1,721,830 research outputs found
Nazam alfiyah Ibnu Malik dirasah tahliliyah qafiyah
The Book of Alfiyah Ibn Malik is one of the Nazam which is widely used as a reference for science of nahw and sarf in Indonesia is the book of alfiyah ibn malik. This book explains the rules of nahw and sarf with rules arranged by pieces of rhythm or mentrum (tafilah) and bound by wazan (the balance of beats per bayt).This thesis will discuss "Nadzam Alfiyah ibn Malik Qafiyah science review". The purpose of this thesis is to explain the form of alfiyah, and analyze the disgrace of Qafiyah and explain the type of Qafiyah. The choice of nazam Alfiyah is because the writer is interested in studying the Alfiyah nazam with an alternative approach that sees nazam not just to facilitate the delivery of information, but the writer tries to see nazam as one of the reasons. one type of Arabic literary work. Data collection techniques used are by reading carefully the nazam, choosing the nazam that will be the object of research, decapitating the nazam, collecting all data, printing out the data that has been collected. The research procedure is to determine the research object, determine the theory, collect data related to the research object. mark the data obtained, record the data needed, classify and analyze data, present the results of research ..The results of this study indicate that in the chapter nakirah wal ma'rifat uses the form of qafiyah some sentences, one sentence, one sentence as well as some other sentences and one more sentence. As for the qafiyah letters used in the chapter nakirah wal ma'rifat are rawi, wasl khuruj, and ridf and the two rawi found in this study are rawi mutlaq and muqayyad. The qafiyah community is divided into four parts, namely majri. taujih, nifad and isyba. The qafiyah disgrace used is ikfa, israf sinad taujih and sinad ridf?58 hlm.; 20 x 29 cm
INTELLECTUAL TRADITION AMONG ULAMA: STUDY OF IBN MALIK'S ALFIYAH BOOK
The development of science, culture and Islamic civilization, among others, is marked by the presence of a number of great scholars whose works can still be found easily to this day. In addition to writing various kinds of Islamic religious knowledge, such as interpretation, hadith and fiqh, the scholars also wrote books that discussed Arabic grammar and literature, namely nahwu, sharaf, balaghah, bayan, ma'ani and bade' sciences. Among the books that discuss the science of Arabic grammar is Ibn Malik's Alfiyah. This book is very popular among scholars and students at Islamic boarding schools in Indonesia in particular and in the world in general. Besides being read and understood, this book is also generally recited before the fardlu prayer, and memorized. One of the reasons is because everyone who wants to study religion is required to master grammar with its various branches as a tool to understand various Arabic literature, hereinafter referred to as the Yellow Book (because the paper is yellow), or the Gundul Book (because the writing does not use signs). read). By using authoritative library data, this paper will further explore the intellectual tradition practiced by Ibn Malik through his work Alfiyah. This paper begins by presenting a brief biography of the author of the Alfiyah book, its contents, the intellectual tradition that he adheres to, as well as the winged meaning of several stanzas contained in the book
Alfiyah Ibn Malik dan pembelajaran nahwu
buku ini membuktikan bahwa pembelajaran nahwu dengan menggunakan Alfiyah Ibn Malik merupakan pembelajaran efektif yang memungkinkan pembelajarnya menguasai nahwu secara baikv, 199 hlm.; 25 c
Alfiyah Ibn Malik dan pembelajaran nahwu
buku ini membuktikan bahwa pembelajaran nahwu dengan menggunakan Alfiyah Ibn Malik merupakan pembelajaran efektif yang memungkinkan pembelajarnya menguasai nahwu secara baikv, 199 hlm.; 25 c
EFEKTIFITAS METODE HAFALAN ALFIYAH IBNU MALIK DENGAN METODE BANDONGAN DAN SOROGAN DALAM PEMBELAJARAN KITAB FATHUL MU’IN
Nadiya Maulida:Efektifitas Metode Hafalan Alfiyah Ibnu Malik Dengan MetodeBandongan Dan Sorogan Dalam Pembelajaran Kitab Fathul Mu’in. Tesis.
Yogyakarta: Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Alma Ata Yogyakarta, 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode hafalan
Alfiyah Ibnu Malik yang diterapkan melalui metode Bandongan dan Sorogan dalam
pembelajaran Kitab Fathul Mu'in. Metode hafalan Alfiyah Ibnu Malik, yang
merupakan teknik penguasaan materi secara sistematis, dipadukan dengan metodeBandongan, yang mengedepankan pembelajaran kolektif, dan metode Sorogan,
yang lebih individual. Kombinasi kedua metode ini diharapkan dapat meningkatkan
pemahaman dan kemampuan santri dalam menghafal serta memahami isi kitab.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode hafalan Alfiyah Ibnu Maliksecara efektif melalui kedua pendekatan tersebut memberikan dampak positifterhadap proses pembelajaran, meningkatkan motivasi dan hasil belajar santri.
