1,721,095 research outputs found

    FI ZHILAL AL-QUR’AN: TAFSIR GERAKAN SAYYID QUTHUB

    No full text
    Tafsir Fi Zhilal al-Qur'an adalah karya al-Syahid Sayyid Quthub, seorang pemikir Islam fundamentalis. Tafsir yang juga disebut Zhilal memiliki keunikan tersendiri karena ditulis selama penulisnya menjalani tahanan politik atas tuduhan makar oleh gerakan Ikhwan al-Muslimin. Apakah materi tafsir Zhilal terpengaruh oleh subyektifitas Quthub yang ketika itu dibawah tekanan penguasa Mesir? Pertanyaan inilah yang akan diuji dalam artikel ini melalui pendekatan sosio-politik dengan analisis wacana (content analysis). Berdasarkan metod tersebut ditemukan bahwa Sayyid Quthub adalah sosok yang selain produktif dalam menulis, juga aktif langsung dalam gerakan-gerakan dakwah dan politik. Radikalisme Quthub juga yang menggiringnya keluar masuk penjara hingga akhirnya divonis mati oleh pemerintah Mesir. Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an digolongkan oleh para pakar tafsir ke dalam tafsir bercorak sastra dan sosial (al-adab al-ijtima‘i). Dan ternyata, tafsir yang ditulis oleh Sayyid Quthub begitu kental dengan pengaruhnya sebagai muslim militan dan radikal, serta pengaruh social politik ketika tafsir dituli

    Fi Zhilal Al-Qur’an: Tafsir Gerakan Sayyid Quthub

    No full text
    Tafsir Fi Zhilal al-Qur'an adalah karya al-Syahid Sayyid Quthub, seorang pemikir Islam fundamentalis. Tafsir yang juga disebut Zhilal memiliki keunikan tersendiri karena ditulis selama penulisnya menjalani tahanan politik atas tuduhan makar oleh gerakan Ikhwan al-Muslimin. Apakah materi tafsir Zhilal terpengaruh oleh subyektifitas Quthub yang ketika itu dibawah tekanan penguasa Mesir? Pertanyaan inilah yang akan diuji dalam artikel ini melalui pendekatan sosio-politik dengan analisis wacana (content analysis). Berdasarkan metod tersebut ditemukan bahwa Sayyid Quthub adalah sosok yang selain produktif dalam menulis, juga aktif langsung dalam gerakan-gerakan dakwah dan politik. Radikalisme Quthub juga yang menggiringnya keluar masuk penjara hingga akhirnya divonis mati oleh pemerintah Mesir. Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an digolongkan oleh para pakar tafsir ke dalam tafsir bercorak sastra dan sosial (al-adab al-ijtima‘i). Dan ternyata, tafsir yang ditulis oleh Sayyid Quthub begitu kental dengan pengaruhnya sebagai muslim militan dan radikal, serta pengaruh social politik ketika tafsir dituli

