1,721,213 research outputs found

    Penentuan Konfigurasi Elektroda Metode Geolistrik Tahanan Jenis Paling Optimum untuk Survei Air Tanah

    No full text
    Pilihan konfigurasi elektroda yang tepat akan menentukan kualitas pencitraan bawah permukaan, termasuk dalam survei air tanah. Tipe konfigurasi, selain menentukan kualitas pencitraan, juga menentukan efektifitas dan efisiensi survei yang berhubungan nantinya dengan kebutuhan dana dan sumber daya. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi melalui eksperimen dengan menggunakan model di laboratorium untuk memperoleh informasi konfigurasi elektroda yang memberikan informasi paling optimum untuk survei air tanah.  Konfigurasi yang dibandingkan adalah konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi Schlumberger dan konfigurasi Wenner mempunyai kemampuan deteksi anomali yang tidak jauh berbeda. Konfigurasi Schlumberger mempunyai penetrasi arus yang lebih dalam (yaitu sekitar 33 cm) daripada konfigurasi Wenner (sekitar 28 cm). Konfigurasi Schlumberger mempunyai kesalahan-inversi yang lebih besar (yaitu antara 8,0% dan 9,9%) daripada konfigurasi Wenner (15,0% sampai 17,3%). Untuk kedua jenis konfigurasi, anomali yang bersifat konduktif lebih mudah dideteksi daripada anomali yang bersifat non-konduktif.</jats:p

    SUSEPTIBILITAS MAGNETIK DAN KONTAMINASI LOGAM-BERAT DALAM TANAH LAPISAN ATAS DI SEKITAR PABRIK SEMEN DI KOTA PADANG

    Full text link
    Sampel tanah lapisan atas diambil di sepanjang jalan disekitar suatu pabrik semen di kota Padang pada 28 titik yang terbagi atas 3 lintasan. Untuk setiap titik, sampel tanah diambil pada kedalaman 10 cm sebanyak 100 g. Pengukuran nilai suseptibilitas magnet menggunakan Bartington MS2B Magnetic Susceptibility Meter. Konsentrasi enam jenis logam-berat yaitu Cu, Cd, Pb, Zn, Al, dan Cr ditentukan dengan Atomic Absorption Spectrometry. Dari penelitian ini diketahui bahwa: nilai rata-rata suseptibilitas magnetik sampel adalah 1.196,5x 10-5 m3kg-1 dengan rentang nilai mulai dari 429,5x10-5 m3kg-1 sampai 3.560,0x10-5 m3kg-1 ; kadar semua jenis logam berat dalam tanah lapisan atas di area penelitian ini relatif tinggi (rata-rata &gt; 35,7 ppm); kadar logam berat yang ada dalam tanah lapisan atas di area penelitian ini didominasi oleh logam Al; secara umum urutan konsentrasi logam berat dari yang paling besar sampai yang paling kecil hampir sama di seluruh area yaitu Al, Zn, Cu, Cd, Cr, Pb; dan tidak teramati pengaruh jarak dari pabrik semen terhadap nilai suseptibilitas maupun konsentrasi setiap jenis logam berat.</jats:p

    Kolaboratif: Kerangka Kerja Konselor Masa Depan

    Full text link
    The successful implementation of guidance and counseling in schools is not only the duty of counselor alone, but further a common task among school personnel (both the principal, teachers, class guardian, administration officials  and other students) and the school environment (parents , communities, and others). This paper presents ideas with regard to the importance of establishing collaborative with other persons to help optimal students development.</p

    KARAKTERISASI SIFAT MAGNET DAN KANDUNGAN MINERAL PASIR BESI SUNGAI BATANG KURANJI PADANG SUMATERA BARAT

    Full text link
    Sifat magnet yang ditentukan pada penelitian ini adalah suseptibilitas magnetik dan kandungan mineral pasir besi. Persentase massa pasir besi yang terdapat di dalam pasir di lokasi penelitian tidak merata dengan nilai berkisar antara 5,01% dan 20,26%. Jumlah ini lebih kecil dibanding persentase rata-rata pasir besi dari daerah pantai Padang. Suseptibilitas magnetik pasir besi pada daerah penelitian berkisar antara 4,921x10-5m3kg-1 dan 56,020x10-5m3kg-1 yang masuk kelompok ferromagnetik, dan nilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan yang diperoleh dari pasir pantai. Dari hasil pengukuran menggunakan x-ray diffractometer diketahui bahwa mineral yang terdapat dalam pasir besi di lokasi penelitian adalah albite (NaAlSi3O8). Selain itu, juga ditemukan mineral lain yai tu magnetite (Fe 3O4 ), quartz (SiO2 ), halloysite (Al2Si2O5(OH)4 2H2O), saponite (CaO2Mg 3(SiAl)4O10(OH)24H2O) dan pyrophyllite (Al2O3 4SiO2 H2O).</jats:p

    PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAHAN CITRA UNTUK PENENTUAN SIFAT FISIS BATUAN

    Full text link
    Interpretasi data geofisika seperti dalam geofisika eksplorasi, pertambangan, teknik, dan geofisika lingkungan membutuhkan pengetahuan tentang sifat fisis batuan. Beberapa sifat fisis batuan dapat diperoleh dengan teknik pengolahan citra digital. Dalam penelitian ini dikembangkan perangkat lunak pengolahan citra digital untuk penentuan sifat fisis batuan. Perangkat lunak pengolahan citra yang dikembangkan dapat digunakan untuk menentukan beberapa sifat fisis batuan seperti karakteristik pori dan rekahan. Karakteristik pori terdiri atas porositas dan dimensi fraktal. Sedangkan karakteristik rekahan terdiri atas distribusi panjang rekahan, densitas dan dimensi fraktal.</jats:p

    UNDERSTANDING OF NON VERBAL BEHAVIOR CLIENTS AND TECHNIQUES IN COUNSELING SESSION

    Full text link
    The practice of counseling by counselor not only need the skills to understand what is expressed by the client, but were further able to understand and have skills in giving meaning to the nonverbal communication, demonstrated by the behavior of a counseling session. During this time many of counselors who focus only on what is revealed by the client and using verbal techniques alone without seeing what goes on inside the client more deeply to understand the communication indicated by nonverbal behavior. The techniques used in the discussion of this article provides the inspiration that counseling is an art, not superficial, not skeptical and just focus on one technique alone, but many of the techniques that can be used to explore client issues. Furthermore, this paper supports the philosophical theory of Gestalt who believe that the client can feel the direct presence in the counseling sessions through the practices of the techniques used, to interpret the expression of various communications made, stationing themselves and find their own meaning.</p

    SK Kepala Labor Fisika 2018 - 2022

    Full text link
    s

    HUBUNGAN POLIMORFISME GEN BACTERICIDAL PERMEABILITY INCREASING PROTEIN rs1341023, rs5743507, GEN TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA rs361525, rs1800629 DENGAN SEPSIS NEONATORUM

    Full text link
    ABSTRAK HUBUNGAN POLIMORFISME GEN BACTERICIDAL PERMEABILITY INCREASING PROTEIN rs1341023, rs5743507, GEN TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA rs361525, rs1800629 DENGAN SEPSIS NEONATORUM Afdal Sepsis neonatorum merupakan masalah dalam bidang kesehatan anak karena insiden yang semakin meningkat setiap tahun dan sering berakhir dengan kematian. Penelitian terkait Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α) dan Bactericidal Permeability Increasing (BPI) dengan sepsis neonatorum menghasilkan hasil yang berbeda-beda. Terdapat hipotesis bahwa faktor genetik (polimorfisme) berperan penting dalam kerentanan terhadap sepsis. BPI merupakan anti-inflamasi yang memiliki aktivitas antimikroba dan anti-infeksi yang spesifik dalam melawan bakteri gram negatif. Di sisi lain, TNF-α merupakan pro-inflamasi yang memiliki peranan dalam meningkatkan apoptosis dan memediasi pelepasan berbagai sitokin. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan polimorfisme gen TNF-α dan BPI dengan sepsis neonatorum. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain crosssectional comparative study. Populasi adalah ektraksi DNA genomik bayi sepsis yang tersimpan sesuai standar penyimpanan material genetik di Laboratorium Biomedik FK UNAND. Bahan penelitian ini merupakan bagian dari penelitian terdahulu oleh Dr. dr. Prambudi dan sebagai kontrol diambil ekstraksi DNA dari bayi non sepsis. Dilakukan pemeriksaan PCR dan sekuensing terhadap 60 sampel DNA yang terdiri atas 30 sampel sepsis neonatorum dan 30 sampel kontrol. Selanjutnya, data berupa tabel mutasi DNA diolah secara statistik dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Dianggap bermakna apabila p<0.05. Dari BPI rs1341023, rs5743507 dan TNF-α rs361525, rs1800629 hanya BPI rs1341023 dan TNF-α rs1800629 yang mengalami mutasi yaitu masing-masing sebanyak 54 dan 12 sampel. Dan hanya TNF-α rs1800629 yang memilki hubungan dengan sepsis neonatorum (p<0,05). Penelitian ini membuktikan bahwa hanya polimorfisme gen TNF-α rs1800629 yang memilki hubungan dengan sepsis neonatorum. Namun tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara polimorfisme gen BPI rs1341023, rs5743507 dan TNF-α rs361525 dengan sepsis neonatorum

