10,288 research outputs found
KARAKTERISTIK METODOLOGI KITAB ARBA’UNA HADITSAN KARYA SYAIKH MUHAMMAD YASIN AL-FADANI
Salah seorang pakar hadits dari Indonesia yang menguasai hadits dan ulum
al-Hadits, serta memiliki peranan penting dalam perkembangan ulum al-Hadits pada
dekade abad yang ke 20 ini adalah Syaikh Muhammad Yasin Al-Fadani. Syaikh
Muhammad Yasin Al-Fadani adalah salah seorang ulama Indosnesia yang reputasi
dan beberapa karyanya dalam bidang hadits diakui secara Internasional. memperjelas
sejarah perkembangan hadis di Indoneisa. Untuk lebih meningkatkan perkembangan
ilmu hadis di Indonesia maka perlu dilakukannya kajian terhadap sebuah kitab hadis
karya asli ulama Indonesia, sehingga benar-benar dapat menggambarkan
perkembangan kajian hadis di Indonesia, akan ada beberapa kitab hadis yang bisa
diajukan untuk dikaji salah satu diantaranya adalah, kitab Al-Arba’un Haditsan yang
di tulis oleh Syaikh Muhammad Yasin al-Fadani, ulama asal Indonesia, tepatnya
Padang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Llibrary
Research) dengan menggunakan pendekatan pemikiran dan analisis melalui literatur
serta bahan pustaka lainnya. Hasil penelitian ini menemukan, bahwa peranan yang
disumbangkan Syaikh Muhammad Yasin Al-Fadani dalam perkembangan hadits
adalah menulis beberapa kitab dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, termasuk
dalam bidang ilmu hadits. Motivasi Syaykh Yasin dalam menyusun kitab
ini adalah ingin menegaskan reputasinya di kalangan para ulama besar abad XX, sebagai ulama yang mempunyai pengetahuan hadis yang cukup luas, karena
penguasaan terhadap empat puluh kitab koleksi hadis bukanlah perkara yang
mudah dan sudah langka. Sistematika penyusunan kitab ini adalah: Pertama, Pemilihan bab tidak berdasarkan matan (subyek) hadis dan tidak disusun
berdasarkan abjad, tetapi berdasarkan sanad hadis dan terbagi kedalam empat puluh
bab. Kedua, Jumlah hadis adalah empat puluh buah hadis, sesuai dengan namanya, Arba’un, yang berarti empat puluh. Ketiga, Takhrij hadis diberikan setelah
menyebutkan sanad dan matan hadis dengan menunjukkan lokasi hadis tersebut
dalam kitab-kitab induk, baik dalam kelompok al-Kutub al-Sittah maupun di
luar kelompok tersebut, dan menyebutkan derajat kekuatan pada tiga puluh lima
hadisnya. Keempat, Semua sanad hadis dalam kitab ini bersambung kepada penulis
kitab hadis rujukan, dan berujung kepada Nabi SAW
MUHAMMAD YASIN AL-FADANI DAN KONSTRIBUSINYA DALAM SANAD KEILMUAN ULAMA NUSANTARA
This article studies on an expert of hadith, Muhammad Yasin al-Fadani, and his contribution toward sanad of Indonesian scholars (ulama). This study is important to see the dynamic hadith study in Indonesia in which had been less attention in 17-20 centuries, and had more attention after Muhammad Yasin al-Fadani performed by bringing knowledge of sanad until Rasullullah saw. Muhammad Yasin al-Fadani is an expert of hadith in Indonesia having some degrees such as Bakhr al-‘ulu>m (knowledge ocean), ‘Alam al-Di>n (religious reference), Musnid al-Hijaz (expert of sanad from Hijaz land), and the most popular degree is musnid al-Dunnya ‘ala> al-It}laq (ulama of sanad expert in the world)
Keywords: Muhammad Yasin Al-Fadani, sanad of ulama, Hadith study, Islam in Indonesi
PERSEPSI SANTRI TERHADAP PRAKTIK MEMBACA SURAT YASIN SELAMA PELAKSANAAN UJIAN DI PONDOK PESANTREN DAREL HIKMAH PEKANBARU (Living Qur’an)
BERKAH MUHAMMAD YUSUF (2023) : PERSEPSI SANTRI TERHADAP PRAKTIK MEMBACA SURAT YASIN SELAMA
PELAKSANAAN UJIAN DI PONDOK PESANTREN
DAREL HIKMAH PEKANBARU (Living Qur’an)
Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh banyaknya praktik membaca Surat Yasin di Pondok
Pesantren yang mengharapkan fadhilah dari pembacaan itu, salah satunya adalah
pembacaan Surat Yasin di Pondok Pesantren Darel Hikmah. Rumusan Masalah:
(1) Bagaimana praktik pelaksanaan pembacaan Surat Yasin, dan (2) Bagaimana
persepsi santri terhadap praktik pembacaan Surat Yasin. Penelitian ini termasuk
kedalam jenis field research yang menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan etnologi. Data penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis
deduktif dan induktif. Hasil penelitian : (1) Praktik pembacaan Surat Yasin di
Pondok Pesantren Darel Hikmah: Proses kegiatan pembacaan Surat Yasin
dilaksanakan dengan cara dibaca bersama-sama secara berjama‟ah yang dipimpin
oleh pengurus yang telah dipilih. Pelaksanaannya dilakukan di masjid Pondok
Pesantren Darel Hikmah kemudian disambung dengan pembacaan Surat Yasin
secara berjama‟ah dan diakhiri dengan pembacaan shalawat-shalawat yang
dikhususkan atas Nabi Muhammad SAW., dan (2) Persepsi santri terhadap praktik
pembacaan Surat Yasin di Pondok Pesantren Darel Hikmah: Dalam pelaksanaan
pembacaan Surat Yasin ini santri mempersepsikan bahwa Surat Yasin sebagai
penegasan Allah terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW., Surat Yasin
memiliki fadhilah yaitu sebagai perantara terkabulnya do‟a dan untuk
memperlancar suatu hajat, dan membaca Surat Yasin memiliki banyak manfaat,
dan membaca Surat Yasin merupakan bentuk ikhtiar santri dalam mempersiapkan
diri dalam menjalankan ujian madrasah.
Kata kunci: Persepsi, Praktik, Surat Yasin, Studi Living al-Qur’a
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
PEMBACAAAN SURAH YASIN DALAM TRADISI BAANTARAN JUJURAN DI KELURAHAN SUNGAI ULIN BANJARBARU
AbstractThe study of the Qur’an has been endless since the Prophet Muhammad until the Covid-19 era, it was still the most important part in the effort to study Islam. Surah Yasin is on of the surah of the qur’an that is most often read by the public, from the many interaction of Muslim with surah Yasin, the author finds a different use than usual, namely the reading of Surah Yasin in tradition baantaran jujuran. The reading of Surah Yasin in the tradition baantaran jujuran is only done by some Banjar people. This study aims to find out about the procedure for reading Surah Yasin, the motives (encouraging) and the community's goals about reading Surah Yasin in the baantaran tradition and their understanding of Surah Yasin. The form of this research is field research using the nature and types of qualitative descriptive methods. The results of this study are as follows: The procedure begins with the opening of the event by saying basmalah, reading Surah Yasin, being read together led by the bride's family or the event guide baantaran jujuran using loudspeakers and followed by invited guests, read from the first verse to the last verse, then the words of surrender, the words of the recipient, the installation of the ring, the surrender of the dowry and luggage, the prayer as well as the closing. The understanding of the people of Sungai Ulin is very diverse. Some of them say that Surah Yasin is the heart or heart of the Qur'an, Surah Yasin has many virtues, very well practiced in everyday life. There are also those who understand that Surah Yasin is a sura that must be read in every religious activity. The motives (drivers) also vary. One of them is because of gratitude for having found a partner and because previous people have done these activities. The goal is to get God's blessing, God's mercy, blessings, forgiveness of sins, facilitated, smooth all affairs, especially wedding receptions, get a sakinah, mawaddah and warahmah family and get pious childern. Keywords: Reading; Yasin; Tradition; Boundaries of Truth.AbstrakPengkajian Al-Qur'an yang tiada hentinya sejak Nabi Muhammad SAW hingga era Covid-19 masih menjadi bagian terpenting dalam upaya mempelajari Islam. Surah Yasin merupakan salah satu surah Al-Qur'an yang paling sering dibaca oleh masyarakat, dari sekian banyak interaksi umat Islam dengan surah Yasin, penulis menemukan penggunaan yang berbeda dari biasanya, yaitu pembacaan Surah Yasin dalam tradisi baantaran jujur. Pembacaan Surah Yasin dalam tradisi baantaran kejujuran hanya dilakukan oleh sebagian masyarakat Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tata cara membaca surah yasin, motif (mendorong) dan tujuan masyarakat membaca surah yasin dalam tradisi baantaran dan pemahaman mereka terhadap surah yasin. Bentuk penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan sifat dan jenis metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Tata cara pembukaan acara diawali dengan mengucapkan basmalah, membaca surat yasin, dibacakan bersama yang dipimpin oleh keluarga mempelai wanita atau pemandu acara baantaran jujuran dengan menggunakan pengeras suara dan diikuti oleh tamu undangan, dibacakan dari ayat pertama sampai ayat terakhir, kemudian kata-kata penyerahan, kata-kata penerima, pemasangan cincin, penyerahan mahar dan barang bawaan, doa serta penutup. Pemahaman masyarakat Sungai Ulin sangat beragam. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa Surah Yasin adalah jantung atau jantung Al-Qur'an, Surah Yasin memiliki banyak keutamaan, sangat baik diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada juga yang memahami bahwa surah yasin merupakan surah yang wajib dibaca dalam setiap kegiatan keagamaan. Motif (pengemudi) juga bermacam-macam. Salah satunya karena rasa syukur telah menemukan pasangan dan karena orang-orang sebelumnya telah melakukan kegiatan tersebut. Tujuannya untuk mendapatkan ridho Allah, Rahmat Allah, keberkahan, ampunan dosa, dimudahkan, kelancaran segala urusan terutama resepsi pernikahan, mendapatkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah serta mendapatkan anak yang sholeh. Kata Kunci: Pembacaan; Yasin; Tradisi; Baantaran Jujuran
Jaringan Ulama Falak Nusantara: (Studi Geneologi Keilmuan Falak Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani)
Ilmu Falak yang sampai ke kita saat ini merupakan perjalanan panjang dari satu tokoh ke tokoh yang lain, dari satu daerah ke daerah yang lain, melintasi banyak ruang dan waktu. Mulai dari Hermes di Babilonia sampai ke para kyai di Indonesia. Di akhir abad 20 M, Musnid ad-Dunya Syekh Muhammad Yasin al-Fadani tampil sebagai poros keilmuan di dunia, utamanya di bidang ilmu hadis dan sanad. Ternyata ia juga ahli falak, bahkan mempunyai sanad keilmuan falak yang tinggi dibanding dengan ulama falak lainnya di nusantara. Menjaga tradisi sanad dan ijazah keilmuan merupakan salah satu cara mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat. Penelitian ini diarahkan kesana. Berangkat dari kitab al-Mawahib al-Jazilah, Bulugh al-Amani, dan al-Maslak al-Jali, penulis merumuskan masalah: 1) bagaimana interaksi Syekh Yasin dengan Ilmu Falak, dan 2) bagaimana jaringan sanad keilmuan Falak Syekh Muhammad Yasin al-Fadani. Semua ulasan yang ada merupakan hasil dari studi pustaka dan merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Syekh Yasin mempunyai setidaknya 15 guru di bidang Ilmu Falak, dan telah menelaah ratusan kitab falak, 2) sanad keilmuan falak Syekh Yasin terhubung sampai Syekh Muhammad al-Hattab ar-Ra?ini al-Maliki (902 – 954 H), ulama besar abad kesepuluh hijriah, dan 3) mempunyai sanad yang terhubung dengan para ulama falak di nusantara, baik terhubungnya karena menjadi guru atau karena seperguan dengan guru yang sama
Semantic analysis on the translation of surah Yasin by Dr. Muhammad Taqiuddin Al-Hilali and Dr. Muhammad Muhsin Khan
ABSTRACT
Every word must have meaning that is why meaning has an important role either oral or written. We need a good understanding to know the implied meaning behind it. Because of the important of meaning, we can enhance our kno١vlcdge about meaning in linguistic, especially studying Semantics. Semantics is the study of meaning that is the meaning of words or phrases, sentences and discourse. Kinds of meaning are also found in the holy Quran as the revelation of Allah. Based on the background, this research is conducted with the problems “What kinds of meaning are involved on the translation of Surah Yasin by Dr. Muhammad Taqiuddin Al-Hilali and Dr. Muhammad Muhsin Khan?” and ،،What translation method did they use in translating Surah Yasin from Arabic into English?”
In analyzing this surah, the writer used a descriptive qualitative design because it doesn’t need variable and the data are analyzed qualitatively without using both numbers and statistical formula. The writer used the English translation by Dr. Muhammad Taqiuddin Al-Hilali and Dr. Muhammad Muhsin Khan as the relevant source of data. After reading and understanding the data obtained and also getting the data from internet, then she arranged the data which in accordance with the problems of the study systematically, after having arranged the the data systematically, she analyzed them in detail about meanings and the translation methods which are involved of each category.
