1,720,979 research outputs found
Analisis Soal-Soal Pada Buku Ajar Matematika SMA Kelas X Ditinjau Dari Aspek Kognitif
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis soal-soal pada buku ajar
matematika SMA kelas X yang ditinjau dari aspek kognitif menurut TIMSS 2011,
aspek kognitif menurut TIMSS 2011 diantaranya adalah : mengetahui (knowing),
menerapkan (applying) dan penalaran (reasoning). Untuk itu dipilih tiga buku
ajar matematika SMA kelas X dengan penerbit yang berbeda yaitu : Erlangga,
Intan Pariwara, dan Tiga Serangkai . Penelitian dilaksanakan dengan menganalisis
soal-soal yang ditinjau dari aspek kognitif menurut TIMSS 2011 yang terdapat
pada ketiga buku ajar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aspek
kognitif mengetahui (knowing) terbesar dimiliki oleh buku dengan judul
‘Perspektif Matematika 1’ karangan Rosihan Ari Y. dan Indriyastuti dengan
persentase 66,79 %. Sedangkan buku dengan judul ‘Matematika Kontekstual’
karangan Catur Supratmono dan Sriyanto memiliki persentase paling sedikit yaitu
48,4 %. (2) Aspek kognitif menerapkan (applying) terbesar dimiliki oleh buku
dengan judul ‘Matematika Kontekstual’ karangan Catur Supratmono dan Sriyanto
dengan persentase 44%. Sedangkan buku yang berjudul ‘Seribu Pena Matematika
SMA jilid 1’ karangan Husein Tampomas memiliki persentase terendah yaitu
20,89 %. (3) Aspek kognitif penalaran (reasoning) terbesar dimiliki oleh buku
karangan Husein Tampomas yang berjudul ‘Seribu Pena Matematika SMA Jilid
1’ dengan persentase 14, 82 %. Sedangkan paling rendah terdapat pada buku
karangan Catur Supratmono dan Sriyanto dengan persentase 7,6 % yang berjudul
‘Matematika Kontekstual’. (4) Dari ketiga buku yang diteliti diperoleh hasil
bahwa aspek kognitif yang paling dominan adalah aspek kognitif mengetahui
(knowing
Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) Dan Thinking Aloud Pairs Problem Solving (TAPPS) pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Sikap Percaya Diri Siswa SMPN Kabupaten Sukoharjo
Maghfiroh Yanuarti. S851302047. Eksperimentasi Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) Dan Thinking Aloud Pairs Problem
Solving (TAPPS) pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Sikap
Percaya Diri Siswa SMPN Kabupaten Sukoharjo. Pembimbing I: Dr. Budi
Usodo, M.Pd., Pembimbing II: Dr. Riyadi, M.Si. Tesis: Program Studi Pendidikan
Matematika, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta. 2014.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Manakah yang
memberikan prestasi belajar matematika lebih baik diantara model pembelajaran
kooperatif tipe TPS, model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS atau model
pembelajaran konvensional; (2) Manakah yang mempunyai prestasi belajar
matematika yang lebih baik, siswa dengan sikap percaya diri tinggi, sedang atau
rendah; (3) Pada masing-masing kategori sikap percaya diri siswa, manakah yang
memberikan prestasi belajar lebih baik diantara model pembelajaran kooperatif
tipe Think Pair Share (TPS), Thinking Aloud Pairs Problem Solving (TAPPS)
atau model pembelajaran konvensional; dan (4) Pada masing-masing model
pembelajaran manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik,
siswa dengan sikap percaya diri tinggi, sedang atau rendah.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain
faktorial 3x3. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri seKabupaten Sukoharjo semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 302 siswa yang berasal dari SMPN 3 Kartasura, SMPN 2
Kartasura, dan SMPN 2 Baki yang diambil secara stratified cluster random
sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes
prestasi siswa dan angket sikap percaya diri. Uji instrumen tes yang digunakan
adalah uji validitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan reliabilitas. Uji instrumen
angket yang digunakan adalah uji validitas, konsistensi internal, dan reliabilitas.
Uji normalitas menggunakan Lilliefors, uji homogenitas dengan uji Bartlett dan
uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan sel tak sama. Uji
hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat
disimpulkan: (1) prestasi belajar matematika dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih baik dibandingkan dengan menggunakan
model pembelajaran TAPPS dan model pembelajaran konvensional. Prestasi
belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran TAPPS lebih baik
daripada menggunakan model pembelajaran konvensional; (2) prestasi belajar
matematika siswa dengan sikap percaya diri tinggi lebih baik daripada siswa
dengan sikap percaya diri sedang dan rendah. Sedangkan prestasi belajar
matematika siswa dengan sikap percaya diri sedang sama dengan siswa dengan
sikap percaya diri rendah; (3) pada siswa dengan sikap percaya diri tinggi, siswa
yang dikenai model pembelajaran TPS memberikan prestasi belajar matematika
yang lebih baik daripada model pembelajaran TAPPS dan konvensional,
sedangkan model TAPPS memberikan prestasi belajar yang sama dengan model konvensional. Pada siswa dengan sikap percaya diri sedang, model pembelajaran
TPS, TAPPS, dan konvensional memberikan prestasi belajar matematika yang
sama. Pada siswa dengan sikap peercaya diri rendah, model pembelajaran TPS
dan TAPPS memberikan prestasi belajar yang sama, begitu juga model TPS dan
konvensional, sedangkan model pembelajaran TAPPS memberikan prestasi
belajar yang lebih baik daripada konvensional; dan (4) pada model pembelajaran
TPS, siswa dengan sikap percaya diri tinggi memberikan prestasi belajar yang
lebih baik dari pada siswa dengan sikap percaya diri sedang dan rendah,
sedangkan siswa dengan sikap percaya diri sedang mempunyai prestasi belajar
yang sama dengan sikap percaya diri rendah. Pada model pembelajaran TAPPS
dan konvensional, siswa dengan sikap percaya diri tinggi, sedang, dan rendah
mempunyai prestasi belajar yang sama.
