1,721,121 research outputs found

    The empirical visibility of land use conflicts: From latent to manifest conflict through law enforcement in a national park in Indonesia

    No full text
    The rich literatures about land use conflicts make a valuable contribution by empirically describing the substance of local land use conflicts and through this making those cases accessible for research from multiple science disciplines. Those studies, however, often are descriptive in nature, and have a rather vague theoretical conceptualisation of conflict. We propose a conceptual model of conflicts that is based on political theory and the interests of political actors. It stresses that land use conflicts will rarely be solved, but are merely settled by policy and eventually its enforcement. Throughout the policy process, however, the conflict of interests will remain, while the empirical visibility of land use conflicts will vary.\ud \ud This article aims to construct a framework for analysing the empirical visibility of land use conflicts, and to apply it for analysing the empirical visibility of the dispute between the Tallasa community and the national park bureaucracy in South Sulawesi, Indonesia. To test this methodology, we conducted observations and interviews. Since 2004, we have been involved both directly and indirectly with the conflict mediation process for the dispute involving the Tallasa community. The results show that the conflict between people-livelihood interests and conservation interests remains the same over forty years but regulations and visibility changed. The national park did not provide a final resolution, but instead supported both conflicting interests. In latent position, policy for enforcing existing formal regulations did not change implementation and visibility in practice. We also find that policy for enforcing a new formal regulation triggered more conflict visibility. Due to the short period of visibility, the development of regulation during the latent period remains open. We conclude that conflict visibility in political discourse and media has an impact on reformulating formal regulation

    Hadits tentang Dzikir

    Full text link
    Buku ini di susun karena suatu hasrat agar apa yang penulis diberi kepahaman dari sumber hikmah dapat sedikit demi sedikit menjadi mendalam pada kepahaman diri. Tentunya pendalaman yang dimaksud dengan respon dari para pembaca sekalian melalui musyawarah, terutama dari mahasiswa yang penulis niatkan menjadi pembaca tetap. Selain itu, materi ini yaitu “Hadis Kesehatan dan Lingkunag Hidup”, sangat urgen untuk dibukukan sebagai bahan referensi bagi mahasiswa program studi ilmu hadis pada fakultas ushuluddin filsafat dan politik UIN Alauddin Makassar, sebagai bekal untuk mata kuliah kajian hadis selanjutnya. Adapun buku ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi bagi bagi mahasiswa jurusan ilmu hadis pada khususnya, dan mahasiswa UIN Alauddin serta pemabac pada umumnya. dan menjadi bahan bacaan serta menjadi pedoman dalam memahami dan mengamalkan petunjuk-petunjuk hadis Nabi saw., Selain itu, kajian hadis dalam rangka peningkatan kualitas keimanan kepada Allah swt

    Penghuni Neraka dalam Perspektif Pendidikan Islam

    No full text
    Buku ini membahas membahas tentang penghuni neraka dalam kajian al-Qur'an dengan pendekatan tafsir maudhu'iy. Neraka merupakan salah satu persoalan eskatologis yakni doktrin tentang Akhir, sebuah doktrin yang membahas keyakinan yang berhubungan dengan kejadian- kejadian akhir hidup manusia seperti kematian, Hari Kiamat, berakhirnya dunia, Kebangkitan kembali, Pengadilan Akhir, surga dan neraka. Kehidupan alam akhirat menjadi keyakinan setiap manusia bahwa ada kehidupan sesudah kehidupan dunia ini, maka dari itu, seorang Muslim diajarkan untuk mengejar kebahagiaan dunia dan akhirat

    Pengaruh Resiliensi dan Kepuasan Kerja terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi pada PT. Nuansa Cipta Magello (NCM) Makassar

    Full text link
    Hasil penelitian dengan regresi linear berganda menunjukkan bahwa Resiliensi berpengaruh terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi, Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi, Resiliensi dan Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi pada PT. Nuansa Cipta Magello (NCM) Makassar

    Perancangan Sistem Informasi Administrasi Pembayaran SPP Siswa Berbasis Web

    No full text
    The development of technology and the development of science triggered many people to look for alternative solutions to problems in the field of information systems technology. Information technology is currently a very important requirement for the organization or company. Information technology has been widely used for various aspects such as management and human resources. Tuition payments are needed by madrasas to support educational needs, the current system is still done manually, madrasah treasurers record students who will pay tuition fees in books. Therefore researchers use the design of the MA Baiturrahaman SPP payment application to support the performance of the madrasa treasurer to conduct transactions quickly, and do not need to multiply work to process transactions and SPP payment report. The SPP payment application is designed with several stages ranging from data collection to system testing. The application design is designed using UML and developed with the java programming language and MariaDB as a database. The results of this study the treasurer can easily make payment transactions and SPP payment reports can be resolved properly

    Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia Melalui Pelatihan Kerja, Peningkatan Kompetensi Dan Kapabilitas Inovasi

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh antara variabel pelatihan kerja terhadap peningkatan kompetensi, kapabilitas inovasi dan kinerja sumber daya manusia pada sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) sekota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan Penelitian ini dilakukan khusus kepada guru-guru penjurusan atau guru bidang produktif di SMKN sekota Parepare. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 98 responden yang menjadi sampel penelitian. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional areal random samplingdengan model analisis Smart PLS (Partial Least Square) sebagai alat bantu analisisnya. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan kompetensi dan kapabilitas inovasi. Namun pelatihan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja sumber daya manusia, kemudian peningkatan kompetensi dan kapabilitas inovasi berdampak positif dan berpengaruh signifikan terhadap kinerja sumber daya manusia. Dengan demikian untuk meningkatkan kinerja sumber daya manusia bisa dilakukan melalui pelatihan kerja dengan meningkatkan kompetensi dan kapabilitas inovasi guru. Kata Kunci:Pelatihan Kerja, Peningkatan Kompetensi, Kapabilitas Inovasi dan Kinerja Sumber Daya manusia

    ”Bissu” Bukan Waria (Studi Atas Hadis-Hadis Tentang Khuntsa)

    Full text link
    Bissu adalah salah satu jenis kelompok manusia di kebudayaan bugis makassar yang secara kebudayaan pernah menempati posisi sakral, sebab menjadi perantara spiritualitas kekuatan doa dari masyarakat kepada para dewa di langit. Bissu dianggap sebagai manusia yang suci karena hidupnya terhindarkan dari pengaruh hawa nafsu duniawi. Namun secara gender, bissu mengalami guncangan terutama dari sudut pandang agama, yang tidak menerima kehadiran bissu secara gender. Sebab bissu identik dengan kaum waria atau bencong, dimana sebenaranya mereka adalah laki-laki namun bertingkah laku seperti perempuan. Tulisan ini akan mengkaji bagaimana ajaran Islam dengan kekayaan narasi hadisnya, kemudian membangun cara pandang terhadap persoalan bissu ini. Dalam kajian hadis, bissu masuk dalam debat istilah khuntsa dan mukhannits dalam teks-teks hadis,  yang sebagian besar muaranya sampai kepada kesimpulan hukum, bahwa bissu disamakan dengan waria yakni mukhannitsun. Selanjutnya berakibat kepada hukum fiqih yang memandang bissu sebagai sesuatu yang “haram”. Jikalaupun misalnya akhirnya diharamkan, namun kebudayaan bissu harus tetap dilihat secara fakta bahwa dalam perjalanan sejarah kebudayaan bugis makassar, bissu sangat berbeda jauh dengan fenomena waria atau semisalnya. Oleh karena itu bissu dalam hal ini tentu akan dipandang dari arah pandangan sosial-hukum serta filosofi yang berbeda dengan waria. Posisi bissu dalam beberapa hal sama dengan khuntsa, yang secara orientasi sosial-keberagamaannya bukan sebagai sebagai penyakit sosial, tetapi malahan memiliki citra yang positif, sebagai khazanah kebudayaan dan spiritualitas dalam kebudayaan masyarakat bugis makassar. Dalam beberapa hadis nabi, ditunjukkan bahwa umat muslim seharusnya memiliki sifat yang arif kepada kaum khuntsa, yang dianggap sebagai sekedar kelainan secara biologis, bukan sebagai penyakit sosial, seksual maupun spiritual

    Konsep Hifẓ Al-‘Irḍ Dalam Al- Qur’ān: Studi Tafsir Mawdū‘ī dan relevansinya terhadap pencegahan kasus kekerasan seksual di Indonesia

