1,731,491 research outputs found
Relevansi Konsep Pendidikan Islam TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Era Kontemporer
This research aims to examine the relevance of the educational concept of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid in the contemporary era through the qualitative research approach of library research. The Islamic educational concept passed down by TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid is a product of deep contemplative thought that integrates religious values with the advancements of time. The contemporary era is characterized by rapid social, technological, and informational dynamics, thus necessitating an evaluation of the relevance of the Islamic educational concept. This study employs a library research approach to collect, analyze, and synthesize literature related to the Islamic educational concept of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. The collected data is analyzed descriptively and interpretively to identify the elements of the Islamic educational concept and its implications in the contemporary era. The research findings indicate that the Islamic educational concept of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid holds strong relevance in the contemporary era. This concept emphasizes deep understanding of religious teachings, the establishment of noble ethics, self-development, community empowerment, and the strengthening of faith and piety. This relevance is reflected in the concept's ability to respond to challenges and opportunities emerging in the context of globalization, pluralism, and technology. The Islamic educational concept of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid also encourages the formation of resilient and tolerant character traits, as well as the ability to adapt to the changing times. This research affirms the significant relevance of the Islamic educational concept inherited from TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid in the contemporary era. This concept can serve as a guide for educational institutions and Muslim communities in facing various challenges and dynamics of the modern age. It is hoped that this research contributes to enriching the discourse on Islamic education amidst the complexity of current global developments.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi konsep pendidikan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di era kontemporer melalui pendekatan penelitian kualitatif jenis library research. Konsep pendidikan Islam yang diwariskan oleh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid merupakan hasil pemikiran perenungan mendalam yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan perkembangan zaman. Era kontemporer ditandai oleh dinamika sosial, teknologi, dan informasi yang cepat, sehingga relevansi konsep pendidikan Islam perlu dievaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan mengumpulkan, menganalisis, dan menyintesis literatur-literatur terkait konsep pendidikan Islam dari TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dan interpretatif untuk mengidentifikasi elemen-elemen konsep pendidikan Islam serta implikasinya di era kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memiliki relevansi yang kuat dengan era kontemporer. Konsep pendidikan Islam tersebut mengedepankan pemahaman yang mendalam terhadap ajaran agama, pemantapan akhlak mulia, pengembangan potensi diri, pemberdayaan masyarakat dan memperkokoh iman takwa. Relevansi ini tercermin dalam kemampuan konsep tersebut untuk merespon tantangan dan peluang yang muncul dalam konteks globalisasi, pluralisme, dan teknologi. Konsep pendidikan Islam TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid juga mendorong pembentukan karakter yang kokoh dan toleran serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Penelitian ini menegaskan bahwa konsep pendidikan Islam yang diwariskan oleh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memiliki relevansi yang signifikan di era kontemporer. Konsep ini dapat menjadi panduan bagi institusi pendidikan dan masyarakat Muslim dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika zaman modern. Diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya wacana pendidikan Islam di tengah kompleksitas perkembangan global saat ini
THE EDUCATIONAL THOUGHTS OF TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID IN THE WILLFUL REFLECTIONS OF NEW EXPERIENCES
This research aims to analyze the Islamic educational thoughts contained in the contemplative will of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid\u27s new experiential period. The research method employed is literature analysis with a qualitative approach. Data were collected through literature studies and documentation related to the contemplative will. Data analysis was conducted by detailing the Islamic educational thoughts expressed in the will. The results of the research indicate that TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid emphasizes the importance of Islamic education in shaping individual character, morality, and societal life. His thoughts also reflect the role of education in addressing the challenges of the times and fostering harmony between religion and science. The data analysis method involves identifying key concepts, interpreting meanings, and synthesizing the Islamic educational thoughts of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. The implications of this research provide a deeper understanding of the values of Islamic education contained in the contemplative will, serving as a foundation for the development of curricula and practices in Islamic education that are more relevant to contemporary needs. In conclusion, the Islamic educational thoughts of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid in the contemplative will of the new experiential period contribute valuable insights to the development of holistic Islamic education in line with the demands of the times
K KONTRUKSI NASIONALISME RELIGIUS: “Narasi Cinta Kebangsaan Religius dalam Karya Sastra Maulana al-Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid”
