1,720,960 research outputs found

    Transformasi Novel Saga No Gabai Bachan Karya Yoshichi Shimada ke Film : Analisis Ekranisasi

    No full text
    Transformasi novel ke film merupakan hal yang sudah lazim saat ini. Hal tersebut juga ditemukan pada novel Saga No Gabai Bachan. Novel Saga No Gabai Bachan merupakan sebuah novel Jepang karya Yoshichi Shimada yang menceritakan kehidupan Akihiro dan Neneknya yang bemama Osano pasca bom atom Jepang. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori ekranisasi dan teori bantu struktural. Teori ekranisasi menjelaskan perubahan yang terjadi setelah sebuah karya sastra ditransformasikan ke bentuk film, sedangkan kajian struktural dibatasi pada tema, latar, alur dan penokohan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Data dianalisis dengan teori ekranisasi dan teori bantu struktural kemudian disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ekranisasi mengakibatkan penghilangan tokoh di novel pada film terkait dengan pengurangan latar dan perubahan alur cerita, tetapi tidak mengubah tema yang ingin disampaikan oleh penulis novel

    Analisis Novel “Saga No Gabai Bachan” Karya Yoshichi Shimada dengan Pendekatan Struktural

    No full text
    Sastra merupakan salah satu karya seni yang dapat dihubungkankan dengan aspek hiburan yang menyenangkan bagi yang membaca melalui isi karya sastra itu sendiri. Karya sastra dibagi menjadi dua jenis yakni bersifat fiksi dan non fiksi. Dan novel merupakan sebuah karya sastra fiksi dalam bentuk prosa yang panjang baik mengenai tokoh-tokoh rekaan maupun historis. Novel terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang saling berkaitan satu sama lain untuk membentuk kepaduan yang indah dalam sebuah cerita. Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang luar dalam karya sastra. Unsur instrinsik merupakan unsur yang ada di dalam karya sastra tersebut. Unsur yang membangun struktur karya sastra. Unsur-unsur ini terdiri atas tema, perwatakan, plot, teknik cerita, komposisi cerita, dan gaya bahasa. Unsur intrinsik yang meliputi tema, perwatakan, plot, teknik cerita, komposisi cerita, dan gaya bahasa merupakan unsur untuk membangun karya sastra. Sebuah karya sastra yang menurut para struktural merupakan sebuah totalitas yang dibangun oleh berbagai unsur pembangunnya. Struktur karya sastra dapat dilakukan dengan mengidentifikasi, mengkaji dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsure intrinsik yang besangkutan. Dalam menganalisis dan mengkaji lebih dalam tentang sebuah fiksi dalam hal ini berupa novel. Novel yang akan menjadi bahan penilitian penulis adalah Novel Saga no Gabai Baachan Karya Yoshichi Shimada dengan pendekatan struktural. Dalam penelitian ini akan akan menggunakan teori Teeuw, dimana analisis struktural dengan tujuan membongkar dan memaparkan dengan cermat dan mendalam keterkaitan antar unsur – unsur karya sastra untuk menghasilkan makna yang menyeluruh. Dalam hal ini menjelas kan bagaimana unsur intrinsik (struktural) dan keterkaitanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dengan teknik studi kepustakaan. Novel Saga no Gabai Bachan karya Yoshichi Shimada menceritakan tentang seorang anak bernama Akihiro berasal dari Hiroshima, namun dampak dari peristiwa bom yang terjadi dikotanya mengakibatkan ia harus pindah dan tinggal bersama neneknya di desa Saga selama delapan tahun. Novel yang semakin menarik karena novel ini diangkat berdasarkan kisah nyata dari pengarang. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan penulis dan pembaca tentang analisis struktural dengan menjelaskan setiap unsur - unsur intrinsiknya. Dalam novel ini menceritakan di desa Saga Akihiro hidup dibawah didikan neneknya, bagaimana seorang anak di bentuk kepribadiannya, hal ini menjadi tema dalam novel ini. Akihiro, nenek, ibu Akihiro, bibi Kisako yang menjadi penokohan dalan novel ini. Cerita ini terjadi di kota Hiroshima dan di Saga sekitar tahun 1958 era Showa menjadi unsur latarnya. Kehidupan Akihiro bersama neneknya di Saga sejak SD hingga SMP dengan banyak kejadian dalam hidupnya yang merubah kehidupannya menjadi alur dengan tahapan- tahapan alur yang baik dan progresif. Juga amanat yang merupakan salah satu unsurepenting dalam sebuah karya sastra salah satunya dalam novel ini adalah diarahkan untuk lebih mandiri , berssabar dan selalu bersyukur. Secara keseluruhan dalam pembahasan analisis novel Saga no Gabai Baachan dengan pendekatan struktural, setiap unsur intrinsik dapat disebutkan dan dijelaskan, Juga setiap unsur-unsur yang ada memiliki keterkaitan.67 HalamanSkripsi Sarjan