Kata kunci : Model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS), Thinking Aloud Pairs
Problem Solving (TAPPS), Prestasi Belajar Matematika, Sikap
Percaya Diri
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAPPS (THINKING ALOUD PAIRS PROBLEM SOLVING) PADA MAHASISWA S1 MANAJEMEN UNIVERSITAS PAMULANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah matematika ekonomi dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS (Thinking Aloud Pairs Problem Solving). Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek pemberi tindakan dalam penelitian ini adalah dosen matematika ekonomi program studi manajemen Universitas Pamulang, sedangkan subjek penerima tindakannya adalah mahasiswa semester 2 program studi manajemen Universitas Pamulang yang berjumlah 35 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, metode tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data tindakan dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan metode alur, yaitu data dianalisis sejak tindakan pembelajaran dilaksanakan dan dikembangkan selama proses perkuliahan. Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) kemampuan mahasiswa dalam menerapkan kosep/prinsip dan startegi pemecahan masalah meningkat dari 25,71% menjadi 57,14%, 2) kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan latihan mandiri yang diberikan dosen dalam setiap siklus meningkat dari 31,43% menjadi 74,28%. Berdasarkan penelitian tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS (Thinking Aloud Pairs Problem Solving) dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah matematika ekonomi.Kata Kunci: Prestasi belajar matematika ekonomi, medel pembelajaran kooperatif tipe TAPP
Sikap Percaya Diri Anak Didik dalam Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think, Pair, Share (TPS)
This research is an experimental research that aims to get the condition and description about whether the type of learning Think, Pair, and Share (TPS) and confidence in learning has a positive correlation to the attitude of learning of students to the subjects of Mathematics. This research is a quasi experimental research with 3x3 factorial design towards 302 students from SMPN 3 Kartasura, SMPN 2 Kartasura, and SMPN 2 Tray taken stratified cluster random sampling. Instruments used to collect data are student achievement test and confidence questionnaire questionnaire. The results show that mathematics learning achievement using cooperative learning model of TPS type has better achievement compared with using conventional learning model learning model. Students with a high level of confidence, in the implementation of TPS learning achieve a better level of learning achievement than conventional learning models. In addition, the results of this study also indicate that the potential students such as confidence have an effect on student achievement.</jats:p
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA EKONOMI MATERI INTEGRAL PADA PROGRAM STUDI MANAJEMEN UNIVERSITAS PAMULANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan mahasiswa dalam mengerjakan soal uraian pada materi integral dengan menggunakan prosedur newman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian adalah deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas 02SMJM007 program studi manajemen Universitas Pamulang tahun akademil 2019/2020. Instrumen pada penelitian ini adalah soal tes yang dianalisis dengan menggunakan prosedur newman dan wawancara terhadap beberapa mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa mahasiswa melakukan (1) kesalahan membaca sebesar 0% karena tidak terdapat mahasiswa yang melakukan kesalahan dalam membaca soal, (2) Kesalahan pemahaman disebabkan oleh faktor ketidakpahaman mahasiswa mengenai kaidah-kaidah integral ataupun lupa mengenai kaidah-kaidah yang terdapat dalam materi integral, (3) Kesalahan Transformasi disebabkan mahasiswa tidak merubah persamaan integral dengan menggunakan rumus umum integral. Kemudian ada beberapa mahasiswa yang kurang tepat dalam mensubstitusikan batas integral kedalam variabel x pada soal integral tertentu, (4) Kesalahan Ketrampilan Proses disebabkan mahasiswa kurang teliti dalam melakukan perhitungan sehingga akan berpengaruh terhadap hasil akhir jawaban, (5) Kesalahan Pengkodean disebabkan pada akhir jawaban mahasiswa salah menuliskan jawaban yang semestinya. Kata Kunci : Analisis Kesalahan, prosedur kesalahan newman, Matematika Ekonomi materi integra
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Bank Bca Cabang Pondok Indah Kota Jakarta Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kinerja karyawan di Bank BCA Cabang Pondok Indah Kota Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini melibatkan karyawan Bank BCA Cabang Pondok Indah sebagai responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh. Sampel yang digunakan sebanyak 55 orang. Berdasarkan hasil penelitian secara parsial (Uji t), disimpulkan bahwa lingkungan kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) dengan nilai t hitung 2,572 > t tabel 1,674 dan tingkat signifikansi 0,013 < 0,05. Motivasi kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t hitung 3,810 > t tabel 1,674 dan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Secara simultan (Uji F), variabel lingkungan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai F hitung 65,424 > F tabel 3,17 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berkontribusi sebesar 63,6% terhadap kinerja karyawan, sedangkan motivasi kerja berkontribusi sebesar 67,9%. Secara bersama-sama, kedua variabel ini mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 71,6%, dengan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Horison Grand Serpong
