857 research outputs found
TARI PANGAYOMAN KARYA YETTY MAMAT DI STUDIO TARI SUNDA KANDAGA BANDUNG
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul Tari Pangayoman Karya Yetty Mamat Di Studio Sunda Kandaga Bandung, bertujuan untuk mendapat pengetahuan tentang Tari Pangayoman melalui analisi mengenai ide terciptanya, nilai, koreografi, dan rias busana pada Tari Pangayoman Karya Yetty Mamat Di Studio Tari Sunda Kandaga Bandung. Peneliti merasa tertarik untuk meneliti Tari Pangayoman, karena biasanya Yetty Mamat menciptakan tarian yang kebanyakan berkarakter halus atau lembut tetapi berbeda dengan Tari Pangayoman yang lincah dan energik dengan menggabungkan dua kultur yang berbeda. Adapun teori yang digunakan yaitu ide penciptaan, koreografi, rias, busana, serta Kajian tentang nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, Tari Pangayoman ini merupakan tari kreasi baru yang menggambarkan kelincahan para wanita priangan dengan semangat emansipasi menjadi pengayom bagi beragamnya perbedaan dengan menggabungkan dua kultur Sunda dan Cirebon yang unik dan memiliki sembilan belas gerak yang terbagi menjadi ragam gerak pokok, gerak khusus, gerak peralihan, dan gerak penghubung. Terciptanya tari Pangayoman juga menggambarkan kepribadian yang dinamis seorang Yetty Mamat dalam melestarikan seni tradisi khususnya seni tari Sunda.
Kata kunci: Tari Pangayoman, Yetty Mamat, Studio Tari Sunda Kandaga Bandung
ABSTRACT
This study, entitled Pangayoman Dance by Yetty Mamat at Sunda Kandaga Studio Bandung, aims to gain knowledge about Pangayoman Dance by analyzing the idea of creation, value, choreography, and fashion make-up in Yetty Mamat's Pangayoman Dance at Kandaga Sunda Dance Studio Bandung. Researchers are interested in researching Pangayoman Dance because, usually, Yetty Mamat creates mostly smooth or soft dances in character but different from Pangayoman Dance, which is agile and energetic by combining two different cultures. The theory used is the idea of creation, choreography, make-up, clothing, and value studies. The method used in this research is the descriptive analysis method with a qualitative approach through observation, interviews, literature study, and documentation study. Based on the study results, this Pangayoman Dance is a new dance creation that describes the agility of Priangan women with the spirit of emancipation to protect differences by combining the two unique cultures of Sunda and Cirebon. It has nineteen movements divided into basic movements, special movements, transitional movements, and connecting movements. The creation of the Pangayoman dance also illustrates the dynamic personality of Yetty Mamat in preserving traditional arts, especially Sundanese dance.
Keywords: Sunda Kandaga Dance Studio Bandung, Pangayoman Dance, Yetty Mamat
KARAKTER PEREMPUAN DALAM TARI PANGAYOMAN KARYA YETTY MAMAT
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan hasil penelitian mengenai ide terciptanya, nilai, struktur koreografi, serta rias busana pada Tari Pangayoman Karya Yetty Mamat Di Studio Tari Sunda Kandaga Bandung. Yetty Mamat biasanya menciptakan tarian yang kebanyakan berkarakter halus atau lembut tetapi berbeda dengan Tari Pangayoman yang lincah dan energik, dimana tari ini unik karena menggabungkan dua kultur yaitu Sunda dan Cirebon yang kemudian dikemas menjadi suatu tarian energik penggambaran sesuatu yang mengayomi. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif analisis. Partisipannya adalah pencipta tari/koreografer, dosen UPI, serta seorang penari yang berlokasi di kota Bandung. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, studi literatur dan studi dokumentasi, teknik analisis menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah tentang penggabungan dua karakter tari putri Sunda yang feminim dan Cirebonan yang cenderung maskulin yang kemudian terefleksikan pada gerak Tari Pangayoman yang berkarakter gagah, lincah dan enerjik
SIMBOL AKULTURASI KEBUDAYAAN TIONGHOA DI INDONESIA DALAM NOVEL BASIRAH KARYA YETTY A.K.A: KAJIAN SEMIOLOGI ROLAND BARTHES
Penelitian ini bertujuan untuk membongkar simbol akulturasi kebudayaan Tionghoa di Indonesia dalam Novel Basirah karya Yetty A.KA menggunakan konsep akulturasi kebudayaan Koentjaraningrat dan teori semiologi Roland Barthes. Sumber data penelitian ini yakni novel Basirah karya Yetty A.KA yang memiliki 184 halaman. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan pragmatik menggunakan metode hermeneutik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini mulai dari membaca novel, menandai dan mencatat data berupa unit teks, kalimat maupun paragraf, mengelompokkan data dan memasukkan data pada tabel data. Hasil dari penelitian skripsi ini terdapat dua puluh satu simbol akulturasi kebudayaan etnis Tionghoa di Indonesia di antaranya Imi, warna merah, ramalan, meditasi, pekerjaan membaca kartu, memelihara anjing, bahasa batin, Nenek Wu, Bertapa, reinkarnasi, klub pembaca kartu tarot, rempah, pondok, pedagang, pisang bakar, omelet, kartu tarot, alam arwah manusia, rumah panggung, pakaian dari kulit kayu, kebaya dan kain.
Kata kunci: Simbol, Akulturasi, Semiolog
Mémé Papouche piège le diable / Jean-Paul Demure ; dessiné par Yetty
Collection : Souris noire ; 60Appartient à l’ensemble documentaire : UnivJeun0Contient une table des matièresAvec mode text
Materi Pelatihan Preseptor dan sosialisasi Tahap Profesi Bidan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Tanggl 24-26 Oktober 2018 Bu Yetty
ANALISIS DAN STRATEGI MANAJEMEN JEMBATAN PADA SEGMEN JALAN NASIONAL YETTY-UBRUB-YAMBRA-TOWE HITAM
The Yetty-Ubrub-Yambra-Towe Hitam section is one of the important sections in the Papua region because it is the main route to Jayapura which is the capital of Papua Province and this section is included in the national road section. Beside the developing of road pavements, this segment also needs to be supported by the construction and maintenance of bridges. At some points, adequate bridges have been installed. However, at some points it is not sufficient, even the bridge has been badly damaged and the width is only sufficient for one vehicle. This study aims to analyze the bridge management system that has been carried out and then develop a better bridge management strategy for this section. The research location covers the length of the segment and the analytical method used is qualitative analysis. The results indicate that so far the bridge management has not been implemented properly in this section. Therefore, it is necessary to improve the bridge management system that has been carried out. Some things that need to be improved are strategies including implementation time, inspection process, audit staff, reporting, recording of each bridge and filing of reports
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA MODEL BANGUN RUANG DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN 3 SELANG TAHUN AJARAN 2016/2017
ABSTRAK Yetty Wahyuningsih. PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA MODEL BANGUN RUANG DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN 3 SELANG TAHUN AJARAN 2016/2017. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, April 2017. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media model bangun ruang; (2) meningkatkan hasil belajar matematika tentang sifat-sifat bangun ruang melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media model bangun ruang; (3) mendeskripsikan kendala dan solusi pada penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media model bangun ruang dalam peningkatan hasil belajar matematika tentang sifat-sifat bangun ruang pada siswa kelas V SDN 3 Selang tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan yang meliputi empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 3 Selang yang berjumlah 21 siswa. Sumber data penelitian ini yaitu siswa dan guru. Teknik pengumpulan data mengggunakan teknik tes dan nontes (observasi dan wawancara). Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media model bangun ruang, yaitu: (a) orientasi masalah, (b) pengorganisasian siswa untuk belajar dan mengenalkan media, (c) pembimbingan siswa untuk melakukan penyelidikan dengan media model bangun ruang, (d) penyajian hasil kerja atau diskusi, (e) analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah; (2) penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media model bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang sifat-sifat bangun ruang, terbukti adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa, yaitu pada siklus I = 78,57% , siklus II = 90,48% dan siklus III = 92,86%; (3) kendala dalam penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media model bangun ruang, yaitu siswa kurang tertib saat berkelompok dan berdiskusi, beberapa kelompok masih bingung dan keliru menggunakan media, beberapa siswa tidak memperhatikan penjelasan guru, tidak berani bertanya, dan tidak mencatat. Solusi dari kendala tersebut yaitu menegur siswa yang kurang tertib dan tidak mencatat, memberi bimbingan kepada semua kelompok saat berdiskusi, siswa dikondisikan agar memperhatikan penjelasan guru dan memotivasi siswa agar berani bertanya. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media model bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang sifat-sifat bangun ruang. Kata kunci: matematika, media model bangun ruang, Problem Based Learning ABSTRACT Yetty Wahyuningsih. THE USE OF PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MODEL USING GEOMETRY MODEL AS MEDIA IN IMPROVING LEARNING OUTCOMES ON MATEMATIKA FOR FIFTH GRADE STUDENTS OF SDN 3 SELANG IN THE ACADEMIC YEAR OF 2016/2017. Thesis, Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University of Surakarta, April 2017. The objectives of this research are: (1) to describe the steps on the use of Problem Based Learning (PBL) model using geometry model as media; (2) to improve learning outcome on mathematics about the characteristics of geometries through the use of Problem Based Learning (PBL) model using geometry model as media, (3) to describe obstacles and solutions on the use of Problem Based Learning (PBL) model using geometry model as media in improving the learning outcomes on mathematics about the characteristics of geometries for fifth grade students of SDN 3 Selang in the academic year of 2016/2017. This research is a collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted within three cycles. Each cycle was done in two meetings. Each meeting consisted of four stages, namely; planning, conducting, observing, and reflecting. Subjects of the research were 21 fifth grade students of SDN 3 Selang in the academic year of 2016/2017. The data were collected from teacher and student. Techniques of collecting data were test and non-test. (observation and interview). Validity of data in this research was analyzed using triangulation of sources and triangulation of technique. Analysis of data was using statistic descriptive comparative technique and critical analysis technique. The results of this research show that (1) ) the steps on the use of problem based learning (PBL) model using geometry model as media, namely: (a) problem orientation, (b) organizing students to know the media and learning, (c) guiding students to conduct research using geometry model, (d) presenting the results or discussion, (e) analysis and problem-solving process; (2) the use of problem based learning (PBL) model using geometry model can improve the learning outcome of mathematics about for fifth grade students of SDN 3 Selang in the academic year of 2016/2017. It was proven by the increase of percentage of students’ completeness, 78,57% in cycle I , 90,48% in cycle II, and 92,86% in cycle III; (3) the problem faced during the research was there were students that not following the discussion in good condition, some students looked confused in using the media, they did not pay attention on teacher’s explanation, feeling afraid to ask, and they did not making any note. Solutions proposed were teacher gave warning to students that bad-behaving during discussion, guiding all students, controlling students and encouraging students to ask. The conclusion of this study is the use of problem based learning (PBL) model using using geometry model can improve the learning outcome of mathematics about the characteristics of geometries for fifth grade students of SDN 3 Selang in the academic year of 2016/2017. Keywords: Problem Based Learning, geometry modal as media, mathematic
HUKUM SKIN LIGHTENING DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG KESEHATAN DAN HUKUM ISLAM
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Hukum Skin lightening di Tinjau Dari Undang-Undang Kesehatan dan Hukum Islam” yang ditulis oleh Yetty Imro’atus Sholikah, NIM. 2822133023, dibimbing oleh Dr. IffatinNur, M. Ag.
Skripsi ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwa perkembangan metode Skin lightening digunakan untuk kecantikan, oleh sebagian manusia di era modern. Skin lightening adalah metode yang dilakukan dalam medis untuk mencerahkan kulit dan menyembuhkan penyakit kulit.
Bedasarkan latar belakang diatas penulis membuat rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana hukum skin lightening dalam prespektif Undang-Undang Kesehatan. (2) Bagaimana hukum skin lightening dalam prespektif hukum islam. (3) Bagaimana Skin lightening dalam kajian Komparatif prespektif Undang-Undang Kesehatan dan Hukum Islam.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hukum skin lightening dalam prespektif Undang-undang kesehatan. (2) Untuk mengetahui hukum skin lightening dalam prespektif hukum islam.(3) Untuk mengetahui Skin lightening dalam kajian Komparatif prespektif Undang-Undang Kesehatan dan Hukum Islam.
Metode penelitian ini adalah kajian pustaka atau library research. Teknik dalam menggumpulkan data menggunakan dokumentasi. Dalam metode analisis data menggunakan analisis konten, analisis komparatif, dan analisis kritis. Penelitian ini bersifat library research terkait skin lightening dan hukum metode pada skin lightening. Penelitian ini juga menggunakan penelitian hukum klinis.
Hasil dari penelitian diketahui bahwa (1) Dalam Undang-Undang Kesehatan skin lightening dilegalkan untuk penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dapat dilakukan melalui transplatasi kulit, umumnya menggunanan auto-transplatasi dengan kulit yang digunakan berasal dari individu sendiri. Dan penggunaan obat secara oral atau topikal dan menggunakan stem cell dengan cara injeksi. (2) Hukum penggunaan Skin lightening dalam hukum islam mempunyai dua legalitas hukum. Yang pertama, hukum skin lightening dengan tujuan untuk mencerahkan kulit dengan menggunakan Vitamin C dan produk skin lightening hukumnya mubah, namun apabila menggunakan Platelet Rich Plasma (PRP) hukumnya haram, karena apabila digunakan dengan tujuan kecantikan bukan tergolong dalam keadaan darurat. Adapun skin lightening dengan menggunakan stem cell embrionik hukumnya haram, akan tetapi selain dengan embrionik diperbolehkan. Yang kedua, penggunaan skin lightening dalam tindakan medis diperboleh menurut syari’at, hal ini berdasarkan keutamaan manusia untuk menjaga jiwa dari bahaya yang akan ditimbulkan oleh penyakit. (3) Skin lightening dalam kajian komparatif prespektif undang-undang kesehatan dan hukum islam, memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya yaitu kesamaan tujuan sebagai pengobatan, penyembuhan penyakit dan tidak bertujuan mengubah identitas. Adapun perbedaannya antara lain dasar hukum, subjek hukum, wilayah hukum, dan hukum tindak pidana
Yoga Increases the Quality of Sleep in Menopause Women
Background: Menopausal women experience various changes, physical, psychological, and hormonal changes that cause menopausal symptoms. During menopause, women experience sleep disorders and some experience insomnia. Lifestyle changes are one way to reduce menopausal symptoms, such as physical activity. Physical activities such as yoga can stimulate a relaxation response both physically and psychologically that can reduce physical and psychological symptoms in menopausal women. The aim of this study was to examine the effect of yoga interventions on the sleep quality of menopausal women.Subjects and Method: This was a quasi-experiment with a non-equivalent control group design. The study was conducted in the Gedawang-Banyumanik area, Semarang, Central Java. A total of 22 study subjects was collected by purposive sampling. The dependent variable was the quality of sleep. The independent variable was yoga. The quality of sleep was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI).Results: Poor quality of sleep score decreased by 10.73 after yoga intervention (95% CI= -4.30 to -0.26; p= 0.029).Conclusion: Yoga interventions improve the quality of sleep in menopausal women.Keywords: quality of sleep, yoga, menopausal womenCorrespondence: Yetty Dwi Fara. Midwifery Program, School of Health Polytechnics Semarang. Jl. Tirto Agung Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Central Java, 50239. Email: [email protected]. Mobile: 085279545189.Indonesian Journal of Medicine (2019), 4(3): 278-284https://doi.org/10.26911/theijmed.2019.04.03.1
THE PERCEPTION OF BINUS UNIVERSITY CHINESE SPEAKING TEACHERS TOWARDS THE SPEAKING TEST QUESTIONS
In relation to teaching and learning language, speaking always becomes an important skill. Speaking
lesson has been designed as the main course in foreign language teaching and teachers have to master the
teaching method in class, and he must be able to design a standard speaking test to assess student capability in
speaking. In this article, the writer uses the theory of standard speaking test design, and combines it with the
result of interview with three speaking teachers of the Chinese Department, BINUS University. This is to analyze
the speaking test design and content. The result of the analysis shows that the important parts in speaking test
design are reading, questions and answers, and the narration. It is used to assess student’s expression,
communication, and the level of phonetic abilities For the test content, the three teachers think that the material
must be studied before and it is also possible to use small part from other materials outside the textbook
- …
