1,721,045 research outputs found

    Akhlak pemimpin dalam Hikayat Iskandar Zulkarnain: satu analisis pendekatan adab

    No full text
    Kajian ini membincangkan mengenai akhlak pemimpin dalam Hikayat Iskandar Zulkarnain. Pemimpin yang difokuskan dalam kajian ini adalah Iskandar Zulkarnain yang merupakan seorang penakluk yang hebat. Nama Iskandar Zulkarnain yang disebut dalam al-Quran dan sejarah Islam adalah sama dengan Alexander the Great di Barat. Perbezaan nama itu timbul kerana Raja Iskandar Zulkarnain menguasai empayar yang luas melangkaui dari benua Eropah sampai ke Timur Jauh. Beliau memerintah dua kerajaan dunia iaitu Timur dan Barat. Perbincangan ini melihat keperibadian akhlak yang dimiliki oleh Raja Iskandar Zulkarnain bagi melahirkan insan yang dikenali sebagai insan adabi. Data kajian ini adalah teks Hikayat Iskandar Zulkarnain yang diselenggarakan Khalid M. Hussain (2013). Kajian ini mengaplikasikan pendekatan adab berasaskan model kerangka pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas (2001). Syed Muhammad Naquib Al-Attas menggariskan bahawa antara prinsip adab yang harus ada dalam diri seseorang bagi melahirkan seorang insan adabi ialah amal ihsan. Amal ihsan ialah perbuatan yang saling berhubung dengan prinsip ilmu, kebijaksanaan dan keadilan yang berlaku dalam kehidupan manusia. Apabila prinsip tersebut diamalkan, akan terlahirlah insan yang memiliki akhlak yang mulia serta budi pekerti yang baik seperti yang digambarkan melalui watak Raja Iskandar Zulkarnain. Hal ini menunjukkan bahawa adab, akhlak dan budi saling berkaitan dalam membentuk insan adabi. Selain itu, Hikayat Iskandar Zulkarnain turut menjadi panduan kepada khalayak dalam menjalin hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan sesama manusia (hablumminannas) yang menjelaskan status peranan bagi setiap manusia di dunia sebagai khalifah Allah serta sebagai hamba-Nya. Berdasarkan kepada pendekatan adab, Raja Iskandar Zulkarnain memenuhi kriteria seorang pemimpin yang berakhlak tinggi. Akhlak yang dimiliki Raja Iskandar Zulkarnain melayakkan beliau digelar sebagai insan adabi kerana menepati prinsip-prinsip pendekatan adab yang digariskan

    Deflection of coupled elasticity–electrostatic bimorph PVDF material: theoretical, FEM and experimental verification

    No full text
    Piezoelectric materials have wide applications in the field of mechanical, aerospace and civil engineering because of its voltage dependent actuation. Piezoelectric material goes through voltage generation whenever deflection is induced in it and vice versa. Piezoelectric bimorph beam has been widely used for sensing and actuating. In the actuation mode, an electric field is applied across the beam thickness, one layer contracts while the other expands. This results in the bending of the entire structure and tip deflection. In the sensing mode, the bimorph is used to measure an external load by monitoring the piezoelectric induced electrode voltages. In this research work, a 2D bimorph piezoelectric actuator model having two layers made of polyvinylidene fluoride (PVDF) material was developed to examine the inverse piezoelectric effect. Finite element analysis (FEA) was carried out on specially designed actuator model by using MATLAB Partial Differential Equation (PDE) ToolboxTM. Theoretical analysis has been carried out to measure the tip deflection under applied electric field. The laboratory test was performed to investigate the deformation behavior of piezoelectric actuator. It is observed that, more the electric field applied, more the material would be deformed in a particular direction. The experimental results are in good agreement with numerical results

    PENAFSIRAN MUHAMMAD AHMAD KHALAFALLAH DALAM KITAB AL-FANN AL-QASASI FI AL-QUR’AN AL-KARIM (TELAAH ATAS KISAH NABI ADAM, AHAB AL-KAHF, DAN ZULKARNAIN)

