1,720,980 research outputs found
PENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil peningkatan pemahaman konsep siswa melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Take and Give dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan (Action Research). Data hasil tes akan dianalisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 1) Ketuntasan individu dikatakan tuntas apabila mencapai 65% sesuai denan ketetapan dari SDN Gununglarang III Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka. Dengan demikian siswa dianngap telah mencapai ketuntasan belajar jika telah mencapai nilai ≥65. Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individu digunakan rumus skor hasil ketuntasan individu dan skor ketuntasan maksimal, 2) Ketuntasan klasikal dikatakan tuntas apabila mencapai 70% sesuai dengan ketetapan dari SDN Gununglarang III Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pada siklus I tindakan I terdapat siswa yang tuntas 35% dan siswa yang tidak tuntas 65%, siklus I tindakan II terdapat siswa yang tuntas 40% dan siswa yang tidak tuntas 60%. Persentase ini menunjukkan hasil pada siklus I termasuk kurang, pertanyaan tersebut sesuai (2) Pemahaman konsep siswa meningkat pada siklus II, siklus II tindakan I siswa yang tuntas 65% dan siswa yang tidak tuntas 35%, siklus II tindakan II siswa yang tuntas 100% dan yang tidak tuntas 0%. Hasil ini menunjukkan kategori baik. Kesimpulan, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe take and give dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas III SD Negeri Gununglarang III
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA PENGGARIS RAPITUNG
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan media penggaris rapitung pada mata pelajaran matematika dan menjelaskan proses penerapan media penggaris rapitung dalam meningkatkan hasil belajar penjumlahan dan pengurangan sampai 500 pada mata pelajaran matematika siswa. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan (Action Research). Data hasil tes akan dianalisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 1) Ketuntasan individu dikatakan tuntas apabila mencapai 70% sesuai dengan ketetapan dari SDN Krangkeng IV Indramayu. Dengan demikian siswa dianggap telah mencapai ketuntasan belajar jika telah mencapai nilai ≥ 70. Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individu digunakan rumus skor Hasil ketuntasan individu dan penilaian proses diperoleh, 2) Ketuntasan Klasikal dikatakan tuntas apabila mencapai 75% sesuai dengan ketetapan dari SDN Krangkeng IV Indramayu.  Hasil Penelitian menunjukkan: (1)Pada siklus I terdapat siswa yang tuntas 53,8% dan siswa yang tidak tuntas 46,2% . Persentase ini menunjukkan hasil pada siklus I termasuk kurang, pernyataan tersebut sesuai (2)Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus II siswa yang tuntas 80,8% dan siswa yang tidak tuntas 19,2%. Hasil ini menunjukkan kategori baik. Berikut adalah grafik peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media pembelajaran Media Penggaris Rapitung. Kata Kuci: Hasil Belajar dan Media Penggaris Rapitun
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA MATA PELAJARAN PKn TENTANG SISTEM PEMERINTAHAN MELALUI METODE M2M (MIND MAPPING) KELAS IV MI MAMBAUL ULUM TEGALGONDO KARANGPLOSO MALANG
Berdasarkan pengalaman lapangan, pemahaman materi yang diterima oleh siswa pada pembelajaran PKn masih belum optimal, penelitian ini menggunakan metode Mind Mapping. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa mata pelajaran PKn tentang sistem pemerintahan kelas IV MI Mambaul Ulum Karangpoloso Tegalgondo Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari refleksi awal, perencanaan, tindakan/observer, dan refleksi akhir. Lokasi dan subyek penelitian adalah siswa kelas IV MI Mambaul Ulum Karangploso Tegalgondo Malang yang dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2012 Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012. Hasil penelitian menujukkan bahwa penerapan metode Mind Mapping dengan media bagan peta konsep pada siswa kelas IV MI Mambaul Ulum Karangploso Tegalgondo Malang, diperoleh 82 % sudah memenuhi KKM yang ditentukan. Yang diperoleh melalui metode Mind Mapping dengan pembuatan bagan peta konsep dan evaluasi berupa soal latihan pada akhir pembelajaran. Ketuntasan pemahaman yang dicapai pada siklus I, dan ll mengalami peningkatan yang sangat signifikan sehingga sangat berpengaruh pada nilai akhir yang didapat oleh siswa.Saran yang dapat diajukan untuk pembelajaran selanjutnya adalah: 1). Guru harus lebih mempersiapkan pembelajaran yang akan dilakukan melalui pemilihan materi yang sesuai dengan metode Mind Mappingdalam proses belajar mengajar pelajaran PKn, sehingga hasil pemahaman siswa akan meningkat dan memperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan KKM yang diharapkan. Kata Kunci : Metode Mind Mapping, Pemahaman sisw
Pengembangan Model Pembelajaran Inquiry Berbasis Saintifik Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
