200,683 research outputs found
AYAT-AYAT TENTANG KEMATIANDALAM SURAH YASIN
Surah Yasin termasuk surah yang paling sering dibaca khususnya di bumi Nusantara (Indonesia). Mayoritas mereka mengamalkan surah Yasin karena mempunyai pemahaman, bahwa surah Yasin mempunyai beberapa keutamaan, seperti untuk meminta ampunan (magfirah), baik untuk dirinya ataupun untuk meminta ampunan bagi orang yang sudah mendekatai ajal (sakarat al-maut). Pemahaman tersebut muncul berawal dari banyaknya Hadis yang bernuansa
anjuran mengamalkan surah Yasin yang dihubungkan dengan kematian. Padahal di dalam al-Qur’an ayat-ayat yang menjelaskan tentang kematian secara spesifik tidak terletak pada surah Yasin, melainkan pada surah-surah yang lain. Akan tetapi di dalam surah Yasin terdapat beberapa ayat yang mengandung unsur pesan-pesan tentang kematian. Dengan demikian, hipotesa penulis terkait surah Yasin dengan kematian mempunyai korelasi dan hubungan, karena ada beberapa ayat-ayat yang memberikan pesan tentang kematian dalam surah Yasin.
Dalam skripsi ini, langkah awal penulis akan mengungkapkan apa saja garis besar kandungan surah Yasin, selanjutnya mencari apa pesan-pesan surah Yasin terkait kematian. Hal ini merupakan pemahaman yang harus terungkap mengenai pesan-pesan terkait kematian pada surah Yasin. Setelah hal yang mendasar tersebut telah dipahami dengan baik, maka dapat mengantar pemahaman inti, yaitu penulis mengungkapkan sejauh mana hubungan korelasi surah Yasin dengan adanya ayat-ayat kematian di dalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian atas al-Qur’an dengan fokus kajian surah Yasin dengan metode pengumpulan data secara tematik atau maudu‘i . Penulis memakai penelitian tematik, yaitu sebuah model kajian tematik dengan meneliti khusus surah Yasin. Dengan langkah, menjelaskan ayat-ayat pada surah Yasin, di mana
ayat itu turun, bagaimana situasi dan konteks yang melingkupi disaat ayat itu turun, mencari apa saja isi pokok pikiran dari surah Yasin, dan apa saja pesanpesan terkait dengan kematian di dalamnya.
Dengan menggunakan langkah-langkah tersebut dapat dihasilkan: secara umum surah Yasin tidak identik dengan kematian keseluruhannya, namun ada ayat-ayat tertentu yang terkait tentang kematian yang tidak bisa diabaikan dari kandungan surah Yasin. Diantara pesan-pesan yang mengandung kematian dalam beberapa ayat surah Yasin. Seperti, dibacakannya surah Yasin kepada orang yang sedang dalam keadaan sakarat al-maut, dibacakanya surah Yasin bias menambahkan kekuatan tersendiri untuk menghadapi rasa pedih dan sakitnya ketika ajal telah dekat, dan juga mengahadapi gangguan godaan setan. Kekuatan tersebut berupa pertolongan dari Allah melalui perantara diturunkannya para Malaikat. Dalam surah Yasin juga terdapat ayat-ayat untuk selalu mengingat kematian (tazkirah al-maut), dengan cara selalu berintropeksi diri dalam bertindak, karena apa saja yang kita kerjakan akan dicatat dan ada pertanggungjawabanya, sebab kelak di akhirat, mulut akan ditutup, sehingga semua anggota tubuh akan mampu berbicara dan bersaksi
KH. YASIN (1910-1996 M) DAN PEMBAHARUAN PESANTREN GEDONGAN DESA ENDER KECAMATAN PANGENAN KABUPATEN CIREBON
Mutmainah. 14123141142. KH. Yasin (1910-1996 M) dan Pembaharuan
Pesantren Gedongan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan Kyai Yasin ketika
menjadi sesepuh Pondok Pesantren Gedongan, dalam mengembangkan Pesantren
Gedongan dan melakukan beberapa pembaharuan, khususnya dibidang
pendidikan. Ia bersama kyai-kyai lainnya bersepakat untuk mempertahankan
sistem pendidikan klasikal dengan mempertahankan metode pembelajaran klasik
dan mengembangkan sistem pendidikan formal. Selain itu, Kyai Yasin mampu
menumbuh dan mengembangkan tradisi di pesantren.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana biografi Kyai
yasin?. 2) Pembaharuan apa yang dilakukan Kyai Yasin dalam mengembangkan
Pesantren Gedongan pada tahun 1910-1996?.Tujuan penelitian ini yaitu 1) Untuk
mengetahui biografi KyaiYasin. 2) Untuk mengetahui Pembaharuan apa yang
dilakukan oleh Kyai Yasin dalam mengembangkan Pesantren Gedongan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptifanalisis
yaitu suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan kisah yang
terjadi di masa lampau. Adapun langkah-langkahnya yaitu 1) Tahapan Heuristik
(Mencari Sumber). 2). Tahapan Verifikasi (Kritik dan Analisa). 3) Tahapan
Interpretasi. 4) Tahapan Historiografi.
