10 research outputs found

    LAYANAN KONSELING TERHADAP KESALAHPAHAMAN DALAM MEMAKNAI KOMUNIKASI NON VERBAL (PESAN KINESIK) DI LINGKUNGAN ASRAMA

    No full text
    The relationship between non-verbal communication (kinesic messages) and children's adjustment is that non-verbal communication such as facial expressions, body movements, and eye contact greatly influence the process of interacting with fellow humans. Especially for the first time face to face and interact with each other. So that sometimes the habits of these movements greatly influence social interaction. Especially if those interacting are from different cultural backgrounds. So that there are misunderstandings in understanding the non-verbal communication messages, such as kinesics. The counseling services that the author can offer in dealing with this problem can use several counseling services, including rational emotive and behavioristic therapy

    LAYANAN BIMBINGAN KONSELING PRIBADI-SOSIAL DA PERMASALAHAN KURANGNYA RASA KEPEMILIKAN DALAM DIRI ANAK

    No full text
    Kurangnya rasa kepemilikan di dalam diri anak merupakan permasalahan pribadi di dalam diri anak, yang kemudian berkembang menjadi permasalahan sosial. Permasalahan yang diangkat di sini yaitu anak kurang memiliki rasa tanggung jawab dalam memelihara/menjaga barang milik temannya.Faktor utama penyebab munculnya permasalahan ini adalah kurangnya rasa kepemilikan dalam diri anak.Oleh Sebab itu solusi yang ditawarkan dalam layanan bimbingan konseling pribadi-sosial adalah mulai dari pembiasaan diri, penanaman disiplin diri dan rasa tanggung jawab dalam diri anak

    ANALISIS NASEHAT PERNIKAHAN OLEH USTADZ ANAS FAUZI DI MEDIA SOSIAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang jelas tentang: 1). Bagaimana Isi Pesan Nasehat pernikahan yang disampaikan oleh Ustadz anas Fauzi yang semapat Viral di Media sosial. 2). Bagaimana teknik penyampain Nasehat pernikahan yang dilakukan oleh ustadz anas fauzi sehingga membuat ia viral di media sosial. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis conten. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dokumentasi. Teknik analisis yang dilakukan dengan Data yang dihimpun selanjutnya diolah dan di analisis dengan menggunakan metode content analysis melalui pendekatan Kualitatif dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif analitis.Ada pun yang dimaksud dengan content analysis yaitu suatu teknik sistematik untuk menganalisis isi pesan dan mengelolah pesan. Kemudian untuk memberi gambaran tentang pesan-pesan akidah yang terdapat dalam Video Khutbah Nikah Anaz Fauzi di media sosial untuk selanjutnya mendapatkan hasil akhir dari penelitian ini maka digunakan penafsiran data secara analitis dan kritis. Hasil penelitian dapat disimpulkan Analisi Nasehat Pernikahan oleh Penghulu Anas Fauzi di Media Sosial lebih menjabarkan tentang hak dan kewajiban suami isteri di dalam berumah tangga, seperti: a) Pesan kepada pengantin baru yaitu : diawali dengan berwudhu, berdoa sebelum berbuat, melaksanakan sholat hajat dan dilanjutkan membaca al-qur’an dan datangi istri dengan senyuman dan wangi-wangian; b)Tetap berbakti kepada orang tua meskipun setelah menikah. Setelah terpenuhi kewajiban nafkah terhadap istri, maka penuhilah keperluan orangtuamu, dikarenakan pintu rezeki keluargamu berada di tangan kedua orang tuamu teutama ibumu; c) Perilaku yang dapat menyenangkan hati suami adalah menjadi isteri solehah dengan mentaati suami dengan setulus hati. d) Tunaikan Kewajiban. Kewajiban kepada pasangan dengan saling memahami peran dalam rumah tangga, dan kewajiban kepada Allah SWT yaitu kewajiban melaksanakan sholat lima waktu. Teknik penyampaian Nasehat pernikahan yang dilakukan oleh bapak Anas Fauzi yaitu: a) menggunakan Teknik penyampaian dengan pendekatan Humoris, teknik ini digunakan agar tidak adanya ketegangan saat akad nikah berlangsung. b) Teknik Penyampaian dengan pendekatan Psikologis. dua teknik di atas inilah yang lebih diutamakan dan diterapkan sekaligus ditambah kepribadian beliau yang sangat familia

