1,722,093 research outputs found
AJEN MORAL DINA KUMPULAN SAJAK SASAMBAT KARYA YAYAT HENDAYANA
Skripsi ini berjudu1 Ajen Moral dina Kumpulan Sajak Sasambat Karya Yayat Hendayana. Isinya rnengenai laporan ha.sil penelitian tentang nilai moral yang terkandung di dalam buku tersebut, yang isi sajaknya menerangkan tentang kehidupan yang didasarkan pada persoalan-persoalan bagi pengarangnya sendiri, sesama manusia, lingkungan alam, dan hubungan manusia kepada Allah SWT.
Populasi dalam penelitian ini adalah buku kumpulan sajak Sasambat karya Yayat Hendayana. Di dalam buku tersebut terdapat 46 sajak. Adapun sampel yang digunakan adalah sampel total. Jadi, yang menjadi sampel adalah nilai moral yang terdapat pada t&na, amanat, nada, dan rasa yang ada dalam buku kumpulan sajak Sasambat karya Yayat Hendayana, dengan menggunakan m‘itode ckskriptif serta studi pustaka, dan analisis data.
Dari hasil penelitian terungkap, 192 indikator nilai moral yang terdapat dalam unsur instrinsik sajak. Nilai moral tersebut meliputi nilai moral ketakwaan, kesabaran, kesopanan, keikhlasan, tolong-menolong, cinta, dan kesetiaan. Dari 192 Indikator tersebut, bisa terungkap nilai-nilai moral berdasarkan tma dan amanat: tma sebanyak 46 (23,9%) dan amanat sebanyak 46 (23,9%).
Nilai-nilai moral berdasarkan nada dan rasa, terdapat 46 indikator. Dari ke-46 indikator tersebut terdapat nilai-nilai moral yang baik dan kurang baik. Nilai moral yang baik sebanyak 38 (78,2%), sedangkan nilai moral yang kurang baik sebanyak 10 (21,7%)
PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN ALBIDAYAH PADA MASA K.H. YAYAT RUHIYAT SIRODJ TAHUN 1971-2011
Skripsi ini berjudul “Perkembangan Pondok Pesantren Albidayah Pada Masa K.H. Yayat Ruhiyat Sirodj Tahun 1971-2011”. Latar belakang penelitian ini yaitu peneliti tertarik pada pengaruh kepemimpinan Kiai terhadap perkembangan pendidikan pondok pesantren. Pesantren Albidayah merupakan pesantren modern yang masih mempertahankan unsur-unsur tradisional. Perkembangan pondok Pesantren Albidayah tidak terlepas dari salah satu tokoh yang pernah memimpin, yaitu Kiai Haji Yayat Ruhiyat Sirodj. Masalah utama yang dikaji dalam skripsi ini ialah “Bagaimana sistem pendidikan pondok Pesantren Albidayah pada masa Kiai Haji Yayat Ruhiyat Sirodj pada tahun 1971-2011?”. Permasalahan tersebut dikaji dengan menggunakan metode historis yang meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan multidisipliner dengan menggunakan konsep dari ilmu Sosiologi mengenai perubahan sosial dan ilmu Pendidikan mengenai kurikulum, materi, metode, evaluasi, dan sebagainya. Dalam mengumpulkan data dan sumber penelitian menggunakan studi literatur dan wawancara terhadap saksi sejarah sebagai narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok Pesantren Albidayah dibawah kepemimpinan Kiai Haji Yayat Ruhiyat Sirodj memiliki perkembangan yang signifikan dalam bidang pendidikan. Berawal dari pendidikan pesantren tradisional (salafi) berkembang menjadi pesantren modern (khalafi) dengan menggabungkan pengetahuan agama dan pengetahuan umum. Perubahan sistem pendidikan pada masa kepemimpinan Kiai Haji Yayat Ruhiyat Sirodj yaitu dengan menjadikan pesantren Albidayah sebagai lembaga pendidikan resmi di bawah pemerintah dengan mendirikan SP-IAIN (Sekolah Persiapan – Institut Agama Islam Negeri) pada tahun 1971. Kemudian pada tahun 1993 di dirikan Madrasah Aliyah (MA) Albidayah dan tahun 2006 di dirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Terpadu Albidayah. Kurikulum yang digunakan oleh Pesantren Albidayah yaitu kurikulum terpadu yang meliputi Kurikulum Pesantren, Kurikulum Kemendikbud, dan Kurikulum Kementrian Agama. ;---This undergraduate thesis titled "The Development of Albidayah Boarding School under the leadership of Yayat Ruhiyat Sirodj in 1971-2011". The background of this study, that the researcher is interested in the influence of leadership of Kiai toward the development of education in the boarding school. Albidayah Boarding School is a modern school which still maintain the traditional elements. The development of Albidayah Boarding School was not apart from one of the figures that once led, namely Kiai Haji Yayat Ruhiyat Sirodj. The main problem that examined in this undergraduate thesis is "How was the education system of Albidayah Boarding School under the leadership of Kiai Haji Yayat Ruhiyat Sirodj in 1971-2011?". This problem was examined by using the historical method that includes Heuristic, Critic, Interpretation, and Historiography. The approach that is used in this research is a multidisipliner by using the concept of the science of Sociology that explain about social change, and science of Education that explain about materials, curriculum, methods, evaluation, and so on. For the data collection and the research sources, using literature studies and interviews of history witness. The results of the study showed that under the leadership of Kiai Haji Yayat Ruhiyat Sirodj, the Albidayah Boarding School has a significant development in the field of education. Starting from the traditional Islamic boarding school education (salafi) developed into a modern boarding school (khalafi) by combining the religion and general knowledge. The changes in education system in the leadership of the Kiai Haji Yayat Ruhiyat Sirodj was made the Albidayah Boarding School as official education institution under the government to build SP-IAIN (Sekolah Persiapan – Institut Agama Islam Negeri/School Preparation - the State of Islamic Institute) in 1971. Then in 1993, Madrasah Aliyah (MA) Albidayah was built and in 2006 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Albidayah Integrated was also built. The curriculum that used by Albidayah Boarding School is a integrated curriculum that covers the curriculum of Boarding School, curriculum of Ministry of Education and Culture, and curriculum of the Ministry of Religion
ANJEN MORAL DINA KUMPULAN SAJAK SASAMBAT KARYA YAYAT HENDAYANA
Skripsi ini berjudul Ajen Moral dina Kumpulan Sajak: Sasambat Karya
Yayat Hendayana. Isinya mengenai laporan hasil penelitian tentang nilai moral
yang terkandung di dalam buku tersebut, yang isi sajaknya menerangkan tentang
kehidupan yang didasarkan pada persoalan-persoalan bagi pengarangnya sendiri,
sesama manusia, lingkungan alam, dan hubungan manusia kepada Allah SWT.
Populasi dalam penelitian ini adalah buku kumpulan sajak Sasambat karya
Yayat Hendayana, Di dalam buku tersebut terdapat 46 sajak. Adapun sampel yang
digunakan adalah sampel total. Jadi, yang menjadi sampel adalah nilai moral yang
terdapat pada tema, amanat, nada, dan rasa yang ada dalam buku kwnpulan sajak
Sasambat karya Yayat Hendayana, dengan menggunakan metode deskriptif serta
tehnik studi pustaka, dan analisis data.
Dari basil penelitian terungkap, 192 indikator nilai moral yang terdapat
dalam unsur instrinsik sajak. Nilai moral tersebut meliputi nilai moral ketakwaan,
kesabaran, kesopanan, keikhlasan, tolong-menolong, cinta, dan kesetiaan. Dari
192 indikator tersebut, bisa terungkap nilai-nilai moral berdasarkan tema dan
amanat: tema sebanyak 46 (23,9%) dan amanat sebanyak 46 (23,9%).
Nilai-nilai moral berdasarkan nada dan rasa, terdapat 46 indikator. Dari
ke-46 indikator tersebut terdapat nilai-nilai moral yang baik dan kurang baik.