    KRITIK SAYYID QUTHB TERHADAP ATEISME DALAM TAFSIR FI ZHILAL AL-QUR’AN

    No full text
    Permasalahan pokok yang dijawab ialah: pertama, bagaimana paham ateisme dipahami oleh Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an? Kedua, bagaimana kritik Sayyid Quthb atas ateisme dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an? Alasan peneliti memilih Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an karena pertama, tafsir ini adalah sebuah produk penafsiran yang muncul dengan mengedepankan dan menonjolkan Islam sebagai sebuah pandangan hidup dan ideologi yang melandasai jalannya kehidupan secara menyeluruh. Kedua, ideologi ateisme adalah oposisi biner dari ideologi apa yang ditawarkan oleh Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an. Peneliti menggunakan metode deskriptif analitis atas pandangan Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an untuk mengungkap kritik-kritiknya atas ateisme. selain itu, untuk mengungkap ateisme ala Sayyid Qutb dalam tafsirnya, penulis memetakan komentar topik-topik utama ateisme dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an. Penelitian ini mendapatkan dua temuan penting. Pertama, Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an menawarkan pandangan mengenai ateisme sebagai lawan oposisi biner utama dari ideologi Islam. Ateisme yang sama sekali memisahkan bahkan meniadakan fenomena keagamaan dari kehidupan manusia. Kritik Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an atas ketiadaan entitas Tuhan dalam kehidupan berkonsekuensi sistemik terhadap pandangannya mengenai konsep-konsep lain dalam ateisme. ungakapan ketiadaan dan kematian Tuhan yang dipandang menjadi basis bagi kemanjuan peradaban manusia dalam ateisme dipandang sebaliknya; justru sebagai kemerosotan atas nilai-nilai kemanusiaan oleh Sayyid Quthb. Konsekuensinya adalah, elemen-elemen lain dalam ateisme seperti materialisme, humanisme, naturalisme sains pada akhirnya pun tidak luput dari kritik Sayyid Qutb. Kedua, kritik Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an adalah sebuah kritik yang parsial; ia adalah kritik atas salah satu pendapat dalam ateisme sendiri. Ketiadaan Tuhan ala Nietzche dipahami berbeda oleh Sayyid Quthb. Tanpa melihat latar kemunculan wacana Ketiadaan Tuhan dalam masyarakat Eropa saat itu, kritik Sayyid Quthb pada akhirnya adalah kritik yang tidak bisa dinilai tepat. Selain itu, kritiknya atas naturalisme sains dalam ateisme berdampak pada penafsiran ayat-ayat kauniyah yang apologistik; pencarian pembenaran fenomena semesta dalam ayat-ayat Al-Qur’an

    CORAK JIHAD DALAM TAFSIR FI ZHILAL AL-QUR’AN

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang “Corak Jihad dalam tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an” penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya isu jihad yang tidak baik dimata masyarakat awam yang mana mereka memaknai jihad sebagai perang, bunuh membunuh dan juga kasus bom bunuh diri. Padahal makna jihad yang dijelaskan dalam Al-Qur’an ada tata cara dan tahapannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penafsiran ayat-ayat jihad dalam tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an dan bagaimana corak jihad dalam tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an. Penelitian ini bersifat perpustakaan (Library Research), bersifat kualitatif yang bersumber dari al-Qur’an, kitab tafsir dan buku-buku yang berkaitan dengan kajian yang diteliti. Dan metodologi dalam penelitian ini adalah maudhu’i. Maudhu’i yaitu suatu metode dalam penafsiran ayat-ayat al-Qur’an dengan cara menghimpun ayat-ayat yang mempunyai makna, topik dan tujuan yang sama yang susunan dan tempatnya tersebar di beberapa surat dan ayat dalam al-Qur’an. Teknik pengambilan data penulis menganalisis nya dengan menggunakan Content Analysis (analisis isi). Hasil dari penelitian ini pertama, menurut Sayyid Quthb jihad bukan hanya tentang berperang melawan kaum kafir, tetapi juga tentang melawan hawa nafsu, dan juga memegang prinsip sebagai Muslim sejati. Kedua corak jihad dalam tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an yaitu pada QS. Al-Baqarah Ayat 218 menyeru umat Islam untuk jihad dan mujahadah, QS. Al-anfal ayat 72 menyeru umat Islam untuk melakukan jihad dan mujahadah, QS. At-Taubah ayat 79 menyeru umat Islam untuk lebih mementingkan pembahasan da’wah, jihad dan antisipasi, QS. Al-Furqan ayat 52 menyeru umat Islam untuk melakukan da’wah dan pergerakan, sedangkan pada QS. At-Tahrim ayat 9 menyeru umat Islam untuk melakukakan da’wah dan pergerakan

    KONSEP PERANG DALAM AL QURAN ( Prespektif Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilal al-Quran