This research is based on the problem of still low critical thinking skills of elementary school students. Students in the learning process are still required to memorize facts, concepts, and theories on the material they study. The purpose of this study is to improve students' critical thinking skills through a Scientific Based Inquiry models (IBS). The type of research used is Research and Development (R & D) or research and development. The research procedure used the Borg & Gall model. Product validation tests are carried out by a team of experts or material experts, linguists, and practitioners. Practicality test is carried out by using questionnaire responses of teachers and students after the learning process. Effectiveness testing on limited trials using experimental design pretest-posttest control group design. The results of this development study obtained product validity test obtained a score of 3.4 with the criteria of "very good". The practicality of the product in the learning process through the teacher's response and student responses obtained scores of 3.33 and 3.27 with the criteria of "very good". The effectiveness of the product through limited trials at Majalengka UPTD Elementary School through N-Gain analysis showed that students' critical thinking skills in the control class were 0.60 "medium" criteria and 0.96 "high" criteria in the experimental class. Based on the results of the research conducted it can be concluded that the development of the IBD model is valid, practical, and effective in improving the critical thinking skills of elementary students
IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE PROBING PROMTING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa pada pelajaran IPA. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang bersifat konvensional yakni lebih terpusat pada guru serta guru kurang tepat mengunakan metode yang sesuai dengan karakteristik konsep materi yang disampaikan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada pelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri Karyamukti II melalui  pendekatan Model Cooperative Learning Tipe Probing Promting. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dimana peneliti bekerjasama dengan guru kelas IV SD Negeri Karyamukti II sebagai observer. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Karyamukti II, sebanyak 30 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Model Cooperative Learning Tipe Probing Promting dalam pelajaran IPA dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa Kelas IV SD Negeri Karyamukti II. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan nilai dari sebelum pemberian tindakan hingga siklus II. Nilai rata-rata kelas diperoleh siswa sebelum pemberian tindakan adalah 57 sedangkan persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 46,7%. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 73,6 sedangkan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 73,3%. Pada siklus II, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa mencapai 79,2 sedangkan persentase jumlah siswa yang memperoleh nilai mencapai ketuntasan belajar adalah 90%. Kesimpulan, penerapan Model Cooperative Learning Tipe Probing Promting dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada pelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri Karyamukti II Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Kata kunci    : Pemahaman konsep, Model Cooperative Learning Tipe Probing Promting
ANALYSIS OF THE SCIENCE LEARNING PROCESS USING CANVA MEDIA ON STUDENT LEARNING PARTICIPATION IN GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL
This study aims to analyze the use of Canva digital learning media in improving student learning participation in science subjects for grade IV elementary school. The method used is Classroom Action Research with two cycles including the planning stage, action implementation, observation, and reflection. Data were obtained through observation and student learning participation questionnaires. The results of the study showed a significant increase in student learning participation after the implementation of Canva media, both in terms of physical and psychological participation. In cycle I, the average student participation reached 65%, and increased to 85% in cycle II. The use of Canva has been proven to facilitate the presentation of material visually, attractively, and interactively so that it can increase students' focus and learning motivation. The conclusion of this study is that Canva media is effective in science learning to improve student learning participation in grade IV elementary school
Optimalisasi Penggunaan Media Pembelajaran untuk Memahami Sistem Pencernaan Manusia pada Tingkat Sekolah Dasar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi media yang tepat dalam pembelajaran IPA tentang sistem pencernaan manusia sebagai upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini mengumpulkan artikel dari Google Scholar dan Scopus periode 2019 hingga 2023 dan menggunakan tinjauan pustaka berupa Systematic Literature Review (SLR). Meskipun banyak media yang dapat digunakan untuk pembelajaran pada materi sistem pencernaan manusia, namun menurut penelitian ini, media pop-up book dan komik merupakan media paling banyak digunakan untuk pembelajaran IPA di sekolah dasar, khususnya tentang sistem pencernaan manusia. Hal ini dikarenakan komik dan buku bergambar pop-up book menarik dan dapat digunakan secara praktis dalam proses pembelajaran. Media tersebut terbukti dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar, minat belajar, pemahaman konsep, prestasi akademik dan kemampuan berpikir kritis siswa
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BERBASIS SAINTIFIK (IBS)
Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis siswa terhadap materi ajar, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas IV SDN tonjong I Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka melalui model pembelajaran inquiry berbasis saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dimana peneliti bekerjasama dengan guru kelas IV SDN SDN tonjong I sebagai observer. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN tonjong I, sebanyak 26 siswa terdiri dari 14 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes, wawancara, observasi, dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Inquiry Berbasis Saintifik dalam pembelajaran tema selalu berhemat energi dapat meningkatkan kemmpuan berpikir kritis siswa kelas IV IV SDN tonjong I. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai dari sebelum pemberian tindakan hingga siklus II. Persentase siswa yang tuntas adalah 33%. Pada siklus meningkat menjadi dengan persentase 47,55%. Selanjutnya pada siklus II, meningkat dengan persentase 88,7%. Kesimpulan, penerapan Inquiry Berbasis Saintifik dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN tonjong I. Kata kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, Model Inquiry Berbasis Saintifik Kampus, Siswa Sekolah Dasar
NEUROSCIENCE-BASED BEGINNING READING LEARNING ON PHONOLOGICAL ABILITY AND READING COMPREHENSION
This study aims to analyze the effectiveness of early reading learning based on neuroscience principles on the phonological abilities and early reading comprehension of first grade elementary school students. In the context of education, reading is a very important basic skill, especially in the early stages of child development. Good reading skills not only affect students' academic achievement but also contribute to their cognitive and social development. Therefore, it is important to explore learning methods that can improve reading skills, especially for students in grade I. The method used in this study is the Systematic Literature Review (SLR), which is a systematic approach to collecting and analyzing data from various sources. In this case, this study collects information from academic journals and current research articles that are relevant to the topic of reading learning and neuroscience. Through SLR, researchers can evaluate and synthesize findings from various studies, resulting in a more comprehensive understanding of the effectiveness of neuroscience-based approaches in reading learning. The results of the analysis show that neuroscience-based approaches not only improve students' phonological abilities but also contribute significantly to early reading comprehension. Phonological abilities, which include phoneme awareness, the ability to recognize and manipulate sounds in words, are an important foundation for reading learning. Research shows that students who engage in learning designed based on neuroscience principles show significant improvements in their phonological abilities. For example, methods involving sound games and interactive activities have been shown to be effective in helping students understand the relationship between sounds and letters
MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR
Mata pelajaran Matematika di Sekolah Dasar merupakan mata pelajaran yang sering dianggap sebagai mata pelajaran paling sulit oleh siswa sehingga berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Proses pembelajaran Matematika disini bukan hanya sekedar mentransfer ilmu dari guru kepada siswa, melainkan suatu proses yang dikondisikan atau diupayakan oleh guru sehingga siswa aktif dengan berbagai cara untuk membangun pengetahuannya sendiri. Aktif disini adalah suatu proses belajar yang didalamnya terjadi interaksi antara guru dengan siswa serta siswa dengan siswa lain. Hal ini guru dituntut untuk lebih kreatif lagi dalam proses belajar mengajar, agar dalam proses pembelajaran tercipta suasana belajar yang menyenangkan kepada siswa yang pada akhirnya dapat meningkatkan motivasi semangat belajar siswa. Salah satu model yang cocok dalam pembelajaran matematika disini yaitu dengan menggunakan model discovery learning. Model discovery learning merupakan suatu model pemecahan masalah yang akan bermanfaat bagi anak didik dalam menghadapi kehidupannya di kemudian hari dengan menerapkan model ini bertujuan agar siswa aktif dalam proses pembelajaran dan siswa dapat menemukan pola dalam situasi yang konkret maupun abstrak. tujuan pembelajaran Matematika disekolah dasar adalah agar siswa mampu dan terampil menggunakan Matematika. Selain itu juga dengan pembelajaran Matematika dapat memberikan tekanan penataran nalar dalam penerapan Matematika. Kata kunci: Discovery Learning, Matematik
- …
