1,720,974 research outputs found
ANALISIS KESIAPAN PETANI KELAPA SAWIT SWADAYA DALAM PENERAPAN ISPO DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesiapan petani swadaya kabupaten Inhil dalam penerapan ISPO. Analisis data dilakukan secara analisis deskriptif kuantitatif dengan dengan membandingkan pelaksanaan legalitas, organisasi dan pengelolaan, pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang diterapkan oleh petani swadaya, apakah sudah sesuai dengan prinsip, kriteria dan indiKator ISPO. Kesiapan penerapan ISPO pada petani sawdaya dengan melakukan penilaian terhadap empat prinsip, 20 kriteria dan 47 indikator. Dari 47 indikator yang ditetapkan pada persayaratan ISPO pola swadaya, sebanyak 48,94% indikator ISPO belum pernah dijalankan petani swadaya dan sebesar 51,06 % indiKator ISPO sudah ada petani yang menjalananya. Dari indikator ISPO yang sudah dijalankan petani swadaya, hanya dijalankan oleh sebahagian kecil petani swadaya, dimana dari seluruh indikator yang sudah dijalankan ini hanya dijalan oleh 10% sampai 19,15% petani swadaya
Pengaruh Pendidikan Dan Latihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di Bank BRI Unit Ngaringan
The purpose of this study is to determine: (1) the influence of education on the performance of BRI bank employees, (2) the effect of job training on the performance of BRI bank employees, (3) the influence of education and job training on the performance of BRI bank employees. This research is a census quantitative research with hypothesis testing. The population in this study were all employees of bank BRI Ngaringan Purwodadi unit as many as 15 employees. The sampling technique uses saturated sampling technique. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results showed that: (1) Education has no effect on employee performance. Educational background has no positive effect on employee performance. obtained tcount 0.05, namely 0.488 with a relative contribution of -0.1% and an effective contribution of -0.077%; (2) Job training affects employee performance. Job training has a positive effect on employee performance. obtained tcount > ttable, namely 5.487> 2.178 and a significance value of Ftable, which is 15.053> 3.81 and a significance value <0.05, which is 0.001 with a coefficient of determination (R2) of 0.715 indicating that the contribution made by the combination of education and work training variables to BRI Ngaringan bank employee performance, Purwodadi amounted to 71.5% while 28.5% is influenced by other variables
Analisis Kelayakan Usahatani Nanas (Ananas comosus)
ABSTRACT
This study aims to analyze the financial feasibility and sensitivity of increasing input prices, decreasing the amount of production, and decreasing output prices of Mr. Agus\u27 pineapple farming in Sungai Kayu Ara Village, Sungai Apit District, Siak Regency. The research method used is a case study method, while the data used are primary data and secondary data, and the informant in this study is Mr. Agus with a land area of 2 hectares. Analysis of the data used to answer the research objectives are the investment criteria of Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), and Internal Rate of Return (IRR). The results show that pineapple farming is feasible because it has a positive NPV value of Rp.533.216.309, the Net B/C value is greater than zero, namely 5.85, and the IRR value is greater than the Social Opportunity Cost of Capital (SOCC) which is 78,89%. Pineapple farming is still feasible if there is an increase in fertilizer prices by 15%, a decrease in pineapple production by 10%, and a decrease in output prices by 25%.
Keywords: Pineapple, financial feasibility, farming.ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas terhadap kenaikan harga input, penurunan jumlah produksi, dan penurunan harga output suatu usahatani nanas Bapak Agus di Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, sedangkan data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder, dan yang menjadi informan pada penelitian ini adalah Bapak Agus dengan luas lahan 2 hektar. Analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitin adalah kriteria investasi Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani nanas ini layak dijalankan karena memiliki nilai NPV positif sebesar Rp533.216.309, nilai Net B/C lebih besar dari nol yaitu 5,85, dan nilai IRR lebih besar dari Social Opportunity Cost of Capital (SOCC) yaitu 78,89%. Usahatani nanas masih layak untuk dijalan apabila terjadi kenaikan harga pupuk sebesar 15%, penurunan produksi nanas sebesar 10%, dan penurunan harga output sebesar 25%.Kata Kunci: Nanas, kelayakan finansial, usahatani
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Agroindustri Kerupuk Ikan Tenggiri di Kecamatan Karimun Kepulauan Riau (Studi Kasus Kerupuk Bona)
Fish Crackers business is a business that has great potential to be developed in Indonesia, this is due to the abundant fish catch. One of the fish that is quite widely processed into crackers is mackerel. This study aims to analyze the financial feasibility and sensitivity to changes in input prices and production levels of the Bona Tenggiri Fish Crackers Agroindustry in Karimun District, Karimun Regency, Riau Islands. The research method used is the case study method. The data used are primary data and secondary data. Informants in this study were Bona Agroindustry business owners and 2 workers. Data analysis of investment criteria used is Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Net Benefit Cost Ratio (Net B/C). The results showed: Bona Agroindustry is feasible because it has a positive NPV value of Rp.2.163.103.068, the IRR value is greater than the Social Opportunity Cost of Capital (SOCC) which is 46%, and the Net B/C value is greater than zero which is 5,94. Based on the results of the sensitivity analysis conducted on the 15,38% increase in mackerel input prices, 30,36% increase in cooking oil input prices and a 10% decrease in production, it shows that the Bona Agroindustry business is still feasible to run or develop
Analisis Pendapatan Rumah Tangga Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (SISKA) Pola Semi Intensif di Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan
Cow-oil palm integration system is an activity that combines two or more farms with the aim of increasing profits. The application of a system of integration between cattle and oil palm has a huge impact on farmers, especially improve the management of oil palm plantation and effective cattle management for increasing productivity. This researchy aims to analyze the income structure and income distribution of SISKA program household farmers. This research was conducted in Pangkalan Lesung district Pelalawan regency. The methods used in this research is a survey method and research respondents taken as many as 40 farmers in a census.The results showed that household income is sourced from the primary income SISKA and sideline income. The main income of the farmer SISKA sourced from farming the land for palm oil SISKA and non SISKA, SISKA farmers sideline income while sourced from cattle business, trade business, civil servant (PNS), and Councilor. Oil Palm ventures SISKA earn an average income of Rp 25.350.084,69/2 ha/year (55.48percents), from oil palm farming on non which is Rp12.547.756,82/ average land area 1.03 ha/year (27.46percents). For a side income from livestock farms obtain average income of Rp 3.768.200,52/year (8.25percents). As for the revenue from non-agricultural get the Rp 3.905.312 .50/year (8.81percents). The Gini Index of Ratio of farmers is at a low inequality of 0.03, meaning that oil palm farming activities and cattle activities are homogeneous.Sistem integrasi sapi – kelapa sawit adalah suatu kegiatan yang memadukan dua atau lebih usahatani dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan. Penerapan sistem integrasi antara ternak sapi dan kelapa sawit memberikan dampak yang sangat besar bagi petani, terutama memperbaiki manajemen pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan pengelolaan sapi yang efektif bagi peningkatan produktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pendapatan dan distribusi pendapatan rumahtangga petani program SISKA. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan responden penelitian diambil sebanyak 40 petani secara sensus.