1,722,075 research outputs found
Yusrizal Akmal's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Yusrizal Akmal's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Yusrizal Akmal's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Konflik Sosial dalam Kumpulan Cerpen “Kembali ke Pangkal Jalan” Karya Yusrizal K.W.
The purpose of this study is to find out what forms of social classes occur from the collection of short stories through behavior, attitudes of characters in the collection of short stories "Back to the Base of the Road" by Yusrizal K.W. And find out the factors causing social conflict in the collection of short stories "Back to the Base of the Road" by Yusrizal K.W. Using Karl Marx's theory of social conflict. This research uses a qualitative approach description method. The data from the study is data in the form of words, phrases, expressions, and sentences contained in the collection of short stories "Kembali ke Pangkal Jalan" by Yusrizal K.W. published in October 2004 by Kompas, Jakarta, which are 14 titles of short stories selected by Yusrizal KW written from the 2000s to 2004, and only 9 titles want to be analyzed because of social themes. The results of this study are the factors causing social conflict in the collection of short stories "Kembali Pangkal Jalan" by Yusrizal K.W. Social conflict in the collection of short stories "Kembali Pangkal Jalan Karya Yusrizal K.W" bourgeoisie or ruling class and proletariat or class that has no power. The ruling upper class is the people who own the means of production such as merchant societies, subdistrict mothers, rich people, leaders, while the lower class (proletariat) who have the power and do not have the means of production like thug gangs. lay people, poor families.
TEMA-TEMA SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN KEMBALI KE PANGKAL JALAN KARYA YUSRIZAL KW (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya karya sastra yang menampilkan
realitas kehidupan manusia dengan mengemukakan tema sosial yang terdapat dalam
kumpulan cerpen Kembali ke Pangkal Jalan karya Yusrizal KW. Permasalahan yang
diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana tema-tema sosial dalam kumpulan
cerpen Kembali ke Pangkal Jalan karya Yusrizal KW. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan tema-tema sosial dalam kumpulan cerpen Kembali ke Pangkal
Jalan karya Yusrizal KW.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi
sastra dengan teori yang dikemukakan oleh Ian Watt, yaitu sejauh mana karya sastra
mencerminkan kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode kualitatif melalui proses penyediaan data. Teknik yang digunakan
dalam penelitian ini adalah sumber dan jenis data yang didapat dari buku kumpulan
cerpen Kembali ke Pangkal Jalan karya Yusrizal KW. Setelah itu, dilakukan
pengamatan terhadap data yang telah didapat.
Tema-tema sosial dalam kumpulan cerpen Kembali ke Pangkal Jalan karya
Yusrizal KW adalah premanisme, kemiskinan, kolusi dan nepotisme, kepedulian
sosial lupa kepada kampung halaman, rendahnya status sosial guru, kasih tak sampai,
kecemburuan sosial keluarga.
Analisis yang dilakukan dalam kumpulan cerpen Kembali ke Pangkal Jalan
menghasilkan, premanisme pada cerpen “Anak Perempuan Ayah” merupakan tindakan
kejahatan yang dilakukan oleh sekelompok preman yang meresahkan masyarakat.
Kemiskinan pada cerpen “Pagi yang Indah Untuk Kucing” dan “Demi Bu Camat”
menampilkan kehidupan miskin dalam sebuah keluarga. Kolusi dan nepotisme pada
cerpen “Orang Dalam” merupakan sikap atau tindakan yang dilakukan seseorang
dengan maksud tidak terpuji. Kepedulian sosial pada cerpen “Tiga Butir Kurma per
Kepala” merupakan bentuk kepedulian seseorang terhadap sesama. Lupa kepada
kampung halaman pada cerpen “Kembali ke Pangkal Jalan” menampilkan kehidupan
rantau yang penuh dengan godaan. Rendahya status sosial guru pada cerpen “Senyum
Ayah Sedang Sakit” menampilkan bahwa profesi seorang guru seakan tidak
memberikan sebuah pilihan yang bagus untuk kesejahteraan hidup. Kasih tak sampai
pada cerpen “Pungguk Merindu” merupakan kisah cinta seorang pemuda yang tidak
tersampaikan. Kecemburuan sosial keluarga pada cerpen “Ratih” merupakan sikap
yang disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam menerima bentuk perbedaan
sosial
Integrasi perencanaan keuangan religiusitas profesional muslim melalui lembaga keuangan syariah di Indonesia
Buku ini awalnya adalah hasil penelitian kolaborasi antar Perguruan Tinggi berjudul “Integrasi Perencanaan Keuangan Religiusitas Profesional Muslim Melalui Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia”. Buku yang ada di hadapan pembaca ini merupakan hasil Penelitian Kolaborasi 3 Perguruan Tinggi, yaitu Dr. Darwis Harahap, M. Si (Universitas Islam Negeri Syeh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan), Dr. Sugianto, M. A (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan), Yusrizal, S.E., M. Si (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan) dan Siska Yuli Anita, M.M (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung)
Kritik Sosial Dalam Kumpulan Cerpen Ayah, Anjing Karya Yusrizal KW Tinjauan Sosiologi Sastra
Meri Fovasari. 2020. Kritik Sosial dalam Kumpulan Cerpen Ayah, Anjing Karya Yusrizal KW: Tinjauan Sosiologi Sastra. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Padang 2020. Pembimbing I, Dra. Armini Arbain, M. Hum. Pembimbing II, Sudarmoko, S. S, M.A.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kritik sosial di dalam kumpulan cerpen Ayah, anjing karya Yusrizal KW. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpen Ayah, Anjing karya Yusrizal KW.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan sosiologi sastra. Teori yang digunakan ialah teori Ian Watt yang menyatakan bahwa sastra sebagai cerminan masyarakat. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif yang bersifat deskripstif, menghasilkan kata-kata tertulis mengenai kritik sosial dari objek. Adapun teknik yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kritik sosial dalam kumpulan cerpen Ayah, Anjing adalah kritik terhadap masalah moral berupa pelecehan seksual, kritik terhadap disorganisasi dalam keluarga berupa kurangnya kasih sayang dalam keluarga, pertengkaran suami dan istri dalam rumah tangga, pengkhianatan, dan kurangnya keharmonisan dalam keluarga, dan kritik terhadap pemerintah sebagai pemegang wewenang dan kekuasaan.
Kata Kunci: Kumpulan Cerpen Ayah, Anjing, Sosiologi Sastra, Kritik Sosial
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