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Horison Grand Serpong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Horison Grand Serpong sebanyak 85 orang. Teknik sampling menggunakan teknik sample jenuh dengan mengambil seluruh jumlah populasi yang berjumlah 85 orang sebagai responden. Metode pengumpulan data observasi dan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasih, uji regresi linier sederhana dan ganda, uji koefisien korelasi (R), uji determinasi (R Square), dan uji hipotesis (uji t dan uji F). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Motivasi Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan persamaan regresi Y=3,186+0,077 X1 dan kontribusi pengaruh sebesar 49,4%, uji hipotesis diperoleh nilai t_hitung > t_tabel atau (3,761> 1,989). Lingkungan Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan persamaan regresi Y = 3,332 + 0,081X2 dan kontribusi pengaruh sebesar 59,2%, uji hipotesis diperoleh nilai t_hitung > t_tabel atau (6,102 > 1,989). Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan persamaan regresi Y = 3,184 + 0,087X1 + 0,103X2 dan kontribusi pengaruh sebesar 65,2%, uji hipotesis diperoleh nilai F_hitung > F_tabel atau (76,712 > 3,108)
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ANALISIS MISKONSEPSI MAHASISWA PADA MATERI PROGRAM LINEAR DILIHAT DARI ASPEK KOGNITIF
The aims of this research are 1) to describe the types of misconceptions and the factors that cause them in Management Study Program students at Pamulang University with a field independent cognitive style in rectangular plane material, 2) to describe the types of misconceptions and the factors that cause them in students at the Management Study Program at Pamulang University in this style. field dependent cognitive material on rectangular flat shapes. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. The sample in this research were students in class 01SMJP007 of the Pamulang University Management Study Program for the 2022/2023 academic year. The research subjects consisted of 2 students with a field independent cognitive style and 2 students with a field dependent cognitive style. Subjects were selected based on the results of misconception diagnostic tests and recommendations from economics and business mathematics lecturers. The instruments used in this research were misconception diagnostic tests and interviews to determine the causes of misconceptions. The results of the research show that students are field independent, namely 1) classificational misconceptions, 2) theoretical misconceptions. The causes of misconceptions are associative thinking, the language used, lack of learning experience and lack of emphasis on material by lecturers. Misconceptions experienced by field dependent students are 1) classificational misconceptions including: 2) theoretical misconceptions. The causes of misconceptions are preconceptions, associative thinking, everyday language used, student learning experiences, lack of emphasis on material and lack of communication between lecturers and students.Keywords: Misconceptions; cognitive style; linear programmingMiskonsepsi bisa terjadi jika konsepsi seseorang terhadap suatu materi berbeda dengan konsepsi yang diterima oleh ilmuwan atau para pakar di bidangnya. Miskonsepsi juga dapat dipandang sebagai struktur kognitif yang ada pada diri mahasiswa yang tidak sesuai dengan konsepsi yang dikemukakan oleh para ahli di bidangnya. Sehingga miskonsepsi dengan gaya kognitif yang dimiliki mahasiswa mempunyai keterkaitan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan jenis-jenis miskonsepsi dan faktor penyebabnya pada mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Pamulang dengan gaya kognitif field independent pada materi bangun datar segiempat, 2) mendeskripsikan jenis-jenis miskonsepsi dan factor penyebabnya pada mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Pamulang dengan gaya kognitif field dependent pada materi bangun datar segiempat.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas 01SMJP007 Prodi Manajemen Universitas Pamulang tahun ajaran 2022/2023. Subjek penelitian terdiri dari 2 mahasiswa dengan gaya kognitif field independent dan 2 mahasiswa dengan gaya kognitif field dependent. Subjek dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik miskonsepsi dan rekomendasi dari dosen matematika ekonomi dan bisnis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes diagnostik miskonsepsi dan wawancara untuk mengetahui penyebab miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa field independent, yaitu 1) miskonsepsi klasifikasional, 2) miskonsepsi teoritikal. Penyebab miskonsepsi adalah pemikiran asosiatif, bahasa yang digunakan, pengalaman belajar yang kurang dan kurangnya penekanan materi oleh dosen. Miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa field dependent adalah 1) miskonsepsi klasifikasional meliputi: 2) miskonsepsi teoritikal. Penyebab miskonsepsi adalah prakonsepsi, pemikiran asosiatif, bahasa sehari yang digunakan, pengalaman belajar mahasiswa, kurangnya penekanan materi dan kurangnya komunikasi antara dosen dan mahasiswa
- …