The writer, found that there are three kinds of meaning which are involved on the translation of Surah Yasin by Dr. Muhammad Taqiuddin Al-Hilali and Dr. Muhammad Muhsin Khan. The most of these verses are the Sentence and utterance meaning. ٦١hen, it is followed by Discourse meaning and the fewest is Lexical meaning. There are eight translation methods but in this surah there are four kinds translation methods they used in translating surah Yasin from Arabic into English, they are Communicatwe translation is the most. Then, Semantic translation, Idiomatic translation, and the fewest is the Word for word translation.
Based on the findings, the writer suggests the readers, other researchers and English leaners who want to make this study as reference or for further researchers can analyze another style of English translation of the meaning of the holy Quran on Semantic study or other branches of linguistic point of view. She expects this study will be useful! for developing the literature, especially the translation of Surah Yasin. Besides, She hopes that this research will make omeone eager to know more about literary works in accordance with Semantic analysis
PEMBACAAN SURAH YASIN DALAM TRADISI BAANTARAN JUJURAN DI KELURAHAN SUNGAI ULIN BANJARBARU
Kajian terhadap Al-Qur‟an tidak ada habisnya dari zaman Nabi
Muhammad Saw. sampai zaman covid19 masih menjadi bagian terpenting dalam
upaya mempelajari agama Islam. Surah Yasin merupakan salah satu surah Al-Qur‟an yang paling sering dibaca oleh masyarakat, dari sekian banyaknya
interaksi kaum muslim terhadap surah Yasin, penulis menemukan adanya
penggunaan yang berbeda dari biasanya, yakni pembacaan surah Yasin dalam
tradisi baantaran jujuran. Pembacaan surah Yasin dalam tradisi baantaran
jujuran hanya dilakukan oleh sebagian masyarakat Banjar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tata cara proses
pembacaan surah Yasin, motif (dorongan) dan tujuan masyarakat tentang
pembacaan surah Yasin dalam tradisi baantaran jujuran serta pemahaman mereka
terhadap surah Yasin. Adapun bentuk penelitian ini adalah penelitian lapangan
dengan menggunakan sifat dan jenis metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini sebagai berikut: Tata cara prosesnya dimulai dengan
pembukaan acara dengan mengucapkan basmalah, pembacaan surah Yasin, dibaca
bersama-sama dipimpin oleh pihak keluarga mempelai perempuan atau pemandu
acara baantaran jujuran menggunakan pengeras suara serta diikuti oleh tamu
undangan, dibaca dari ayat pertama sampai ayat terakhir, selanjutnya kata-kata
penyerahan, kata-kata penerima, pemasangan cincin, penyerahan uang mahar serta
barang bawaan dan yang terakhir do‟a sekaligus penutup. Adapun pemahaman
masyarakat Sungai Ulin sangat beragam. Beberapa dari mereka mengatakan
bahwa surah Yasin adalah jantung atau hatinya Al-Qur‟an, surah Yasin memiliki
banyak keutamaan, sangat baik diamalkan di kehidupan sehari-hari. Ada juga
yang memahami bahwa surah Yasin adalah surah yang wajib dibaca di setiap
kegiatan keagamaan. Motifnya beragam pula. Salah satunya karena rasa syukur
sudah mendapatkan pasangan dan karena orang-orang terdahulu melakukan
kegiatan tersebut. Tujuannya yaitu agar mendapatkan ridha Allah, rahmat Allah,
keberkahan, diampuni dosa, dimudahkan, dilancarkan segala urusan, khususnya
acara perayaan resepsi perkawinan, mendapatkan keluarga yang sakinah,
mawadah dan warahmah serta mendapatkan anak yang saleh
Membaca surah Yasin pada malam hari: studi kehujjahan hadis Sunan al Darimi nomor indeks 3460
Pembacaan surah Yasin merupakan tradisi lama yang masih dipegang oleh kalangan masyarakat Indonesia. Menurut Abu Ihsan al-Atsari didalam bukunya yang berjudul Bincang-Bincang Seputar Tahlilan Yasinan dan Maulidan mengatakan tidak ada dalil yang khusus dari Nabi yang menganjurkan untuk membaca surah Yasin. Sampai sekarang orang-orang yang membaca surah Yasin tidak bisa menunjukan bukti nyata berupa riwayat atau hadis yang sahih yang menunjukan bahwa Nabi Muhammad Saw menganjurkan untuk membaca surah Yasin. Oleh karenanya, penulis melakukan penelitian untuk menjawab permasalahan mengenai kualitas dan kehujjahan hadis tentang membaca surah yasin pada malam hari dalam kitab sunan al-Darimi. Penelitian ini juga membahas tentang pemaknaan hadis. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode penyajian secara deskriptif dan analitis. Penelitian ini menggunakan kitab sunan al-Darimi serta dibantu dengan kitab lainnya, kemudian dianalisa dengan menggunakan metode takhrij dan menerapkan kaidah kesahihan hadis serta menerapkan kaidah kehujahan hadis. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu kualitas hadis membaca surah yasin pada malam hari adalah sahih li dhatihi dan bisa dijadikan hujjah karena merupakan hadis yang Maqbul Ma’mulun bih. Setelah melakukan pemaknaan hadis mengenai membaca surah yasin pada malam hari, dapat diketahui bahwa membaca surah Yasin jika diniati untuk semata-mata mencari rida Allah maka akan mendapatkan ampunan atas segala dosa-dosa yang diperbuat
PERAN GURU DALAM RUTINITAS MEMBACA SURAT YASIN SEBELUM PEMBELAJARAN DIMULAI DI MTS QOMAR TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Peran Guru dalam Rutinitas Membaca Surat Yasin Sebelum Pembelajaran Dimulai di Mts Qomar Tulungagung”, ditulis oleh Muhammad Zainul Mustofa, NIM. 12201183271, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Dr. Luluk ‘Atirotu Zahroh, M. Pd.
Kata Kunci: Peran, Guru , Surat Yasin.
Penelitian ini didasarkan pada konteks fenomena di lapangan bahwa menciptakan dan mendidik peserta didik dengan melakukan rutinitas kehidupan yang baik yang menggabungkan antara kehidupan dunia dan akhirat itu sangat penting sekali, apalagi di zaman yang serba canggih seperti ini. Tempat penelitian ini berada di Mts Qomar Tulungagung.
Fokus penelitian skripsi ini adalah 1) Bagaimana proses rutinitas membaca surat yasin sebelum pembelajaran dimulai di Mts Qomar Tulungagung? 2) Apa hal- hal yang mendukung dan menghambat guru dalam rutinitas membaca surat yasin sebelum pembelajaran dimulai di Mts Qomar Tulungagung ? 3) Bagaimana evaluasi guru dalam rutinitas membaca surat yasin sebelum pembelajaran dimulai di Mts Qomar Tulungagung ?. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses
rutinitas membaca surat yasin sebelum pembelajaran dimulai di Mts Qomar Tulungagung. Mendeskripsikan hal-hal yang mendukung dan menghambat guru dalam rutinitas membaca surat yasin sebelum pembelajaran dimulai di Mts Qomar Tulungagung. Mendeskripsikan evaluasi guru dalam rutinitas membaca surat yasin sebelum pembelajaran dimulai di Mts Qomar Tulungagung.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Lokasi penelitian di MTs Qomar Tulungagung, data penelitian didapatkan dari kepala sekolah, guru , peserta didik kelas VIII dan IX. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Proses Rutinitas Membaca Surat Yasin Sebelum Pembelajaran Dimulai Di Mts Qomar Tulungagung dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu setelah bel masuk berbunyi para peserta didik dan guru memasuki kelasnya masing-masing, berdoa Bersama, surat yasin dibagikan kepada peserta didik, dibaca secara bersamaan, surat yasin dikembalikan ke meja guru dan pembelajaran sekolah dapat dimulai dengan baik. Hal-hal Yang Mendukung Dan Menghambat Guru Dalam Rutinitas Membaca Surat Yasin Sebelum Pembelajaran Dimulai Di Mts Qomar Tulungagung, Adapun aspek pendukungnya yaitu Peserta didik sudah lancar membaca surat yasin, bapak dan Ibu Guru Mts Qomar sudah lancar membaca surat yasin, dan tercukupinya persediaan surat yasin di setiap kelas. Sedangkan aspek penghambat lancarnya rutinitas tersebut antara lain peserta didik kurang lancar membaca surat yasin, bapak dan Ibu Guru Mts Qomar Kurang lancar membaca surat yasin, dan kurang tercukupinya persediaan surat yasin di setiap kelas. Evaluasi Guru Dalam Rutinitas Membaca Surat Yasin Sebelum Pembelajaran Dimulai Di Mts Qomar Tulungagung yaitu memberikan Hukuman bagi peserta didik yang dating terlambat dan memberikan Bimbingan Belajar kepada peserta didik yang kurang lancar dalam membaca Al-Qur’an khususnya surat yasin
- …
