1,720,984 research outputs found
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDIT AZIZIYYAH PEKANBARU
ABSTRAK
Yulia Anggraini, (2024): Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and
Learning untuk Meningkatkan Kemampuan
Pemahaman Konsep Siswa pada Mata Pelajaran
Matematika Kelas IV SDIT Aziziyyah Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan
pemahaman konsep matematika siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV
SDIT Aziziyyah Pekanbaru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya
pemahaman konsep siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, subjek
dalam penelitian ini adalah 1 orang guru dan 22 orang siswa. Penelitian ini
dilaksanakan dengan 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan.
Adapun teknik pengumpulan data adalah observasi, tes dan dokumentasi. Sedangkan
teknik analisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dengan persentase. Berdasarkan
hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman
konsep matematika siswa sebelum tindakan masih rendah hanya mencapai 50,90
berada pada kategori cukup baik. Setelah dilakukan tindakan perbaikan dengan
menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) menunjukkan
peningkatan rata-rata pemahaman konsep siswa dari prasiklus hingga siklus II. Dapat
dilihat pada siklus I rata-rata tes pemahaman konsep siswa meningkat dengan ratarata
66,36 dengan kategori baik. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II
kemampuan pemahaman konsep siswa meningkat dengan rata-rata 81,81 dengan
kategori sangat baik, artinya sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Contextual
Teaching and Learning dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa
pada mata pelajaran matematika kelas IV SDIT Aziziyyah Pekanbaru.
Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, Pemahaman Konsep
PELAKSANAAN KOORDINASI ANTARA PENYIDIK BADAN NARKOTIKANASIONAL (BNNP) PROVINSI SUMATERA BARAT DENGAN DIREKTORAT RESERSE NARKOBA KEPOLISIAN DAERAH SUMATERA BARAT DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA
PELAKSANAAN KOORDINASI ANTARA PENYIDIK BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNNP) PROVINSI SUMATERA BARAT DENGAN PENYIDIK DIREKTORAT RESERSE NARKOBA KEPOLISIAN DAERAH SUMATERA BARAT DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA
( Anishya Yulia Anggraini, 1510111093, Fakultas Hukum Universitas Andalas, PK IV Hukum Pidana, 53 halaman Tahun 2019)
ABSTRAK
Tindak pidana narkotika yang telah bersifat transnasional yang dilakukan menggunakan modus operandi yang tinggi, teknologi canggih, didukung oleh jaringan organisasi yang luas, dan sudah banyak menimbulkan korban, terutama dikalangan generasi muda bangsa yang sangat membahayakan masyarakat, bangsa dan Negara. Pemerintah membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN) yang diberi kewenangan khusus untuk memberantas dan mencegah tindak pidana narkotika.Untuk mencegah dan memberantas tindak pidana narkotika maka BNN berkoordinasi dengan penyidik Kepolisian Republik Indonesia. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah yang dibahas adalah: 1. Bagaimanakah pelaksanaan koordinasi antara penyidik Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Sumatera Barat dengan penyidik Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Barat dalam penydikan tindak pidana narkotika? 2. Apakah kendala dalam melakukan koordinasi penyidik Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Sumatera Barat dengan penyidik Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Barat Dalam Penyidikan Tindak Pidana Narkotika? Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pelaksanaan koordinasi yang terjadi antara penyidik BNNP Sumbar dengan penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar yaitu berupa pengajuan assessment untuk rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika,yang diajukan oleh penyidik Polda Sumbar, dan saling memberitahu secara tertulis bahwa telah dimulainy apenyidikan. Dalam hal melakukan pencegahan narkotika BNNP Sumbar dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar berkoordinasi dilapangan untuk melakukan razia di tempat-tempat tertentu seperti, di tempat karaoke dan tempat-tempat hiburan malam. Adapun kendala dalam melakukan koordinasi antara BNNP Sumbar dengan penyidik Direktorat Reseres Narkoba Polda Sumbar yaitu dalam meminta personil penyidik ke Polda Sumbar, karena harus berdasarkan persetujuan pimpinan Polda Sumbar sehingga personil penyidik yang diminta terkadang mengalami proses yang sulit, karena banyaknya personil penyidik yang sedang bertugas, sehingga dalam melakukan penanganan kasus tindak pidana narkotika BNNP Sumbar kurang maksimal
PERANAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM YAYASAN HARAPAN RIAU SEJAHTERA DALAM PEMBERIAN BANTUAN HUKUM BAGI MASYARAKAT KURANG MAMPU
ABSTRAK
SOFI YULIA ANGGRAINI (2024) :
PERANAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM YAYASAN HARAPAN RIAU SEJAHTERA DALAM PEMBERIAN BANTUAN HUKUM BAGI MASYARAKAT KURANG MAMPU
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terancamnya hak-hak tersangka dalam menerima bantuan hukum yang tidak memiliki identitas dan tersangka yang tidak bisa mengurus surat keterangan miskin (SKTM), sehingga dengan tidak tidak adanya identitas dan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dijadikan syarat untuk mendapatkan bantuan hukum bagi tersangka yang tidak mampu menyebabkan hak tersangka tersebut dalam menerima bantuan hukum menjadi terancam.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peranan lembaga bantuan hukum Yayasan Harapan Riau Sejahtera dalam pemberian bantuan hukum bagi masyarkat kurang mampu dan apa saja kendala dalam pemberian bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu. Jenis penelitian ini yaitu penelitian hukum sosiologis yang menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun lokasi penelitian dilakukan di Lembaga Bantuan Hukum Yayasan Harapan Riau Sejahtera Tuah Madani, Kota Pekanbaru.
