1,721,055 research outputs found
EXPLORING TECHNOLOGY INTEGRATION IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN THAILAND: A CASE STUDY OF INDONESIAN PRE-SERVICE ENGLISH TEACHERS
ABSTRAK
Yuli Dwi Jayanti, (2024) : Eksplorasi Integrasi Teknologi dalam Pengajaran Bahasa Inggris di Thailand: Studi Kasus Calon Guru Bahasa Inggris Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana calon guru bahasa Inggris Indonesia mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran bahasa Inggris di sekolah Thailand, serta faktor-faktor yang mempengaruhi integrasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi dari 3 orang calon guru bahasa Inggris Indonesia yang pernah mengajar di Thailand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi dimanfaatkan dalam pengajaran tatap muka di kelas, peserta menggunakan alat audio visual (YouTube dan PowerPoint), platform berbasis permainan (Kahoot dan Quizizz), serta speaker digunakan untuk mendukung aktivitas mendengarkan. Untuk komunikasi di luar kelas, peserta menggunakan platform media sosial (Facebook Messenger dan Line) untuk mengirimkan pengingat, tugas, dan menerima pengumpulan tugas dari siswa. Dari segi faktor, penelitian ini mengidentifikasi empat elemen utama yang mempengaruhi pengintegrasian teknologi: budaya sekolah, pengetahuan guru, sikap guru, dan keterampilan guru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi calon guru dalam mengintegrasikan teknologi secara efektif, serta memberikan wawasan untuk pelatihan guru di masa depa
PENGARUH PATAHNYA WING PONTON TERHADAP DAYA MUAT KAPAL KONTAINER DI MV. PULAU HOKI
ABSTRAKSI
Haryanto, Yuli Dwi, 531611106045 N, 2020, “Pengaruh Patahnya Wing Ponton
Terhadap Daya Muat Kapal Kontainer di MV. Oulau Hoki”, Program
Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Dr. Capt. Mashudi Rofik, M.Sc. Pembimbing II: Sri
Purwantini, SE, S.Pd, MM.
Dewasa ini pengangkutan muatan menggunakan peti kemas (kontainer)
lebih sering dilakukan. Penggunaan kontainer dianggap lebih cepat dan aman
dibandingkan dengan jenis pemuatan lainnya. Dalam penyusunan pemuatan
kontainer, sebagian muatan dimuat di dalam palka dan di atas tutup palka.
Penempatan muatan harus memperhatikan bay, row, dan tier yang telah disusun
dalam container bay plan. Ini bertujuan agar tidak ada ruang muatan yang tidak
bisa dipakai. Ini tidak lepas dari prinsip penanganan muatan yaitu memenuhi
ruang muat sepenuh mungkin sesuai dengan daya muatnya. Wing ponton di kapal
MV. Pulau Hoki menjadi bagian ruang muat kapal di atas tutup palka. Bila terjadi
kerusakan akan berpengaruh pada daya muat kapal.
Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian deskriptif
kualitatif. Sumber data penelitian yang diambil adalah data primer dan sekunder.
Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan diperkuat dengan
adanya dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya kerusakan pada wing
ponton yang patah, maka akan berpengaruh pada daya muat kapal. Faktor
penyebab patahnya wing ponton adalah korosi, umur kapal, perawatan kapal, dan
operator crane. Pengaruh yang terjadi jika terjadi patahnya wing ponton adalah
pengurangan daya muat kapal. Pengurangan daya muat kapal akan mempengaruhi
jadwal pemuatan kontainer ke atas kapal. Ini akan beresiko pada keterlambatan
kedatangan kontainer di pelabuhan tujuan. Kontainer yang seharusnya akan
dimuat pada saat itu harus ditunda hingga kapal kembali lagi ke pelabuhan muat.
Upaya yang dilakukan untuk mencegah patahnya wing ponton adalah dengan
perawatan yang baik pada bagian wing ponton yang mengalami korosi,
menambahkan pelat baja ke bagian wing ponton yang sudah mulai bengkok,
melakukan Docking kapal untuk penggantian wing ponton yang baru pada wing
ponton yang sudah tidak layak kondisinya
Kepemimpinan Kepala Ruang dalam Penerapan Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit : Literature Review
Yuli Dwi HarLatar Belakang: Budaya keselamatan pasien merupakan komponen penting dan mendasar untuk membangun program keselamatan pasien secara keseluruhan.Berbagai studi melaporkan bahwa penerapan budaya keselamatan pasien di rumah sakit, terutama budaya non blaming culture, budaya pelaporan dan budaya belajar dari insiden belum dilaksanakan secara optimal. Dampak yang ditimbulkan dari budaya keselamatan pasien yang tidak optimal dapat menyebabkan kerugian bagi pasien dan pihak rumah sakit. Dalam membangun budaya keselamatan pasien, peran aktif pemimpin termasuk kepala ruang sebagai penggerak di ruangan yang dipimpinnya menjadi sangat penting. Tulisan ini mencoba mengidentifikasi .
Metode: Studi ini dilakukan dengan cara pemetaan sistematis terkait peran kepemimpinan dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Sejumlah 20 artikel penelitian dievaluasi dari berbagai sumber informasi online EBSCO, medline, CINAHL complete, dan science direct. Penelusuran dilakukan dengan kata kunci sesuai dengan topik yaitu leadership dan budaya patient safety. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dianalisis dan dibahas hingga menghasilkan kesimpulan.
Hasil: Kepemimpinan kepala ruang dalam penerapan budaya keselamatan pasien meliputi kepemimpinan dalam pelaksanaan budaya keselamatan pasien, membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien, memimpin dan mendukung staf, mengintegrasikan aktivitas pengelolaan risiko, mengembangkan sistem pelaporan, melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien, belajar dan berbagi pengalaman dengan pasien serta mengimplementasikan sistem keselamatan pasien. Semua peran kepemimpinan kepala ruang tersebut ada pada kepemimpinan transformasional, dimana kepala ruang dan staf berusaha untuk mencapai moralitas dan motivasi yang lebih tinggi dalam penerapan budaya keselamatan pasien.
Kesimpulan: Penerapan budaya keselamatan pasien di rumah sakit belum berjalan dengan baik. Upaya kepala ruang dalam melaksanakan kepemimpinan transformasional di ruangannya perlu terus digalakkan untuk mengoptimalkan penerapan budaya keselamatan pasien .
tant
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
