4 research outputs found
PENGEMBANGAN BUKU PETUNJUK PERCOBAANPENGOMPOSAN SAMPAH BASAH RUMAH TANGGA DENGAN MENGGUNAKAN STARTER SARI NANAS BUSUK PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN/IKLIM DAN DAUR ULANG LIMBAH UNTUK SISWA KELAS X MAN 3 MALANG
ABSTRAK Mara Ditta, Zerlinda. 2016. Pengembangan Buku Petunjuk Percobaan Pengomposan Sampah Basah Rumah Tangga dengan Menggunakan Starter Sari Nanas Busuk pada Materi Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah untuk Siswa Kelas X MAN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Prodi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mimien Henie Irawati, M.S., (II) Dra. Susilowati, M.S. Kata Kunci: Buku petunjuk percobaan pengomposan, Sampah basah rumah tangga, Sari nanas busuk Masalah sampah merupakan masalah yang selalu diperbincangkan baik di Indonesia maupun kota-kota di dunia, karena hampir semua kota menghadapi masalah persampahan. Teknik pengelolaan sampah dengan pengomposan merupakan alternatif penanganan yang dianggap paling sesuai untuk menangani permasalahan sampah basah rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku petunjuk percobaan pengomposan sampah basah rumah tangga pada materi Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah Untuk Siswa Kelas X SMA/MA dan untuk meneliti pengaruh pemberian starter sari nanas busuk dalam konsentrasi 0%, 25%, 50%, dan 75% terhadap lama waktu pengomposan. MAN 3 Malang merupakan salah satu sekolah di kota Malang yang menerapkan Kurikulum 2013, dimana dalam pembelajarannya terkandung materi tersebut untuk siswa kelas X-IPA. Berdasarkan tahap define didapatkan data bahwa materi Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah hanya diajarkan dengan ceramah dan penugasan pembuatan keterampilan berbahan sampah plastik, belum dilakukan percobaan pengomposan. Belum terdapat bahan ajar berupa buku petunjuk percobaan pengomposan materi daur ulang limbah sehingga perlu disusun bahan ajar berupa buku petunjuk percobaan pengomposan agar dapat membantu siswa dalam melakukan percobaan pengomposan. Penyusunan buku petunjuk percobaan pengomposan menggunakan model 4D Thiagarajan yang meliputi empat tahap pengembangan yaitu define, design, develop, disseminate, tetapi tahap disseminate tidak dilakukan dan dibatasi hingga tahap develop. Buku petunjuk percobaan pengomposan disusun berdasarkan hasil penelitian eksperimen tentang pengaruh pemberian berbagai macam konsentrasi sari nanas busuk terhadap lama waktu pengomposan. Uji coba dilakukan pada 27 siswa kelas X IPA-6 di MAN 3 Malang pada bulan Februari sampai bulan Maret 2016. Hasil penilaian angket validasi ahli materi, ahli media, ahli lapangan berturut-turut memperoleh persentase skor sebesar 94%, 93%, 99% dan hasil uji coba pada siswa mendapatkan persentase sebesar 91%. Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat dikatakan bahan ajar layak digunakan sebagai salah satu alternatif bahan ajar dalam pembelajaran Biologi kelas X IPA
Developing Manual Book of Household Wet Waste Composting Experiment by Using Decayed Pinneapple Essence Starter for Environment/Climate Changing and Waste Recycling Topic of X Graders Madrasah Aliyah
Abstract: Waste management by composting is an alternative way that is considered most appropriate to deal with the problems of wet domestic waste. The purpose of this study was to develop a user guide for the experiment of composting wet domestic waste for the subject Environmental Change/Climate and Waste Recycling for 10th grade SMA/MA and to evaluate the effects of the use of rotten pineapple extract as the starter with the concentrations of 0%, 25%, 50 %, and 75% in the length of time of composting process. MAN 3 Malang was one of the schools in the city of Malang that had implemented Curriculum 2013, which contained the particular topic for the 10th grade. The results of the validation from materials experts, media specialists, and field experts resulted in the score of 94%, 93%, 99% respectively, and the test results from the students obtained the percentage of 91%. Based on the validation results it was concluded that the teaching materials were suitable as an alternative instructional materials in the teaching of Biology for class X IPA. The results of experimental studies indicated that the starter from the rotten pineapple extract in concentrations 75% was the most effective in speeding up the composting process.Keywords: rotten pineapple extract, user guide experimental composting, wet domestic wasteAbstrak: Teknik pengelolaan sampah dengan pengomposan merupakan alternatif penanganan yang dianggap paling sesuai untuk menangani permasalahan sampah basah rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengembangkan buku petunjuk percobaan pengomposan sampah basah rumah tangga pada materi Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah untuk siswa kelas X SMA/MA; (2) untuk meneliti pengaruh pemberian starter sari nanas busuk dalam konsentrasi 0%, 25%, 50%, dan 75% terhadap lama waktu pengomposan. Hasil penilaian angket validasi ahli materi, ahli media, ahli lapangan terhadap bahan ajar berturut-turut memperoleh persentase skor sebesar 94%, 93%, 99% dan hasil uji coba pada siswa mendapatkan persentase sebesar 91%. Berdasarkan hasil validasi para ahli tersebut dapat dikatakan bahwa bahan ajar layak digunakan sebagai salah satu alternatif bahan ajar dalam pembelajaran Biologi kelas X IPA. Hasil penelitian eksperimen menunjukkan konsentrasi starter sari nanas busuk 75% efektif dalam mempercepat proses pengomposan.Kata kunci: buku petunjuk percobaan pengomposan, sampah basah, sari nanas busu
Mechanical and self-healing properties of cement paste containing incinerated sugarcane filter cake and Lysinibacillus sp. WH bacteria
Abstract Cement is the most widely used construction material due to its strength and affordability, but its production is energy intensive. Thus, the need to replace cement with widely available waste material such as incinerated black filter cake (IBFC) in order to reduce energy consumption and the associated CO2 emissions. However, because IBFC is a newly discovered cement replacement material, several parameters affecting the mechanical properties of IBFC-cement composite have not been thoroughly investigated yet. Thus, this work aims to investigate the impact of IBFC as a cement replacement and the addition of the calcifying bacterium Lysinibacillus sp. WH on the mechanical and self-healing properties of IBFC cement pastes. The properties of the IBFC-cement pastes were assessed by determining compressive strength, permeable void, water absorption, cement hydration product, and self-healing property. Increases in IBFC replacement reduced the durability of the cement pastes. The addition of the strain WH to IBFC cement pastes, resulting in biocement, increased the strength of the IBFC-cement composite. A 20% IBFC cement-replacement was determined to be the ideal ratio for producing biocement in this study, with a lower void percentage and water absorption value. Adding strain WH decreases pore sizes, densifies the matrix in ≤ 20% IBFC biocement, and enhances the formation of calcium silicate hydrate (C–S–H) and AFm ettringite phases. Biogenic CaCO3 and C–S–H significantly increase IBFC composite strength, especially at ≤ 20% IBFC replacement. Moreover, IBFC-cement composites with strain WH exhibit self-healing properties, with bacteria precipitating CaCO3 crystals to bridge cracks within two weeks. Overall, this work provides an approach to produce a "green/sustainable" cement using biologically enabled self-healing characteristics
Ancaman Sampah Impor bagi Keamanan Manusia: Studi Kasus Desa Bangun dan Tropodo 2018-2019.
ABSTRACTThe National Sword Policy implemented by the Chinese Government in 2018 has a spillover effect in several countries in the Asian region, especially Indonesia. As one of the importers of recycled paper waste, Indonesia is faced with the problem of hazardous waste from abroad, which has increased by two percent in 2018. Besides, Indonesia also does not have good waste management, which exacerbates environmental damage and pollution. some of them were experienced by Bangun and Tropodo Villages in East Java. The level of environmental pollution in Bangun and Tropodo Villages is quite high as a result of being used as a final disposal site for paper raw material waste mixed with foreign waste and hazardous toxic materials. As a result, environmental crises continue to occur and affect the quality of life of the people. This study analyzes the correlation between environmental crises which is directly proportional to the increasing threat to human security. The environmental crisis due to imported waste can turn into a security threat issue through the securitization process carried out by NGOs and the government. The author uses the concept of human security and securitization theory to see the causality relationship. In the end, the state is not only faced with traditional security problems that are territorial but problems of individual human security. Indonesia was forced to change several waste import policies.Keywords: Imported Waste, Environmental Crisis, Securitization, Human Security.Kebijakan National Sword Policy Pemerintah Tiongkok pada tahun 2018 memberikan efek spillover pada beberapa negara di kawasan Asia, khususnya Indonesia. Sebagai salah satu importir sampah kertas daur ulang, Indonesia dihadapkan dengan masalah sampah bahan berbahaya dari luar negeri hingga terjadi peningkatan sebesar dua persen pada tahun 2018. Selain itu, Indonesia juga masih belum memiliki manajemen pengelolaan sampah yang baik sehingga memperparah pada kerusakan dan pencemaran lingkungan yang beberapa di antaranya dialami oleh Desa Bangun dan Tropodo di Jawa Timur. Tingkat pencemaran lingkungan Desa Bangun dan Tropodo cukup tinggi akibat dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir bagi sampah bahan baku kertas yang bercampur dengan sampah luar negeri dan bahan beracun berbahaya. Sebagai imbasnya, krisis lingkungan terus terjadi dan mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini menganalisis korelasi antara krisis lingkungan yang berbanding lurus dengan peningkatan ancaman terhadap keamanan manusia. Krisis lingkungan akibat sampah impor dapat berubah menjadi isu ancaman keamanan melalui proses sekuritisasi yang dilakukan oleh NGO dan pemerintah. Penulis menggunakan konsep keamanan manusia dan teori sekuritisasi untuk melihat hubungan kausalitas. Pada akhirnya, negara tidak hanya dihadapkan dengan masalah-masalah keamanan tradisional yang bersifat teritorial melainkan masalah keamanan manusia yang bersifat individu. Indonesia terpaksa mengubah beberapa kebijakan impor sampah.Kata kunci: Sampah Impor, Krisis Lingkungan Hidup, Sekuritisasi, Keamanan Manusia. DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i02.241