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga SISKA bersumber dari pendapatan utama dan pendapatan sampingan. Pendapatan utama petani SISKA bersumber dari usahatani kelapa sawit lahan SISKA dan usahatani kelapa sawit non SISKA, sedangkan pendapatan sampingan petani SISKA bersumber dari usahaternak sapi, usaha dagang, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan perangkat desa. Usaha kelapa sawit SISKA memperoleh rata-rata penghasilan sebesar Rp25.350.084,69/2 ha/tahun (55,48%), dari usahatani kelapa sawit non SISKA yaitu sebesar Rp12.547.756,82/rataan luas lahan 1,03 ha/tahun (27,46%). Untuk pendapatan sampingan pertanian dari ternak sapi memperoleh rata-rata penghasilan sebesar Rp3.768.200,52/tahun (8,25%).Sedangkan untuk pendapatan dari nonpertanian memperoleh hasil sebesar Rp3.905.312,50/tahun (8,81%). Nilai Indeks Gini Ratio petani berada pada ketimpangan rendah yaitu 0,03, artinya karena kegiatan usahatani kelapa sawit dan kegiatan ternak sapi bersifat homogen
Analisis Kelayakan Usahatani Kakao Pada Kelompok Tani Prima Jaya di Desa Pelambaian Kecamatan Tapung
This study aims to analyze the financial feasibility and sensitivity to changes in input prices, output prices and the amount of production of cocoa farmers in the Prima Jaya Farmers Group. Prima Jaya Farmers Group is a cocoa farmer group that was formed in 2016. This research uses a case study method, the research data consists of primary data and secondary data. The feasibility data analysis was carried out using three investment criteria, namely Net Presen Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR). The results of the study concluded that the business activities carried out by farmers in the Prima Jaya Farmer Group were financially feasible, this was indicated by a positive NPV value of Rp. 105.097.456. The IRR value is higher than the discount rate, which is 26.65%, the Net B/C value is 3,70. The results of the sensitivity analysis based on changes in input prices by 10%, a decrease in the price of cocoa beans by 49,21% and a decrease in the amount of cocoa production by 49,15% indicate that cocoa farming carried out by farmers in the Prima Jaya Farmer Group is still financially feasible.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas terhadap perubahan harga input, harga output dan jumlah produksi kakao petani di Kelompok Tani Prima Jaya. Kelompok Tani Prima Jaya merupakan kelompok tani kakao yang dibentuk pada tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data kelayakan dilakukan dengan menggunakan tiga kriteria investasi, yaitu Net Presen Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kegiatan usaha yang dilakukan petani di Kelompok Tani Prima Jaya layak secara finansial, hal ini ditunjukkan dengan nilai NPV positif sebesar Rp. 105.097.456, -. Nilai IRR lebih tinggi dari tingkat diskonto yaitu 26,65%, nilai Net B/C sebesar 3,70. Hasil analisis sensitivitas berdasarkan perubahan harga input sebesar 10%, penurunan harga biji kakao sebesar 49,21% dan penurunan jumlah produksi kakao sebesar 49,15% menunjukkan bahwa usahatani kakao yang dilakukan oleh petani di Prima Kelompok Tani Jaya masih layak secara finansial
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA (Studi Kasus di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas terhadap perubahan harga input usahatani pepaya California usaha Pak Yasir di di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Informan pada penelitian ini adalah pemilik usaha pepaya California yaitu Pak Yasir dengan luas lahan 1,5 ha. Analisis data kriteria investasi yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan : Usahatani pepaya California ini layak dijalankan karena memiliki nilai NPV positif sebesar Rp.47.018.073, nilai Net B/C lebih besar dari nol yaitu 2,18 dan nilai IRR lebih besar dari Social Opportunity Cost of Capital (SOCC) yaitu 70,10%. Usahatani pepaya California masih layak untuk dijalankan apabila terjadi kenaikan harga input pupuk kimia sebesar 8% dan pupuk kandang sebesar 20%
Analisis Hubungan Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Konsumen dalam Pembelian Produk Mie Musbar di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru
Competition in the wet noodle business in Pekanbaru City has had a major impact on UMKM Musbar Noodle which have experienced a decline in production due to declining consumer demand. This research aims to determine consumer characteristics in purchasing Musbar Noodle products, to determine consumer assessments of the 7P marketing mix for purchasing Musbar Noodle products in Sukajadi District, Pekanbaru City. This research was conducted in Mie Musbar, Sukajadi District, Pekanbaru City. The sampling method uses survey and interview methods. Sampling used a non-probability sampling method, namely purposive sampling with a sample size of 60 respondents. Data analysis used in this research used quantitative descriptive analysis and Spearman rank correlation analysis. The first and second objectives were analyzed using quantitative descriptive analysis and the third objective used Spearman rank correlation analysis. Consumer assessment of the 7P marketing mix as a whole is considered good by consumers. The relationship between the 7P marketing mix and consumer decisions has a very strong, strong and quite strong and significant relationship