    kanyouku 'idiom' bahasa jep[ang yang menggunakan kata te dalam novel saga no gabai bachan karya yoshichi shimada tinjauan semantik

    Get PDF
    Kata Kunci : kanyouku, idiom, gaya bahasa, novel Idiom adalah gabungan beberapa kata yang menimbulkan arti baru. Penelitian ini membahas tentang makna dan gaya bahasa kanyouku yang terbentuk dari kata手 te yang terdapat pada novel Saga No Gabai Bachan karya Yoshichi Shimada. Peneliti ini dilakukan untuk mengetahui klasifikasi kanyouku berdasarkan jenis makna dan penggunaan gaya bahasanya. Metode dan teknik penelitian yang digunakan, yaitu kualitatif deskriptif. Pada tahap pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap dan teknik catat. Tahap analisis data menggunakan metode padan otografis dan tehnik dasar pilah unsur penentu atau PUP, dan pada tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Teori yang diguanakan pada penelitian ini adalah teori dari Muneo Inoue dan Momiyama. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kata 手te dalam membentuk idiom dapat menghasilkan jenis makna yang terdiri dari Koui o arawasu kanyouku (perbuatan), dan Joutai,kachi o arawasu kanyouku (keadaan dan nilai). Adapun gaya bahasa yang dapat digambarkan melalui idiom yang menggunakan kata 手 te adalah gaya bahasa metafora dan metonimi. ABSTRACT KANYOUKU “IDIOM” IN JAPANESE LANGUAGE WHICH USING “TE” IN THE NOVEL SAGA NO GABAI BACHAN WRITTEN BY YOSICHI SHIMADA IN SEMANTIC REVIEW By : Lulu Fahkrunisa Keywords : kanyouku, idiom, language style, novel Idiom is the combination of some words which create new meaning. This research discusses about meaning and language style of Kanyouku which is formed from TE word in the novel entitled Saga No Gabai Bachan written by Yoshichi Shimada. The purpose of this research is to know the classification of Kanyouku based on kinds of the meaning and using of language style. Method and technique of this research is qualitative descriptive. In collecting data, this research used heed method with technique of free heed “libat cakap” and catat. In analysong data , this research used “padan otografis” method and base technique of choosing pilah unsur penentu (PUP), and in the presentation of the result data used formal and informal method. The theory that are used in this research are the theory from Muneo inoue and Momiyama. The anaysis of data in this research consisted which stated Koui o arawasu kanyouku (behavior) , data which stated Joutai kachi o arawasu kanyouku (condition and value) and data which used languge style of methafor and metonymy. 要旨 洋七島田の「さがのがばいばちゃん」のなかの「手」を使用する日本語の慣用句の意味論分析 ルル・ファクルニサ キーワード:慣用句、idiom、比喩、小説 「慣用句」とは新たな意味を生じさせる複数の単語の組み合わせ。本研究は洋七島田の「さがのがばいばちゃん」のなかの「手」を使用する日本語の慣用句の意味および比喩を分析するもの。研究の目的は意味及び比喩に基づいて慣用句の分類を知るためである。  使用した方法、または技術は定性的で記述な研究だ。データを収集する際には、徹底的なメソードで盗聴技術および徹底的なメソードの話し合い、聞き取り。分析する方法は「padan otografis」または「teknik dasar pilah unsur penentu/PUP」の技術であり。データを示すのは、インフォーマルおよびフォーマルのメソードである。主に本研究で使用されている理論は Muneo 井上とMomiyamaの理論。  研究にわかったことは行為 を表す慣用句(perbuatan)、状態、価値を表す慣用句kanyouku (keadaan dan nilai)だけではなく、比喩の隠喩および換喩を使用すること

    NENEK HEBAT DARI SAGA

    No full text
    243 hlm; illus;12 x 19 c

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore