4 research outputs found
SURVEI KONDISI FISIK TIM FUTSAL PUTRI BUDI UTOMO USIA 21 TAHUN KOTA MALANG
ABSTRAK Asrofiah. 2017. Survei Kondisi Fisik Tim Futsal Putri Budi Utomo Usia 21 tahun Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd., (II) Dona Sandy Yudasmara, S.Pd., M.Or. Kata kunci: kondisi fisik, futsal. Olahraga futsal sangat memerlukan kondisi fisik yang baik bagi semua atletnya.Agar mendapatkan hasil yang maksimal perlu melakukan latihan teknik, taktik, fisik dan mental dalam menghadapi pertandingan.Berdasarkan observasi sebelum melakukan tes kondisi fisik, pelatih menjelaskan bahwa belum ada data kondisi fisik atlet futsal Budi Utomo usia 21 tahun Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik tim futsal putri Budi Utomo usia 21 tahun Kota Malang. Komponen kondisi fisik yang diukur adalah kelentukan, power otot tungkai, kelincahan, kecepatan, kekuatan otot lengan, ketahanan otot perut, daya tahan cardiovascular. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tim futsal putri Budi Utomo usia 21 tahun Kota Malang yang berjumlah 30 atlet.Instrumen tes yang digunakan adalah tesflexometer, standing board jump, illinois agility test, lari 30 meter, tes push up dan sit up, multi stage fitness test atau bleep test. Analisis data yang digunakan menggunakan deskriptif persentase dan T-scoreuntuk perangkingan. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa profil kondisi fisik tim futsal putri Budi Utomo usia 21 tahun Kota Malang berdasarkan T-score dengan nilai T-score tertinggi adalah 428.99 dan nilai T-score terendah adalah 301.169. Hasil persentase perangkingan tes kondisi fisik tim futsal putri Budi Utomo usia 21 tahun Kota Malang berdasarkan T-scoreberada pada kategori baik dengan persentase 61% (2 atlet), pada kategori cukup dengan persentase 58% sampai 43% (28 atlet).Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkanbahwa profil kondisi fisik tim futsal putri Budi Utomo usia 21 tahun Kota Malang dalam lingkup cukup. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih dan atlet futsal putri Budi Utomo usia 21 tahun Kota Malang, sebaiknya menambah program latihan untuk meningkatkan kondisi fisik dan menambah frekuensi latihan di luar program latihan
Implementasi metode Double Movement dalam memahami ayat-ayat tentang nikah Mut'ah
Nikah mut’ah atau nikah kontrak adalah pernikahan yang dibatasi oleh waktu. Pernikahan ini merupakan probelma orang terdahulu yang sampai saat ini menjadi isu kontroversial dimana adanya bentuk pernikahan yang dibatasi kurun waktu tertentu. Penelitian ini membahas tentang perbedaan pandapat kalangan ulama dalam memahami nikah mut’ah. Seperti halnya ulama Syi’ah mengemukakan bahwa nikah mut’ah halal dan dibolehkan sedangkan ulama dari kalangan Sunni mengemukakan bahwa nikah mut’ah hukumnya haram dan tidak dibolehkan.
Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat deskriptif analisis yakni bentuk metode yang diarahkan dalam mengkaji dan mendekskripsikan gagasan ayat-ayat al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan metode double movement dalam memahami teks al-Qur’an. Metode double movement ini dugunakan untuk melihat dari sisi yang berbeda yang tidak hanya berbicara dengan melihat hukum semata, akan tetapi melihat dari sisi sosio-histori dari pemberlakukan ayat-ayat yang berkaitan dengan nikah mut’ah yang diharapkan dapat memunculkan pemikiran baru secara komprehensif tanpa menyudutkan pemahaman satu sama lain.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mengenai nikah mut’ah dengan menggunakan metode double movement ini memunculkan dua prinsip yakni pesan moral dan pesan lokal. Langkah pertama, prinsip universal yakni ketersaluran sisi bilogis dari manusia, sehingga pemberlakuan atau kebolehan nikah mut’ah pada zaman Nabi SAW. di awal Islam itu dibolehkan karena adanya rukhsah (keringanan) sebagaimana disebutkan bahwa kebolehan nikah mut’ah saat itu kaum Muslim jauh dari istri-istri mereka, juga tidak dapat menikahi wanita yang telah bersuami sehingga jika tidak tersalurkannya dikhawatirkan jatuhnya perzinahan. Adapun langkah kedua, muatan lokalnya ialah melihat dari keadaan dan realitas yang ada, jika nikah mut’ah dibutuhkan maka mut’ah dapat dilaksanakan dengan bersyarat untuk menutupi kekhawatiran munculnya perzinahan
Hubungan Body Shaming Dengan Tingkat Stres Pada Remaja Yang Mengalami Acne Vulgaris Di Pondok Pesantren Nurul Khalil Bondowoso
Abstrak: Body shaming merupakan fenomena penting untuk diperhatikan karena merupakan salah satu bentuk dari bullying, hal ini sebagai kritik terhadap penampilan seseorang dari lingkungan sosial terkait dengan standar kecantikan ideal. Hal ini memunculkan tingkat stres dan depresi. karena mereka merasa tertekan dan stres terhadap lingkungan sekitar yang dirasa tidak menerima keberadaannya karena tidak sesuai standar ideal masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan body shaming dengan tingkat stres pada remaja. Desain penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah santriwati di Pondok Pesantren Nurul Khalil Bondowoso. Penentuan sampel dengan rumus slovin dan dibutuhkan sejumlah 39 responden. Variabel prediktornya adalah body shaming dan variabel responnya adalah tingkat stres. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Body shaming dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS 21). Analisis data menggunakan spearman rho dengan ketentuan α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara body shaming dengan tingkat stres (p = <0,002; r = 0,483). Arah hubungan positif dengan kekuatan hubungan cukup. Remaja yang mengalami perilaku body shaming dapat berisiko berpengaruh terhadap tingkat stresnya.Perlu kebijakan untuk melakukan upaya edukasi untuk menurunkan kejadian body shaming sehingga tingkat stres remaja akan lebih
membaik.
Kata kunci: Body shaming; Tingkat Stres; Acne vulgari
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Klien Isolasi Sosial Dengan Penerapan Latihan Berkenalan di RS dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
Pendahuluan : Manusia merupakan mahluk sosial, dimana untuk mempertahankan kehidupannya manusia memerlukan hubungan interpersonal yang positif baik dengan individu lainnya maupun dengan lingkungannya. Isolasi Sosial adalah keadaan dimana seseorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang sekitarnya. Peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan diantaranya sebagai pendidik, narasumber, penasihat, dan pemimpin.. Studi ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan jiwa pada pasien yang mengalami isolasi sosial di Rumah Sakit dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Metode : Desain dari penelitian ini adalah studi kasus pada Tn. S, Tn. A dan Tn. V yang mengalami isolasi sosial di Rumah Sakit dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Peneliti menggunakan tiga pasien gangguan jiwa dengan isolasi sosial sebagai bahan penelitian. Teknik pengumpulan data meggunakan wawancara dan observasi. Hasil : Analisis intervensi terapi strategi pelaksanaan 1-3 pada Tn. S dan Tn. A, serta strategi pelaksanaan 2 pada Tn. V terbukti memberikan pengaruh baik dan signifikan untuk meningkatkan interaksi dengan orang lain. Kesimpulan : Setelah dilakukan latihan berkenalan pada Tn. S, Tn. A dan Tn. V maka pasien mampu menunjukkan kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain
