1,723,463 research outputs found
Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Mellow Yellow Drama Karya Audrey Yu Jia Hui: Kajian Strukturalisme Genetik
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan unsur struktural dan pandangan dunia pengarang novel Mellow Yellow Drama karya Audrey Yu Jia Hui. Penelitian ini merupakan penelitian sosiologi sastra dengan menggunakan teori Strukturalisme Genetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan teknik baca, teknik catat, dan teknik pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model dialektik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, unsur struktural Mellow Yellow Drama karya Audrey Yu Jia Hui terdiri atas unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsiknya terdiri dari alur, tokoh, latar, sudut pandang, dan tema. Alur dalam novel ini adalah alur campuran. Tokoh utamanya adalah Audrey dan memiliki tokoh tambahan yakni Papa dan Mama. Sebagian besar latar berada di kota Surabaya dan Virginia. Waktu penceritaan yang terjadi adalah ketika Audrey kecil, kerusuhan 98, perkuliahan Audrey di luar negeri, dan ketika Audrey kembali ke Indonesia. Latar sosialnya adalah adanya sistem monopoli dalam pemerintahan yang berlangsung pada saat itu, diskriminasi terhadap kaum keturunan Tionghoa, dan pengucilan terhadap anak jenius yang dipandang aneh karena berbeda dengan anak-anak seusianya. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama. Tema yang diusung adalah dimensi tingkat egois dan tingkat sosial. Unsur ekstrinsik Mellow Yellow Drama yang dijabarkan dalam penelitian ini adalah adanya keterkaitan latar belakang sejarah yang mengondisikan penggambaran sosial dalam cerita. Kedua, pandangan dunia Audrey Yu Jia Hui dalam Mellow Yellow Drama adalah pandangan humanisme, eksistensialisme, nasionalisme, dan religiositas
Five new species of Nazeris Fauvel in Guangxi, China (Coleoptera, Staphylinidae, Paederinae)
Hu, Jia-Yao, Qiao, Yu-Jia (2019): Five new species of Nazeris Fauvel in Guangxi, China (Coleoptera, Staphylinidae, Paederinae). Zootaxa 4543 (3): 431-441, DOI: 10.11646/zootaxa.4543.3.
Confessing love to the nation: Audrey Yu Jia Hui's works and identity reconstruction
This article addressed identity reconstruction through an analysis of two of the most prominent fictional works by one of the Chinese Indonesian young writers, Audrey Yu Jia Hui. In encompassing the idea of identity rewriting, I addressed Hui's second and third novels respectively, Mellow Yellow Drama (2014) and Mencari Sila Kelima (Searching for the Fifth Principle, 2015), through the post-structural concepts of Derrida's deconstruction, and also in relation to cultural studies views on identity. The works were analyzed through close-reading technique. The novels were published during the Reformation (Reformasi) era, where politics had served to be a profound aspect that directed the cultural identity and social attitude of the society. In a range of aspects, from narrative structure to their deeper themes, Hui’s literary works were found to draw on a distinguishable set of strategies which enabled Hui to establish her own identity as someone who was liberated, culturally accepted and free to embrace local colors. This article also showed that Audrey Yu Jia Hui's narratives have served as an acceptance of an individual's multiple identities, which often depends on the problem at hand as well as the context of choices
FIGURES 30–34. Nazeris biacuminatus 30 in Five new species of Nazeris Fauvel in Guangxi, China (Coleoptera, Staphylinidae, Paederinae)
FIGURES 30–34. Nazeris biacuminatus 30. forebody; 31. male sternite VII; 32. male sternite VIII; 33. aedeagus, in ventral view; 34. aedeagus, in lateral view. Scale bars: 30: 1 mm, 31–34: 0.5 mmPublished as part of Hu, Jia-Yao & Qiao, Yu-Jia, 2019, Five new species of Nazeris Fauvel in Guangxi, China (Coleoptera, Staphylinidae, Paederinae), pp. 431-441 in Zootaxa 4543 (3) on page 438, DOI: 10.11646/zootaxa.4543.3.8, http://zenodo.org/record/261791
