103,807 research outputs found

    Mengatasi Kasus Perceraian di Kota Medan Perspektif Zainab Al-Ghazali dalam Tafsir Nazharât fȋ Kitâbillâh

    No full text
    Angka perceraian yang tinggi di kota Medan mencerminkan tantangan besar dalam mempertahankan hubungan pernikahan yang stabil. Masalah ini sering kali dipengaruhi oleh pemahaman yang keliru mengenai peran dan tanggung jawab dalam pernikahan, serta kurangnya komunikasi efektif antara pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam mengurangi angka perceraian dengan mengeksplorasi dan menganalisis panduan yang terdapat dalam Al-Qur'an dan tafsir Tafsir Nazharât fȋ Kitâbillâh Zainab al-Ghazali, khususnya dalam Surah An-Nisa’/4:1, 4:34, dan 4:19. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengumpulkan data dari dua sumber utama: teks-teks suci dan tafsir, serta data praktis dari Pengadilan Agama Kota Medan. Penelitian ini dimulai dengan analisis mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan hak dan kewajiban dalam pernikahan, dan diikuti oleh interpretasi tafsir Zainab al-Ghazali untuk memahami makna dan aplikasinya dalam konteks keluarga. Selanjutnya, data dari Pengadilan Agama digunakan untuk menggali faktor-faktor penyebab perceraian dan dinamika kasus yang ada. Hasilnya menunjukkan bahwa pemahaman yang tepat mengenai qiwāmah, yang sering kali disalahartikan sebagai dominasi laki-laki, seharusnya diartikan sebagai tanggung jawab laki-laki untuk menjaga kesejahteraan dan keharmonisan keluarga. Komunikasi yang terbuka dan adil juga terbukti penting untuk menyelesaikan konflik dan memperkuat hubungan. Sehingga dapat menegaskan bahwa dengan mengedepankan tanggung jawab laki-laki dan komunikasi yang efektif, serta menerapkan prinsip-prinsip yang diperoleh dari tafsir, pasangan suami istri di Medan dapat menciptakan lingkungan pernikahan yang lebih harmonis dan mengurangi angka perceraian secara signifikan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk intervensi praktis dalam menangani isu perceraian dan memperkuat hubungan pernikahan

    Feminisme Islam Zainab al-Ghazali – bahagian I,II

    No full text
    Zainab al-Ghazali, dalam memoir penjaranya, “Ayyam min Hayati” (Catatan Harian dalam Hidupku) yang diterjemahkan secara bebas sebagai “Return of the Pharoah” (Kembalinya Firaun) dalam bahasa Inggeris, merakamkan mimpinya berbicara dengan Nabi Muhammad (saw) sendiri dan kemudian dengan Sayyid Qutb pada malam beliau dihadapkan ke tali gantung oleh pemerintah Mesir

    Zainab Al-Ghazali Tokoh Reformis Islam di Mesir (1917-2005)

    No full text
    Penelitian ini membahas tokoh reformis Islam di Mesir, yaitu Zainab Al- Ghazali. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis kondisi politik pada masa Zainab Al-Ghazali 2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis gerakan reformasi yang dilakukan Zainab Al-Ghazali di Ikhwanul Muslimin 3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis dampak dari eksistensi gerakan reformasi yang dilakukan Zainab Al-Ghazali di Ikhwanul Muslimin. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dalam bentuk studi biografi. Data yang digunakan adalah data kualitatif. Data diperoleh melalui library research. Adapun pendekatan yang digunakan adalah: pendekatan Historis, pendekatan Agama, pendekatan Politik, dan pendekatan Sosioligis. Penelitian ini menggunakan empat langkah penulisan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan histiografi. Penelitian ini menemukan: 1) Dalam kondisi sosial politik di Mesir, kekuatan politik dikuasai oleh dua kelompok besar yaitu kelompok militer dan kelompok Islamis yang didominasi oleh gerakan Ikhwanul Muslimin dan menguasai gerakangerakan sipil. Kedua kelompok ini saling berkonfrontasi dan menegasikan satu dengan lainnya. 2) Gagasan pemikiran Zainab Al-Ghazali meliputi gagasan Islam feminis, pertentangan ideologi di Mesir serta pengaruh Zainab terehadap Gamal Abdun Naser. 3) Gerakan reformasi Zainab Al-Ghazali di Mesir menyangkup beberapa bidang antara lain: bidang sosial, bidang politik, bidang pendidikan serta bidang agama. Zainab merupakan tokoh pioner yang dikenal sangat berpengaruh di tengah masyarakat dia mengusung pemikiran feminisme Islam mengangkat hak-hak wanita yang dibenarkan oleh Islam, dan gerakan reformasi di berbagai bidang membawa banyak kemajuan untuk masyarakat umum di Mesir