Kata kunci: Efektivitas, Metode Hafalan, Alfiyah Ibnu Malik, Bandongan,
Sorogan, Pembelajaran, Kitab Fathul Mu'in
AL FARQ BAYNA MANHAJAY IBN 'UTHAYMIN WA IBN FAWZAN FI SHARH ALFIYAH IBN MALIK BAB AL KHABAR (DIRASAH NAHWIYYAH)
Salah satu kitab yang terkenal dalam Ilmu Nahwu adalah Alfiyah Ibnu
Malik, sebuah buku Ilmu Nahwu yang memuat di dalamnya kaidah-kaidah Nahwu
yang berbentuk nadzom yang berjumlah seribu bait. Buku yang telah menjadi
rujukan orang-orang dalam masalah nahwu dan telah menarik para ulama untuk
menjelaskan maksud dari bait bait syi’ir Alfiyah. Terdapat dua ulama’ kontemporer
yakni Ibnu Ustaimin dan Ibnu Fauzan tertarik untuk menulis syarah Alfiyah dengan
metode penulisan masing-masing. Perbedaan metode penulisan setiap pensyarah
kitab Alfiyah cukup membuat daya tarik tersendiri bagi para pelajar untuk
membacanya, maka penting bagi penulis kitab Syarah untuk mempertimbangkan
metode penulisan dalam karyanya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedua ulama’ tersebut dari
sisi metode penulisan yang digunakan oleh Ibnu Ustaimin dan Ibnu Fauzan dalam
karyanya terkait syarah Alfiyah dan menemukan perbedaan diantara keduanya.
Dengan jenis penelitian kepustakaan dan metode deskriptif analisis, penulis
berusaha memaparkan setiap penjelasan penjelasan keduanya terkait alfiyah
disertai dengan bukti yang ditemukan peneliti.
Hasil dari penelitian yakni kedua ulama’ tersebut memiliki deskripsi dan
metodologi yang berbeda dalam menjelasankan kaidah-kaidah Alfiyah. Perbedaan
yang ditemukan diantaranya terkait bahasa yang digunakan, penjelasan kaidah
dengan contoh analisis, dan juga materi kaidah yang dijelaskan. Dari data yang
didapatkan, dapat disimpulkan bahwa Ibnu Utsaimin menggunakan bahasa yang
mengedepankan pada analisis contoh yang disertai dengan contoh lain diluar bait,
dan pandangan pandangannya terkait perbedaan masalah nahwu. Sedangkan Ibnu
Fauzan dari segi bahasa menggunakan bahasa akademis yang disertai dengan
sistematika penulisan modern, terstruktur dan analisis kaidah dengan contoh.
Perbedaan keduanya telah menjadi orientasi literasi bagi peminat nahwu khususnya
terkait syarah Alfiyah
Alfiyah Ibn Malik dan pembelajaran nahwu
Buku ini membuktikan bahwa pembelajaran nahwu dengan menggunakan Alfiyah Ibn Malik merupakan pembelajaran efektif yang memungkinkan pembelajarnya menguasai nahwu secara baik. Buku ini menolak pandangan Ramona Naddaf dan Barbara Johnstone koch yang memandang bahwa karya seni seperti nazham hanay menyenangkan dan mudah dihapal semata namun tida kpunya nilai sama sekal
Kiai dan alfiyah ibn malik : Merajut jaringan intelektual bidang linguistik arab di dunia pesantren tahun 2021
Kitab alfiyah ibnu malik merupakan kitab ilmu alat yang menempati kedudukan penting dalam tradisi keilmuan pesantren di jawa dan madura. Alfiyah ibn malik merupakan salah satu subjek pembelajaran yang dilalui oleh seseorang dalam proses transformasi seseorang menjadi kiai.iv, 72 hlm, 25 x 17,9 c
Pendidikan Moral melalui Pembelajaran Kitab Alfiyah ibn Malik di Pondok Pesantren Langitan Tuban
Kitab Alfiyah of Muhammad bin Abdillah bin Malik al-Andalusi or known as Ibnu Malik is famous for resource of Arabic grammar. It is uncommon to find discourse of the kitab apart from the Arabic grammar. It is the fact that moral values are the other side of its contents, implicitly live in the stanzas. Philosophical worldview makes possible to uncover the moral values, then to interpret it, and to internalize it throung learning activities. This article describes the moral contents, internalization methods, and reflection of the internalization towards santri in Pondok Pesantren Langitan Tuban. With naturalistic paradigm, data were collected through interview, observation, and documentation. Findings shows that moral internalization in the kitab Alfiyah Ibn Malik learning activities was going through