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual di Indonesia yang menunjukkan adanya krisis moral dan lemahnya kesadaran terhadap nilai kehormatan manusia. Dalam konteks maqāṣid al-syarī‘ah, kehormatan (‘ird) merupakan salah satu aspek penting yang perlu dijaga, sebagaimana penjagaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep ḥifẓ al-‘ird dalam Al-Qur’ān melalui pendekatan tafsir maudhu‘i serta menganalisis relevansinya terhadap upaya penanganan kekerasan seksual di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah tafsir maudhu‘i (tematik) dengan cara menghimpun dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’ān yang berkaitan dengan kehormatan, seperti QS. al-Isra’: 32, QS. an-Nur: 4,, 23, 30–31, dan QS. al-Hujurat: 11–12. Data primer penelitian berupa ayat-ayat Al-Qur’ān yang relevan, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir klasik dan kontemporer, buku, serta jurnal ilmiah yang mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Konsep ḥifẓ al-‘ird dalam Al-Qur’ān meliputi empat dimensi utama: pencegahan, perlindungan, tanggung jawab kolektif, dan perlindungan korban, yang secara keseluruhan menegaskan kewajiban menjaga martabat manusia dari segala bentuk pelecehan dan perendahan kehormatan. (2) Konsep ḥifẓ al-‘ird memiliki relevansi kuat dengan penanganan kekerasan seksual di Indonesia, sejalan dengan nilai-nilai dalam UU No. 12 Tahun 2022 tentang TPKS, terutama dalam penguatan etika sosial, pendidikan moral, serta perlindungan dan pemulihan korban. Dengan demikian, ḥifẓ al-‘ird tidak hanya menjadi konsep teologis, tetapi juga solusi moral dan sosial yang relevan dalam membangun budaya masyarakat yang menjunjung tinggi kehormatan dan kemanusiaan. Dengan demikian, ḥifẓ al-‘ird tidak hanya menjadi konsep teologis, tetapi juga solusi moral dan sosial yang relevan dalam membangun budaya masyarakat yang menjunjung tinggi kehormatan dan kemanusiaan. ABSTRACT This research is motivated by the increasing cases of sexual violence in Indonesia, which indicate a moral crisis and a lack of awareness regarding the value of human dignity. Within the framework of maqāṣid al-syarī‘ah, honor (‘ird) is one of the essential aspects that must be protected, along with religion, life, intellect, lineage, and property. Therefore, this study aims to explain the concept of ḥifẓ al-‘ird (protection of honor) in the Qur’ān through a thematic tafsir (tafsir maudhu‘i) approach and to analyze its relevance to efforts in addressing sexual violence in Indonesia. This research employs a qualitative method with a library research approach. The thematic tafsir method is applied by collecting and analyzing Qur’ānic verses related to human honor, such as QS. al-Isra’: 32, QS. an-Nur: 4, 23, 30–31, and QS. al-Hujurat: 11–12. The primary data are Qur’ānic verses, while the secondary data consist of classical and contemporary tafsir works, books, and scholarly journals supporting the analysis. The results of the study show that (1) the concept of ḥifẓ al-‘ird in the Qur’ān includes four main dimensions: prevention, protection, collective responsibility, and victim protection, all of which emphasize the obligation to uphold human dignity from any form of harassment and degradation. (2) The concept of ḥifẓ al-‘ird has a strong relevance to addressing sexual violence in Indonesia, in line with the values of Law No. 12 of 2022 on the Crime of Sexual Violence (UU TPKS), particularly in strengthening social ethics, moral education, and the protection and recovery of victims. Thus, ḥifẓ al-‘ird is not only a theological concept but also a moral and social solution that is relevant in building a society that upholds honor and humanity. مستخلص البحث نبع هذه الدراسة من ازدياد حالات العنف الجنسي في إندونيسيا، مما يدلّ على وجود أزمة أخلاقية وضعف في الوعي بقيمة كرامة الإنسان. وفي إطار مقاصد الشريعة، يُعدّ العرض من أهم الضروريات التي يجب حفظها، إلى جانب الدين، والنفس، والعقل، والنسل، والمال. وتهدف هذه الدراسة إلى بيان مفهوم حفظ العرض في القرآن الكريم من خلال منهج التفسير الموضوعي، وبيان مدى صلته بجهود معالجة ظاهرة العنف الجنسي في المجتمع الإندونيسي. اعتمدت هذه الدراسة على المنهج النوعي بأسلوب البحث المكتبي (البحث المكتبي). واستُخدم منهج التفسير الموضوعي من خلال جمع الآيات المتعلقة بموضوع العرض وتحليلها، مثل قوله تعالى في سور الإسراء: ٣٢، والنور: ٤، ٢٣، ٣٠–٣١، والحجرات: ١١–١٢. أما مصادر الدراسة الأساسية فهي الآيات القرآنية، بينما المصادر الثانوية تشمل كتب التفسير القديمة والحديثة، والكتب، والمجلات العلمية ذات الصلة بالموضوع تُظهر نتائجُ البحث أنَّ (1) مفهومَ حفظ العرض في القرآن الكريم يشمل أربعةَ أبعادٍ رئيسةٍ، وهي: الوقاية، والحماية، والمسؤولية الجماعية، وحماية الضحايا، وكلُّها تؤكد وجوب صيانة كرامة الإنسان من كلِّ أشكال الإهانة والانتهاك. (2) كما أنَّ مفهومَ حفظ العرض يرتبط ارتباطًا وثيقًا بمواجهة جرائم العنف الجنسي في إندونيسيا، بما يتوافق مع القيم الواردة في القانون رقم (12) لسنة 2022م بشأن الجرائم الجنسية، ولا سيما في تعزيز الأخلاق الاجتماعية، والتربية الأخلاقية، وحماية الضحايا وتأهيلهم. ومن ثَمَّ، فإنَّ حفظ العرض ليس مجرَّد مفهومٍ لاهوتيٍّ، بل هو أيضًا حلٌّ أخلاقيٌّ واجتماعيٌّ يسهم في بناء مجتمعٍ يَصون الكرامةَ الإنسانيَّةَ ويُعلي من شأنها

    Perbandingan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa yang diajar Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan Think Talk Write (TTW) Kelas XI TKJ SMKN 11 Bulukumba Kabupaten Bulukumba

    Full text link
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI TKJ SMKN 11 Bulukumba yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS sekitar 9,09% berada pada kategori sedang, 77,27% berada pada kategori tinggi dan selebihnya berada pada kategori sangat tinggi, (2) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI TKJ SMKN 11 Bulukumba yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW sekitar 50% berada pada kategori tinggi dan selebihnya berada pada kategori sangat tinggi, (3) terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa kelas XI TKJ SMKN 11 Bulukumba yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan TTW

    Sistem Pengolah Koleksi dan Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Al-Gazali Kabupaten Barru

    Full text link
    Skripsi ini membahas tentang Sistem Pengolahan Koleksi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Al-Gazali Kabupaten Barru. Pokok masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana Sistem Pengolahan Koleksi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi AlGazali Kabupaten Barru. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Sistem Pengolahan Koleksi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi AlGazali Kabupaten Barru. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian deskriptif yakni untuk mendeskripsikan dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat sifat hubungan antar fenomena yang diselidiki. Dengan metode kualitatif yakni untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian secara holistik dengan cara mendeskripsikan dan mengumpulkan data melalui kepustakaan dari lapangan dengan teknik wawancara dan observasi dengan 3 orang informan yang bertugas bagian pengolahan sebagai sumber data. Hasil analisis menunjukkan aSistem Pengolahan Koleksi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Al-Gazali Kabupaten Barru sudah sesuai dengan teori. Di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Al-Gazali Kabupaten Barru sistem pengolahannya sudah menggunakan standar pengolahan secara nasional dengan menggunakan tajuk subjek perpustakaan nasional, DDC (Dewey Decimal Calassification) untuk mengklasifikasi. Dan Pengolahan Koleksi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi AlGazali Kabupaten Barru belum menggunakan pengolahan secara elektronik namun masih menggunakan pengolahan manual. Dari penjabaran, sistem pengolahan koleksi maka dapat dikatakan Sistem Pengolahan Koleksi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Al-Gazali Kabupaten Barru sudah menggunakan sistem pengolahan DDC (Dewey Decimal Calassification) tetapi belum menggunakan pengolahan secara elektronik
    corecore