83 research outputs found

    ANALISIS TERHADAP SISTEM PEMBAGIAN HARTA WARISAN(Studi Komparasi antara Sistem Hukum Kewarisan Islam dengan Sistem Hukum Kewarisan Adat,

    No full text
    ABSTRAKMuhammad Asykur Muchtar, Nomor Induk Mahasiswa 0090.02.41.2014, dengan judul Analisis Terhadap Sistem Pembagian Harta Warisan (Studi Komparasi Antara Sistem Hukum Kewarisan Islam dengan Sistem Hukum kewarisan Adat, dan Perdata), dibimbing oleh Dr. Satri Hasyim,SH.,MH dan Dr. Zainuddin, S.Ag.,SH.,MH.Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan antara sistem hukum kewarisan Islam, Adat dan perdata serta faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pembagian harta warisan apakah terdapat banyak perbedaan antara ketiganya.Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian hukum normatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data melalui buku-buku yang relevan dengan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum kewarisan Islam, Adat dan Perdata memiliki beberapa perbedaan yaitu bagian yang didapatkan para ahli waris berbeda satu sama lain.salah satu contoh yaitu pembagian harta warisan menurut hukum Islam, bagian ahli waris laki-laki dua bagian dari bagian ahli waris perempuan dimana dalam hukum kewarisan Adat bagian ahli waris seimbang atau sama rata antara ahli waris laki-laki maupun ahli waris perempuan.Agar pembagian harta waris dapat adil dan tidak menimbulkan kericuhan ditengah masyarakat, diperlukan keseragaman hukum dalam pembagian harta warisan, baik menggunakan hukum Islam, Adat maupun Perdata tergantung dari kesepakatan masyarakat disuatu wilayah selama tidak bertentangan dengan adat istiadat dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat

    Pengaruh Enceng Gondok Dan Kapur Terhadap Unit Pengolahan Air Gambut

    No full text
    Dalam upaya penyediaan air bersih dan sehat bagi masyarakat pedesaan yang mana kualitas air tanahnya buruk serta belum mendapatkan pelayanan air minum dari PAM, penggunaan sumur didaerah bergambut atau daerah rawa umumnya dangkal dengan air berwarna coklat, berkadar asam humus, za t organik dan besi yang tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya pengolahan air gambut, agar air didaerah gambut atau rawa dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian pembuatan alat pengolah air gambut yang murah, mudah pengerjaannya serta hasil olahan yang memenuhi mutu air minum.Penentuan pengaruh komposisi kapur sebagai adsorben tambahan pada proses filtrasi menggunakan koral dan pasir kuarsa, dimana pada tahapan ini dibuat unit pengolahan air gambut tetapi menurut panjang pipa paralon dibuat lebih panjang 30 cm. Komposisi adsorben yang dipakai pada tahap ini adalah variasi kapurnya adalah 10cm, 20cm dan 30cm. Komposisi adsorben di atas yang menghasilkan kadar besi dan magnesium terendah, dilakukan penelitian lebih lanjut yaitu menentukan pengaruh penambahan kapur terhadap pH (Derajat keasaman) air gambut hasil olahan. Komposisi tanah gambut+ kapur adalah 250+10 ; 250+20 dfan 250+30. Air gambut hasil olahan unit pengolahan air dengan masing-masing komposisi di atas dianalisis kandungan besinya menggunakan metode SSA (Spektrometri Serapan Atom) serta diukur pH n yaDari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan kapur sebagai bahan tambah pada unit pengolahan air gambut, mampu menaikkan kadar pH pada air baku. Dari 16 (enam belas) sampel yang diuji, Sampel yang masuk ke dalam kriteria Permenkes RI No.492 tahun 2010 adalah sampel sebelas, duabelas, tigabelas, empatbelas dengan nilai 6,5 s/d 7,46. Enceng Gondok sebagai adsorben dan pengisi bahan di dalam tabung, berhasil mengurangi kandungan kadar besi dan mampu mengurangi tingkat kekeruhan pada air baku. Penggunaan Tanah gambut, kapur , pasir kuarsa dan Enceng mampu mengurangi kandungan zat organik pada air baku. Susunan saringan yang terbaik untuk air baku di desa Tanjung Barangan dengan kondisi awal air baku (pH 3.5, kandungan kadar besi 1.21 mg/l, kekeruhan 26,12 mg/l dan zat organik 14,32 mg/l) adalah sampel ketigabelas dengan komposisi Tanah gambut sebagai koagulan sebanyak 250 gram, penambahan kapur sebanyak 30 gram, Enceng setinggi 20 cm, dan Pasir kuarsa setinggi 60 cm

    Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song “Tablo Kasmaran” By Eutik Muchtar

    No full text
    TThis study aims to explore the deep meaning of the lyrics of the song “Tablo Kasmaran” by Eutik Muchtar, which is popular in Kliningan and Wayang Golek arts. Using a qualitative approach, this study utilizes Riffaterre's semiotic theory to explore the layers of meaning contained in the lyrics. The song “Tablo Kasmaran” is known for its outstanding musicality and evocative lyrics, making it an interesting object of research. Through this analysis, the author uncovers a hidden message, the song conveys a feeling of the heart that reminds one of waiting in solitude, of the emptiness that can only be filled by the one who is missed. Each stanza takes us on a deep emotional journey from longing, heartache, to the point of accepting that a loved one may not return. The findings of this research are expected to provide a deeper insight into the meaning and cultural values in Sundanese music, as well as a contribution to the study of local music semiotics.This study aims to explore the deep meaning of the lyrics of the song “Tablo Kasmaran” by Eutik Muchtar, which is popular in Kliningan and Wayang Golek arts. Using a qualitative approach, this study utilizes Riffaterre's semiotic theory to explore the layers of meaning contained in the lyrics. The song “Tablo Kasmaran” is known for its outstanding musicality and evocative lyrics, making it an interesting object of research. Through this analysis, the author uncovers a hidden message, the song conveys a feeling of the heart that reminds one of waiting in solitude, of the emptiness that can only be filled by the one who is missed. Each stanza takes us on a deep emotional journey from longing, heartache, to the point of accepting that a loved one may not return. The findings of this research are expected to provide a deeper insight into the meaning and cultural values in Sundanese music, as well as a contribution to the study of local music semiotics

    PENGARUH DIAMETER PIPA KELUAR DAN DIMENSI BAK PENAMPUNG PADA ALIRAN AIR SISTEM VACUM

    No full text
    Vakum merupakan suatu kondisi dari udara / gas sekitar lingkungan tertentu dimana tekanan udara dibawah tekanan atmosfir,  dimana proses sistem vakum pengambilan sumber air dari permukaan yang rendah ke tempat yang lebih tinggi dapat memberikan alternatif yang lebih efisien kepada masyarakat. Penelitian ini mempelajari pengaruh diameter pipa keluar dan dimensi bak penampung pada sistem vacum. Pembuatan sistem vacum  dilakukan pada beberapa variasi yaitu variasi diameter pipa keluar dengan ukuran ½â€, ¾â€, dan 1â€.  Dan variasi dimensi bak penampung dengan volume 30/40 cm, 36/40 cm, 50/80 cm, 80/120 cm, 100/120 cm,dan 120/120 cm. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa diameter pipa keluar harus sama atau lebih kecil dari diameter pipa masuk agar debit yang dialirkan akan terus-menerus. Semakin besar diameter pipa keluar, semakin kecil debit air yang dihasilkan. Leher angsa berfungsi untuk mencegah udara dari luar tidak masuk ke dalam tabung yang dapat menyebabkan kekosongan di dalam tabung. Untuk mengalirkan air pada beda tinggi 2 m, maka ukuran bak penampung adalah 120/120cm, dengan pipa masuk ½â€; pipa keluar ½â€

    KAJIAN PENGENDALIAN BANJIR DI KECAMATAN ILIR TIMUR I PALEMBANG

    No full text
    Kota Palembang terletak 100 km dari muara Sungai Musi dan Kota Palembang sangat dominan dipengaruhi oleh pasang surut. Banyak daerah di Palembang dimana tinggi elevasinya berada di bawah elevasi rata-rata muka air laut, sehingga di musim hujan banyak daerah tersebut yang menjadi rawan banjir. Ini diakibatkan oleh pengaruh pasang surut di Sungai Musi. Sebagian besar kawasan di Palembang adalah di daerah depresi, sehingga tanpa sistem drainase yang tepat kawasan yang dikontrol mengalami genangan air yang disebabkan oleh curah hujan.Palembang merupakan kota pariwisata yang memiliki program untuk meningkatkan kinerja sebagai kota aman dan menarik. Sebuah kota tepi pantai yang indah untuk dikunjungi. Oleh karena itu perlu sistem drainase yang terrencana dan terintegrasi agar tidak terjadi banjir ataupun genangan. Maka dari itu diperlukan sistem pengendalian banjir di Kota Palembang dan dalam kajian kami terutama di Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang.Berdasarkan hasil kajian bahwa pengendalian banjir di Kecamatan Ilir Timur I Palembang ini dapat menggunakan sistem drainase. Metode yang dipakai dalam menentukan curah hujan maksimum dengan kala ulang 10 tahun untuk wilayah kecamatan Ilir Timur I adalah Metode Gumbel dan diperoleh R=167,1 mm. Berdasarkan  Metode  Mononobe  didapat  nilai  intensitas  curah  hujan  maksimum  di  titik  7-8    yaitu I = 590,3650 mm/jam. Debit air total yang terjadi diwilayah tersebut adalah 230,288 m3/det dengan panjang saluran 23833,54 m