modelling, rewards, punishment, building habits, and indoctrination. In addition, author finds 31 moral values within stanzas in the kitab and 12 reflective behaviors by santri.Kitab Alfiyah karya Muhammad bin Abdillah bin Malik al-Andalusi atau yang lebih populer dengan nama Ibnu Malik sangat dikenal sebagai sumber ilmu tata bahasa Arab. Tidak banyak yang mengurai dan meneliti kitab tersebut dalam sudut pandang lain. Padahal ada beberapa substansi yang terkandung di dalamnya, misalnya tentang moral yang tersisip diantara bait-bait isinya. Sudut pandang filosofis diperlukan untuk menyingkap substansi nilai-nilai moral sebelum menginterpretasikannya dan menginternalisasikannya dalam kegiatan pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kandungan nilai moral, metode internalisasinya, dan refleksi hasil internalisasi moral pada santri di Pondok Pesantren Langitan Tuban. Dengan paradigma naturalistik, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa internalisasi moral dalam pembelajaran kitab Alfiyah Ibn Malik disampaikan melalui keteladanan, penghargaan, hukuman, pembiasaan, dan indoktrinasi. Selain itu, peneliti menemukan 31 nilai-nilai moral dalam bait-bait kitab dan 12 perilaku reflektif yang ditunjukkan oleh santri
FENOMENA STRESS DI KALANGAN SANTRI PUTRI PENGHAFAL NADHOM ALFIYAH DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH PUTRI KECAMATAN MOJO KABUPATEN KEDIRI
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Fenomena Stress Di Kalangan Santri Putri
Penghafal Nadhom Alfiyah di Pondok Pesantren Al-Falah Putri Kecamatan Mojo
Kabupaten Kediri” ini ditulis oleh Ita Mufidatul Laily NIM. 17303153029,
Pembimbing Ayu Imasria. W, M.Psi.
Kata Kunci: Fenomena Stress, Santri Penghafal Nadhom Alfiyah, Pondok
Pesantren
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus yang terjadi pada santri putri
penghafal nadhom alfiyah yang mengalami perubahan tingkah laku sehari-hari
selama menghafal. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini
untuk mengetahui fenomena stress di kalangansantri putri penghafal nadhom
alfiyah dipondok pesantren Al-Falah Putri. Fokus penelitian ini ialah (1) Apa saja
faktor-faktor penyebab Stress di kalangan santri putri penghafal nadhom Alfiyah?
(2) Bagaimana proses terjadinya stress pada santri putri penghafal nadhom
Alfiyah? (3) Apa saja jenis-jenis stress yang dialami santri putri penghafal
nadhom Alfiyah? Adapun tujuan dari peneliti ini ialah (1) Untuk mengetahui apa
faktor-faktor stress di kalangan santri putri penghafal nadhom alfiyah. (2) Untuk
mengetahui proses terjadinya stress pada santri putri penghafal nadhom Alfiyah
(3) Untuk mengetahui jenis-jenis stress yang dialami santri Putri penghafal
Nadhom Alfiyah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat
fenomenologi. Penelitian fenomenologi mencoba menjelaskan gambaran
pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi dari beberapa individu.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan tehnik Nonprobalibility Sampling
dengan menggunakan 3 santri putri yang terdaftar sabagai santri di pondok
pesantren Al-Falah Putri dan sedang menghafal nadhom Alfiyah Ibnu Malik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor penyebab stress bersumber
dari faktor internal dan eksternal. Penyebab stress internal berupa frustasi, konflik,
tekanan, dan memaksakan diri yang mana muncul dari diri sendiri. Sedangkan
penyebab stress eksternal berupa tekanan keluarga, sekolah dan lingkungan. (2)
Proses terjadinya stress pada santri ialah bertahap. Dimana setiap tahap memiliki
tanda-tanda tersendiri yang menunjukkan semakin parahnya tahap stress. (3)
jenis-jenis stress yang terjadi pada santri ialah stress negatif dan stress positif.
Stress negatif santri sangat merugikan dan menghambat aktivitas sehari-hari.
Sedangkan stress positif santri menjadikan stress sebagai semangat dan
pengalaman tersendiri
- …
