163 research outputs found

    Korelasi Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pustakawan Perguruan Tinggi Swasta d i Kota Malang

    No full text
    ABSTRACT Andriani, Yusmita. Korelasi Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pustakawan Perguruan Tinggi Swasta d i Kota Malang. Skripsi, Program Studi Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd,  (II) Drs. Dwi Sugianto, M.Pdkata kunci: Motivasi Kerja Intrinsik, Motivasi Kerja Ekstrinsik, Kinerja PustakawanPerpustakaan merupakan wadah atau tempat berkumpulnya informasi ilmu pengetahuan baik tercetak, maupun terekam yang dikumpulkan, diolah, dikembangkan, dan dilestarikan untuk kepentingan pemakai dibidang studi, riset, dan konsultasi. Pustakawan adalah pemeran utama dalam kinerja sebuah perpustakaan. Dalam  mencapai upaya target pemberian layanan prima kepada pengguna, pustakawan harus senantiasa meningkatkan kinerja dan memberikan layanan terbaik kepada pengguna, karena tingkat kinerja pustakawan berbanding lurus dengan pemenuhan kebutuhan pengguna. Faktor yang mempengaruhi kinerja adalah faktor kemampuan dan faktor mativasi. Penilaian kinerja idealnya dilakukan secara berkala dalam internal organisasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi pustakawan perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang, untuk mengetahui kinerja pustakawan perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang, dan untuk mengetahui korelasi motivasi kerja dengan kinerja pustakawan perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah pustakawan perpustakaan perguruan tinggi swasta di kota Malang yaitu, perpustakaan Universitas Asia Malang, perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang, perpustakaan, dan perpustakaan Universitas Islam Malang. Korelasi yang digunakan dalam penelitian ini korelasi produk momen.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan tiga hal berikut. Pertama, motivasi kerja di perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di kota Malang dalam kategori tinggi baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsik. Kedua, kinerja pustakawan di perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di kota Malang dalam kriteriai tinggi. Ketiga,  terdapat korelasi antara motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap kinerja pustakawan perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta di kota Malang. Saran dalam penelitian ini adalah (1) kepada pemimpin perpustakaan disarankan: a). untuk mempertahankan motivasi pustakawan yang berdampak signifikan terhadap kinerja pustakwan,  dan b). motivasi pustakwan harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, dengan cara pengembangan kemampuan pustakawan, pemeberian insentif, dan pemberdayaan SDM, dan (2) bagi pustakawan disarankan: a). hendaknya terus meningkatkan kinerja, baik kemampuan intelektual maupun kemampuan interpersonal b). mengembangkan kerjasama antar pustakawan demi kelancaran kerja dan perkembangan individu, kelompok, dan perpustakaan

    Comment on “Petrographic features influencing basic geotechnical parameters of carbonate soft rocks from Apulia (southern Italy)” [Eng. Geol. 233: 76–97]

    No full text
    This comment discusses a recent paper by Festa et al. (Eng. Geol. 233: 76–97, 2018), in which they illustrate the relationships between fabric features and, basic physical and mechanical parameters of carbonate soft rocks from Apulia by means of a comparison between qualitative information from petrographic analysis in thin sections and quantitative experimental data from laboratory geotechnical tests. In the opinion of the author of this comment, some considerations and clarifications have to be made based on the data presented by Festa et al. (2018) in their paper and, results of new and previous studies on this specific topic published in international journals, scientific books and conference proceedings

    Upaya Meningkatkan Kualitas Layanan Pengguna di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Tuntutan peningkatan kualitas pustakawan berdasarkan sistem karier dan diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 tentang pokok-pokok kepegawaian, dan ketentuan pelaksanaanya diatur dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya. Tuntutan tersebut diharapkan akan menghasilkan pustakawan yang berkualitas, profesianal, bertanggung jawab, jujur, dan lebih mampu serta akuntabel dalam pemberian pelayanan publik. Layanan pengguna merupakan media penting bagi para pengelola perpustakaan untuk memberikan kemudahan kepada pemakai perpustakaan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. Perpustakaan perguruan tinggi akan memiliki intergritas yang tinggi bila dimotori oleh pustakawan yang handal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan pengguna di perpustakaan Politeknik Negeri Malang, untuk mengetahui hambatan yang sering dihadapi dalam meningkatkan kualitas layanan pengguna di perpustakaan Politeknik Negeri Malang, dan untuk mengetahui uasah-usaha yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas layanan pengguna di perpustakaan Politeknik Negeri Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pustakawan dan pengguna perpustakaan Politeknik Negeri Malang yang berjumlah 33 orang. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen yaitu, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa pelaksanaan layanan pengguna di perpustakaan Politeknik Negeri Malang, Pertama, hambatan pustakawan dalam meningkatkan kualitas layananan pengguna di Perpustakaan Polteknik Negeri Malang, diantaranya : (1) gedung/ruangan yang kurang luas; (2) sulitnya mendapatkan dana untuk pengadaan koleksi sehingga koleksi di perpustakaan masih sedikit, khususnya pada koleksi referensi; (3) koleksi pada layanan referensi tidak up to date; (4) penataan bahan pustaka yang kurang jelas; (5) penempatan kartu kontrol yang tidak sesuai dengan tanggal kembali; (6) barcode reader tidak dapat terdeteksi; dan (7) minimya patugas perpustakaan. Kedua, usaha pustakawan dalam meningkatkan kualitas layanan pengguna di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang, diantaranya : (1) pustakawan berusaha melakukan penataan ruangan sebaik mungkin dan senyaman mungkin; (2) pustakawan mengolah dan menata koleksi bahan pustaka sebaik mungkin agar dapat ditelusuri kembali (temu kembali informasi) dengan mudah oleh pemustaka; (3) pada layanan sirkulasi pustakawan memberikan layanan secara terkomputerisasi atau terautomasi sehingga proses pelayanan dapat berjalanan dengan cepat; (4) berusaha membantu informan dalam mencari bahan pustaka yang dibutuhkan; (5) barcode reader yang tidak dapat terdeteksi diperbarui kembali; (6) kartu kontrol disusun secara tanggal kembali; (7) menambah jumlah petugas; dan (8) menata koleksi yang berada di rak sesuai dengan no klasifikasi. Saran dalam penelitian ini adalah (1) pustakawan berusaha meningkatkan kemampuan diri dengan mengikuti pelatihan, diklat atau seminar; (2) pustakawan harus peka dengan apa yang dibutuhkan oleh pemustaka; (3) perlu adanya sinkronisasi antara data yang ada di opac dengan koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan; (4) pemimpin perlu meninjau kembali pembagian pekerjaan dan tanggung jawab pustakawan, melihat bagaimana hubungan antar staf, baik atasan kepada bawahan atau pun dengan sesama pustakawan; dan (5) pustakawan diharapkan bersikap proaktif dalam melayani kebutuhan pengguna, dibutuhkan kesadaran diri untuk memberikan pelayanan yang memuaskan

    SOCIAL CRITICISM IN NOVEL BABBITT BY SINCLAIR LEWIS

    No full text
    FITA ANDRIANI. Social Criticism in Novel Babbitt by Sinclair Lewis (Supervised by M. Syafri Badaruddin and Abidin Pammu)The purpose of this research is to analyze social criticism by looking at American social conditions as reflected in novel Babbitt and the problems experienced by the characters in the story.This study uses a genetic structuralism approach that discusses the intrinsic and extrinsic elements of literary works. The data were analyzed by using descriptive qualitative methods. The source of this research is the novel Babbitt by Sinclair Lewis published by The New American Library of World Literature in New York in 1962.Based on the results of the analysis, the writer found criticisms submitted by the author on the social conditions at that time. The social conditions reflected in novel Babbitt include economic development, technological growth and lifestyle. The social criticism conveyed by the author in the story is about a culture of materialism that makes everyone only oriented towards money. Another criticism conveyed by the author is about moral degradation by committing law-breaking action, hypocrisy, corruption, and collusion. And finally, the criticism conveyed is about the commercialization that touches the realm of religion and the standardization of life for the middle class who live based on social standards and conformity so that they lose their freedom, identity and happiness.Keyword: Social Criticism, Genetic Structuralism, Social ConditionABSTRAKFITA ANDRIANI. Social Criticism in Novel Babbitt by Sinclair Lewis (Dibimbing oleh M. Syafri Badaruddin dan Abidin Pammu)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sosial dengan melihat kondisi sosial Amerika yang direfleksikan melalui novel Babbitt dan masalah-masalah yang dialami oleh para tokoh dalam cerita tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan strukuralisme genetik yang membahas unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Babbitt karya Sinclair Lewis yang diterbitkan oleh The New American Library of World Literature di New York tahun 1962. Berdasarkan hasil analisis, penulis telah menemukan kritik yang disampaikan pengarang terhadap kondisi soasial pada saat itu. Kondisi sosial yang tercermin dalam novel Babbitt meliputi pertumbuhan ekonomi, teknologi, dan gaya hidup. Kritik sosial yang disampaikan pengarang dalam cerita yaitu tentang budaya materialisme yang membuat setiap orang hanya berorientasi kepada uang. Kritik lain yang disampaikan adalah tentang degradasi moral dengan melakukan tindakan melanggar hukum, hipokrit, korupsi, dan kolusi. Dan yang terakhir, kritik yang disampaikan adalah tentang komersialisasi yang menyentuh ranah agama dan standarisasi hidup kelas menengah yang hidup berdasarkan standar sosial masyarakat dan kesesuaian sehingga menjadikan mereka kehilangan kebebasan, jati diri dan kebahagiaan. Kata Kunci: Kritik Sosial, Strukturalisme Genetik, Kondisi Sosialviii + 57 hlm.; 20 x 29 cm

    When the Unspoken Speaks: as Seen in Andriani Marshanda's You Used Me and Letter to God

