32 research outputs found
ANALISIS KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM MUSRENBANG DAN DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA KOTA AGUNG, LAMPUNG UTARA
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan keterlibatan pemangku kepentingan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) dan dampaknya terhadap kualitas kebijakan pembangunan desa di Kota Agung, Lampung Utara. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap proses penyampaian aspirasi dan penentuan prioritas pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya partisipasi masyarakat, yang mencapai 99%, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi alokasi anggaran pembangunan. Integrasi aspek sosial, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi dalam usulan pembangunan menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta peningkatan layanan publik. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan anggaran dan tantangan koordinasi antar tingkatan pemerintahan, mekanisme Musrenbang terbukti efektif sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan berkualitas. Temuan penelitian ini menyarankan peningkatan sosialisasi ruang lingkup Musrenbang serta penguatan sinergi antar instansi guna mendukung keberlanjutan dan optimalisasi implementasi kebijakan pembangunan desa. Kata Kunci: Musrenbang, Pemangku kepentingan, Pembanguna
NASIHAT-NASIHAT KEHIDUPAN: KAJIAN FILOLOGIS DAN HERMENEUTIKA TERHADAP NASKAH NAZAM NASIHAT KEHIDUPAN
Nazam adalahkarya sastra Melayu Islam yang menjadi sarana penting dalam penyampaian dakwah keagamaan di Minangkabau. Penelitian ini menggunakan Naskah Nazam Nasihat Kehidupanyang berasal dari Surau Parak Laweh Sumatera Barat sebagai objek dan sumber primer penelitiannya. Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai nasihat-nasihat yang harus dilakukan dalam menjalani kehidupan yang terdapat dalam Naskah Nazam Nasihat Kehidupan. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan naskah dari sisi kondisipernaskahannya, penyajian edisi teks dan pengungkapan isi teks terkait nasihat kehidupan yangrelevan hingga saat ini. Dalam penelitian ini, peneliti membahas dan mengupas masalah nasihat kehidupan yang relevan dengan kondisi kekinian berdasarkan penelaahan terhadap sumber utama Naskah Nazam Nasihat Kehidupan. Pembacaan sumber dilakukan dengan menggunakan pendekatan filologi dan hermeneutika. Pendekatan filologi digunakan untuk mendeskripsikan naskah, menyajikan edisi teks yang dilakukan dengan menggunakanmetode edisi kritis untuk menghasilkan teks yang bisa dibaca oleh peneliti dan khalayak umum. Setelah mendapatkan edisi teks, selanjutnya dilakukan kontekstualisasi dengan pendekatan hermeneutika. Berdasarkan hasil pembacaan menunjukkan bahwa terdapat tiga nasihat utama yang terdapat dalam teks Nazam Nasihat Kehidupan ini. Pertama, nasihat dalam menjaga harta dan anak. Kedua, nasihat untuk ikhlas dan menjauhi riya. Ketiga, nasihat untuk menjauhi takaburAbstrak: Nazam adalah karya sastra Melayu Islam yang menjadi sarana penting dalam penyampaian dakwah keagamaan di Minangkabau. Penelitian ini menggunakan Naskah Nazam Nasihat Kehidupan yang berasal dari Surau Parak Laweh Sumatera Barat sebagai objek dan sumber primer penelitiannya. Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai nasihat-nasihat yang harus dilakukan dalam menjalani kehidupan yang terdapat dalam Naskah Nazam Nasihat Kehidupan. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan naskah dari sisi kondisi pernaskahannya, penyajian edisi teks dan pengungkapan isi teks terkait nasihat kehidupan yang relevan hingga saat ini. Dalam penelitian ini, peneliti membahas dan mengupas masalah nasihat kehidupan yang relevan dengan kondisi kekinian berdasarkan penelaahan terhadap sumber utama Naskah Nazam Nasihat Kehidupan. Pembacaan sumber dilakukan dengan menggunakan pendekatan filologi dan hermeneutika. Pendekatan filologi digunakan untuk mendeskripsikan naskah, menyajikan edisi teks yang dilakukan dengan menggunakan metode edisi kritis untuk menghasilkan teks yang bisa dibaca oleh peneliti dan khalayak umum. Setelah mendapatkan edisi teks, selanjutnya dilakukan kontekstualisasi dengan pendekatan hermeneutika. Berdasarkan hasil pembacaan menunjukkan bahwa terdapat tiga nasihat utama yang terdapat dalam teks Nazam Nasihat Kehidupan ini. Pertama, nasihat dalam menjaga harta dan anak. Kedua, nasihat untuk ikhlas dan menjauhi riya. Ketiga, nasihat untuk menjauhi takabur. Kata Kunci: Minangkabau, Nazam, Nasihat, Naskah Kuno, Sastra
Islam dan Konstruksi Politik Identitas Etnis di Lampung Barat
This study examines the regional head and legislative elections in West Lampung where elites running as candidates are more likely to choose their partners based on ethnic representation to promote ethnic solidarity in the region. This article aims to explain the Islamic view of understanding the construction of identity politics in West Lampung. In this case, it uses explanatory qualitative which deals with the issue of regional sons becoming the main commodity in ethnic politics. The findings of this article show that Muklis Basri has established friendship and commitment to the traditional and customary leaders of Sai Batin in West Lampung. The form of his attention is that many traditional activities, and traditional Sai Batin ceremonies are made a permanent regional and tourism agenda in West Lampung Regency. Likewise, the proximity to the persuasive approach of the community, Mukhlis can attract community sympathy by paying great attention to local customs and the public interest. The existence of customary balancers has the authority to make decisions about the results of deliberations in this case mobilization to influence voters. From an Islamic perspective, the prevailing construction of blind fanaticism towards a particular group or tribe, known as ashobiyah, is considered contrary to the principles of equality and fraternity emphasized by this religion as well as the importance of viewing individuals based on their qualities, character and deeds, not their origin based on Q.S Al Hujurat:13
PEMIKIRAN ABU AL-A’LA AL-MAWDUDI DAN RELEVANSI BAGI ETIKA KEPEMIMPINAN
Artikel ini membahas tentang konstribusi pemikiran Al Mawdudi terhadap etika kepemimpinan. Dewasa ini praktek sekularisasi politik, pragmatis sekular hingga hidup hedonis tidak bisa terelakkan bagi para pejabat terutama flexing untuk menunjukan martabat kedudukan tertentu . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran Abu al-A’la al-Maududy dan relevansinya bagi etika kepemimpinan berpretensi menelusuri dan menjelaskan persoalan-persoalan yang melingkupi konsepsi etika kepemimpinan dalam konteks kepustakaan, sebagaimana kitab Nazdariyah al-Islam al-Siyasah sebagaimana untuk mengatur hubungan pejabat dengan warganya mengenai kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya bergantung kepada kemaslahatan dan siyasah mahliyah untuk mengatur kemaslahatan masyarakat sebagaimana concern utamanya pada konsep dasarnya yang menegaskan dengan system konstituti negara ideal berlandaskan aspek Tauhid dalam menjalankan konstitusi terutama etika dalam pemerintahan itu sendiri. Penelitian kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan sumber data: dan data utamanya adalah karya-karya yang ditulis oleh al maududi yaitu ; 1) Abu al- A’la, Jamā’at Islāmī, us ka maqsad, tarikh, awr la laihi aml “The Jamā’at Islāmī, Its Aim, History and Programme, 2) Nazdariyah al-Islam al-Siyasah,. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melacak konstribusi pemikiran Al-Mawdudi bagi pengembangan etika kepemimpinan peneliti melihat pada kitab “al-Khilafah wa al-mulk” dan Telaah yang kedua ada pada buku, “Empat Istilah Pokok Dalam Al-Qur’an”. Inti dari teo-demokrasi, pemimpin yang hanya pendelegasian atas kedaulatan Tuhan yang harus menampilkan segala sesuatu dibawah aturanNya, maka memiliki tanggung jawab social untuk menerima masukan dan kritikan masyarakat inilah yang menjadi fundamental atas kerangka filosofis etika kepemimpinan maka seorang pemimpin tidak berhak untuk memperkaya diri dengan atas kuasa jabatannya ataupun bertindak lalim dan zalim bagi rakyatnya. Kemudian terwujudlah pada implementasinya mengenai kekuasaan dalam rangka merealisasikan pesan-pesan al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Etika kepemimpinan dalam penyelenggara Negara yang harus Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), adalah tonggak membangun aparatur yang bersih. Secara esensial manusia sejatinya mampu berbuat baik dengan kemampuan akal yang menimbang dengan hati kemudian terwujudlah sebuah tatanan moralitas yang telah disepakati masyarakat umumnya. Namun, manusia membutuhkan agama sebagai sumber moralitas itu sendiri, tatkala pemimpin di suatu negara memahami terhadap keyakinannya dan senantiasa menjalankan kehidupan beragama secara baik niscaya akan lahir aspek kepemimpinan inklusif. Siapa saja atau pemimpin hendaknya tidak membatasi hubungan pertemanan kepada hanya beberapa orang (eksklusif). Bergaulah seluas mungkin, dengan bawahan, atasan, laki-laki atau perempuan, sejawat atau lintas sektoral.AbstrakArtikel ini membahas tentang konstribusi pemikiran Al Mawdudi terhadap etika kepemimpinan. Dewasa ini praktek sekularisasi politik, pragmatis sekular hingga hidup hedonis tidak bisa terelakkan bagi para pejabat terutama flexing untuk menunjukan martabat kedudukan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran Abu al-A’la al-Maududy dan relevansinya bagi etika kepemimpinan. Penelitian kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan sumber data: dan data utamanya adalah karya-karya yang ditulis oleh al maududi yaitu ; 1) Abu al-A’la, Jamā’at Islāmī, us ka maqsad, tarikh, awr la laihi aml “The Jamā’at Islāmī, Its Aim, History and Programme, 2) Nazdariyah al-Islam al-Siyasah,. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melacak konstribusi pemikiran Al-Mawdudi bagi pengembangan etika kepemimpinan peneliti melihat pada kitab “al-Khilafah wa al-mulk” dan Telaah yang kedua ada pada buku, “Empat Istilah Pokok Dalam Al-Qur’an”. Inti dari teo-demokrasi, pemimpin yang hanya pendelegasian atas kedaulatan Tuhan yang harus menampilkan segala sesuatu dibawah aturanNya, maka memiliki tanggung jawab social untuk menerima masukan dan kritikan masyarakat inilah yang menjadi fundamental atas kerangka filosofis etika kepemimpinan maka seorang pemimpin tidak berhak untuk memperkaya diri dengan atas kuasa jabatannya ataupun bertindak lalim dan zalim bagi rakyatnya. Kemudian terwujudlah pada implementasinya mengenai kekuasaan dalam rangka merealisasikan pesan-pesan al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Etika kepemimpinan dalam penyelenggara Negara yang harus Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), adalah tonggak membangun aparatur yang bersih. Secara esensial manusia sejatinya mampu berbuat baik dengan kemampuan akal yang menimbang dengan hati kemudian terwujudlah sebuah tatanan moralitas yang telah disepakati masyarakat umumnya. Namun, manusia membutuhkan agama sebagai sumber moralitas itu sendiri, tatkala pemimpin di suatu negara memahami terhadap keyakinannya dan senantiasa menjalankan kehidupan beragama secara baik niscaya akan lahir aspek kepemimpinan inklusif. Siapa saja atau pemimpin hendaknya tidak membatasi hubungan pertemanan kepada hanya beberapa orang (eksklusif). Bergaulah seluas mungkin, dengan bawahan, atasan, laki-laki atau perempuan, sejawat atau lintas sektoral.Kata-kata kunci: Pemikiran, Abu al-A’la al-Maududy, dan Etika Kepemimpinan.