    Al-Ghazali Adab Curriculum as a Life Guide for The Alpha Generation

    No full text
    This research focuses on what is the adab in al-Ghazali's curriculum, and how can Imam al-Ghazali's curriculum of adab be a way of life for the alpha generation. This study uses a descriptive qualitative approach with the type of literature research and justification. The primary data source of this research is the book of Bidayatul Hidayah by Imam al-Ghazali. The results of the study found that the adab curriculum consisted of outward and inner adab. Here's the description; the etiquette of waking up from sleep, the etiquette of entering the toilet, wudhu etiquette, bathing etiquette, the etiquette of going and entering the mosque, the etiquette of self-preparation for salat, the etiquette wants to sleep, the etiquette of prayer, the etiquette of makmum, friday etiquette, the etiquette of fasting, the etiquette of guarding the eyes, the etiquette of guarding the ears, the etiquette of guarding the tongue, the etiquette of keeping the stomach, the etiquette of guarding the genitals, the etiquette of keeping two hands and two feet, abandoning hasad, abandon riya's nature, abandoning the nature of ujub, the etiquette with Allah SWT, student etiquette, the etiquette towards parents, the etiquette towards unknown persons, the etiquette towards close friends, the etiquette towards known people. Imam al-Ghazali justifies that if he practices the outward and inner adab, his faith will increase, and become a civilized person. So that the alpha generation who practice this inner and outer adab in their daily lives will become civilized individuals

    Counselling Career with Artificial Intelligence: A Systematic Review

    No full text
    This systematic review aimed to review empirical research on leftist counseling careers with AI. This research applied SLR and evaluated Scopus, PubMed, Google Scholar, and Crossref databases. The results showed n = 43 on Scopus, n = 3 on PubMed, n = 70 on Google Scholar and n = 3000 on Crossref. After PRISMA analysis, n = 14 studies were included in the review. Studies examining career counseling with AI: (Carson et al., 1999; Crowley, 1992; Guleria & Sood, 2023; Hendahewa et al., 2006; José-García et al., 2022; Joshi et al., 2020; Lee et al., 2018; Liu, 2023; Nazareno et al., 2019; Suresh et al., 2021; Westman et al., 2021a; Yan et al., 2019; Zhang et al., 2022; Zhang & Zheng, 2022). The manuscripts' publication years also varied: 1992, 1999, 2006, 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, and 2023. This study was conducted in Namibia, the USA, the UK, China, Romania, India, Sri Lanka, the Philippines, South Korea, and Finland. System: computer algorithm, artificial neural network, AIED, C3-IoC, Facebook Messenger, iAdvice, and online career counselor system (Chatbot and machine learning). Objectives: career prediction, career matching with companies, career selection, career guidance, and career decision-making. Requirements: AI supports students in study and career planning, self-management, and accessible and timely advice, whether delivered by AI or humans. AI is a technical subject with personal, career, and social implications; it is essential for developing academic and professional thinking and career planning in the AI era

    Profesionalisme Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Sambas

    No full text
    Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan tugas dan fungsi penyuluh agama Islam Non PNS di Kecamatan Sambas, kompetensi penyuluh agama Islam Non PNS di Kecamatan Sambas, dan hasil evaluasi kinerja penyuluh agama Islam Non PNS di Kecamatan Sambas. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kulitatif. Artikel ini menjelaskan secara umum pelaksanaan tugas dan fungsi penyuluh agama Islam Non PNS di Kecamatan Sambas, yaitu melakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keislaman, dan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai ajaran agama, dan kemudian mendorong mereka untuk melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Fungsi dari penyuluh agama Islam Non PNS di Kecamatan Sambas terdapat 3, yaitu fungsi informatif, fungsi konsultatif, dan fungsi edukatif. Sementara itu, fungsi advokatif belum ditemukan. Kompetensi penyuluh agama Islam Non PNS di Kecamatan Sambas terdapat 3, yaitu kompetensi ilmu keagamaan, kompetensi komunikasi, dan kompetensi sosial. Hasil evaluasi kinerja penyuluh agama Islam Non PNS di Kecamatan Sambas dinilai sangat baik, yang dapat dilihat dari laporan kegiatan yang dikumpulkan oleh penyuluh

    Bimbingan Rohani Islam Melalui Metode Zikir dalam Membentuk Regulasi Emosi pada Jamaah TQN Khathibiyah Sambas di Kecamatan Sambas

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan rohani Islam melalui metode zikir pada jamaah TQN Khathibiyah Sambas dan metode bimbingan rohani islam melalui zikir dalam membentuk regulasi emosi pada jamaah TQN Khathibiyah Sambas. Penelitian ini menggunakan pendekatan lapangan dengan jenis kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan bimbingan rohani islam melalui metode zikir di TQN Khathibiyah Sambas, dilakukan ketika kajian keislaman berlangsung. Pada kajian keislaman terdapat sesi dimana murid dan Mursyid mengamalkan zikir. Zikir yang diamalkan jamaah terbagi 2, zikir umum dan zikir khusus. Pada zikir khusus yang harus diamalkan jamaah ada dua zikir, yaitu zikir nafi isbat berupa kalimat “Laa ilaa haa illallah” dan zikir ismu dzat berupa kalimat “Allah”. Metode bimbingan rohani islam  melalui zikir dalam membentuk regulasi emosi pada jamaah TQN Khathibiyah Sambas, dikatakan mampu untuk menangani emosi negatif yang muncul, bisa mengontrol emosi, serta menstabilkan emosi agar tidak menimbulkan masalah baru akibat emosi yang tidak terkendali

    Penelitian Konseling Islam: Analisis Isi 37 Tahun

    No full text
    Researchers conducted a content analysis for 37 years of Islamic counseling research consisting of 23 articles in Scopus indexed journals. The purpose of this study is to describe the evaluation of Islamic counseling research from 1985-2022. This study uses content analysis. The study was coded into eight content categories, namely: 1) marriage, 2) education, 3) occupation/career, 4) social, 5) religious, 6) development of models, techniques, Islamic counseling instruments, 7) utilization of concepts from Islamic teachings, Islamic leaders, Islamic culture, 8) Counselee problems, 9) Interventions and stages/processes of Islamic counseling, 10) Utilization of technology in Islamic counseling. In addition to coding the 23 articles into content categories, the researcher also classified the research methodologies; qualitative, quantitative, or mixed methods and R&D. The results show that 2021 is the highest number of articles for 37 years of Islamic counseling research in Indonesia with four articles written by Indonesian researchers; the research design of the researcher found that the conceptual analysis of Islamic counseling dominated the 23 articles as much as 47% or 11 conceptual articles. Furthermore, it is dominated by qualitative research as much as 35% or 8 articles. Then the articles came from quantitative research as much as 9% or only 2 articles. Furthermore, mix and research and development each 1 article or 5%; of the 8 categories of content analysis, only the field of work does not have articles; In the rankings, Noor Shakirah Mat Akhir is the biggest contributor, followed by Norazlina Zakaria, Abdurrahman and Saiful Akhyar Lubis in the third position; The Islamic Guidance and Counseling Journal appears to be the largest publisher of Islamic counseling articles starting in 2020 and 2021. The findings of this study provide direction for future research that needs to examine the search results of the google scholar indexer publish or perish from 1985 to 2022 with keywords Islamic counseling is 1,000 articles

    PERAN NAHDATUL ULAMA (NU) DALAM MENJAGA KEBERAGAMAN DAN TOLERANSI BERAGAMA

    No full text
    Dakwah Nahdatul Ulama menjadi sangat penting dalam menjalankan perannya yaitu dalam menjaga toleransi, kerukunan, dan pluralisme di Indonesia. NU terus berupaya untuk menyesuaikan dakwahnya dengan kondisi sosial yang semakin hari semakin mengalami perubahan dan tentunya dengan tantangan yang beraneka ragam. Oleh sebab itu pentingnya untuk mendalami dan menyelidiki lebih dalam lagi bagaimana peran NU dalam menjaga keberagaman dan toleransi beragama ditengah masyarakat yang semakin maju di era globalisasi ini. Tulisan ini akan menjelaskan konsep peran Nahdatul Ulama dalam menjaga keberagaman dan toleransi beragama melalui metode penelitian studi kajian literatur. Adapun hasil penelitiannya bahwa Peran NU dalam Menjaga keberagaman dan toleransi beragama dengan menerapkan lima prinsip aswaja dalam kehidupan masyarakat yaitu Tasamuh (toleransi), Tasawuth (moderat), I'tidal (keadilan), Tawazun (keseimbangan), dan Amar Ma'ruf Nahi Munkar (mengajak kebaikan dan mencegah keburukan). Selain prinsip tersebut peran ulama NU juga sangat penting sebagai pelopor dialog antar umat beragama dalam rangka menjaga toleransi dan ulama membawa kontribusi konstruktif dalam meredakan ketegangan dan membangun jembatan pemahaman di antara umat beragama

    Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Kumpai: Self Report

    No full text
    The purpose of this paper is to report court activities to the community in Kumpai village. The service report method uses self-report-based descriptive qualitative, primary data sources based on the log book of students of the Islamic guidance and counseling study program at the Faculty of Da'wah and Humanities IAIS Sambas on behalf of Witri Lusdiandari. The location of the service is in the village of Kumpai, Sambas District, in 2022. The community service activities include: Meetings with hamlet heads and residents at the Baitul Rahman Mosque; Gathering with community leaders at the house of the head of the border hamlet; Participate in special posyandu activities for stunting children; Teaching at Teratai PAUD TPQ activities at the Baitul Rahman Mosque; Teaching TPQ at the Al-Jihad Mosque; Implementation of the Prophet's Birthday Mini TPQ competition at the Baitul Rahman mosque; Recitation with mothers at the Al-Jihad Mosque; Tabligh Akbar at the Baitul Rahman Mosqu
    corecore