    Translation Techniques of Cultural Elements in Anak Na Dangol Ni Andung: A Mandailing Folklore

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menemukan teknik penerjemahan yang diaplikasikan penerjemah dalam menerjemahkan teks folklor Mandailing Anak Na Dangol Ni Andung dalam bahasa Inggris, (2) menjelaskan bagaimana kualitas terjemahan dalam menerjemahkan teks Anak Na Dangol Ni Andung dalam bahasa Inggris, dan (3) mengelaborasi mengapa teknik penerjemahan tersebut digunakan untuk menerjemahkan teks tersebut. Penelitian ini berorientasi pada analisis terjemahan menggunakan teori Newmark (1988) untuk menganalisis teknik terjemahan dan untuk mengetahui bagaimana teknik penerjemahan yang digunakan terhadap kualitas terjemahan penulis menggunakan parameter yang diterapkan oleh Nababan (2012). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk mengkaji data yang berasal dari sumber data dokumen, maupun dari informan kunci. Temuan penelitian yang diterapkan dalam menerjemahkan teks Anak Na Dangol Ni Andung dalam bahasa Inggris adalah sebagai berikut: Pertama, di dalam penelitian ini teridentifikasi bahwa tiga batasan penelitian yang dianalisis: istilah budaya, perumpamaan dan idiom memiliki empat teknik penerjemahan yaitu teknik penerjemahan tunggal, teknik kuplet, teknik triplet dan teknik kwartet. Istilah budaya sebagai batasan penelitian yang pertama memiliki 7 varian teknik penerjemahan, penerjemahan harfiah sebanyak 16 data, peminjaman murni sebanyak 11 data, penambahan sebanyak 5 data, deskripsi sebanyak 3 data, pengurangan sebanyak 2 data, teknik amplifikasi dan substitusi masing – masing sebanyak 1 data. Perumpamaan sebagai batasan penelitian yang kedua memiliki 10 varian teknik penerjemahan, teknik penerjemahan harfiah sebanyak 25 data, modulasi sebanyak 21 data, peminjaman murni dan transposisi masing – masing sebanyak 12 data, penambahan sebanyak 7 data, pengurangan sebanyak 6 data, amplifikasi dan komposisi masing – masing sebanyak 2 data, deskripsi dan fonologis masing – masing 1 data. Idiom sebagai batasan penelitian yang ketiga memiliki 7 varian teknik penerjemahan, teknik penerjemahan modulasi sebanyak 14 data, penerjemahan harfiah dan transposisi masing – masing sebanyak 7 data, penambahan sebanyak 6 data, peminjaman murni sebanyak 3 data, pengurangan sebanyak 2 data dan deskripsi sebanyak 1 data. Kedua, dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa dalam menerjemahkan teks Anak Na Dangol Ni Andung dalam bahasa Inggris ditemukan dua teknik penerjemahan yaitu teknik tunggal 15,5%, dan teknik ganda 84,5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 48,5% data merupakan terjemahan yang akurat dan 51,5% terjemahan yang kurang akurat. Sementara itu, 64,1% berterima dan 35,9% kurang berterima. Dari aspek keterbacaannya, 68% mempunyai tingkat keterbacaan tinggi dan 32% tingkat keterbacaan sedang. Dari 103 data sumber yang dianalisis, teridentifikasi bahwa kualitas terjemahan merupakan terjemahan yang akurat, berterima dan mempunyai tingkat keterbacaan tinggi. Ketiga, alasan teknik penerjemahan digunakan dengan cara teknik tersebut. Pertama, penerjemah adalah mahasiswa S2 memiliki keterbatasan pengetahuan khususnya dalam materi penerjemahan. Mahasiswa yang masih belajar khususnya belajar terjemahan seharusnya memiliki pengaruh terhadap kualitas terjemahan dimana penerjemah menerjemahkan kata per kata dari teks sumber. Kemudian menyadarinya bahwa dalam menerjemahkan teks tersebut tidak selamanya cocok dengan teks sasaran. Terjemahannya bergeser ke teknik modulasi dimana teks sumber yang memiliki aspek budaya bisa teratasi. Kedua teknik yang digunakan belum juga memadai dalam kualitas terjemahan, sehingga yang menjadi solusi terakhir penerjemah menggunakan teknik peminjaman. Hal inilah yang menyebabkan hadirnya teknik kuplet dan triplet. Kedua, teknik penerjemahan harfiah digunakan lebih banyak oleh penerjemah karena pada umumnya para pemakai bahasa lebih banyak memakai makna literal dalam menceritakan folklor daripada memakai makna non literal. Hasil terjemahan teks yang memakai teknik harfiah makna bisa tersampaikan tetapi tidak berterima dalam budaya bahasa sasaran. Teknik