15 research outputs found

    PEMBENTUKAN SIKAP KEBERAGAMAAN ANAK MELALUI AUTHORITARIAN PARENTING PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: THE FORMATION OF CHILDREN\u27S RELIGIOUS ATTITUDES THROUGH AUTHORITARIAN PARENTING AN ISLAMIC EDUCATION PERSPECTIVE

    No full text
    An individual\u27s religious attitude does not emerge instantly, but rather through a series of processes that begin from childhood and continue into adulthood. Childhood is a crucial period in building the foundation of religious values, and parents play a central role in determining the parenting style that shapes these religious attitudes. This study aims to examine the characteristics of authoritarian parenting from the Islamic education perspective and its contribution to the formation of children\u27s religious attitudes. This qualitative research uses the library research method to collect data from various literatures. The data is analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana technique, which consists of data condensation, data display, and drawing and verifying conclusions. The findings show that authoritarian parenting from the Islamic education perspective, or what is referred to as Imani-Amali parenting based on discipline, has unique characteristics that differ from the Western perspective. These characteristics include firm commands, strict discipline, punishments aimed at shaping positive habits, a combination of firmness and gentleness, adherence to the values of Tawhid, dependence only on Allah, direct control, and habituation from an early age. This parenting style has been shown to contribute to the formation of essential Islamic values, accustoming children to live alongside religion, and making it an integral part of daily activities. Moreover, this parenting style has a long-term influence on the formation of a strong Islamic character, in both worship and obedience to Allah. Therefore, authoritarian parenting from the Islamic education perspective not only builds a strong religious foundation but also simultaneously develops both spiritual and moral aspects

    Korelasi Kesadaran Diri (Self Awareness) dan Karakter Religius Siswa dengan Ketaatan Melaksanakan Ibadah di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kesadaran diri (self awareness) dan karakter religius dengan ketaatan melaksanakan ibadah siswa. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru sebanyak 331 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analis data menggunakan Regresi Linier dan Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran diri (self awareness) memiliki korelasi yang signifikan dengan ketaatan melaksanakan ibadah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru. Hal ini ditunjukkan dengan hasil t hitung lebih besar dari t tabel (42,374 > 0,113) dengan nilai sig. 0,000 < 0,05. Dengan besar kontribusi 12%. Karakter religius memiliki korelasi yang signifikan dengan ketaatan melaksanakan ibadah. Hal ini di tunjukkan dengan hasil t hitung lebih besar dari t tabel (13,732  > 0,113) dengan nilai sig. 0,000 < 0,05.   Dengan besar kontribusi 46,2 %. Terdapat korelasi signifikan kesadaran diri (self awareness) dan karakter religius secara bersama-sama dengan ketaatan melaksanakan ibadah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru. Hal ini ditunjukkan dengan hasil nilai f hitung > f tabel (143,664 > 0,113). dengan besar konstribusi 44,9 %. Ini berarti sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 44,9 %

    PENGARUH KECERDASAN SPIRITUAL DN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH PONDOK PESANTREN SYAFA’ATURRASUL TELUK KUANTAN

    Get PDF
    This study aims to examine the effect of spiritual intelligence on learning motivation and its impact on student discipline at MAS PP Syafa’aturrasul. This research uses a quantitative approach with a correlational design. The population consists of all students at MAS PP Syafa’aturrasul Teluk Kuantan, totaling 232 students. The sample for this study includes 128 students from grades X and XI. Data collection techniques use questionnaires and documentation. Data analysis techniques involve simple linear regression and multiple linear regression. The results of this study are: First, the level of student discipline at MAS PP Syafa’aturrasul is categorized as moderate at 36.7% and high at 63.3%. , there is a significant influence of spiritual intelligence on student discipline at MAS PP Syafa’aturrasul with an R-square value of 0.123. Second, there is a significant influence of learning motivation on student discipline at MAS PP Syafa’aturrasul Teluk Kuantan with an R-square value of 0.204. Third, here is a significant influence of spiritual intelligence and learning motivation simultaneously on student discipline at MAS PP Syafa’aturrasul Teluk Kuantan with an R-square value of 0.209. Keywords: Spiritual Intelligence, Learning Motivation, DisciplineÂ

    Pengaruh Metode Pembelajaran Co-op Co-op Berbantuan Media Video terhadap Keaktifan Belajar Siswa dalam Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas XI MAN 3 Pekanbaru

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Co-op Co-op berbantuan media video terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas XI MAN 3 Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada materi yang bersifat historis dan cenderung bersifat hafalan. Metode Co-op Co-op, yang menekankan pada kerja sama antar kelompok dengan tujuan pembelajaran bersama, dikombinasikan dengan media video sebagai alat bantu visual diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain 20 eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan metode Co-op Co-op berbantuan media video, dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data melalui observasi. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan keaktifan belajar antara kedua kelas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan. Metode pembelajaran Co-op Co-op berbantuan media video terhadap keaktifan belajar siswa. Siswa yang belajar dengan metode ini menunjukkan peningkatan keaktifan dalam hal berdiskusi, bertanya, menjawab pertanyaan, dan bekerja sama dalam kelompok dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional. Dapat dilihat dari uji wilcoxon dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil nila Asymp. Sig. (2-tailed) adalah bernilai 0,000, nilai 0,000 < 0,05.  Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Co-op Co-op berbantuan media video efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam

    Constructivist and Humanistic Learning Theories in Islamic Religious Education (IRE): Student-Centered Learning Approaches

    No full text
    This study examines the application of constructivist and humanistic learning theories in Islamic Religious Education (IRE) through a student-centered learning approach. Constructivist theory posits that knowledge is actively constructed by learners through experience, reflection, and environmental interaction, while humanistic theory emphasizes the holistic development of human potential encompassing cognitive, affective, and psychomotor domains, aligned with the Islamic concept of humans as vicegerents on earth. The integration of these theories in IRE pedagogy creates an interactive and meaningful learning environment that honors individual uniqueness. Within this framework, teachers function as facilitators, mediators, and motivators who guide students toward self-actualization through contextual and collaborative learning activities. The constructivist-humanistic approach demonstrates significant advantages in enhancing learner autonomy, critical thinking skills, and the formation of religious character. However, its implementation faces substantial challenges, including limitations in teacher competency, instructional time constraints, and availability of contextual learning resources. Therefore, professional development initiatives for educators and the development of adaptive IRE curricula are essential to ensure effective implementation of both theoretical frameworks in learning practice

    NILAI-NILAI SPIRITUALITAS ANAK DALAM KISAH KELUARGA IMRAN: TELAAH TEMATIK PERSPEKTIF TAFSIR BIL MA’TSUR

    Get PDF
    Penulisan ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pengembangan spiritualitas anak dalam kisah keluarga Imran melalui pendekatan tafsir bil ma’tsur, serta sekaligus menggali pandangan mufassir mengenai hal tersebut. Penulisan dilakukan dengan metode studi pustaka (library research) dan menggunakan pendekatan tematik (maudhu’i), dengan merujuk pada sumber-sumber primer seperti kitab tafsir ath-Thabari, al-Azhar, Ibnu Katsir, al-Munir, Fi Zhilalil Qur’an, dan al-Misbah. Selain itu, analisis ini juga diperkuat oleh data sekunder yang diperoleh dari berbagai buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa keluarga Imran merupakan keluarga istimewa yang mendapatkan kehormatan dari Allah SWT karena kesalehan serta komitmen spiritual yang tinggi. Imran digambarkan sebagai pribadi saleh dan pengabdi di Baitul Maqdis, sedangkan istrinya yaitu Hannah, dikenal dengan wanita yang taat dan shalehah, sementara putri mereka yakni Maryam, dan anaknya Nabi Isa AS mendapatkan perlindungan langsung dari Allah. Adapun, nilai-nilai pengembangan spiritualitas anak dalam kisah ini antara lain: memilih pasangan yang saleh, senantiasa berdoa dan berharap kepada Allah, 3) memberikan nama yang baik dan perhatian utuh kepada anak, serta 4) memberikan asupan makanan yang halal dan Baik. Demikian, Penulisan ini menekankan pentingnya pendidikan spiritual yang terencana sejak dini, dan menjadikan keluarga sebagai pondasi utama pembentukan karakter anak dan pertumbuhan spiritual anak.Penulisan ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pengembangan spiritualitas anak dalam kisah keluarga Imran melalui pendekatan tafsir bil ma’tsur, serta sekaligus menggali pandangan mufassir mengenai hal tersebut. Penulisan dilakukan dengan metode studi pustaka (library research) dan menggunakan pendekatan tematik (maudhu’i), dengan merujuk pada sumber-sumber primer seperti kitab tafsir ath-Thabari, al-Azhar, Ibnu Katsir, al-Munir, Fi Zhilalil Qur’an, dan al-Misbah. Selain itu, analisis ini juga diperkuat oleh data sekunder yang diperoleh dari berbagai buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa keluarga Imran merupakan keluarga istimewa yang mendapatkan kehormatan dari Allah SWT karena kesalehan serta komitmen spiritual yang tinggi. Imran digambarkan sebagai pribadi saleh dan pengabdi di Baitul Maqdis, sedangkan istrinya yaitu Hannah, dikenal dengan wanita yang taat dan shalehah, sementara putri mereka yakni Maryam, dan anaknya Nabi Isa AS mendapatkan perlindungan langsung dari Allah. Adapun, nilai-nilai pengembangan spiritualitas anak dalam kisah ini antara lain: memilih pasangan yang saleh, senantiasa berdoa dan berharap kepada Allah, 3) memberikan nama yang baik dan perhatian utuh kepada anak, serta 4) memberikan asupan makanan yang halal dan Baik. Demikian, Penulisan ini menekankan pentingnya pendidikan spiritual yang terencana sejak dini, dan menjadikan keluarga sebagai pondasi utama pembentukan karakter anak dan pertumbuhan spiritual anak
    corecore