33 research outputs found
KEBUTUHAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL INDRAMAYU UNTUK MENUMBUHKAN ECOLITERACY SISWA SEKOLAH DASAR
Perkembangan zaman dan teknologi pada era globalisasi dibidang makanan, menyebabkan perubahan pola pikir siswa terhadap makanan. Siswa lebih memilih untuk mengkonsumsi makanan kemasan yang berbahan plastik dibanding dengan mengkonsumsi makanan bekal dari rumah. Makanan kemasan dapat memberikan pengaruh kurang baik terhadap kesehatan fisik siswa dan kemasan pada makanan dapat menjadikan sampah yang tidak ramah lingkungan. Maka diperlukan pendidikan ecoliteracy pada siswa Sekolah Dasar, yaitu melalui bahan ajar berbasis kearifan lokal Indramayu yang memuat makanan khas Indramayu. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran yang mendalam tentang diperlukannya menumbuhkan ecoliteracy melalui bahan ajar cetak bergambar dalam pembelajaran muatan lokal Indramayu di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumen literatur seperti artikel, prosiding dan buku-buku yang relevan dengan konsep ecoliteracy, bahan ajar cetak, kearifan lokal Indramayu dan pembelajaran muatan lokal. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, reduksi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar cerita bergambar berbasis kearifan lokal Indramayu diperlukan untuk menumbuhkan ecoliteracy siswa dengan pembahasan mengenai (1) konsep ecoliteracy, (2) kearifan lokal Indramayu, (3) bahan ajar cetak, dan (4) pola pengembangan penyusunan bahan ajar cetak berbasis kearifan lokal Indramayu yang memuat materi tentang bahan makanan khas Indramayu, cara membuat, dan manfaatnya. Dilengkapi juga soal latihan dan tindak lanjut. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran dan dijadikan acuan untuk mengembangkan penelitian selanjutnya sebagai bentuk inovasi pada pembelajaran muatan lokal di Sekolah Dasar
Pengembangan Model Pembelajaran Inquiry Berbasis Saintifik Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
This research is based on the problem of still low critical thinking skills of elementary school students. Students in the learning process are still required to memorize facts, concepts, and theories on the material they study. The purpose of this study is to improve students' critical thinking skills through a Scientific Based Inquiry models (IBS). The type of research used is Research and Development (R & D) or research and development. The research procedure used the Borg & Gall model. Product validation tests are carried out by a team of experts or material experts, linguists, and practitioners. Practicality test is carried out by using questionnaire responses of teachers and students after the learning process. Effectiveness testing on limited trials using experimental design pretest-posttest control group design. The results of this development study obtained product validity test obtained a score of 3.4 with the criteria of "very good". The practicality of the product in the learning process through the teacher's response and student responses obtained scores of 3.33 and 3.27 with the criteria of "very good". The effectiveness of the product through limited trials at Majalengka UPTD Elementary School through N-Gain analysis showed that students' critical thinking skills in the control class were 0.60 "medium" criteria and 0.96 "high" criteria in the experimental class. Based on the results of the research conducted it can be concluded that the development of the IBD model is valid, practical, and effective in improving the critical thinking skills of elementary students
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BUKU CERITA BERGAMBAR BERMUATAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN ECOLITERACY SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya ecoliteracy dikenalkan kepada
anak-anak sekolah dasar sejak dini. Usia sekolah menjadi bagian yang penting dalam
hal pengembangan sumber daya manusia yang berdampak pada baik-buruknya kualitas
sumber daya manusia ke depannya. Permasalahan yang saat ini terjadi pada siswa
sekolah dasar di Indramayu banyak diantara siswa yang tidak mampu membedakan
antara makanan sehat dan tidak sehat serta lebih memilih mengonsumsi makanan
instan daripada makanan sehat lokal. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk maningkatkan
ecoliteracy siswa agar memiliki kesadaran dalam mengonsumsi makanan sehat lokal
yang lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan. Salah satu cara untuk meningkatkan
ecoliteracy siswa adalah dengan mengenalkan pangan lokal melalui bahan ajar buku
cerita bergambar. Bahan ajar buku cerita bergambar membantu siswa dapat memiliki
kebebasan untuk berimajinasi mengikuti gambar yang ada pada bahan ajar. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar buku cerita bergambar
bermuatan kearifan lokal dalam meningkatkan ecoliteracy siswa sekolah dasar. Metode
penelitian yang digunakan berupa Research and Development dengan melibatkan 153
siswa dan 9 guru dari sembilan sekolah yang berbeda di Indramayu. Dari penelitian ini
dihasilkan bahan ajar buku cerita bergambar yang sudah teruji dalam meningkatkan
ecoliteracy siswa sekolah dasar setelah pengolahan data. Pengumpulan data dilakukan
dengan kuesioner, wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa produk bahan ajar buku cerita bergambar yang dikembangkan
dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran dan efektif dalam
maningkatkan ecoliteracy siswa pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
Berdasarkan hasil tersebut, sekolah perlu mengintegrasikan bahan ajar buku cerita
bergambar bermuatan kearifan lokal ke dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, untuk
sekolah di luar kawasan Indramayu, perlu dikembangkan bahan ajar lain bermuatan
pangan lokal sesuai daerah masing-masing daerah agar peningkatan ecoliteracy dapat
dilakukan lebih luas.
Kata Kunci: Bahan ajar, buku cerita bergambar, kearifan lokal, ecoliteracy,
sekolah dasar
This research is motivated by the importance of introducing ecoliteracy to
elementary school children from an early age. School age is an important part in terms
of human resource development which has an impact on the good or bad quality of
human resources in the future. The problem that is currently happening to elementary
school students in Indramayu is that many students are unable to distinguish between
healthy and unhealthy foods and prefer to consume instant food rather than local
healthy food. Therefore, efforts are needed to increase student ecoliteracy so that they
have awareness in consuming local healthy food that is safer for health and the
environment. One way to increase student ecoliteracy is to introduce local food through
picture story book teaching materials. Picture story book teaching materials help
students to have the freedom to imagine following the pictures in the teaching
materials. The purpose of this study was to develop teaching materials for picture story
books filled with local wisdom in improving the ecoliteracy of elementary school
students. The research method used was Research and Development involving 153
students and 9 teachers from nine different schools in Indramayu. From this research
produced teaching materials for picture story books that have been tested in increasing
the ecoliteracy of elementary school students after data processing. Data collection was
carried out by questionnaires, interviews, observations, tests and documentation. The
results of the study show that the developed picture story book teaching materials can
be implemented in learning activities and are effective in increasing student ecoliteracy
in the aspects of knowledge, attitudes, and skills. Based on these results, schools need
to integrate picture story book teaching materials containing local wisdom into learning
activities. In addition, for schools outside the Indramayu area, it is necessary to develop
other teaching materials containing local food in accordance with each region so that
the increase in ecoliteracy can be carried out more broadly.
Keywords: Teaching materials, picture story books, local wisdom, ecoliteracy,
elementary schoo
PENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil peningkatan pemahaman konsep siswa melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Take and Give dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan (Action Research). Data hasil tes akan dianalisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 1) Ketuntasan individu dikatakan tuntas apabila mencapai 65% sesuai denan ketetapan dari SDN Gununglarang III Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka. Dengan demikian siswa dianngap telah mencapai ketuntasan belajar jika telah mencapai nilai ≥65. Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individu digunakan rumus skor hasil ketuntasan individu dan skor ketuntasan maksimal, 2) Ketuntasan klasikal dikatakan tuntas apabila mencapai 70% sesuai dengan ketetapan dari SDN Gununglarang III Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pada siklus I tindakan I terdapat siswa yang tuntas 35% dan siswa yang tidak tuntas 65%, siklus I tindakan II terdapat siswa yang tuntas 40% dan siswa yang tidak tuntas 60%. Persentase ini menunjukkan hasil pada siklus I termasuk kurang, pertanyaan tersebut sesuai (2) Pemahaman konsep siswa meningkat pada siklus II, siklus II tindakan I siswa yang tuntas 65% dan siswa yang tidak tuntas 35%, siklus II tindakan II siswa yang tuntas 100% dan yang tidak tuntas 0%. Hasil ini menunjukkan kategori baik. Kesimpulan, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe take and give dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas III SD Negeri Gununglarang III
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA PENGGARIS RAPITUNG
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan media penggaris rapitung pada mata pelajaran matematika dan menjelaskan proses penerapan media penggaris rapitung dalam meningkatkan hasil belajar penjumlahan dan pengurangan sampai 500 pada mata pelajaran matematika siswa. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan (Action Research). Data hasil tes akan dianalisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 1) Ketuntasan individu dikatakan tuntas apabila mencapai 70% sesuai dengan ketetapan dari SDN Krangkeng IV Indramayu. Dengan demikian siswa dianggap telah mencapai ketuntasan belajar jika telah mencapai nilai ≥ 70. Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individu digunakan rumus skor Hasil ketuntasan individu dan penilaian proses diperoleh, 2) Ketuntasan Klasikal dikatakan tuntas apabila mencapai 75% sesuai dengan ketetapan dari SDN Krangkeng IV Indramayu.  Hasil Penelitian menunjukkan: (1)Pada siklus I terdapat siswa yang tuntas 53,8% dan siswa yang tidak tuntas 46,2% . Persentase ini menunjukkan hasil pada siklus I termasuk kurang, pernyataan tersebut sesuai (2)Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus II siswa yang tuntas 80,8% dan siswa yang tidak tuntas 19,2%. Hasil ini menunjukkan kategori baik. Berikut adalah grafik peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media pembelajaran Media Penggaris Rapitung. Kata Kuci: Hasil Belajar dan Media Penggaris Rapitun
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA MATA PELAJARAN PKn TENTANG SISTEM PEMERINTAHAN MELALUI METODE M2M (MIND MAPPING) KELAS IV MI MAMBAUL ULUM TEGALGONDO KARANGPLOSO MALANG
Berdasarkan pengalaman lapangan, pemahaman materi yang diterima oleh siswa pada pembelajaran PKn masih belum optimal, penelitian ini menggunakan metode Mind Mapping. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa mata pelajaran PKn tentang sistem pemerintahan kelas IV MI Mambaul Ulum Karangpoloso Tegalgondo Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari refleksi awal, perencanaan, tindakan/observer, dan refleksi akhir. Lokasi dan subyek penelitian adalah siswa kelas IV MI Mambaul Ulum Karangploso Tegalgondo Malang yang dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2012 Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012. Hasil penelitian menujukkan bahwa penerapan metode Mind Mapping dengan media bagan peta konsep pada siswa kelas IV MI Mambaul Ulum Karangploso Tegalgondo Malang, diperoleh 82 % sudah memenuhi KKM yang ditentukan. Yang diperoleh melalui metode Mind Mapping dengan pembuatan bagan peta konsep dan evaluasi berupa soal latihan pada akhir pembelajaran. Ketuntasan pemahaman yang dicapai pada siklus I, dan ll mengalami peningkatan yang sangat signifikan sehingga sangat berpengaruh pada nilai akhir yang didapat oleh siswa.Saran yang dapat diajukan untuk pembelajaran selanjutnya adalah: 1). Guru harus lebih mempersiapkan pembelajaran yang akan dilakukan melalui pemilihan materi yang sesuai dengan metode Mind Mappingdalam proses belajar mengajar pelajaran PKn, sehingga hasil pemahaman siswa akan meningkat dan memperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan KKM yang diharapkan. Kata Kunci : Metode Mind Mapping, Pemahaman sisw
IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE PROBING PROMTING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa pada pelajaran IPA. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang bersifat konvensional yakni lebih terpusat pada guru serta guru kurang tepat mengunakan metode yang sesuai dengan karakteristik konsep materi yang disampaikan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada pelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri Karyamukti II melalui  pendekatan Model Cooperative Learning Tipe Probing Promting. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dimana peneliti bekerjasama dengan guru kelas IV SD Negeri Karyamukti II sebagai observer. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Karyamukti II, sebanyak 30 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Model Cooperative Learning Tipe Probing Promting dalam pelajaran IPA dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa Kelas IV SD Negeri Karyamukti II. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan nilai dari sebelum pemberian tindakan hingga siklus II. Nilai rata-rata kelas diperoleh siswa sebelum pemberian tindakan adalah 57 sedangkan persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 46,7%. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 73,6 sedangkan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 73,3%. Pada siklus II, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa mencapai 79,2 sedangkan persentase jumlah siswa yang memperoleh nilai mencapai ketuntasan belajar adalah 90%. Kesimpulan, penerapan Model Cooperative Learning Tipe Probing Promting dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada pelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri Karyamukti II Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Kata kunci    : Pemahaman konsep, Model Cooperative Learning Tipe Probing Promting
ANALYSIS OF THE SCIENCE LEARNING PROCESS USING CANVA MEDIA ON STUDENT LEARNING PARTICIPATION IN GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL
This study aims to analyze the use of Canva digital learning media in improving student learning participation in science subjects for grade IV elementary school. The method used is Classroom Action Research with two cycles including the planning stage, action implementation, observation, and reflection. Data were obtained through observation and student learning participation questionnaires. The results of the study showed a significant increase in student learning participation after the implementation of Canva media, both in terms of physical and psychological participation. In cycle I, the average student participation reached 65%, and increased to 85% in cycle II. The use of Canva has been proven to facilitate the presentation of material visually, attractively, and interactively so that it can increase students' focus and learning motivation. The conclusion of this study is that Canva media is effective in science learning to improve student learning participation in grade IV elementary school
Optimalisasi Penggunaan Media Pembelajaran untuk Memahami Sistem Pencernaan Manusia pada Tingkat Sekolah Dasar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi media yang tepat dalam pembelajaran IPA tentang sistem pencernaan manusia sebagai upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini mengumpulkan artikel dari Google Scholar dan Scopus periode 2019 hingga 2023 dan menggunakan tinjauan pustaka berupa Systematic Literature Review (SLR). Meskipun banyak media yang dapat digunakan untuk pembelajaran pada materi sistem pencernaan manusia, namun menurut penelitian ini, media pop-up book dan komik merupakan media paling banyak digunakan untuk pembelajaran IPA di sekolah dasar, khususnya tentang sistem pencernaan manusia. Hal ini dikarenakan komik dan buku bergambar pop-up book menarik dan dapat digunakan secara praktis dalam proses pembelajaran. Media tersebut terbukti dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar, minat belajar, pemahaman konsep, prestasi akademik dan kemampuan berpikir kritis siswa
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BERBASIS SAINTIFIK (IBS)
Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis siswa terhadap materi ajar, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas IV SDN tonjong I Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka melalui model pembelajaran inquiry berbasis saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dimana peneliti bekerjasama dengan guru kelas IV SDN SDN tonjong I sebagai observer. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN tonjong I, sebanyak 26 siswa terdiri dari 14 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes, wawancara, observasi, dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Inquiry Berbasis Saintifik dalam pembelajaran tema selalu berhemat energi dapat meningkatkan kemmpuan berpikir kritis siswa kelas IV IV SDN tonjong I. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai dari sebelum pemberian tindakan hingga siklus II. Persentase siswa yang tuntas adalah 33%. Pada siklus meningkat menjadi dengan persentase 47,55%. Selanjutnya pada siklus II, meningkat dengan persentase 88,7%. Kesimpulan, penerapan Inquiry Berbasis Saintifik dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN tonjong I. Kata kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, Model Inquiry Berbasis Saintifik Kampus, Siswa Sekolah Dasar