    Zainab Al-Ghazali: A History of Mujahidah Awakening in Egypt

    No full text
    Islamic civilization has given birth to the myriad of Muslim intellectuals regardless of gender. Zainab al-Ghazali was the founder of Muslim Women Association (MWA) of ‘Jama’at al-Sayyidat al-Muslima’ and the driving force behind Muslimah Akhwat Association. The basis of her thinking was on women’s right and place in Islam. The rallying call of her struggle was to spread Islamic knowledge towards Muslim women, instilling them with true Islamic principle of their rights and responsibilities, imparting a wave of change on them in line with the teaching of al-Quran and sunnah. Her approach towards spreading her da’wah was through written articles and lectures especially concerning women’s right and status in Islam. Her enlightenment had greatly impacted a massive number of women in Egypt to rise up to defend and to fight for their rights. Her personality, bravery, and intellectual have succeeded in uplifting the hierarchy of women in the world of da’wah and Islamic politics. She successfully warded off conventional prejudice towards women’s leadership in Islamic society. Her battle to define women’s role in Islamic society was truly exemplary and could be used as a point of reference towards women’s plight in society today

    Qadhâya al-Mar’ah al-Ijtima’iyah al-Haditsah ‘Inda Zainab Al-Ghazali Fi Tafsiriha “Nazharât Fî Kitâbillah”

    No full text
    Zainab Muhammad Al-Ghazali was one of the greatest women who had a real contribution to the modern interpretation of the Holy Quran to overcome the whole Islamic civilization’s problems. Her masterpiece “Nadzarat Fi Kitabillah” is becoming one of the important references in this century and included as the social interpretation book. This magnum opus of Zainab Al-Ghazali has several advantages that are focused on social problems, in particular, the role of women and family issues in this modern era in the Quran with the clear explanations and sample. Moreover, the work of Zainab Al-Ghazali was supported by elements of bil ma’tsur which are revealing the meaning of the Quran by Quran, and by  Hadits of the Prophet Muhammad Peace Be Upon Him, also by the explanation of companions. This research focused on four famous issues among women which are the witnesseth of women, polygamy, inheritance and the men leadership over women, inductive and analytical method that will be adopted. This inquiry has the same important results, First, oblivion is the biggest cause of the testimony of the two women is equivalent to the testimony of a man. Secondly, in the case of polygamy, Zainab refers to the majority opinion of the scholars and advises women to be the best partner in life. Third, the inheritance right in a woman according to of Zainab Al-Ghazali perception is determined by God. Fourthly, the meaning of qawamah is the responsibility to fill all material needs and to be a good partner for his family

    Qadhaya al-Mar’ah al-Ijtima’iyah al-Haditsah ‘Inda Zainab Al-Ghazali Fi Tafsiriha “Nazharat Fi Kitabillah”

    No full text
    Abstract Zainab Muhammad Al-Ghazali was one of the greatest women who had a real contribution to the modern interpretation of the Holy Quran to overcome the whole Islamic civilization’s problems. Her masterpiece “Nadzarat Fi Kitabillah” is becoming one of the important references in this century and included as the social interpretation book. This magnum opus of Zainab Al-Ghazali has several advantages that are focused on social problems, in particular, the role of women and family issues in this modern era in the Quran with the clear explanations and sample. Moreover, the work of Zainab Al-Ghazali was supported by elements of bil ma’tsur which are revealing the meaning of the Quran by Quran, and by Hadits of the Prophet Muhammad Peace Be Upon Him, also by the explanation of companions. This research focused on four famous issues among women which are the witnesseth of women, polygamy, inheritance and the men leadership over women, inductive and analytical method that will be adopted. This inquiry has the same important results, First, oblivion is the biggest cause of the testimony of the two women is equivalent to the testimony of a man. Secondly, in the case of polygamy, Zainab refers to the majority opinion of the scholars and advises women to be the best partner in life. Third, the inheritance right in a woman according to of Zainab Al-Ghazali perception is determined by God. Fourthly, the meaning of qawamah is the responsibility to fill all material needs and to be a good partner for his family

    ad- Durr al-manṯūr fī ṭabaqāt rabbāt al-ḫudūr

    No full text
    taʾlīf Zainab Bint-ʿAlī Ibn-Ḥusain Ibn-ʿUbaidallāh Ibn-Ḥasan Ibn-Ibrāhīm Ibn-Muḥammad Ibn-Yūsuf Fauwāz al-ʿĀmilīIn arab. Schrift, arab