Hasil penelitian ini yaitu peranan Lembaga Bantuan Hukum Yayasan Harapan Riau Sejahtera dalam pemberian bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu sudah berjalan dengan baik namun masih belum maksimal. Dimana kurangnya sosialisasi LBH Yayasan Harapan Riau Sejahtera dalam melakukan penyuluhan terhadap masyarakat, Dan kasus yang ditangani oleh LBH Yayasan Harapan Riau Sejahtera lebih banyak menangani kasus pidana dikarnakan kasus pidana memiliki jangka waktu dalam penyelesaiannya dan biaya yang ringan. Adapun kendala yang dihadapi YHRS dalam pemberian bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu yaitu faktor internal meliputi rendahnya anggaran yang disediakan Kemenkumham, syarat administrasi yang tidak lengkap, keterbatasan sumber daya manusia, dan putus kuasa. Faktor eksternal meliputi ketidaktahuan masyarakat mengenai LBH, informasi LBH yang tidak benar.
Kata Kunci : Peranan YHRS, Masyarakat Miskin, Kendal
PENERAPAN MARKETING MIX DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN INDUSTRI KERAJINAN MARMER DI KECAMATAN CAMPURDARAT TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Penerapan Marketing Mix dalam Meningkatkan Volume
Penjulan Industri Kerajinan Marmer di Kecamatan Campurdarat Tulungagung”, yang
ditulis oleh Yulia Anggraini, NIM. 17402153171, Pembimbing Lantip Susilowati, S.Pd.,
M.M.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pesaing bisnis industri kerajinan
marmer, adanya persaingan tersebut dikarenakan jumlah industri kerajinan marmer dan
sejenisnya yang tidak sedikit, otomatis banyak persaingan yang akan dihadapi. Dengan
meningkatnya pesaing tersebut industri kerajinan marmer di Kecamatan Campurdarat
Tulungagung menerapkan marketing mix guna meningkatkan volume penjualan.
Fokus Penelitian skripsi ini adalah (1) Bagaimana penerapan marketing mix dalam
meningkatkan volume penjualan industri kerajinan marmer di Kecamatan Campurdarat
Tulungagung? (2) Apa saja kendala-kendala penerapan marketing mix dan bagaimana
solusi dalam menghadapi kendala-kendala tesebut ?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data
dengan cara reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Srategi pemasaran produk di industri
kerajinan marmer di Kecamatan Campurdarat Tulungagung dalam meningkatkan volume
penjualan, meliputi: menjaga kualitas produk, melakukan pelayanan yang baik,
mengembangkan produk, Strategi harga: harga diimbangi kualitas, dan sesuai dengan harga
pasaran, Strategi tempat: distribusi secara langsung dan tidak langsung dan Startegi
promosi: mengikuti pameran, menggunakan kartu nama, menambah mitra kerja,
menggunakan media online. (2) Kendala penerapan marketing mix yakni: Strategi produk:
kendala pada cuaca musim hujan, terjadi pemadaman/trobel pada listrik, Strategi harga:
terjadi kenaikan BBM, pada saat cuaca buruk bahan baku ikut naik, ada yang menjual
produk sejenis dengan harga yang murah, Strategi tempat: distribusi secara langsung
banyak yang menjual produk serupa dengan jarak yang berdekatan, distribusi tidak
langsung telat/mengalami kerusakan pada saat pengiriman, dan Strategi promosi: kalau
pameran kadang terkendala biaya, kalau hanya menggunakan kartu nama masih kurang
efektif karena akan kalah saing dengan yang menggunakan media sosial. Dan solusi dalam
upaya mengatasi kendala yakni: melakukan peremajaan/pengontrolan pada mesin,
menyimpan bahan baku untuk cadangan, menambah mitra kerja, memperbaiki
pengemasan, pemanfaatan teknologi untuk sarana promosi/penjualan, dan
mengembangkan produk-produk.
Kata Kunci : Marketing Mix, Volume Penjuala
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