    Full text link
    Kisah-kisah al-Qur‟an bukanlah sembarang kisah, ia tidaklah sama dengan kisah-kisah fiksi lainnya yang bersifat imajinatif (khaya>li>). Ia memiliki tujuan luhur, yakni menyampaikan pesan-pesan al-Qur‟an berupa nilai teologis dan moralitas. Akan tetapi, al-Qur‟an tidak memaparkan secara lengkap kronologis-historis sebuah kisah, karena al-Qur‟an pada dasarnya bukanlah kitab sejarah. Al-Qur‟an menggunakan sejarah purba tersebut hanya sebagai icon terhadap sebuah fenomena tertentu dengan maksud dan tujuan tertentu pula, sehingga starting pointnya dalam memahami kisah-kisah yang terdapat dalam al-Qur‟an bukan dari dimensi historis semata, melainkan juga dilihat dari dimensi agama. Secara garis besar, skripsi ini berupaya untuk mendeskripsikan, menganalisis dan kemudian mengkritisi pemikiran Muhammad Ahmad Khalafallah tentang kisah-kisah dalam al-Qur‟an, terutama tema yang menjadi fokus penelitian, yaitu kisah Nabi Adam, As}h}a>b al-Kahf, dan Zulkarnain yang tertuang dalam karyanya al-Fann al-Qas}as}i> fi> al-Qur’a>n al-Kari>m. Mulai dari pandangannya terhadap fenomena kisah-kisah al-Qur‟an, sampai metode dan pendekatan untuk menganalisis kisah-kisah tersebut. Pengarang secara sederhana mengklasifikasikan narasi kisah-kisah yang ada di dalam al-Qur‟an menjadi tiga macam, yakni: model sejarah, perumpamaan , dan mitos. Dari sinilah ia berusaha menafsirkan kisah Nabi Adam, As}h}a>b al-Kahf, dan Zulkarnain melalui pendekatan sastra, bukan pendekatan sejarah. Adapaun metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah deskriptif; penelitian yang menuturkan, menganalisis, mengklasifikasikan serta meliputi analisis dan interpretasi data. Sedangkan pendekatan historis digunakan untuk melihat kembali latar belakang penulisan kitab, terutama untuk mengetahui konstruksi pemikiran Khalafallah mengenai sikapnya dalam menggunakan kesusastraan dalam menafsirkan kisah-kisah al-Qur‟ān. Berdasarkan penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa Khalafallah menganggap bahwa suatu kisah itu bisa benar-benar terjadi, bisa juga tidak benar-benar terjadi, termasuk sebagian kisah yang ada dalam al-Qur‟an. Berkenaan dengan kisah Nabi Adam dan Iblis, ia menilai bahwa kisah tersebut hanya kisah ilustrasi dalam bingkai deskriptif sastra tentang adanya unsur pertentangan atau permusuhan antara kebenaran (Adam) dan kebatilan (Iblis). Sementara itu hikmah atau rahasia di balik yang didapat dari penyembunyian perihal As}h}a>b al-Kahf agar apa yang disebutkan al-Qur‟an sesuai dengan apa yang dikatakan kaum Yahudi untuk menguji kebenaran ajaran Muhammad. Dan kisah Zulkarnain menurutnya membuktikan deskripsi al-Qur‟an terhadap kisah-kisah sejarah adalah deskripsi sastra. Terlepas dari semua itu, pemikiran Khalafallah ini tentunya mempunyai sisi kelemahan dan kelebihan, sehingga sebagian ulama ada yang berusaha mengkritisinya, seperti Khalil „Abd al-Karim, M. Quraish Shihab, dan al-Sya‟rawi. Bagi mereka, kisah-kisah al-Qur‟an bisa saja dibuktikan faktualitasnya di era modern sekarang, di mana ilmu pengetahuan dan sains telah berkembang pesat, yang bisa membantu membuktikan kebenaran kisah-kisah al-Qur‟an

    OPTIMALISASI POLA ASUH KELUARGA PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) TERHADAP MINAT DAN PRESTASI BELAJAR ANAK