    No full text
    Tesis ini mengkaji konsep perang dalam al-Qura’an yang digagas oleh Sayyid Quthb, pemikir dan tokoh pergerakan Islam asal Mesir yang sangat terkenal, baik kalangan Dunia Islam maupun Dunia Barat. Sayyid Quthb senagaja dipilih karena ia dipandang sebagai salah seorang tokoh dan arsitek politik al-Ikhwan al-Muslimin di Mesir. Ia biasa disebut sebagai pejuang dakwah Islam (mujahid da’wah ), atau tokoh yang secara formal disebut sebagai pemikir dan da’I (rijal al-fikr wa al-da’wah ).Pemikiran Sayyid Quthb mempengaruhi banyak kalangan cendekiawan Islam. Karya-karyanya memperoleh audensi besar dari masyarakat Islam dunia. Beberapa karya pentingnya telah disalin ke dalam berbagai Bahasa, termasuk ke dalam bahasa Indonesia. Kitab Ma’alim fi al-Thariq, yang pernah menggemparkan banyak kalangan du dunia Islam, dan Fi Zhilal al-Qur’an, tafsir al-Qur’an yang merupakan karya terbesar Sayyid Quthb, cukup popular dan berpengaruh di kalangan masyrakat Muslim dunia, termasuk Indinesia dalam segala aspeknya. Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an sendiri merupakan hasil dari dinamika akademis, politik, dan social. Ia tidak semata-mata rekreasi intelektual dalam mendekati Al-Qur’an dari prespektif ilmu pengetahuan. Namun juga menggunakan pendekatan atas dasar pengalaman hidup sang penulis. Tidak mengherankan kalau kitab tafsir ini berpengaruh besar terhadap umat Islam di seluruh dunia, terutama mereka yang aktif dalam gerakan dakwah.Bertolak dari uraian di atas, maka penulis mengkhususkan mengangkat bidang haraki dari pemikiran Sayyid Quthb dalam sebuah karya ilmiah dengan judul “Konsep Perang Dalam Al-Qur’an (Prespektif Sayyid Quthb Dalam Tafsir Fi Zhilal Al- Qur’an ).”Tema pokok gagasan konsep perang menurut Sayyid Quthb yang tertuang dalam tafsir Fi Zhilal al-Qur’an adalah: pertama, harakah difa’ ‘anil insan; kedua, dar harb; ketiga, perintah perang kepada individu dan masyarakat; keempat, etika perang; kelima, menang atau mati syahid, dan keenam, manhaj haraki.Metode yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah dengan menggunakan metode library research (metode pustaka ) yaitu dengan mencari data-data dari berbagai literature dan sumber yang ada kaitannya dengan masalah di atas. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teknik analisis, yaitu dengan menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan konsep perang untuk kemudian dianalisis bagaimana konsep perang dalam al-qur’an menurut Sayyid Quthb. Sumber primer sebagai data pokok dalam penelitian ini adalah tafsir Fi Zhilal al-Qur’an karya Sayyid Quthb dan karyakarya keislamannya yang lain, di antaranya adalah : Ma’alim Fi al-Thariq dan Ayatayat Pilihan Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an

    IBADAH DAN IMPLIKASINYA PADA ETOS KERJA (Studi Tafsir Fiy Zhilal al-Qur'an)

    No full text
    Skripsi ini berjudul “Ibadah Dan Implikasinya Pada Etos Kerja Dalam Perspektif Al-qur’an (Studi Tafsir Fiy Zhilal Al-qur’an).” Dalam al-qur‟an telah ditegaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah. Menurut Sayyid Qutbh dalam Tafsir Fiy Zhilal al-qur‟an, bahwa ibadah merupakan al-wadhifah al-ilahiyah, tugas yang diembankan Allah kepada manusia. Jadi, manusia yang menjalankan ibadah, maka ia telah memfungsikan hakikat penciptaannya. Sebaliknya, manusia yang melalaikan ibadah, berarti ia telah mendisfungsikan hakikat penciptaannya. Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis merumuskan beberapa masalah diantaranya: Bagaimana minsdet dan motivasi beramal ibadah pribadi muslim menurut Sayyid Qutbh dalam Tafsir Fiy Zhilal al-qur‟an dan bagaimana implikasi mindset dan motivasi beramal ibadah terhadap etos kerja pribadi Muslim menurut Sayyid Qutbh dalam Tafsir Fiy Zhilal al-qur‟an. Untuk mengetahui mindset dan motivasi beramal ibadah pribadi muslim dan implikasi mindset dan motivasi beramal ibadah terhadap etos kerja pribadi muslim. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian pustaka (Library research), menggunakan metode kualitatif, metode tafsir yang digunakan metode maudhu‟i. Adapun hasil penelitian yang penulis lakukan, terdapat beberapa kesimpulan diantaranya : menurut Sayyid Qutbh dalam Tafsir Fiy Zhilal al-qur‟an, ada lima macam tingkatan mindset dan motivasi setiap individu muslim dalam beribadah (1) ibadah al-mukhorin yaitu ibadah dengan keterpaksaan (2) ibadah al-ummal yaitu ibadah ada maksud tertentu, seperti upah atau balasan dunia (3) ibadah al-tujjar yaitu ibadah para pedagang yang selalu berpikir untung dan rugi (4) ibadah al-muthi‟in yaitu ibadah lebih bagus dari tiga tingkat sebelumnya (5) ibadah al-mutaladzidzin yaitu ibadah karena wujud rasa syukur dan kecintaanya pada Allah. Ibadah yang dilakukan setiap harinya akan berpengaruh terhadap perilakunya dalam bekerja atau etos kerjanya sebagai buah dari amal yang dilakukannya. Implikasi terhadap etos kerja pribadinya akan terlihat pada nilai-nilai memiliki visi dan misi yang jelas dan terarah, terhindar dari perbuatan keji dan munkar, disiplin, fokusing, dan kepedulian sosial. Kata Kunci : Ibadah, Implikasi dan Etos Kerja

    PENAFSIRAN KATA JAHILIAH MENURUT SAYYID QUTHB DALAM TAFSIR FI ZHILAL AL-QUR’AN

    No full text
    Skripsi ini berjudul Penafsiran Kata Jahiliah Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an bertujuan untuk mengembangkan keilmuan yang lebih komprehensif mengenai makna dan kandungan dari lafazh jahiliah yang terdapat dalam al-Qur’an dengan mengkaji dan mengungkap makna dari kata tersebut. Menjadi permasalahan dalam penelitian ini bertujuan untukmenggali dan menemukan pandangan al-Qur’an tentang jahiliah menurut Sayyid Quthb sehingga dapat diketahui bagaimana, menurutnya, dan menurut al-Qur’an berbicara tentang jahiliah. Kata jahiliah berasal dari kata jahil, kata jahil disebutkan dalam kitab Mu’jam al-Mufahras li al-Fadzh al-Qur’an al-Karim, karya Muhammad Fuad bin Abdul Baqi’, menyebutkan kata jahil sebanyak 24 kali dalam 17 surat. Manakala 4 ayat daripada 24 ayat itu berbentuk kata jahiliah dan terdapat di dalam empat surat, yaituQS. Ali-‘Imran (3) ayat154, QS. al-Maidah(5) ayat50, QS. al-Ahzab (33) ayat 33, dan QS. Al-Fath (48) ayat26. Maka untuk mengungkapkan masalah ini, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode maudhu’i atau tematik. Karena penelitian ini termasuk dalam penelitian perpustakaan (Library Research), yang merujuk kepada literatur buku, maka penulis menggunakan kitab tafsir Sayyid Quthb ( Fi Zhilal al-Qur’an)sebagai rujukan utama dan tafsir lainnya serta buku-buku yang berkaitan dengan kata jahiliah. Sementara yang lainnya menggunakan kitab-kitab hadits, dan buku yang berkaitan dengan kata jahiliah dan sejarah. Berdasarkan penelitian yang telah penulis mendapati kata jahiliahdi dalam Tafsir Fi Zhilal al-qur’an mempunyai makna yang berbeda-beda diantaranya hukum, zhann, tabarruj dan hamiyyah. Kesemua makna tersebut sesuai dengan maksud dan kondisi ayat

