is the main thing that needs to be considered, this is because planning is a determinant of success for subsequent activities. In addition, to avoid drug shortages, more careful planning must be carried out. The purpose of this research is to make Petri Net and Max Plus Algebra models which are useful for managing scheduling planning and procurement of oral drugs in Hospital Pharmacy Installations. The data used in this study is secondary data from the results of records in the Pharmacy Installation of the Dental and Oral Hospital, Bhakti Wiyata Health Sciences Institute in 2021. The results obtained from Petri Net are the Max Plus Algebra model which shows the maximum time for ordering oral drugs. so that drug vacancies in a hospital can be avoided. Conclusions and suggestions from the results of this study obtained a mathematical model that aims to provide convenience in planning and procurement of drugs in hospital installations so that they are on time and do not experience delays in drug procurement. Dalam instalasi farmasi obat perlu dikelola agar memudahkan dan mempercepat pelayanan dimana pengelolahannya merupakan sebuah rangkaian kegiatan diantaranya adalah merencanakan, mengadakan, menyimpan, dan mendistribusikan. Perencanaan dalam pengelolahan instalasi farmasi merupakan hal utama yang perlu diperhatikan, hal ini dikarenakan perencanaan merupakan penentu keberhasilan untuk kegiatan selanjutnya. Selain itu untuk menghindari terjadinya kekosongan obat, harus dilakukan perencanaan yang lebih teliti. Tujuan penelitian ini adalah membuat Petri Net dan model Aljabar Max Plus yang berguna untuk mengatur penjadwalan perencanaan dan pengadaan obat oral di Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari hasil pencatatan yang ada di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata pada tahun 2021. Hasil yang diperoleh dari Petri Net tersebut adalah model Aljabar Max Plus yang menunjukkan waktu maksimum pemesanan obat oral sehingga kekosongan obat di suatu Rumah Sakit dapat terhindari. Kesimpulan dan saran dari hasil penelitian ini diperoleh model matematika yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam perencanaan dan pengadaan obat di instalasi Rumah Sakit agar tepat waktu dan tidak mengalami keterlambatan dalam pengadaan obat

    PENGARUH IKLAN TERHADAP POLA PEMILIHAN OBAT ANTIPIRETIK SECARA SWAMEDIKASI PADA ANAK USIA 5-11 TAHUN DI DESA BOGO KECAMATAN NGANJUK

    No full text
    Latar belakang: Swamedikasi adalah penggunaan dan pemilihan obat yang dilakukan perseorangan untuk mengobati gejala penyakit yang dikenali sendiri. Tujuan: Mengetahui pengaruh iklan terhadap pola pemilihan obat antipiretik secara swamedikasi pada anak usia 5-11 tahun di desa Bogo Kecamatan Nganjuk. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional atau non eksperimental dengan menggunakan metode survei secara crosssectional menggunakan alat penelitian kuisioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak dalam rentang usia 5-11 tahun yang tinggal di desa Bogo Kecamatan Nganjuk.. Hasil: Hasil penelitian didapatkan variabel tayangan iklan pada dimensi empati dan dimensi dampak dengan rata-rata tertinggi sebesar 137 (80%) sehingga dimensi empati dan dampak berhasil mempengaruhi daya beli masyarakat. Variabel pola pemilihan obat antipiretik didapatkan rata- rata tertinggi pada dimensi dampak sebesar 101,3 (59%). Simpulan: terdapat pengaruh iklan obat di televisi terhadap pola pemilihan obat secara swamedikasi pada anak usia 5-11 tahun di desa Bogo Kecamatan Nganjuk

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Diabetes Mellitus Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas X