FIGURES 12–16. Nazeris maoershanus 12 in Five new species of Nazeris Fauvel in Guangxi, China (Coleoptera, Staphylinidae, Paederinae)
FIGURES 12–16. Nazeris maoershanus 12. forebody; 13. male sternite VII; 14. male sternite VIII; 15. aedeagus, in ventral view; 16. aedeagus, in lateral view. Scale bars: 12: 1 mm, 13–16: 0.5 mmPublished as part of Hu, Jia-Yao & Qiao, Yu-Jia, 2019, Five new species of Nazeris Fauvel in Guangxi, China (Coleoptera, Staphylinidae, Paederinae), pp. 431-441 in Zootaxa 4543 (3) on page 435, DOI: 10.11646/zootaxa.4543.3.8, http://zenodo.org/record/261791
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM MEMOAR MELLOW YELLOW DRAMA KARYA AUDREY YU JIA HUI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA
ABSTRAK
Rinaldi S. 1510722022. Judul Skripsi: Konflik Batin Tokoh Utama dalam Memoar Mellow Yellow Drama karya Audrey Yu Jia Hui. Pembimbing I Dr. Zurmailis, M.A. Pembimbing II Dr. Fadlillah, M.Si, Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Andalas. Padang. 2022.
“Memoar Mellow Yellow Drama merupakan bentuk pengakuan kisah lika-liku kehidupan seorang gadis keturunan minoritas Tionghoa-Indonesia yang mencari jati diri sebagai minoritas dengan mencintai ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika negara Indonesia namun terhalang dengan identitasnya sendiri sehingga menimbulkan gejolak batin dalam dirinya. Pembahasan dalam penelitian ini yaitu menjelaskan konflik batin tokoh utama dalam memoar Mellow Yellow Drama karya Audrey Yu Jia Hui memakai psikoanalisis Lacan, yaitu teori psikoanalisis yang menjelaskan tentang psikologi kepribadian atau yang disebut dengan hasrat. Hasrat menurut Lacan terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan sadar dan tak sadar, menjelaskan kepribadian seseorang melalui tiga konsep, yaitu simbolik, imajiner, dan yang real.”
“Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Cara mengumpulkan data dimulai dengan membaca memoar Mellow Yellow Drama dan setelah itu mengumpulkan semua bahan yang memiliki kaitan langsung dengan penelitian ini baik berupa tulisan dan buku-buku, situs, maupun studi kepustakaan. Penganalisisan data menggunakan metode deskriptif analisis yaitu menguraikan memberikan penjelasan mengenai fakta-fakta yang ada.”
“Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa konflik batin tokoh utama dalam memoar Mellow Yellow Drama berasal dari kecerdasan Audrey yang terlahir sebagai anak gifted tidak dapat mengerti oleh orangtuanya dengan benar. Memiliki pola pikir yang kritis sehingga Audrey menemukan cinta pertamanya yaitu ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kecintaan inilah yang membuat Audrey hidup dalam tekanan akibat penolakan dari orangtua dan orang-orang sekitar yang menganggap bahwa Audrey sebagai wanita keturunan Tionghoa tidak pantas mencintai bangsa dan negara karena keturunan minoritas Tionghoa telah menjadi sasaran dalam lingkaran kekerasan etnis selama puluhan tahun.”
Kata Kunci: Konflik Batin, Lacan, Audrey, gifted, memoa
Validation of annulus in otolith and estimation of growth rate for Japanese eel Anguilla japonica in tropical southern Taiwan
IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DALAM RANGKAIAN NOVEL KARYA AUDREY YU JIA HUI
Setelah berakhirnya tradisi sastra Melayu Tionghoa, karya-karya yang
ditulis etnis Tionghoa menjadi bagian dari sastra Indonesia dan banyak mengusung
tema yang dekat dengan keseharian kehidupan metropolitan. Di antara karya-karya
tersebut, terdapat seorang penulis generasi muda etnis Tionghoa bernama Audrey
Yu Jia Hui yang konsisten menyuarakan kecintaannya pada negara Indonesia lewat
karya-karyanya. Tujuan studi ini ialah memahami identitas keturunan Tionghoa
yang ditampilkan melalui tokoh Audrey dalam novel-novel tersebut, serta
mengungkap sikap keindonesiaan yang dilihat dari sudut pandang tokoh Audrey.
Penelitian ini merupakan kajian terhadap ketiga karya fiksi yang ditulis
Audrey Yu Jia Hui, yakni Patriot (2011), Mellow Yellow Drama (2014), dan
Mencari Sila Kelima (2015). Ketiganya merupakan homologi kehidupan sang
penulis yang direpresentasikan lewat kehadiran tokoh Audrey sebagai tokoh
utamanya. Objek formal penelitian ini ialah identitas dan sikap keindonesiaan yang
digagas tokoh Audrey. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekonstruktif yang
digagas Jacques Derrida yang meninjau aspek-aspek yang menunjukkan binari
oposisi, ambivalensi, ambiguitas, dan upaya tokoh Audrey untuk merekonstruksi
identitasnya dalam ketiga teks yang disebutkan. Melalui pendekatan tersebut, maka
polarisasi identitas yang dialami tokoh Audrey sebagai generasi muda etnis
Tionghoa baik dari kaum pribumi maupun dari kaum Tionghoa sendiri dapat
terungkap.
Hasil dari penelitian ini adalah tokoh Audrey mampu merumuskan sebuah
identitas yang liberal lantaran ia bebas mengafiliasi diri dan mampu mengadopsi
budaya Barat maupun Tionghoa sebagai bagian dari identitasnya. Namun, di sisi
lain ia masih gamang dengan posisinya sebagai kaum yang terpolarisasi secara
sosio-kultural dalam masyarakat. Peneliti melihat bahwa tokoh Audrey masih
cenderung menegaskan stereotipe-stereotipe kultural yang ada dengan memilih
mengikuti cara hidup yang telah digagaskan keluarganya di luar negeri daripada
tetap hidup membaur dengan kaum pribumi di Indonesia.
Selain itu, sikap keindonesiaan yang tampak rupanya masih sangat terkotakkotak
oleh kondisi sosio-kultural dan politik sehingga kaum minoritas kerap
menjadi sasaran kekerasan setiap kali terjadi dinamika dalam dunia politik.
Kesimpulan penelitian ini adalah tokoh Audrey masih terus berupaya mencari dan
menentukan identitasnya sekaligus mencoba menemukan posisinya di tengah
pemberlakuan stereotipe-stereotipe yang monolitis. Tambahan lagi, usaha
pencarian tokoh Audrey terhadap identitasnya merepresentasikan wacana
kontemporer terhadap generasi muda etnis Tionghoa di Indonesia
Model-independent study of magnetic dipole transitions in quarkonium
We study magnetic dipole (M1) transitions between two quarkonia in the framework of nonrelativistic effective field theories of QCD. Relativistic corrections of relative order v2 are investigated in a systematic fashion. Nonperturbative corrections due to color-octet effects are considered for the first time and shown to vanish at relative order v2. Exact, all order expressions for the relevant 1/m and 1/m2 magnetic operators are derived. The results allow us to scrutinize several potential model claims. In particular, we show that QCD excludes both contributions to the anomalous magnetic moment of the quarkonium induced by low-energy fluctuations and contributions to the magnetic dipole operators of the type induced by a scalar potential. Finally, we apply our results to the transitions J/psi-->etacgamma, Upsilon(1S)-->etabgamma, Upsilon(2S)-->etab(2S)gamma, Upsilon(2S)-->etabgamma, etab(2S)-->Upsilon(1S)gamma, hb(1P)-->chib0,1(1P)gamma, and chib2(1P)-->hb(1P)gamma by assuming these quarkonium states in the weak-coupling regime. Our analysis shows that the J/psi-->etacgamma width is consistent with a weak-coupling treatment of the charmonium ground state, while such a treatment for the hindered transition Upsilon(2S)-->etabgamma appears difficult to accommodate within the CLEO III upper limit
- …
