1,720,968 research outputs found

    Ideologi Dalam Surat Edaran PPKM Darurat Tentang Covid-19 di Surabaya (Kajian Analisis Wacana Kritis Fairclough)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur teks (mikrostruktural), praktik wacana (mesostruktural), dan praktik sosiokultural (mikrostruktural) terhadap substansi teks surat edaran tersebut. Pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough yang dikolaborasikan dengan teori semiotika sosial M.A.K. Halliday untuk menemukan kedalaman makna teks. Data penelitian diambil dari dokumen SE PPKM Darurat tersebut di laman resmi Pemkot Surabaya. Berdasarkan hasil analisis disimpulankan bahwa 1) struktur teks berbentuk larangan, hukuman, imbauan, edukasi, dan informasi, 2) praktik wacana meliputi identitas kaum atas, berkuasa, dan kaum bawah, masyarakat lemah, dan tertindas, dan 3) dimensi praktik sosial budaya menunjukkan bahwa kebijakan walikota Surabaya memaparkan berbagai dampak: a) marginalisasi masyarakat, b) dominasi sosial, dan c) social wrong karena interaksi praktik sosial berjalan tidak seimbang sehingga menimbulkan aksi perlawanan

    Semiotika Film Di Balik 98

    Full text link
    Film Di Balik 98 merupakan film fiksi yang memakai latar belakang peristiwa reformasi pada tahun 1998. Film ini menceritakan di balik peristiwa 98 terdapat perjuangan sebuah keluarga dan pengorbanan cinta dalam melewati sebuah tragedi besar Mei 1998. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika milik Roland Barthes. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, teknik observasi, teknik catat, dan teknik pustaka. Subjek data dalam penelitian ini adalah film Di Balik 98. Objek penelitiannya adalah dialog dari para pemain. Hasil penelitian ini menunjukkan makna denotatif, konotatif, dan mitos pada tokoh dan amanat dalam film Di Balik 98. Makna denotatif dari tokoh Diana, dia memiliki pemahaman bahwa demo adalah tindakan yang patut diperjuangkan untuk membela suara rakyat yang tertindas. Makna konotatif dari Tokoh Diana, hanya mahasiswa yang berani melakukan suatu pergerakan untuk membawa perubahan demi membela rakyat. Mitos yang didapat dari Tokoh Diana bahwa mahasiswa identik dengan sikap kritis, peduli, dan berani. Makna denotatif yang disampaikan dari nilai gerakan mahasiswa. Mahasiswa dipaksa menuruti pemerintah untuk demo hanya di dalam kampus, mahasiswa telah mengikuti kemauan pemerintah tapi pemerintah tidak mengikuti kemauan mahasiswa.. Makna konotatif dari nilai gerakan mahasiswa, mereka tidak menuntut bayaran, mereka tidak menuntut mobil atau rumah mewah, mereka hanya menuntut untuk di dengar. Mitos dari nilai gerakan mahasiswa, mahasiswa mengkritisi seluruh kebijakan pemerintah yang terkesan seenaknya. Tak terhitung lagi entah berapa nyawa mahasiswa yang melayang untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Suara mahasiswa adalah suara rakyat karena keaktifan mahasiswa memperjuangkan kepentingan rakyat

    Pengembangan Panduan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Outdoor Learning Siswa Kelas V SD Muhammadiyah 16 Surabaya

    No full text
    This study aims to develop a writing guide for observation report texts tailored to outdoor learning activities, integrating both observational and writing components to support students in composing structured and coherent reports. Employing the Research and Development (RD) methodology, the study follows a series of phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Validation was conducted through assessments by both experts and users. The validation results demonstrate a high level of feasibility, with expert and user approval ratings of 97% and 96.16%, respectively, yielding an average of 96.58%, which is categorized as “very good.” These findings indicate that the developed guide significantly contributes to the improvement of students’ writing competencies in the context of outdoor learning. Consequently, the guide proves to be an effective instructional tool to enhance the quality of observation-based writing in primary education, particularly at SD Muhammadiyah 16 Surabaya

    STRATEGI VARIASI BAHASA BALIHO IKLAN CALEG TAHUN 2024: PILIHAN BAHASA DAN SEGMENTASI KELAS SOSIAL PEMILIH (PENDEKATAN TEORI VARIASI BAHASA - WILLIAM LABOV)

    Full text link
    Di era masyarakat yang semakin majemuk setiap orang yang ingin bertarung di dalam pemilu wajib mengetahui pola bahasa yang berkembang saat ini. Pola bahasa tersebut terwujud dalam bentuk berbagai macam variasi bahasa yang terkait dengan kelas sosial, usia, budaya, jenis kelamin dan gejala bahasa yang berkembang di masyarakat tertentu. Ada perbedaan antara bahasa tulis dan lisan, terutama terkait dengan norma, kaidah, dan aturan-aturannya. Misalnya dalam konteks politik, bahasa tulis memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan bahasa lisan saat seseorang menyampaikan pidato. Ciri khas bahasa politik sering kali disampaikan dengan simbol-simbol atau pesan yang dapat merepresentasikan ide atau pemikiran dari pembicaranya. Bahasa politik dipakai untuk menyampaikan informasi tertulis melalui baliho yang dirancang untuk menarik perhatian pembaca. Adanya keterkaitan antara bahasa dan masyarakat dalam kehidupan berpolitik maka diperlukan satu kajian untuk melihat gejala yang terjadi di dalamnya. Dalam kajian sosiolonguistik, bahasa dan masyarakat menjadi pokok utama pembahasannya. Seperti halnya penelitian kualititaif pada umumnya, penelitian ini memanfaatkan teknik analisis dokumentatif dengan melihat keunikan variasi bahasa yang digunakan pada setiap baliho yang ditemukan. Selanjutnya bahasa yang telah diidentifikasi polanya kemudian disesuaikan dengan segmentasi status sosial, pendidikan dan usianya. Data pada penelitian ini didapatkan dari penelusuran dokumentasi baliho yang terdapat di beberapa situs internet dan ditemukan 5 baliho yang akan dijadikan sebagai objek penelitian. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi bentuk variasi bahasa yang signifikan sebagai bagian dari strategi komunikasi yang ditemukan pada beberapa baliho para calon legislatif pada pemilu tahun 2024. Analissi mendalam yang dilakukan dapat menunjukkan bahwa pilihan variasi bahasa tidak hanya berfungsi sebagai sarana menyebarkan informasi, tetapi juga sebagai alat membangun persepsi, keterlibatan emosional, serta alat penentu target masyarakat tertentu sebagai calon pemilih

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Tindak TUtur Ilokusi pada Status dan Comment Facebook Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester VIII Tahun Akademik 2014/2015

    Full text link
    Penelitian ini membahas masalah mengenai bagaimana tuturan ilokusi yangterdapat pada status dan comment Facebook. Penelitian bertujuan untuk (1)mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi pada status dan comment Facebook padaMahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester VIII Tahun Akademik2014/2015; (2) mendeskripsikan fungsi tuturan ilokusi pada status dan commentFacebook pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester VIIITahun Akademik 2014/2015. Objek penelitian ini mengambil data dari status dancomment Facebook pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaSemester VIII Tahun Akademik 2014/2015. Jenis penelitian ini menggunakanpenelitian kualitatif yang besifat deskiftif. Teknik pengumpulan data pada penelitianini menggunakan teknik simak dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis datayang digunakan menggunakan teknik alir. Berdasarkan hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa ditemukan bentuk dan fungsi tuturan ilokusi pada status dancomment Facebook yang terdiri atas: 1) Tindak tutur ilokusi yang ditemukan ataslima bentuk tindak tutur ilokusi yaitu, tindak tutur representatif meliputi melaporkan,menunjukkan, penegasan, menyatakan, pernyataan suatu fakta, danmengusulkan.Tindak tutur deklarasi meliputi menyuruh, mendesak, menyarankan, meminta tolong,danpemberian saran. Tindak tutur ekspresif meliputi kesenangan, kesulitan,mengeluh, dankesedihan. Tindak tutur komisif meliputi penawaran, berjanji,danbersumpah. Tindak tutur deklarasi meliputi memutuskan, melarang, membatalkan.2) Fungsi tindak tutur ilokusi yang ditemukan terdiri atas empat fungsi yaitu fungsibekerja sama meliputi mengajarkan, menyatakan, danmelapokan. Fungsimenyenangkan meliputi menawarkan danmengundang. Fungsi bertentangan meliputimemarahi danmengancam. Fungsi kompetitif meliputi meminta dan memerintah

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Representasi Budaya Jawa dan Barat dalam Novel Rahvayana Karya Sujiwo Tejo

    Full text link
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah representasi budaya Jawa dan Barat serta akulturasi budaya Jawa dan Barat dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi budaya Jawa dan Barat serta akulturasi budaya Jawa dan Barat dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan membaca novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo, menginventarisasi data, mereduksi data, menganalisis data, dan memberi simpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa representasi budaya Jawa dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo menampilkan berbagai sikap, adat dan ritual sebagai suatu budaya masyarakat Jawa, seperti upacara kematian, Panggih, dan Tedak Siti. Representasi budaya Barat yang terdapat dalam novel ini meliputi sikap individualistik yang tercermin dalam pemakai budaya Barat. Gaya hidup bebas serta cara berpikir dan bertindak yang mengutamakan sikap disiplin. Sedangkan akulturasi budaya Jawa dan Barat dalam novel ini di antaranya terjadinya seks bebas, gaya hidup, dan tafsir mimpi yang berkembang di Jawa dan Barat
    corecore