    ANALISIS PENGGUNAAN HADITS DHA’IF DALAM SURAH AL-BAQARAH (KAJIAN TAFSIR FI ZHILAL AL-QURAN)

    No full text
    ABSTRAK Nurmala(2022): Analisis Penggunaan Hadits Dhaif Dalam Surah Al-Baqarah (kajian Tafsir Fi Zhilal Al-Quran) Penafsiran ayat-ayat al-Quran dengan hadits Nabi saw merupakan metode penafsiran yang populer dikalangan para mufassir, di antaranya tafsir Karya Sayyid Qutb yang berjudul “Fi Zhilal Al-Quran”. Berdasarkan penelitian penulis, terdapat 639 hadits yang dinukil oleh Sayyid Qutb dengan kualitas hadits yang berbeda-beda, yaitu shahih, hasan dan dha’if. Hadits-hadits tersebut menjadi objek penelitian penulis mengingat kitab tafsir Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an yang disebut dengan “tafsir pergerakan” merupakan salah satu kitab tafsir populer dan menjadi rujukan penting dalam pergerakan dakwah di Indonesia. Penulis meneliti hadits-hadits yang dibatasi dalam surah al-Baqarah sebanyak sembilan hadits berkualitas dha’if. Hal tersebut untuk mengetahui bagaimana pandangan ulama dalam mengamalkan hadits dha’if dan alasan Sayyid Quthb mengutip hadits-hadits tersebut dalam kitab tafsirnya. Penelitian ini dikategorikan ke dalam motode penelitian kepustakaan (library research), karena objek material penelitian ini menggunakan bahan-bahan tulis kepustakaan seperti kitab hadits dan buku-buku kategori ulumul hadits. Penelitian ini menggunakan metode takhrij, yaitu menunjukan atau mengemukakan letak asal hadits pada sumber yang asli, yakni berbagai kitab yang didalamnya dikemukakan hadits itu secara lengkap dengan sanadnya masing-masing. Studi analisis penggunaan hadits dhaif dalam surah al-baqarah (kajian Tafsir Fi Zhilal Al-Quran) menghasilkan beberapa kesimpulan; Pertama, terdapat 9 hadits hadits dha’if yang diteliti pada surah al-Baqarah, 2 hadits mudhtharib, 2 hadits majhul, satu hadits mudallas yang naik derajatnya menjadi hasan, 1 hadits munqathi’, 1 hadits mursal, 1 hadits bathil, dan satu hadits dha’if yang naik derajatnya menjadi hadits hasan shahih. kedua, Sayyid Quthb mengutip hadist dha’if di dalam kitab tafsirnya hanya sebagai dalil pendukung bukan dalil utama

    PENGARUH BAHAN BAKU DAN TENAGA KERJA TERHADAP TINGKAT PRODUKSI USAHA RUMAHAN TENUN KUBANG DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH

    No full text
    ABSTRAK Hidayatuz Zhilal (2025): Pegaruh Bahan Baku Dan Tenaga Kerja Terhadap Tinggkat Produksi Usaha Rumahan Tenun Kubang di Kabupaten Lima Puluh Kota Perspektif Ekonomi Syariah Penelitian ini di latar belakangi terjadinya fluktuasi produksi kain tenun di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam produksinya memerlukan faktor bahan baku dan tenaga kerja agar produksinya semakin meningkat. Berdasarkan data pada Tenun Kubang H. Ridwan BY tahun 2020-2024 menunjukan terjadinya fluktuasi hasil produksi. Variasi dalam pengunaan bahan baku, jumlah tenaga kerja, serta hasil produksi yang berbeda-beda setiap kuartalnya mendorong penulis untuk meneliti lebih lanjut. Penelitian lapangan ini mengunakan metode kuantitatif, yang berlokasi pada Tenun Kubang H. Ridwan BY di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Populasi di dalam penelitian ini 1 orang pemilik usaha dan 30 orang tenaga kerja dengan sampel mengunakan teknik sampel total sampling. Metode pengumpulan data yaitu obeservasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi IBM SPSS STATISTIC 26. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertama, pengaruh bahan baku terhadap tingkat produksi dengan mengunakan uji t di peroleh nilai thitung sebesar – 2,113 ttabel 2,052 dengan tingkat nilai signifikan 0,002 ftabel 3,34 dengan nilai Adjuster R Square sebesar 0,277 atau bernilai 27,7% dan 72,3% di pengaruhi oleh variabel lain. Tinjauan dari ekonomi syariah tenun Kubang sudah sesuai dengan perspektif syariat islam. Mulai dari bahan baku yang halal, bebas dari najis dan tidak melibatkan bahan yang di haramkan, hingga aspek tenaga kerja yang adil dan transparan dalam pengupahan dan konsep produksi yang tidak hanya mengejar keuntungan materi tetapi juga mengkedepankan tanggung jawab dan spiritual, maka tenun Kubang telah menerapkan menerapkan perspektif ekonomi syariah dalam aspek usahanya. Kata Kunci: Bahan Baku, Tenaga Kerja, Tingkat Produksi

    Tabarruj: Perspektif Sayyid Quthb dalam Kitab Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an

    No full text
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi tabarruj perspektif Sayyid Quthb dalam Kitab Tafsir fi Zhilal al-Qur’an dapat berupa, a) melemahnya keimanan dan ketaatan kepada Allah swt., b) pengaruh destruktif dari lingkungan sosial yang merusak, c) serta memudarnya sisi kemanusiaan manusia yang fitrah. Eksistensi tabarruj perspektif Sayyid Quthb dalam Kitab Tafsir fi Zhilal al-Qur’an,dapat berupa, a) perempuan yang keluar rumah tanpa alasan yang bersifat darurat, b) perempuan yang bercampur dengan laki-laki dalam ruang interaksi sosial tanpa batas, c) perempuan yang berperilaku genit yang mengundang perhatian laki-laki, d) perempuan yang berpakaian dengan memperlihatkan aurat, e) serta perempuan yang memakai perhiasan ataupun wewangian yang menggoda laki-laki. Dampak tabarruj perspektif Sayyid Quthb dalam Kitab Tafsir fi Zhilal al-Qur’an dapat berupa, a) merebaknya penyakit sosial bermasyarakat dengan menjadikan perempuan sebagai obyek nafsu syahwat, b) harkat dan martabat perempuan semakin terpasung dalam fatamorgana duniawi yang profan, hedonis, serta pragmatis, c) serta semakin meredupnya keberkahan dan hidayah Allah swt. dalam kehidupan manusia. Implikasi penelitian adalah bahwa tabarruj merupakan suatu fenomena yang banyak mewujud dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dewasa ini. Perempuan yang selama ini banyak diposisikan sebagai pelaku utama dari tabarruj tidak selamanya harus diposisikan sebagai aktor satu-satunya dari berbagai sikap, tindakan, perilaku, dan semacamnya yang masuk dalam kategori tabarruj apabila dilihat fenomena kekinian maka laki-laki juga dapat menjadi aktor dari berbagai sikap, tindakan, perilaku, dan semacamnya yang masuk dalam kategori tabarruj. Novelty dari penelitian ini adalah tersingkapnya suatu diskursus gender dalam memahami wujud tabarruj tersebut yang tidak boleh hanya identik dengan perempuan tapi juga laki-laki. Transformasi pemahaman teks al-Qur’an dalam bentuk penafsiran yang responsif gender sangat diperlukan dalam membangun dialektika konstruktif antara teks dan konteks yang bersifat konstruktif. Pemahaman ayat-ayat al-Qur’an yang telah dikemukakan Sayyid Quthb dalam Kitab Tafsir fi Zhilal al-Qur’an telah melahirkan suatu penafsiran yang sangat responsif terhadap fenomenan kehidupan manusia dalam masa modern
    corecore