Analisis Kelayakan Finansial Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit dengan Sistem Pemeliharaan Semi Intensif (Studi Kasus pada Kelompok Tani Sarwo Sari di Desa Sari Makmur Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan)
This research aims to analyze the financial feasibility and sensitivity to changes in input prices, production levels and prices of the output of a business System integration of Cow-Palm oil in Sari Makmur villagePangkalan Lesung District Pelalawan Regency Province of Riau. The research method used is the method of case studies. Data used are primary data and secondary data. The informant on this research consists of a group of farmers which is Sari Sarwo group members as many as 14 people and the number of cattle beginning as many as 51 cows , extension officers of Sari Makmur village, Village Unit Cooperative of Sari Makmur,and Village Unit Cooperative shop of Sari Makmur. Data analysis the criteria used was Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) and Internal Rate of Return (IRR). The results showed : integration efforts of cow-palm oil is worth because it has a value of NPV is positive, the value of Net B/C is greater than zero and the value of the IRR is greater than the Social Opportunity Cost of Capital (SOCC), the business is still eligible for develop in the event of a decrease in the price increase of chemical fertilizer 32.80percents, decrease in price of palm oil of 15percents, and decrease in urine and feses price 50percents.The business is un eligible to developif in the production of palm oil greater than47,21percents, and decrease in birth rate cow greater than53,68percents.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas terhadap perubahan tingkat produksi, harga input dan harga output suatu usaha Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit di Desa Sari Makmur Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Informan pada penelitian ini terdiri dari Kelompoktani Sarwo Sari yang memiliki jumlah anggota kelompok sebanyak 14 orang dan jumlah ternak sapi awal yaitu 51 ekor, penyuluh pertanian Desa Sari Makmur, KUD Sari Makmur Desa Sari Makmur dan Kios KUD Sari Makmur Sari Makmur. Analisis data kriteria investasi yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan : Usaha integrasi sapi-kelapa sawit layak dijalankan karena memiliki nilai NPV positif, nilai Net B/C lebih besar daripada nol dan nilai IRR lebih besar dari Social Opportunity Cost of Capital (SOCC), usaha masih layak untuk dijalankan apabila terjadi kenaikan harga pupuk kimia sebesar 32,80%, penurunan harga TBS sebesar 15,00% dan penurunan harga urine dan feses 50%.Usaha tidak layak dijalnkan apabila terjadi penurunan produksi TBS lebih besar dari 47,2% danpenurunan tingkat kelahiran sapi lebih besar dari 53,68%
MARKETING ANALYSIS OF OIL PALM ON INDEPENDENT FARMERS IN BATANG CENAKU DISTRICT, INDRAGIRI HULU REGENCY
Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang membudidayakan perkebunan kelapa sawit. Salah satu permasalahan utama dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit di Riau, khususnya di Kecamatan Batang Cenaku adalah aspek pemasaran, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) saluran pemasaran yang menguntungkan bagi petani serta margin dan efisiensi pemasaran kelapa sawit swadaya di Kecamatan Batang Cenaku. (2) bagaimana hubungan kelembagaan ekonomi antara petani dengan lembaga pemasaran atau pedagang kelapa sawit swadaya di Kecamatan Batang Cenaku. Teknik proporsional sampling digunakan dalam pengambilan sampel. Ada 43 petani dan 13 pedagang. Sampel pedagang diambil berdasarkan saluran yang dilalui. Hasil penelitian menemukan bahwa saluran pemasaran yang paling menguntungkan dan paling efisien adalah saluran pemasaran I karena memiliki margin pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar Rp 308,00 per Kg dengan efisiensi pemasaran sebesar 6,38% dibandingkan saluran pemasaran II yaitu sebesar Rp461. per Kg, saluran pemasaran III sebesar Rp 467,00 per Kg dan saluran IV Rp 633,00. Hubungan kelembagaan ekonomi antara petani dan pedagang dapat dilihat dari struktur kewenangan kelembagaan yaitu “longgar-kurang terkontrol”, diferensiasi pekerjaan adalah “kecil-menengah”, jaminan subsistensi adalah “sedang-tinggi”, simbol interaksinya adalah “kepercayaan pribadi”. ", penguasaan modal "kecil-menengah", insentif teknologi relatif "kecil-menengah", sistem bagi hasil "sedang", penentuan harga pokok yaitu "menengah-tinggi", integrasi horizontal "lemah", dan integrasi vertikal adalah "tinggi"
- …