    ANALISIS TATA KELOLA PEMBIAYAAN USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN PASAMAN BARAT

    Full text link
    Tata kelola pembiayaan usahatani jagung merupakan hal yang sangat penting diperhatikan dalam optimalisai hasil produksi kegiatan usahatani jagung, dimana dalam melaksanakan usahatani jagung terdapat beberapa pilihan pola sumber pembiayaan diantaranya: pembiayaan mandiri, swasta dan pemerintah. Pembiayaan usahatani jagung yang menjadi pilihan petani harus dikelola dengan baik untuk mencapai hasil produksi yang otpimal sesuai dengan standar teknis. Adapun aspek-aspek dalam tata kelola pembiayaan usahatani jagung, meliputi: memperoleh pembiayaan, memanfaatkan pembiayaan dan mengembalikan pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola tata kelola pembiayaan kegiatan usahatani jagung di Kabupaten Pasaman Barat dan menganalisis masalah-masalah dalam tata kelola pembiayaan usahatani jagung di Kabupaten Pasaman Barat serta menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tata kelola pembiayaan kegiatan usahatani jagung di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan metode pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling) dengan desain survei. Data dikumpukan dengan wawancara mendalam terhadap 8 informan kunci, dan responden dengan kuesioner terhadap 125 sampel. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan pola tata kelola pembiayaan kegiatan usahatani jagung, dan menganalisis masalah-masalah dalam tata kelola pembiayaan usahatani jagung serta analisis kuantitatif untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tata kelola pembiayaan kegiatan usahatani jagung di Kabupaten Pasaman Barat dengan memberi pengkodean (1, 2, 3 dan 4) terhadap semua pernyataan dalam kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 (toga) pola sumber pembiayaan usahatani jagung di Kabupaten Pasaman Barat, antara lain: (1) pola pembiayaan mandiri sebanyak 57.6 %, (2) pola pembiayaan swasta sebanyak 40.0 %, dan (3) pola pembiayaan pemerintah sebanyak 2.4 %. Pemanfaatan pola-pola sumber pembiayaan usahatani jagung oleh petani sama baiknya, namun pola pembiayaan mandiri cenderung lebih banyak diminati oleh petani, sedangkan pola pembiayaan swasta dan pemerintah hanya diminati petani tertentu. Ketiga pola pembiayaan usahatani jagung, baik pola mandiri, swasta dan maupun pemerintah tidak ditemukan permasalahan yang berarti bagi petani dalam usahatani jagung, baik secara personal maupun kemitraan. Adanya hubungan yang kuat antara karakteristik petani dengan sumber pembiayaan, dan hubungan yang kuat antara karakteristik petani dengan kegiatan usahatani pada tahapan kegiatan produksi serta hubungan yang kuat antara sumber pembiayaan dengan tahapan kegiatan usahatani terdapat pada tahapan kegiatan produksi dan pasca produksi. Kata kunci: tata kelola, pola pembiayaan, usahatani jagung, penguatan ekonom

    PERBEDAAN EKSPRESI TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA-1, INTERLEUKIN -2, INTERLEUKIN-6, INTERLEUKIN-8, INTERLEUKIN-18 ANTARA JARINGAN HIPERPLASIA PROSTAT DENGAN KANKER PROSTAT

    Full text link
    Hiperplasia prostat dan kanker prostat merupakan dua jenis kelainan prostat yang paling sering ditemukan pada laki-laki yang berhubungan dengan inflamasi. Hasil penelitian banyak melaporkan bahwa network sitokin inflamasi berperan dalam penyakit prostat. Akan tetapi, penelitian tersebut hanya meneliti satu sitokin pada masing-masing penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis network sitokin inflamasi yaitu : ekspresi TGF-β1, IL-2, IL-6, IL-8 dan IL-18 secara simultan pada jaringan hyperplasia prostat dengan kanker prostat. Penelitian ini bersifat observasional dengan mengevaluasi network sitokin imflamasi secara imunohistokimia dengan menggunakan blok parafin jaringan hyperplasia prostat dan kanker prostat yang tersedia dilaboratorium patologi anatomi fakultas kedokteran Universitas Andalas Padang. Ekspresi sitokin seluler pada epitel dan stroma dikerjakan secara semi kuantitatif menurut imuno reactive score. Hasil penelitian mendapatkan bahwa hanya IL-6 meningkat secara signifikan pada jaringan epitel PCA dibandingkan dengan BPH. Ekspresi interleukin yang lain, IL-2 dan IL-8 sedikit meningkat pada PCA, sementara itu ekspresi IL-18 rendah pada jaringan PCA. Lebih lanjut, tidak ada perbedaan ekspresi pada interleukin diatas pada skor gleason tinggi maupun rendah pada PCA. Ekspresi TGF-β1 tinggi pada stroma jaringan BPH. Sebagai kesimpulan hanya IL-6 yang terekspresi tinggi pada PCA, sementara TGF-β1 terekspresi tinggi pada stroma BPH. Ternyata tidak ada variabel yang berhubungan bermakna dengan indeks gleason. Penelitian ini diharapkan mendapatkan network sitokin inflamasi pada penyakit prostat yang dibutuhkan sebagai biomarker atau target terapi dimasa datang
    corecore