modulasi digunakan karena teks sumber memiliki sudut pandang yang berbeda dengan teks sasaran tetapi memiliki tujuan yang sama dalam menyampaikan pesan karena adanya perbedaan budaya diantara kedua bahasa tersebut. Sementara teknik peminjaman digunakan penerjemah karena tidak ditemukannya padanan kata yang sesuai dalam teks sasaran sama sekali.The purposes this study are to (1) find out translation techniques applied by the translator in translating Mandailing Folklore Anak Na Dangol Ni Andung into English, (2) explain the quality of translation in translating Anak Na Dangol Ni Andung into English, and (3) elaborate the reason for applying the translation techniques in the way they are. This research is oriented on the analysis of translation by using Newmark‟s theory (1988) to analyze the translation techniques and to know how the translation techniques used in the quality of the translation as applied by Nababan (2012). This study applies descriptive approach to assess data with documents and key informants as source of data. The research findings identifies that three research scopes are analyzed: cultural terms, proverbs and idioms have four translation techniques namely single translation technique, couplet technique, triplet technique and quartet technique. Cultural terms as the first research scope has 7 variants of translation techniques: literal translation which consists of 16 data, pure borrowing 11 data, addition 5 data, description 3 data, 2 data reduction, amplification technique and substitution both of them consisits of 1 data . Proverbs as the second research scope has 10 variants of translation techniques: literal translation techniques which consists of 25 data, 21 data for modulation, pure borrowing and transposition each of them 12 data, addition 7 data, subtraction 6 data, amplification and composition 2 data respectively, description and phonological both of them has 1 data. Idioms as the third research scope has 7 variants of translation techniques: modulation translation technique consisting of 14 data, literal translation and transposition each of them 7 data, addition 6 data, pure borrowing consists of 3 data, 2 data for reduction technique and description 1 data . Second, this research also finds that in translating all of data which consists of 103 data sources discovered the existence of two technique, namely single technique is 15.5 % and double technique is 84.5%. The result shows that 48.5% of data is accurate and 51.5% is less accurate, 64.1% of data is acceptable and 35.9% is less acceptable, 68% of data has high readability and 32% has medium redability. The results of this research identifies that the quality of the translation is less accurate, acceptable and has a high degree of readability. Third, the reason for applying the techniques used in the way they are: firstly, the translator is a student of postgraduate program which has limitation of knowledge especially in translation subject. The translators are mostly students mainly i.e. students of translation. This should have effect on the quality of translation which the translator schematically copy the source text. Then it is realized that the translation does not fit into target text list. Therefore, they shift to modulation where cultural aspect can be solved. However, the two techniques used do not cope with the quality of translation. As a final solution they apply borrowing. This is given rises to the couplet and triplet technique. Secondly, literal translation is used by the translator because many people generally use literal meaning more in telling something in folklore than non literal meaning. Translating a text by using literal translation technique may show the result that the meaning is accurate but less acceptable based on the culture of target text. Modulation technique is used by the translator because the source text and target text have a different background in meaning to inform a message because of the different culture of each of them. While pure borrowing technique is used by the translator because there is no any equivalent of words found in the target text at all.1346 HalamanDisertasi Dokto

    DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA BASED ON ANIMATION VIDEO IN LEARNING HYDROCARBON MATERIAL AT GRADE XI SENIOR HIGH SCHOOL

    No full text
    The impact of technological developments in education on learning process is significant. To be effective and efficient, the learning process must be developed, implemented, analyzed, and monitored. There are several students find it difficult to understand the terms, theories, and structures of carbon chain structures until they make an error; students mark in hydrocarbon quiz, with 0% student that have mark up from 61 to 100. Majority of student have mark in range 31 to 40 (39%) and least in range 51 to 60 at 4%. Teaching the structure of the carbon chain requires clear visualization, which would be helped by the teacher's exposure. It needs a proper media for teaching and visualizing how the chain's structure are. This research uses the ADDIE development model. This research begins by analyzing the problems and limitations faced in learning chemistry. The quality of animated video learning media with an assessment percentage of 84% by media experts, 91% by material experts. Based on the results of a questionnaire for 30 students, the percentage of assessment based on responses was 91% in the very good category. Based on test results on 30 students, with tcountgreater than ttable; 22.75166617 greater than 2.045 with the Ha hypothesis accepted. Class XI SMA Class XI Animation Based Learning Videos are declared valid based on expert and practitioner assessments. The results of the experts' assessments consistently categorize the animated videos being developed. The general assessment of this video is very good and usable

    PENGARUH PENAMBAHAN FILLER SEMEN DAN LAMA PERENDAMAN AIR TERHADAP DURABILITAS LAPIS ASPAL BETON (LASTON)

    No full text
    In this research, researcher tested material of Asphalt Concrete (AC) with coarse aggregate from Lahat and fine aggregate from Tanjung Raja South Sumatera, asphalt from Pertamina with Pen. 60/70,  while the filler material to be used is from Cement Baturaja. Proportion of filler to be used are 0%; 1,0%; 2,5%; and 4,0%. Marshall test results for each proportion of filler 0%, 1,0%, 2,5%, and 4,0% to the value of the KAO obtained 6,00%, 6,40%, 6,50% and 6,60%. Stability values respectively: 1225,67 kg, 1168,73 kg, 1187,60 kg, 1299,63 kg. Rated flow: 4,67 mm, 4,64 mm, 4,61 mm, 4,52 mm. VIM values obtained: 4,411%, 5,146%, 3,076% and 2,953%. VMA values obtained: 16,778%, 18,240%, 16,682% and 16,769%. VFA values obtained: 73,716%, 71,789%, 81,563%, 82,394%. Marshall Quotient: 262,77 kg / mm, 251,99 kg / mm, 257,54 kg / mm, and 287,88 kg / mm. Stability rest: 87,00%, 85,86%, 87,19% and 88,43%. The test results showed that while all Asphalt concrete mix with cement filler additive proposition to meet the criteria specified loss of stability due to immersion for 7 days is greater than 75%. From all asphalt concrete mixture obtained show that using the proportion of filler cement additive increase by 4% in asphalt concrete mix will increase the stability of the mixture, with a long soaking in water for 3 days. With the addition of additive filter using the proportion of cement by 4% in the asphalt mixture will be obtained concrete pavement material that can withstand heavy traffic load, during the service life of the road.Â

    DEVELOPMENT OF ANDROID-BASED AUGMENTED REALITY LEARNING MEDIA ON CHEMICAL BONDING MATERIAL IN CLASS XI AT SMA N 1 SIDIKALANG

    No full text
    This research aims to determine the feasibility and student response to android-based Augmented Reality learning media on chemical bonding materials. This study uses the research and development method (RD). The model used in the study is the development of the 4D model: 1) Define, 2) Design, 3) Develop, and 4) Disseminate. The results showed that the assessment results from validators, both material experts and media experts, showed that this learning media was included in the very valid category with a validity value of 98% from material experts and 95% from media experts, which indicates that this media is very feasible to use as learning media.  Student response to the use of augmented reality learning media is positive, with a value of 93%, which is a very interesting category. This shows that android-based Augmented Reality learning media on chemical bond materials are feasible, interesting, and can be used in learning chemistry

    PEMODELAN RUANG 3 DIMENSI DENGAN SENSOR BERGERAK BERBASIS RASPBERRY PI

    No full text
    Berbagai      macam      jenis   sensor     pengukur     jarak    semakin     banyak     jenisnya,    seperti  sensor    ultrasonik    dan    infrared.   Namun,      sensor-sensor     ini  kurang     akurat   untuk    digunakan  dalam pengukuran ruang 3 dimensi yang tidak beraturan.           Dengan       menggunakan         platform      dasar     mini     komputer      raspberry      pi,    penulis melakukan       penelitian    dengan    metode     pengukuran     yang    tidak   biasa.   Sensor    pengukur     jarak  (infra   merah)    akan   bergerak    berputar   dan    maju   untuk    mengukur     dinding    bagian   dalam    dari ruang     3  dimensi,    dan   hasil  pengukuran     dapat   diakses   jarak   jauh   melalui   google    spreadsheet. Kemudian        hasil   pengukuran      tersebut   dibentuk     dalam    gambar     3   dimensi     melalui    sofware matlab. Kata kunci : 3 dimensi, raspberry pi, pengukura
    corecore