Dari hasil penelitian di lapangan, penulis dapat menarik beberapa
kesimpulan, yaitu: Pertama, Kyai Yasin mempunyai nama lengkap Ahmad Yasin,
ia dilahirkan pada tahun 1910 M dari pasangan Kyai Mahdor dan Nyai Suaibah di
Desa Padjajar Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Kyai Yasin
menimba ilmu pengetahuan dibeberapa pesantren dari mulai Jawa Barat, Jawa
Tengah dan Jawa Timur. seperti Pesantren Kempek, Pesantren Pekalongan, dan
Pesantren Jombang selama bertahun-tahun. Pendidikan inilah yang membekalinya
dalam mengembangkan pendidikannya di Pesantren Gedongan. Kedua, Peranan
Pembaharuan yang dilakukan Kyai Yasin dalam mengembangkan Pesantren
Gedongan yaitu: 1) Menambahkan metode pembelajaran dengan metode sorogan,
halaqah, mudzakarah, dan metode ceramah. 2) Mendirikan lembaga formal di
dalam pesantren yang pada saat itu dianggap sesuatu yang tidak lazim bagi
masyarakat Gedongan. 3) Menghidupkan tradisi pesantren.
Kata kunci: kyai, Pesantren, Pembaharua
Analisis Faṣl & Waṣl dalam Surah Yasin
Faṣl & Waṣl sentences are found in the surah Yasin. The purpose of the thesis research is to find out the position of Sentence Faṣl & Waṣl in Surah Yasin by using balagah theory that proposed by Jarim and Amen. This research is a library research that uses descriptive analysis method with reading and note-taking techniques. The results of this study indicate that there are 12 types of Faṣls of the Kamalu ittisal type. And there is one Faṣl Syibhu kamalu ittisal. Furthermore, the type of Waṣl in surah Yasin, namely Waṣl Tasyriku, the number of fi I'rab is 5, and Waṣl Ittifaqu jumlataini khabaran wa insya is 28. The function of using Faṣl in Al-Quran surah Yasin is mu'akkidah or reinforcement of the previous sentence, badl or a substitute for the previous sentence, and bayânul ibham or explanation of the previous sentence which is still ambiguous. While the function of the Waṣl in the Koran surah Yasin is as a link between two sentences71 HalamanSkripsi Sarjan
Tafsir Ilmi Surah Yasin: kajian komparatif penafsiran M. Irsyad dan Hamka
Kajian ini bermaksud mengkaji secara komparatif penafsiran ilmiah M. Irsyad dan Hamka atas surah Yasin. Beberapa permasalah yang akan diangkat dalam kajian ini adalah pandangan M. Irsyad dan Hamka tentang hubungan Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan, wacana penafsiran ilmiah M. Irsyad dan Hamka atas surah Yasin, serta pendekatan penafsiran ilmiah M. Irsyad dan Hamka sehingga mempengaruhi haluan penafsirannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan model library reseach. Untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pandangan M. Irsyad dan Hamka seputar hubungan Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan, digunakan pemetaan ala Companini, yaitu kelompok Kesepakatan Total, kelompok Kesepakatan Parsial, dan kelompok Penolak Kesepakatan. Sementara untuk mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai pendekatan yang digunakan M. Irsyad dan Hamka ketika menafsirkan surah Yasin secara ilmiah, penulis menggunakan pemetaan Barbour, yaitu pendekatan dialog, pendekatan integrasi, pendekatan konflik dan pendekatan independensi. Dengan menggunakan metode di atas, beberapa kesimpulan yang dapat disarikan dalam kajian ini antara lain; Pertama, M. Irsyad tergolong ke dalam kelompok Kesepakatan Total. Kelompok ini memiliki pandangan bahwa Al-Qur’an tidak hanya menjadi sumber hukum-hukum, ibadah, mu‘āmalah, tetapi juga merupakan sumber segala ilmu pengetahuan. Berbeda dengan Irsyad, Hamka masuk dalam golongan Kesepakatan Parsial. Hamka memandang bahwa Al-Qur’an bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. Sunnatullāh yang bertebaran di jagad semesta ini pun adalah sumber ilmu pengetahuan. Kedua, ketika memberikan penafsiran ilmiah atas surah Yasin, M. Irsyad terkadang menggunakan pendekatan dialog dan terkadang pula menggunakan pendeatan intergrasi. Sedangkan keseluruhan penafsiran Hamka cenderung pada pendekatan dialog. Ketiga, dalam pengembangan ilmu pengetahuan, M. Irsyad menganjurkan sebisa mungkin agar berbasis pada Al-Qur’an, dan Al-Qur’an menjadi barometer kebenaranya. Adapun Hamka, ia tampak tidak membawa Al-Qur’an ke ranah kerja ilmiah. pemikiran lainnya dari Hamka adalah bahwa sebuah teori atau temuan sains selayaknya diuji juga dengan prosedur ilmiah
Nilai-Nilai al-Badi’ dalam Surah Yasin
Disertasi ini berbicara tentang bentuk-bentuk al-badi’ yang terdapat dalam surah Yasin. Pembicaraan berkisar pada penyingkapan bentuk-bentuk al-badi’ yang merupakan salah satu kajian dalam disiplin ilmu balagah. Wilayah kajian tersebut dibatasi pada surah Yasin karena memiliki posisi tersendiri di dalam jiwa kaum muslimin. Kajian mengenai fenomena bahasa ini didasarkan pada prinsip bahwa ilmu al-badi’ dalam bahasa Arab merupakan sebuah ilmu penting, yang menjelaskan keindahan lafaz (redaksi).
Disertasi ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dan berjenis deskriptif-analitis, yakni penulis menggunakan data-data kualitatif dari berbagai macam buku baik buku tafsir maupun buku balagah. Kemudian data-data tersebut dikumpulkan dengan cara mengutip, menyadur, dan mengulas literatur, baik literarur primer maupun sekunder, yang memiliki relevansi dengan topik yang dibahas dalam bentuk karya ilmiah. Selanjutnya, data-data temuan diolah dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis). Dalam penyusunan data-data kualitatif tersebut, penulis menggunakan beberapa metode, yaitu metode induktif, deduktif, dan komparatif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk al-badi’, mendeskripsikan bentuk-bentuk al-muhassinat al-lafz\iyyah dalam surah Yasin, dan mendeskripsikan bentuk-bentuk al-muhassinat al-ma’nawiyyah dalam surah Yasin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan bentuk-bentuk al-badi’, bentuk-bentuk al-muhassinat al-lafz|iyyah dalam surah Yasin, dan bentuk-bentuk al-muhssinat al-ma’nawiyyah dalam surah Yasin. Dalam penelitian ini, ditemukan tujuh bentuk al-badi’ dalam surah Yasin, empat di antaranya masuk dalam kategori al-muhassinat al-lafz\iyyah, yaitu al-saja’, al-jinas, al-muwazanah, al-radd ‘ala al-sadr, dan tiga lainnya masuk dalam kategori al-muhassinat al-ma’nawiyyah, yakni al-tibaq, al-tauriyah, dan uslub al-hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk al-saja’ ditemukan di 76 ayat atau sama dengan 91,5% dari jumlah keseluruhan ayat dalam surah Yasin, yakni 83 ayat; bentuk-bentuk al-jinas ditemukan di 8 ayat atau sebesar 7,2% dari jumlah keseluruhan ayat dalam surah Yasin; bentuk-bentuk al-muwazanah ditemukan 5 ayat atau sebesar 6,02%; bentuk-bentuk al-radd ‘ala al-sadr ditemukan 4 ayat atau sebesar 4,8%; bentuk-bentuk al-tibaq ditemukan di 9 ayat atau sebesar 10,8%; bentuk al-tauriyah ditemukan di 1 ayat atau sebesar 1,2%; dan bentuk-bentuk uslub al-hakim ditemukan di 14 ayat atau sebesar 16,8% dari dari jumlah keseluruhan ayat dalam surah Yasin.