    Full text link
    Repressed unresolved psychological conflicts for some people can be safely channeled into a poetical literary work as—despite its short and audio-visually framed and limited form— it could speak of bigger ideas with more freedom, and English as a medium had its own capacity to truthfully communicate the ideas. The goal of this study was to reveal the spoken and the unspoken truths behind Andriani Marshanda's poetic expressions and their visualization in The Unspoken 1: You Used Me and The Unspoken 2: Letter to God. This research focused on how English played an important role in safely channeling the ideas and how oxymoronic metaphors used in the poems speak more of the unspoken words and worlds within the poems. It used library research by employing a textual analysis of the selected poems using Macherey's concept of the spoken and unspoken. The additional data were also taken from the real life of the author found in printed and electronic media. The analysis will be focused on the revelation of the silence or unspoken that unconsciously infiltrates the spoken or expressed lines of the poems. It is concluded that the poems speak more bluntly of the persona's lack of freedom, feelings of being exploited, incongruous and dilemmatic state of mentality, and a newly perceived, happily anticipated, and more truly liberated life

    HUBUNGAN KEBUTUHAN AFILIASI DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN FEAR OF MISSING OUT (FoMO) PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM

    No full text
    ABSTRAK Oleh : RAHMA DITA ANDRIANI Fear Of Missing Out (FoMO) adalah ketakutan yang dirasakan individu ketika mereka tidak mengetahui pengalaman atau kegiatan orang lain yang dianggap menarik. Faktor-faktor yang mempengaruhi FoMO adalah Kebutuhan Afiliasi dan Konformitas Teman Sebaya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan Kebutuhan Afiliasi dan Konformitas Teman Sebaya dengan Fear Of Missing Out pada Mahasiswa pengguna media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 120 responden. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan 3 skala yaitu Fear Of Missing Out 30 aitem (α = 0.927), Kebutuhan Afiliasi 32 aitem (α = 0.876) dan Konformitas Teman Sebaya 21 aitem (α = 0.803). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan bantuan software JASP ver 0.19.3. for windows. Hasil penelitian dapat dilihat dari nilai R = 0.622 dan nilai F = 36.840 dengan signifikansi p < 0.001 dan sumbangan efektif sebesar 38.6%, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kebutuhan afiliasi dan konformitas teman sebaya dengan fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial instagram. Kemudian nilai (rx1-y) 0.564 dan p<0.001, sumbangan efektif sebesar 23.8%, sehingga terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebutuhan afiliasi dengan fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial instagram. Nilai (rx2-y) sebesar 0.498 dan p<0.001, sumbangan efektif sebesar 14.8%, sehingga terdapat hubungan positif dan signifikan antara konformitas teman sebaya dengan fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial Instagram. Kata Kunci : Kebutuhan Afiliasi, Konformitas Teman Sebaya, Fear Of Missing Out, Pengguna Media Sosial Instagram. ABSTRACT Author : RAHMA DITA ANDRIANI Fear Of Missing Out (FoMO) is the fear experienced by individuals when they are unaware of experiences or activities of others that are considered interesting. The factors that influence FoMO are the Need for Affiliation and Peer Conformity. The aim of this research is to determine the relationship between the Need for Affiliation and Peer Conformity with Fear Of Missing Out among students who use the social media platform Instagram. This study uses a quantitative method with purposive sampling technique and obtained a sample of 120 respondents. The data collection for this research used 3 scales, namely Fear Of Missing Out with 30 items (α = 0.927), Need for Affiliation with 32 items (α = 0.876), and Peer Conformity with 21 items (α = 0.803). The analysis technique used is multiple regression with the help of JASP software version 0.19.3 for Windows. The research results can be seen from the value of R = 0.622 and the value of F = 36.840 with a significance of p < 0.001 and an effective contribution of 38.6%, which means there is a significant relationship between the need for affiliation and peer conformity with fear of missing out among students who use Instagram social media. Then the value (rx1-y) 0.564 and p < 0.001, with an effective contribution of 23.8%, indicating a positive and significant relationship between the need for affiliation and fear of missing out among students who use Instagram social media. The value (rx2-y) of 0.498 and p < 0.001, with an effective contribution of 14.8%, indicating a positive and significant relationship between peer conformity and fear of missing out among students who use Instagram social media. Keywords : Need for Affiliation, Peer Conformity, Fear of Missing Out, Instagram Social Media Users

    Pengaruh Inflasi dan Nilai Kurs Terhadap Nilai Saham PT. Bank Rakyat Indonesia

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurs dollar AS dan tingkat inflasi, baik secara simultan maupun parsial, terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Data dikumpulkan dari sumber sekunder selama periode Januari 2019 sampai Desember 2021, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode regresi majemuk (multiple regression). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kurs dollar AS dan tingkat inflasi, baik secara simultan maupun parsial, terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

    Steinbeck's the Grades of Wrath' as the Reflection of Social Condition of the Okies Migrant Workers in California in the Thirties

    No full text
    In General, Literary works are usually related to imagination, thoughts and feeling. Of course the development of those aspects. History or factual evidence is part of these external aspects that often inspires an author, including novelist, playwright, or poct to create their works. Nevertheles, the history is only a reference for the literary works because the author will not write the pure history. He only writes history based on his interpretation and understanding since he is not a historian
    corecore