Pemeliharaan Jamban Keluarga (JAGA) dan Perilaku Buang Air Besar (BAB) di Jamban Pasca program Gerakan Sanitasi Total (GESIT) (Studi di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember)
One of approaches used to overcome the problem of sanitation, especially the
issue of open defecation, is Community Led Total Sanitation (CLTS). Sukorambi
Village, District of Sukorambi, Jember Regency is one of the 5 villages in Jember
Regency which are declared to have a Village ODF (Open Defecation Program). For
this reason, through this academic work, the author discusses the issue with the title:
Maintenance of JAGA and Behavior BAB on Toilets Post GESIT Program (A Study in
Sukorambi Village, District of Sukorambi, Jember Regency) with the formulation of
problem: How is maintenance of JAGA and behavior BAB in toilets and GESIT
Program in the community of Sukorambi Village, District of Sukorambi, Jember
Regency. This research was aimed to analyze knowledge, attitude, consistency of
defecation behavior, maintenance of JAGA, and the success of GESIT program post-
GESIT program. This research applied qualitative method with qualitative-descriptive.
The research results showed that most of the informants could not appropriately
answer the knowledge of defecation in toilet and the maintenance of family toilet, all
informants had supportive attitudes toward defecation behavior in toilet as well as the
maintenance of JAGA. All informants had defecation behavior in toilet although there
was a person who did not have toilet but the informant used Communal Toilet/WC. Not
all toilets were categorized as healthy toilets since there were some respondents who
had a toilet, but condition was far from clean. The maintenance of toilet carried out by
most informants was by brushing the floor and the toilet with a toilet brush. The fact on
the field indicated that the many of the community members of Sukorambi Village,
District Sukorambi, Jember Regency, remained to defecate in the river or, in other
words, did not have access to family toilet. Based on these findings, there should be
periodic monitoring from the related Health Department with the region/area of
GESIT Program, mentoring and guidance by Health Department during the running of
the GESIT program for the Natural Leader
STRATEGI POLITIK DEVIDE ET IMPERA BELANDA DAN RELEVANSINYA DENGAN POLARISASI AGAMA PASCA PILPRES 2019 DI INDONESIA
Strategi politik devide et impera pernah bekerja secara efektif dan digunakan Belanda untuk menjajah bangsa Indonesia. Strategi pecah dan kuasai tersebut telah menghancurkan soliditas dan kekuatan bangsa Indonesia, sehingga tercerai-berai dalam perang saudara. Namun, memasuki abad ke 20, politik pecah belah yang dimainkan Belanda mulai kurang relevan bekerja, sehingga Belanda harus menyerah kalah dan hengkang dari Indonesia pada tahun 1942. Bagaimana politik pecah belah Belanda ini bekerja menjadi konsentrasi penelitian ini. Lalu, bagaimana pula keterhubungan dan relevansinya dengan polarisasi agama yang kini melanda bangsa Indonesia menjadi topik yang juga dibahas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menelaah bermacam literatur seperti jurnal, buku, dokumen maupun informasi berita di media massa. fenomena politik pasca pilpres 2019 yang terjadi di Indonesia dengan politik pecah belah ala Belanda dan ada yang diuntungkan apabila ada dua belah pihak yang bertikai dengan maksud menguasai sumber daya yang ada di Indonesia. Penelitian ini menemukan fakta, keberhasilan politik pecah belah yang dijalankan Belanda untuk menjajah Indonesia selama ratusan tahun tersebut, antara lain adanya ketergantungan ekonomi kelompok elite di Indonesia terhadap Belanda; adanya stabilitas politik dan ekonomi di negeri Belanda. Sedangkan faktor kegagalannya, antara lain terjadinya krisis ekonomi yang dialami Belanda; Tidak ada lagi ketergantungan kelompok elite Indonesia terhadap Belanda. Relevansinya dengan polarisasi agama yang terjadi di masa sekarang adalah bahwa politik devide et impera masih bisa bekerja dan dapat menghancurkan persatuan bangsa Indonesia jika syarat-syarat keberhasilannya terpenuhi.Strategi politik devide et impera pernah bekerja secara efektif dan digunakan Belanda untuk menjajah bangsa Indonesia. Strategi