    Full text link
    Skripsi. “Optimalisasi Pola Asuh Keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Anak (Studi Kasus Di Desa Tanggulturus Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung) ini ditulis oleh Muhammad Erwin Zulkarnain, Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, NIM: 12209193043 Tahun 2023 dibimbing oleh Prof. Dr. Hj. Binti Maunah, M. Pd.I Kata Kunci: Optimalisasi, Pola Asuh, Keluarga Pekerja Migran Indonesia, Minat, Prestasi, Anak. Kondisi perekonomian yang belum tentu pasti menyebabkan beberapa masyarakat untuk sulit mendapatkan sebuah pekerjaan, beberapa masyarakat memutuskan untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri untuk mencukupi kebutuhan keluarga di dalam negeri. Namun bukan berarti tanpa sebuah halangan, profesi Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga meninggalkan masalah yang tidak sedikit, salah satu yang paling berdampak ialah anak mereka yang diasuh oleh salah satu orang tua atau harus diasuh oleh keluarga mereka yang ada di dalam negeri. Dalam penelitian ini memiliki cangkupan fokus penelitian sebagai berikut: 1) bagaimana langkah-langkah yang dilakukan oleh keluarga pekerja migran Indonesia untuk mengasuh anak ?, 2) bagaimana kendala yang dihadapi oleh keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) dalam mengasuh anak ?, 3) bagaimana upaya yang dilakukan oleh keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) untuk meningkatkan minat dan prestasi anak? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dengan lokasi penelitian di Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi pasrtisipan dan studi dokumenter yang dilakukan kepada sumber data melalui 3 unsur yaitu: Person, Place, Paper. Adapun hasil penelitian ini bahwa: langkah dalam memposisikan diri keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) dalam mengasuh anak dengan menyadari dan menjunjung tinggi rasa tanggung jawab dalam mengasuh anak, kendala yang dihadapi oleh keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) dalam mengasuh anak yaitu pengunaan gadget pada anak yang cinderung dipakai untuk bermain game dan dapat menurunkan kemampuan fokus atau konsentrasi pada anak dan juga kesibukan keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) seperti pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan, selain itu upaya yang dilakukan keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) untuk menumbuhkan minat dan prestasi anak dengan memberikan pendampingan belajar dirumah, membantu penyelesaian kesulitan belajar atau pemahaman anak, dan juga dengan konsultasi atau komunikasi dengan guru yang mengajar di kelas. Selain itu pemberian apresiasi atau hadiah pada anak dapat menumbuhkan motivasi belajar untuk menumbuhkan minat dan meningkatkan prestasi pada ana

    Determining the chloropyhll content [Chloropyhll A and Chloropyhll B] and mapping of rhizophora apiculata and rhizophora mucronata using landsat 8 imagery data at Selat Pulau Tuba, Langkawi / Muhammad Zulkarnain Royazid

    Full text link
    Mangrove is a one of a kind woody plant network of intertidal drifts in tropical and subtropical throughout the world which experienced the losses due to the intense demand for mangrove trees which greatly benefits human activities. The aims of this study was conducted mainly to study the distribution of Rhizophora apiculata and Rhizophora mucronata species at mangrove area of Selat Pulau Tuba, Langkawi and to measure the total chlorophyll content, chlorophyll-a and chlorophyll-b content in the leaves samples of Rhizophora apiculata and Rhizophora mucronata in laboratory and their relationship with Normalized Diffference Vegetation Index (NDVI) values extracted from Landsat 8 satellite imagery data. ERDAS Imagine 2014 and ArcGIS 10.2 were used to process the satellite imagery data of Landsat 8 which the overall data processes involves preprocessing of the satellite imagery data, layer stack, subset image, optimum index factor (OIF), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), unsupervised classification, supervised classification and accuracy assessment were done. While, the determination of chlorophyll content was determined in the laboratory. The OIF result shows the best three-band combination was 2,3,5 (Blue, Green, NIR). Meanwhile, NDVI Red recorded the wide range of NDVI value at -0.40 to 0.80 to help in distinguishing the vegetation and non-vegetation area compared to NDVI Green. The classification of three main classes of Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata and water bodies was recorded higher using SAM with the overall accuracy resulted at 54.72%. The result of correlation shows most of the analysis have weak positive correlation between chlorophyll a, chlorophyll b and total of chlorophyll with NDVI Green and NDVI Red. However, the regression analysis recorded lower for all since the value recorded in the range of 0.0007 to 0.17. In conclusion, Landsat 8 OLI satellite imagery shows capability in mapping the distribution of the Rhizophora apiculata and Rhizophora mucronata within the study area with the limited spatial resolution of 30 m

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore