1,721,041 research outputs found
Desain Interior Museum Turkiye Kultur Merkezi dengan konsep Iluminati
2017. Aditya Eka Pratiwi. C0811001. Penelitian ini bersifat kualitatif yang memusatkan pada pendekatan sejarah (approach historical). Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu: bagaimana penerapan gaya interior eklektik yang digunakan sebagai penerapan wujud visual dan diharapkan sesuai dengan fungsi dari Museum TÜRKIYE KÜLTÜR MERKEZI serta bagaimana cara memecahkan sistem display dan sirkulasi sehingga tujuan museum sebagai sarana edukasi, rekreasi, sumber informasi dan pusat kebudayaan Turki dapat tercapai. Tema desain yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan desain interior Museum Türkiye Kültür Merkezi adalah Eklektik, yang dapat dilihat dari gaya interior yang menggunakan perpaduan gereja bizantium dan masjid. Hal ini menunjukkan tentang bentuk perdamaian antar agama di Turki yang seharusnya juga dapat diterapkan di Indonesia. Sumber data pada penelitian ini yaitu informan dan arsip serta dokumen visual, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lokasiyang bias dijadikan referensi dan materi pembanding tentang hal-hal yang berkaitan dengan proyek perencanaan dan perancangan ini serta content analysis yang bersumber dari arsip dan dokumen. Untuk menjamin data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka validitas datanya dilakukan dengan metode Trianggulasi Data. Dari analisis ini dapat disimpulkan bahwa tema yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan desain interior Museum Türkiye Kültür Merkezi adalah Iluminati, yang dapat dilihat dari arsitektur bangunannya, interiornya dan juga furniture didalamnya. Kata Kunci: museum, Türkiye Kültür Merkezi, illuminati, EKLEKTIK, desain interior, turk
TINJAUAN TENTANG PROBLEMATIK NORMATIF UNDANG - UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN SERTA URGENSI KEBERADAAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK ) DI DAERAH
Aditya Eka Dera, E0007063. 2011. TINJAUAN TENTANG PROBLEMATIK NORMATIF UNDANG - UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGANSAKSI DAN KORBAN SERTA URGENSI KEBERADAAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK ) DI DAERAH. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematik normatif Undang
Undang Nomor 13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban serta
untuk mengetahui urgensi keberadaan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (
LPSK ) di daerah kaitannya dalam mengatasi permasalahan perlindungan saksi
dan korban di Indonesia.
Penelitian hukum ini merupakan penelitian hukum normatif bersifat
preskriptif. Jenis bahan hukum mencakup bahan hukum primer, bahan hukum
sekunder, dan bahan nonhukum. Teknik pengumpulan bahan hukum yang
digunakan yaitu studi kepustakaan dan cyber media.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan,
Pertama, ada beberapa problematik normatif yang penulis cermati pada Undang –
Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban.
Kelemahan – kelemahan tersebut terdapat pada pasal demi pasal dalam undang –
undang perlindungan saksi dan korban tersebut. Salah satu contoh kelemahan
tersebut adalah definisi “saksi” pada Pasal 1 ayat (1) kurang memadai dan masih
dibebani oleh konsep KUHAP sehingga menutup kemungkinan perlindungan
terhadap whistleblower, selain itu adanya ketidakjelasan pemberian perlindungan
kepada saksi, terkait dengan bentuk perlindungan yang diberikan oleh undang –
undang perlindungan saksi tersebut. Kedua, Mengenai urgensi Lembaga
Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK ) di daerah dapat lihat dari politik hukum
Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2006 maupun dari dokumentasi fakta
empiris persebaran tindak pidana di seluruh wilayah NKRI. Tidak sedikitnya
kasus yang kandas di tengah jalan oleh karena ketiadaan saksi, merupakan suatu
realita kelemahan dari undang – undang perlindungan saksi dan korban yang
hanya memprioritaskan kedudukan LPSK di daerah ibukota negara saja.
Ketiadaan saksi tersebut disebabkan karena keengganan orang yang mengalami
tindak pidana untuk menjadi saksi. Tidak adanya jaminan perlindungan hukum
yang memadai, ditambah dengan munculnya intimidasi, kriminalitas atau tuntutan
hukum atas kesaksian atau laporan yang diberikan merupakan alasan enggannya
seseorang untuk menjadi saksi. Bertolak dari realita yang demikian, maka
kehadiran LPSK di daerah sangat dibutuhkan
Perancangan Buku Pop Up Tentang Peduli lingkungan Untuk Anak Usia Empat sampai Enam Tahun.
ABSTRAK Saputra, Aditya Eka. 2010. Perancangan Buku Pop Up Tentang Peduli lingkungan Untuk Anak Usia Empat sampai Enam Tahun. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Imam Muhadjir, (II) Moch. Abdul Rahman, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Perancangan, buku pop up, peduli lingkungan, anak Kepedulian terhadap lingkungan merupakan hal yang patut dilakukan setiap orang mengingat bahwa dewasa ini masalah-masalah lingkungan sudah menjadi masalah bagi segala bentuk kehidupan manusia. Mulai dari kerusakan hutan, tercemarnya sungai dan udara, hingga bencana-bencana yang lain dampak dari kerusakan lingkungan telah menjadi masalah utama yang harus segera mungkin diatasi. Berdasarkan keadaan di atas pemerintah maupun elemen-elemen masyarakat telah berupaya untuk melakukan beberapa hal seperti penanaman seribu pohon, dibuatnya pengolahan sampah, namun kebanyakan dari hal-hal tersebut kurang ditindaklanjuti sehingga hanya menjadi kegiatan sehari yang tentu saja kurang menguntungkan. Dari semua masalah di atas hal utama yang menjadi permasalahan adalah, kurangnya kepedulian masyarakat sehingga kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan kurang efektif. Untuk itu perlu dibiasakan untuk peduli terhadap lingkungan sejak dini melalui cerita bergambar agar masalah-masalah lingkungan setidaknya dapat dikurangi. Buku pop up merupakan bentuk cerita bergambar yang masih belum banyak digunakan untuk buku-buku cerita dalam negeri, terutama buku-buku yang bertemakan cinta lingkungan. Buku ini mampu menghadirkan keunikan lewat penyajiannya yang mambu bergerak dan berwujud tiga dimensi. Perancangan ini menggunakan metode prosedural. Ruang lingkup perancangan ini adalah perancangan buku cerita untuk anak tentang peduli lingkungan dalam bentuk buku pop up. Cerita yang diangkat merupakan cerita sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan target audien yaitu anak-anak usia empat sampai enam tahun. Perancangan ini ditujukan untuk menghasilkan sebuah media untuk meningkatkan kepedulian lingkungan anak dalam bentuk pop up yang berjudul “Aku Cinta Lingkungan” dengan sasaran audien berusia empat sampai enam tahun. Selain merancang buku cerita bregambar pop up sebagai media utama, juga dirancang media lain sebagai media pendukung dalam aspek pengkomunikasian produk pada masyarakat. Kesimpulan yang dapat ditarik dalam penelitian ini adalah buku cerita bergambar merupakan media potensial dalam menyampaikan sebuah informasi kepada anak, karena selain mudah dipahami juga menarik perhatian anak. Akan tetapai perlu dilakukan inovasi lain dalam upaya untuk meningkatkan kebiasaan cinta lingkungan sejak dini agar dimasa depan terbentuk generasi baru yang lebih peduli dan menghargai linkungannya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