pecah dan kuasai tersebut telah menghancurkan soliditas dan kekuatan bangsa Indonesia, sehingga tercerai-berai dalam perang saudara. Namun, memasuki abad ke 20, politik pecah belah yang dimainkan Belanda mulai kurang relevan bekerja, sehingga Belanda harus menyerah kalah dan hengkang dari Indonesia pada tahun 1942. Bagaimana politik pecah belah Belanda ini bekerja menjadi konsentrasi penelitian ini. Lalu, bagaimana pula keterhubungan dan relevansinya dengan polarisasi agama yang kini melanda bangsa Indonesia menjadi topik yang juga dibahas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menelaah bermacam literatur seperti jurnal, buku, dokumen maupun informasi berita di media massa. Penelitian ini menemukan fakta, keberhasilan politik pecah belah yang dijalankan Belanda untuk menjajah Indonesia selama ratusan tahun tersebut, antara lain adanya ketergantungan ekonomi kelompok elite di Indonesia terhadap Belanda; adanya stabilitas politik dan ekonomi di negeri Belanda. Sedangkan faktor kegagalannya, antara lain terjadinya krisis ekonomi yang dialami Belanda; Tidak ada lagi ketergantungan kelompok elite Indonesia terhadap Belanda. Relevansinya dengan polarisasi agama yang terjadi di masa sekarang adalah bahwa politik devide et impera masih bisa bekerja dan dapat menghancurkan persatuan bangsa Indonesia jika syarat-syarat keberhasilannya terpenuhi.
The Actualization of Democracy Values Based on Local Wisdom
The Indonesian Democracy Index for Lampung Province was ranked 8th in 2021 reaching 80.18 (BPS: 2021). West Tulang Bawang Regency has an indicator of human development at level 4, the lowest in a Regency/City in Lampung Province with a percentage of 66.22 (BPS: 2021), based on indicators of freedom, equality and capacity of democratic institutions. This scientific study aims to examine the actualization of democratic values based on the local wisdom of the people of Tulang Bawang, West Lampung. This type of research is field research which leads to naturalistic research with the nature of qualitative research. Primary data sources are purposive sampling as the key informants can be representative and data processing methods are obtained from observations, interviews and documentation from community leaders and humanists. Inductive data analysis involves methods with reduction stages, data presentation and data verification. The local wisdom of the West Tulang Bawang community consists of the Nenemo Philosophy and the Ragem Sai Mangi Wawai Program. Democratic values that are highly respected in the world include freedom, openness, equality, justice and responsibility. Associated with local wisdom, it turns out that democratic values already exist in the principles of life in the cultural wisdom of Pepadun. Attitudes and behaviors in the Pepadun culture of the West Tulang Bawang community, of course, have meanings including Mes which means to endure, Nedes which means to hold on deeper, Ago which means to want, Kuwawo which means to be able to be internalized in a multicultural society by reflecting hard work, nemen which means earnest, nedes which means resilient, and nekhimo which means to accept God’s gift sincerely. The people of Tulang Bawang Barat have values of equality, and responsibility in social life. The meaning of Ragem Sai Mangi Wawai comes from the language of the Lampung tribe Pepadun Megow Pak Tulang Bawang which is used as the motto as well as the movement’s unifying motto in carrying out the development of both infrastructure and social morals in West Tulang Bawang Regency using indicators of justice, freedom, and openness as a concrete form of cultural diversity. Among religion, ethnicity, and other social groups, the people of Lampung Pepadun who are in Tulang Bawang Barat are united in all ways to achieve success together without eliminating or undermining other groups. This is in line with the actualization of democracy as well as this distinctive culture as striving for the civilization of ethnic communities in challenging times. This component is related to democratic government which is carried out by involving the participation of people both in democracy and development, and does not abandon noble ideals on the basis of values that are born from conscience.
Keywords: Actualization, Democracy and Local Wisdo
Strategic Approaches of Bandar Lampung\u27s Election Supervisory Body in Oversight of the 2024 Election Campaigns
The Election Supervisory Body (Bawaslu) holds a central mandate to oversee and address election violations, including monitoring vote counting, campaign finances, campaign materials such as banners, and preventing black campaigns and money politics. Bawaslu\u27s supervision is guided by PERBAWASLU No. 11 BN 2023/No. 844 on the oversight of general election campaigns. However, there are frequent violations by political parties and legislative candidates, including the involvement of minors in campaigns, the installation of billboards that disrupt public order, and the use of campaign materials exceeding regulated dimensions.
This study aims to examine the strategies employed by the Bandar Lampung City Election Supervisory Body (Bawaslu) in supervising the 2024 election campaigns and to identify the challenges encountered during this process. The research adopts a field-based approach with a descriptive-analytical method. The findings reveal that Bawaslu Bandar Lampung City employs several strategies, including: socialization and communication efforts, supervision of campaign materials, and monitoring indications of money politics.
However, the institution faces significant obstacles, such as the anonymity of black campaign perpetrators, intimidation experienced by whistleblowers, and limitations in addressing campaign violations effectively. Although Bawaslu lacks full authority in legal enforcement, it remains committed to ensuring electoral integrity and fairness. This commitment underscores the importance of community involvement in fostering a clean and democratic electoral process
a DIPLOMASI MODERNISASI DAN KEAMANAN REGIONAL: ANALISIS TERHADAP RELEVANSINYA BAGI NEGARA-NEGARA ISLAM: Negara-negara Islam
Islamic countries are currently facing two major strategic issues: modernization and regional security. This study aims to examine the relevance of diplomacy in supporting the modernization agenda and maintaining regional security in Islamic countries. The method used is a literature study with a descriptive-analytical methodology and utilizing a critical approach theoretical framework to examine issues such as diplomatic modernization and regional security. The results of the study show that Modernization and regional security are two interrelated and crucial concepts in the development of Islamic countries. Effective modernization encourages regional stability, while regional security is a prerequisite for poverty development. Diplomatic modernization focuses on access to technology, investment, and resources to accelerate economic transformation, while regional security diplomacy builds cooperation in facing threats such as terrorism and conflict. Islamic countries face challenges such as political tensions and technological change, but through this strategic diplomacy, they can turn challenges into development opportunities. Case studies in the United Arab Emirates, Turkey, Saudi Arabia, and Qatar show the effectiveness of the approach in encouraging sustainable development and maintaining regional stability.Abstract: Negara-negara Islam kini fokus pada dua isu penting: modernisasi dan keamanan regional. Modernisasi melibatkan upaya meningkatkan infrastruktur dan industri untuk bersaing global, sambil mempertahankan nilai-nilai keislaman. Keamanan regional diutamakan untuk menjaga stabilitas politik dan mengatasi tantangan seperti konflik bersenjata dan terorisme. Diplomasi dimainkan dalam kedua bidang ini, memperkuat kerja sama internasional dan regional untuk akses teknologi, investasi, serta membangun kemitraan keamanan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menyelidiki relevansi yang dimiliki oleh diplomasi modernisasi dan keamanan regional dalam konteks negara-negara Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi literatur. Teknik studi literatur ini melibatkan analisis yang cermat terhadap berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian, seperti buku, jurnal ilmiah, makalah konferensi, laporan pemerintah, dan sumber-sumber online lainnya yang terkait dengan diplomasi modernisasi dan