    KONSEP RELASI GENDER DALAM AL QUR’AN: STUDI PEMIKIRAN ZAINAB AL GHAZALI DAN AMINA WADUD

    No full text
    ABSTRAK Tesis ini berjudul "Konsep Relasi Gender dalam Al-Qur'an: Studi Pemikiran Zainab al-Ghazali dan Amina Wadud." Penelitian ini menganalisis metodologi dan pemikiran dua tokoh mufasir perempuan dalam memahami ayat-ayat relasi gender, khususnya QS. An-Nisa': 1, 11, dan 34. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan teknik analisis isi, penelitian ini mengkaji kitab Nazharât fī Kitâbillâh karya Zainab al-Ghazali dan Qur'an and Woman karya Amina Wadud sebagai sumber primer. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, terdapat perbedaan metodologis yang signifikan di mana Zainab al-Ghazali menggunakan metode tahlily dengan pendekatan bi al-ma'tsur dan bi al-ra'yi secara seimbang, sementara Amina Wadud mengembangkan hermeneutika feminis dengan pendekatan kontekstual-holistik. Kedua, dalam penafsiran ayat-ayat gender, Zainab mempertahankan pemahaman klasik dengan penekanan pada kondisi saling melengkapi satu sama lain, sedangkan Wadud menawarkan pembacaan yang lebih egaliter-fungsional. Ketiga, perbedaan pemikiran keduanya lebih dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan konteks sosio-historis daripada faktor gender. Meski berbeda pendekatan, keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu memperjuangkan keadilan gender dalam kerangka nilai-nilai Islam. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika penafsiran Al-Qur'an di era modern serta relevansinya terhadap diskursus gender kontemporer. Kata kunci: Relasi Gender, Zainab al-Ghazali, Amina Wadu

    KONSTRUKSI PEREMPUAN DALAM TAFSIR NAZARAT FI KITAB ALLAH KARYA ZAINAB AL-GHAZALI (TELAAH EPISTEMOLOGI DAN GENDER)

    No full text
    Tesis ini mengkaji tentang konstruksi perempuan dalam tafsir Zainab al-Ghazali. ada tiga alasan fundamental yang melandasi penulisan kajian ini. Pertama, Zainab adalah pejuang perempuan (daiyah) yang mempunyai concern tinggi terhadap al-quran. kedua, dia adalah seorang mujahidah, pejuang yang mempunyai sensitivitas tinggi terhadap masalah perempuan dan bangun keilmuan Islam. ketiga, Sejarah kehidupannya yang berada di tengah perjuangan kemerdekaan dan transisi pemerintah Mesir menjadi faktor penting dalam membentuk corak dan karakter kepribadian yang selanjutnya termanifestasikan dalam pemikiran-pemikran tafsirnya. Acuan pembahasan penelitian ini ada pada bangunan epistemologi tafsir Zainab al-Ghazali, berikut dengan penafsirannya terhadap ayat-ayat tentang penciptaan, rasionalitas dan kepemimpinan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan filsafat ilmu dengan menggunakan metode induktif. Pendekatan epistemologi Abid al- Jabiri, analisis Gender, dan teori Effective History Gadamer juga digunakan untuk menelisik lebih jauh penafsiran. Sumber Primer penelitian ini adalah karya Zainab al- Ghazali yakni kitab Nazarat fi Kitab Allah, Ayyam Min Hayati. Sedang sumber sekunder diambil dari tulisan-tulisan yang mempunyai relevansi terhadap penelitian. Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa kontsruk epistemologi Zainab al-Ghazali dalan tafsirnya meliputi: Sumber utama (Origins) adalah al-quran sedangkan,hadis, realitas, akal, pendapat ulama,dan kisah mejadi penguat saja. Metode tafsirnya ialah menggunakan tartib surah dan bercorak tahlili. sedang Validitas penafsirannya adalah teori koherensi melalui al-Quran Adapun kecenderungan alur logika dalam pemikiran Zainab al-Ghazali dianalisa menggunakan teori Abid al-Jabiri lebih mengacu kepada epistemologi bayani yang menjadikan teks-teks otoritatif al-Quran sebagai basis fundamentalnya. berkaitan dengan penafsiran perempuan baik dari penciptaan, rasionalitas dan kepemimpinan, Zainab al-Ghazali mengatakan bahwa baik laki-laki atau perempuan memiliki porsi yang sama tidak ada hirarki superioritas satu sama lain, namun tidak menafikan kultur patriarki yang dominan dalam tafsirnya. Keterpengaruhan sejarah dalam penafsiran jelas terlihat melalui kesesuaian hasil penafsiran dengan poin yang ditetapkan oleh Ikhwanul Muslimin
    corecore