Penelitian ini berimplikasi pada perlunya mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, khususnya mahasiswa pascasarjana untuk mempelajari al-badi’ dengan segala aspeknya, dorongan bagi mahasiswa bahasa dan sastra Arab untuk menyingkap rahasia-rahasia kedalaman makna Alquran, dan pemberian contoh al-badi’ yang dekat dengan realitas hidup baik di sekolah maupun di perguruan tinggi seluruh Indonesia
Jangan marah di muara
Syahrul Yasin Limpo ; editor, Asdar Muis R.M.S., M. Darwis.xxiv, 176 p. : ill. ; 19 cm
Dampak pelebaran jalan terhadap kawasan permukiman di sepanjang jalan H. M Yasin Limpo
Berdasarkan hasil analisis di peroleh bahwa Ada beberapa dampak yang di sebabkan karena adanya pelebaran jalan H. M Yasin Limpo terhadap penggunaan lahan salah satunya adalah perubahan penggunaan lahan ruang terbuka hijau menjadi lahan terbangun seperti permukiman dan perdagangan dan jasa, adapun hasil dari analisis korelasi intensitas pemanfaatan lahan akibat pelebaran jalan H. M Yasin Limpo berdasarkan KDB menunjukkan hubungan antara lebar jalan dengan KDB tinggi artinya semakin lebar jalan maka semakin berpengaruh pula terhadap angka KDB, berdasarkan KLB menunjukkan hubungan antara lebar jalan dengan KLB cukup kuat yang artinya hubungan yang terjadi antara dua variabel tersebut cukup kuat artinya semakin lebar jalan maka
angka KLB akan semakin besar. berdasarkan GSB menunjukkan hubungan antara lebar jalan dengan GSB tersebut berarti semakin lebar jalan maka semakin kecil angka GSB meskipun hubungan yang terjadi diantara dua variabel tersebut kuat
Peran Jami'ah Yasin dalam Meningkatkan Akhlak Masyarakat Desa Pulotondo Tulungagung
Kata Kunci: Meningkatkan Akhlak, Moral, Etika, Sikap, Perilaku, dan Kepribadian Muslim.
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh kondisi akhlak masyarakat yang dengan semakin globalnya dunia yang mengakibatkan surutnya akhlak pada masyarakat. Dalam hal ini peneliti berusaha mengatasi hal tersebut dengan melakukan tindakan dalam anggota jami'ah yasin muda untuk menerapkan akhlak sehingga dapat memeberikan pengaruh pada masyarakat.
Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah: (1) Apa peran Jami'ah Yasin terhadap penanaman akhlak masyarakat di Desa Pulotondo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. (2) Apa saja yang dilakukan dalam meningkatkan akhlak masyarakat Desa Pulotondo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. (3) Apa saja hambatan-hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas akhlak masyarakat Desa Pulotondo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.
Adapun tujuan pembahasn skripsi ini adalah: (1) Untuk mengetahui peran jami'ah yasin terhadap penanaman akhlak masyarakat di Desa Pulotondo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. (2) Untuk mengetahui yang dilakukan dalam meningkatkan akhlak masyarakat Desa Pulotondo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. (3) Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas akhlak masyarakat Desa Pulotondo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.
Skripsi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis untuk menambah wawasan, pola pikir, sikap dan pengalaman sebagai upaya peningkatan kualitas akhlak bagi masyarakat Desa Pulotondo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Dan diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam rangka pembinaan dan peningkatan akhlak masyarakat. Bagi para pembaca semoga dapat digunakan sebagai bahan masukan sebagai referensi yang berguna dan berarti.
Dalam penelitian ini digunakan metode observasi, hasil catatan lapangan wawancara dan tes. (1) observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan jami'ah yasin yang ada pada masyarakat. (2) Hasil catatan lapangan digunakan untuk mengetahui sejauh mana aktifitas peneliti dan keanggotaan jami'ah yasin. (3) Wawancara memerlukan tehnik dan taktik tertentu agar subyek penelitian dapat memeberikan keterangan yang diperlukan. (4) Tes dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengauasaan anggota terhadap akhlak, moral, dan etika.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Peran Jami'ah Yasin muda yang dapat meningkatkan akhlak masyarakat yaitu mengenalkan dan menanamkan sifat-sifat yang baik terkait dengan akhlak, moral, etika kepada seluruh anggota Jami'ah Yasin muda dan masyarakat. (2) Yang dilakukan Jami’ah Yasin yaitu: meningkatkan keaktifan dalam peribadatan ketaqwaan, rutinitas dan kegiatan dalam rangka pengabdian seluruh anggota terhadap Allah SWT dan pada masyarakat. (3) Hambatan-hambatan yang dihadapi yaitu: pengaruh lingkungan yang kurang baik sehingga sedikit banyak akan memberikan hambatan dalam rangka peningkatan kualitas masyarakat
- …