    No full text
    Diabetic Mellitus is a chronic disease caused a limited or inneffective insulin produced by pancreas. Diabetes is a big health problems that has reached an worry level and is a global threat. A knowledge has an important role for behavior. This research is used to look a correlation between level of knowledge with of blood sugar levels in patients of diabetic mellitus at the X Health Center. This research used an analytic survey design with a cross-sectional program. The samples was 93 patients with inclusion criteria in the form in patient of diabetic mellitus at the X Health Center and willing to be respondents. This research was held in December 2022 until January 2023. The research used instrument a questionnaire sheet by DKQ 24. The results of the univariate research were obtained by 64,5% of patient had a good levels knowledge and 35,5% had a not good level of knowledge, 60,2% of patient had a normal blood sugar levels and 39,8% of patient had abnormal blood sugar levels. The bivariate with a Chi-Square statistical test found that there a correlation between the level of knowledge with of blood sugar levels in diabetic mellitus patients at the X Health Center in Kediri City with a P value of 0.014. From this research it can be conclude that there a significant correlation between the level knowledge with of blood sugar levels patients of diabetic mellitus at the X Health Center. Hoped the results this research will give information to the X Health Center to continue providing education about diabetes mellitus to patients as a support the stability of the patient's blood sugar levels with a better life

    THE RELATIONSHIP OF PROVIDING EDUCATION ON THE USE OF SELF-MEDICATION DRUGS (Pain, Flu, Faver, Cough) ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF VISITORS TO ANUGERAH BLUTO MEDIKA PHARMACY IN THE BLUTO SUB-DISTRICT AREA IN 2023

    No full text
    Education is an activity or effort to deliver health messages to the community, groups, or individuals. Self-medication is a largely community-based effort to overcome disease symptoms before seeking help from health workers. This research aims to determine the influence of providing education on the use of self-medication drugs on the level of knowledge of visitors to Anugerah Bluto Medika Pharmacy in the Bluto Sub-District area. Pre-experimental research with a one group pretest-posttest research design was conducted by comparing the patient\u27s self-medication knowledge before and after being given education using leaflets. The sampling technique used was target sampling with inclusion and exclusion criteria. The sample size consisted of 100 respondents. The results showed that the level of knowledge of pharmacy visitors showed good (11%), sufficient (22%), less (67%) after being given counseling showed good (97%), sufficient (1%), less (2%). ). ). The results of the Chi-Square test obtained a significant value of 0.337 > 0.05 which indicates that there is no relationship between the provision of education and the level of knowledge about the use of self-medication

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas Untuk Swamedikasi Pada Masyarakat Dusun Krajan Kedungjambe Singgahan Tuban

    No full text
    Swamedikasi adalah obat yang dipilih dan digunakan sesorang untuk melindungi diri dari penyakit dan gejala penyakit lainnya, termasuk obat modern dan obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pengaruh usia, pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan informasi terhadap tingkat pengetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada masyarakat Dusun Krajan Kedungjambe Singgahan Tuban. Metode penelitian menggunakan kuantitatif pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 93. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan pengambilan data dengan kuesioner online. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian diperoleh bahwa: terdapat pengaruh yang signifikan antara usia terhadap pengetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi dengan nilai &lt; 0,05. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan informasi terhadap tingkat pengetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada masyarakat Dusun Krajan Kedungjambe Singgahan Tuban dengan nilai &gt; 0,05

    PENGARUH IKLAN TERHADAP POLA PEMILIHAN OBAT ANTIPIRETIK SECARA SWAMEDIKASI PADA ANAK USIA 5-11 TAHUN DI DESA BOGO KECAMATAN NGANJUK

    No full text
    Latar belakang: Swamedikasi adalah penggunaan dan pemilihan obat yang dilakukan perseorangan untuk mengobati gejala penyakit yang dikenali sendiri. Tujuan: Mengetahui pengaruh iklan terhadap pola pemilihan obat antipiretik secara swamedikasi pada anak usia 5-11 tahun di desa Bogo Kecamatan Nganjuk. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional atau non eksperimental dengan menggunakan metode survei secara crosssectional menggunakan alat penelitian kuisioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak dalam rentang usia 5-11 tahun yang tinggal di desa Bogo Kecamatan Nganjuk.. Hasil: Hasil penelitian didapatkan variabel tayangan iklan pada dimensi empati dan dimensi dampak dengan rata-rata tertinggi sebesar 137 (80%) sehingga dimensi empati dan dampak berhasil mempengaruhi daya beli masyarakat. Variabel pola pemilihan obat antipiretik didapatkan rata- rata tertinggi pada dimensi dampak sebesar 101,3 (59%). Simpulan: terdapat pengaruh iklan obat di televisi terhadap pola pemilihan obat secara swamedikasi pada anak usia 5-11 tahun di desa Bogo Kecamatan Nganjuk
    corecore