Nilai moral yang baik sebanyak 38 (78,2%), sedangkan nilai moral yang kurang
baik sebanyak 10 (21, 7% )
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TANAMAN TRANSGENIK DI KABUPATEN CIREBON
Yayat Rahmat Hidayat, 2014. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TANAMAN TRANSGENIK DI KABUPATEN CIREBON. This observation is taken from the title “Persepsi Masyarakat Terhadap Tanaman Transgenik di Kabupaten Cirebon”. Porpuse of this observation are, 1. To know social information about transgenic plants in regional Cirebon. 2. To know social knowlarge regional Cirebon about transgenic plants. 3. To know social perception about transgenic plantsin regional Cirebon. The methode of this research is kualitative descriptive analysis. Based analysis descriptive analysis in regional Cirebon can description: One, distink perception about plant transgenic of social regional Cirebon. Two, dictink perception is agree and not agree for plant transgenic.Keywords: Perception, Transgenic Plan
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TANAMAN TRANSGENIK DI KABUPATEN CIREBON
Yayat Rahmat Hidayat, 2014. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TANAMAN TRANSGENIK DI KABUPATEN CIREBON. This observation is taken from the title “Persepsi Masyarakat Terhadap Tanaman Transgenik di Kabupaten Cirebonâ€. Porpuse of this observation are, 1. To know social information about transgenic plants in regional Cirebon. 2. To know social knowlarge regional Cirebon about transgenic plants. 3. To know social perception about transgenic plantsin regional Cirebon. The methode of this research is kualitative descriptive analysis. Based analysis descriptive analysis in regional Cirebon can description: One, distink perception about plant transgenic of social regional Cirebon. Two, dictink perception is agree and not agree for plant transgenic.Keywords: Perception, Transgenic Plan
Gaya kepemimpinan K.H. Yayat Ruhiyat Sirodj dalam mengembangkan sistem pendidikan Pondok Pesantren Al-Bidayah Cangkorah Kabupaten Bandung Barat tahun 1995-2011
Skripsi ini berjudul “Gaya Kepemimpinan K.H. Yayat Ruhiyat Sirodj dalam Mengembangkan Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Al-Bidayah Cangkorah Kabupaten Bandung Barat Tahun 1995-2011”. Latar belakang penelitian ini yaitu penulis tertarik pada pengaruh serta gaya kepemimpinan kyai terhadap perkembangan pendidikan Islam di pondok pesantren. Sistem Pendidikan di Pondok Pesantren Al-Bidayah ini pada awalnya menggunakan tipe salafi kemudian berubah menjadi tipe khalafi.
Masalah utama yang dikaji dalam penelitian skripsi ini ialah tentang “Bagaimana Gaya Kepemimpinan K.H. Yayat Ruhiyat Sirodj dalam Mengembangkan Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Al-Bidayah Cangkorah Kabupaten Bandung Barat Tahun 1995-2011”. Permasalahan tersebut dikaji dengan menggunakan metode penelitian sejarah (historis) yang didalamnya meliputi tahapan Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori Middle of the Road Management (Manajemen Jalan Tengah) yang digagas oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton, mereka berpendapat bahwa gaya kepemimpinan ini menggambarkan pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap tugas dan hubungan antar anggota organisasi yang ditandai oleh perhatian yang seimbang terhadap tugas dan manusia.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada masa kepemimpinan K.H. Yayat Ruhiyat Sirodj, Pondok Pesantren Al-Bidayah mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam bidang pendidikan, sarana dan prasarana. Perubahan sistem pendidikan pada masa K.H. Yayat Ruhiyat Sirodj ini yaitu beliau mampu menjadikan Pondok Pesantren Al-Bidayah sebagai lembaga resmi dibawah naungan pemerintah dengan mendirikan Sekolah Persiapan Institut Agama Islam (SP-IAIN). Adapun keunikan dari Pondok Pesantren Al-Bidayah ini karena menggunakan kurikulum Terpadu yang di dalamnya meliputi Kurikulum Pesantren, Kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional, dan Kurikulum Kementrian Agama
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