Maulana al-Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah figur sentral di Lombok yang berjasa merekonstruksi dan bahkan mampu mendekonstruksi semangat kebangsaan religius pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Ia mampu menggelorakan semangat juang masyarakat Lombok melalui lembaga khusus yang didirikannya untuk melawan penjajah dengan menginternalisasikan terlebih dahulu nilai-nilai ‘Hubb al-Wathan’ kepada santrinya melalui pendidikan yang didirikan pertama kali yang diberi nama ‘al-Mujahidin’. Dalam konteks ini, dapat dilihat ide dan semangat kebangsaan religius yang digelorakan kepada masyarakat waktu itu yang mendapat bimbingan langsung dari Maulana al-Syaikh Tuan Kiai Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Hamzanwadi). Pada aspek inilah yang menjadi perhatian penulis terkait konsep nasionalisme religius yang diusungnya. artikel ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi pemikiran nasionalisme-religius Maulana al-Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam karya-karya sastranya. Dari sekian banyak karya sastranya, tulisan ini terfokus pada satu karya sastra yang berjudul Mars Nahdlatul Wathan. Data-data yang diperoleh dari karya-karya tersebut dianalisis melalui teori hermeneutika, suatu pendekatan ilmiah yang menghubungkan antara pembaca (qari) dengan teks (al-Maqru’)
Bengkel malam persediaan ujian penilaian statistik / Muhammad Zulkhairi Zakariah dan Puteri Faida Alya Zainuddin
Pada 18 Jun 2024, seramai 50 orang pelajar daripada pelbagai program di bawah UiTM Kampus Mukah telah terpilih untuk menyertai bengkel khas anjuran Kolej Pengajian Pengkomputeran, Informatik dan Matematik (KPPIM), UiTM Cawangan Sarawak, Kampus Mukah. Bengkel Persediaan Ujian Statistik (1/2024) ini berlangsung selama 3 jam, bermula jam 7:30 malam, dan disampaikan oleh Prof. Madya Dr Tang Howe Eng serta Puan Puteri Faida Alya Zainuddin
Budget participation and managerial performance : the role of organisational fairness, motivation and organisational cuture / Suria Zainuddin
POLITICAL BRANDING HENDRI ZAINUDDIN MELALUI INSTAGRAM
Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana
political braning Hendri Zainuddin melalui Instagram. Untuk penelitian
ini, menggunakan metode analisis isi kualitatif. Sedangkan data yang
digunakan yakni data primer dari hasil observasi pada akun Instagram
pribadi @hendrizainuddin, data sekunder dari jurnal, buku dan
websaite. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan
dokumentasi. Teori political branding dan personal branding. Hasil
penelitian terhadap political branding Hendri Zainuddin dalam akun
Instagram masih terbilang minim atau kurang menyampikan pesan-pesan
politik secara langusng dan jelas. Namun upaya-upaya branding politik yang
terlihat dipostingan pada akun Instagram telah dilakukan, seperti peduli
terhadap pedagang kecil menengah, sosok yang agamis, perpendidikan dan
peduli terhadap keolahraga di Sumatera Selatan. Sedangkan personal
branding Hendri Zainuddin yang berdasarkan delapan konsep. Delapan
konsep tersebut Hendri Zainuddin mengasilkan brand tersendiri yang
membedakan dari tokoh lainnya yakni: seseorang yang humoris, agamis, dan
peduli terhadap keolahrgaan. Dengan melalui konsep Spesialisasi,
kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, terlihat, kesatuan, keteguhan dan
nam baik. Seseorang yang humoris, agamis, dan pengurus keolahrgaan yang
selalui terlihat di sosial media Instagram Hendri Zainuddin. Brand politik
Hendri Zainuddin menunjukkan dirinya yang berjiwa humoris dan mudah
untuk berinteraksi dengan masyarakat secara baik.
Kata kunci : political branding, Instagram, Hendri Zainuddin
Pola Penalaran dalam Ceramah Keagamaan KH Zainuddin MZ
Ceramah-ceramah keagamaan KH Zainuddin MZ adalah suatu fenomena yang unik. Ceramah-ceramah keagamaan sendiri sebenarnya merupakan gejala umum dan lumrah saja, karena memang ceramah keagamaan merupakan bagian dari kehidupan keagamaan dalam masyarakat. Kekhususan ceramah-ceramah keagamaan Zainuddin M.Z. adalah bahwa ceramah-ceramah itu telah menarik demikian besar perhatian dari para pendengarnya. Forum-forum ceramah Zainuddin selalu dipadati oleh masyarakat yang ingin mendengarkannya; bahkan kini ceramah-ceramah itu telah beredar pula dalam bentuk rekaman pada kaset yang jumlahnya pada tahun 1997 sudah mencapai 60-an kaset. Menurut beberapa jajak pendapat yang sempat dilakukan, diketahui bahwa Zainuddin mempunyai popularitas paling tinggi di antara semua dai yang lain (Hadi et al., tt:271-272; Thaha, 1997:50-53). Popularitas Zainuddin ternyata tidak hanya terbatas di Indonesia saja, melainkan juga di negara-negara lain, khususnya di Asia Tenggara
Islam Betawi: Studi Strukturasi Atas Pemikiran K.H. Zainuddin Mz
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strukturasi atas pemikiran K.H Zainuddin MZ. Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah jenis penelitian kepustakaan (library research), sedangkan penelitian ini bersifat deskritif, yakni penulis berusaha menggambarkan objek penelitian yaitu strukturasi atas pemikiran K.H Zainuddin MZ. Dalam menyusun penelitian metode yang digunakan adalah metode studi tokoh, sedangkan data yang digunakan adalah analisis karya dan pemikiran tokoh. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur pemikiran keislaman KH. Zainuddin MZ terdiri dari tiga komponen utama: pertama, semangat lokalitas, yakni cerminan dari pemikiran yang khas orang berkebudayaan Betawi, yang menghargai pluralitas dan kuat berkeislaman secara substansial dan terlihat unik penuh humor secara visual. Kedua, medium perjuangan, yakni bahwa pemikiran keislaman KH. Zainuddin MZ disampaikan dengan menggunakan medium ceramah dan dakwah di level kultural, serta menggunakan medium partai di level politik praktis. Ketiga, visi edukasi, yakni bahwa pemikiran keislaman KH. Zainuddin MZ memiliki visi euqilibrium, yang menyeimbangkan antara pengejaran aspek duniawi tanpa mengabaikan tujuan ukhrawi
Retorika Dakwah Berbahasa Indonesia oleh K.H Zainuddin M.Z
Penelitian ini membahas tentang (1) kerangka bentuk tuturan pendahuluan, isi, dan penutup dalam dakwah K.H. Zainuddin M.Z, (2) tata wacana tutur dalam dakwah K.H. Zainuddin M.Z. Penelitian dalam skripsi ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tuturan yang digunakan dalam dakwah K.H. Zainuddin M.Z terbagi menjadi tiga unsur yaitu unsur pendahuluan, isi dan penutup. unsur pendahuluan dubangun oleh tuturan ucapan salam, sapaan dan penghantar tema, humor
- …