keamanan regional, serta konteks negara-negara Islam. Modernisasi dan keamanan regional adalah dua konsep krusial yang saling terkait dalam pembangunan negara-negara Islam dan wilayah mereka. Modernisasi mencakup transformasi menuju kondisi modern dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, sementara keamanan regional menyangkut pemeliharaan stabilitas wilayah. Diplomasi modernisasi dan keamanan regional memainkan peran penting dalam mencapai tujuan pembangunan dan menjaga stabilitas. Negara-negara Islam dihadapkan pada berbagai tantangan kompleks dalam mencapai modernisasi ekonomi yang berkelanjutan dan menjaga keamanan regional, yang dapat diatasi melalui diplomasi ini. Beberapa negara Islam seperti Uni Emirat Arab, Turki, Arab Saudi, dan Qatar telah berhasil menggunakan diplomasi ini untuk mencapai tujuan- tujuan pembangunan mereka dan menjaga stabilitas wilayah
a DIPLOMASI MODERNISASI DAN KEAMANAN REGIONAL: ANALISIS TERHADAP RELEVANSINYA BAGI NEGARA-NEGARA ISLAM: Negara-negara Islam
Islamic countries are currently facing two major strategic issues: modernization and regional security. This study aims to examine the relevance of diplomacy in supporting the modernization agenda and maintaining regional security in Islamic countries. The method used is a literature study with a descriptive-analytical methodology and utilizing a critical approach theoretical framework to examine issues such as diplomatic modernization and regional security. The results of the study show that Modernization and regional security are two interrelated and crucial concepts in the development of Islamic countries. Effective modernization encourages regional stability, while regional security is a prerequisite for poverty development. Diplomatic modernization focuses on access to technology, investment, and resources to accelerate economic transformation, while regional security diplomacy builds cooperation in facing threats such as terrorism and conflict. Islamic countries face challenges such as political tensions and technological change, but through this strategic diplomacy, they can turn challenges into development opportunities. Case studies in the United Arab Emirates, Turkey, Saudi Arabia, and Qatar show the effectiveness of the approach in encouraging sustainable development and maintaining regional stability.Abstract: Negara-negara Islam kini fokus pada dua isu penting: modernisasi dan keamanan regional. Modernisasi melibatkan upaya meningkatkan infrastruktur dan industri untuk bersaing global, sambil mempertahankan nilai-nilai keislaman. Keamanan regional diutamakan untuk menjaga stabilitas politik dan mengatasi tantangan seperti konflik bersenjata dan terorisme. Diplomasi dimainkan dalam kedua bidang ini, memperkuat kerja sama internasional dan regional untuk akses teknologi, investasi, serta membangun kemitraan keamanan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menyelidiki relevansi yang dimiliki oleh diplomasi modernisasi dan keamanan regional dalam konteks negara-negara Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi literatur. Teknik studi literatur ini melibatkan analisis yang cermat terhadap berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian, seperti buku, jurnal ilmiah, makalah konferensi, laporan pemerintah, dan sumber-sumber online lainnya yang terkait dengan diplomasi modernisasi dan keamanan regional, serta konteks negara-negara Islam. Modernisasi dan keamanan regional adalah dua konsep krusial yang saling terkait dalam pembangunan negara-negara Islam dan wilayah mereka. Modernisasi mencakup transformasi menuju kondisi modern dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, sementara keamanan regional menyangkut pemeliharaan stabilitas wilayah. Diplomasi modernisasi dan keamanan regional memainkan peran penting dalam mencapai tujuan pembangunan dan menjaga stabilitas. Negara-negara Islam dihadapkan pada berbagai tantangan kompleks dalam mencapai modernisasi ekonomi yang berkelanjutan dan menjaga keamanan regional, yang dapat diatasi melalui diplomasi ini. Beberapa negara Islam seperti Uni Emirat Arab, Turki, Arab Saudi, dan Qatar telah berhasil menggunakan diplomasi ini untuk mencapai tujuan- tujuan pembangunan mereka dan menjaga stabilitas wilayah
