16 research outputs found
Pengujian Value at Risk Dengan Metode KUPEIC Pada Subsektor Restoran dan lain-lain, Perusahaan Investasi Dalam Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi yang Listing di Bursa Efek Indonesia Pada Sebelum, Saat dan Setelah Krisis Keuangan Tahun 2008
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA VALUE AT RISK BERBASIS ARCH, GARCH, DAN EGARCH SEBELUM, SAAT, DAN SETELAH KRISIS GLOBAL TAHUN 2008 PADA JKSE, KLSE, STI, PSEI, HIS, KOSPI, SSE DAN N225
Relatif tidak stabilnya kondisi ekonomi global dikarenakan krisis global tahun 2008 membuat para investor cenderung lebih berhati-hati dalam memilih sektor saham untuk dapat menghindari risiko yang terjadi Untuk dapat meminimalkan terjadinya risiko tersebut, investor dapat melakukan pengukuran risiko, salah satunya adalah dengan metode Value at Risk (VaR). Investor dapat menggunakan nilai VaR sebagai salah satu tolak ukur untuk dapat menetapkan seberapa besar target risiko di masa yang akan datang. Perhitungan VaR dalam penelitian ini berbasis model ARCH, GARCH, dan EGARCH, tujuannya untuk membandingkan kinerja ketiga model tersebut dan memilih model mana yang paling efektif diterapkan pada kondisi pasar normal maupun saat krisis. Untuk menguji validitas dari model VaR ini, dilakukan sebuah uji yang dinamakan uji backtesting dengan menggunakan metode Kupiec dengan cara membandingkan actual return dengan VaR harian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas Model Value at Risk dengan Metode Kupiec pada JKSE, KLSE, PSEi, HSI, KOSPI, SSE, dan N225. Jenis penilitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Deskriptif Komparatif. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode nonprobability sampling jenis purposive sampling.
Hasil penelitian ini menyatakan pengujian Value at Risk dengan tingkat kepercayaan 99% dan 95% untuk periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2012 tidak dapat diterima (ditolak) untuk seluruh indeks saham yang diteliti, menggunakan model ARCH dan GARCH dan dapat diterima sebagaian untuk model EGARCH
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA VALUE AT RISK BERBASIS ARCH, GARCH, DAN EGARCH SEBELUM, SAAT, DAN SETELAH KRISIS GLOBAL TAHUN 2008 PADA JKSE, KLSE, STI, PSEI, HIS, KOSPI, SSE DAN N225
Relatif tidak stabilnya kondisi ekonomi global dikarenakan krisis global tahun 2008 membuat para investor cenderung lebih berhati-hati dalam memilih sektor saham untuk dapat menghindari risiko yang terjadi. Untuk dapat meminimalkan terjadinya risiko tersebut, investor dapat melakukan pengukuran risiko, salah satunya adalah dengan metode Value at Risk (VaR). Investor dapat menggunakan nilai VaR sebagai salah satu tolak ukur untuk dapat menetapkan seberapa besar target risiko di masa yang akan datang. Perhitungan VaR dalam penelitian ini berbasis model ARCH, GARCH, dan EGARCH, tujuannya untuk membandingkan kinerja ketiga model tersebut untuk memilih model mana yang paling efektif diterapkan pada kondisi pasar normal maupun saat krisis. Untuk menguji validitas dari model VaR ini, dilakukan sebuah uji yang dinamakan uji backtesting dengan menggunakan metode Kupiec dengan cara membandingkan actual return dengan VaR harian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas Model Value at Risk dengan Metode Kupiec pada JKSE, KLSE, PSEI, HSI, KOPSI, SSE, dan N225. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode nonprobability sampling jenis purposive sampling. Hasil penelitian ini menyatakan pengujian Value at Risk dengan tingkat kepercayaan 99% dan 95% untuk periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2012 tidak dapat diterima (ditolak) untuk seluruh indeks saham yang diteliti, menggunakan model ARCH dan GARCH dan dapat diterima sebagian untuk model EGARC
Analisi Perbandingan Kinerja Value At Risk Berbasis ARCH, GARCH, dan EGARCH Sebelum, Saat dan Setelah Krisis Global Tahun 2008 Pada JKSE, KLSE, STI, PSEI, HIS, KOSPI, SSE dan N225 : Jurnal Manajemen Indonesia Vol.14 No. 1 April 2014
Comparative Evaluation of Portfolio Performance: A Study of Cryptocurrency, Stock, and Foreign Exchange Investments
This study aims to provide information about the level of risk, return, and investment performance of cryptocurrency and also compare it with traditional investment instruments such as stocks and dollars. The population in this study is the monthly closing price of Bitcoin, JCI, and Dollar. The sample in this study is the monthly closing price of Bitcoin, JCI, and Dollar in the period January 2020 to December 2022, each of which is 36 data so the number of observations made is 108 data. The analysis technique used in this research is a comparative analysis using the Kruskal Wallis test method using the SPSS 25 analysis tool. The results of this study found that there were significant differences between the performance of Bitcoin, JCI, and Dollar stocks using the Sharpe, Treynor, and Jensen methods.
Keywords: Cryptocurrency; Portfolio Performance; Finance, Risk Measurement; Sharpe, Treynor, and Jensen Methods
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menyediakan informasi mengenai tingkat risiko, return, dan kinerja investasi cryptocurrency dan juga membandingkannya dengan instrument investasi tradisional seperti saham dan dollar. Populasi pada penelitian ini adalah harga penutupan bulanan (monthly closing price) Bitcoin, IHSG dan Dollar. Sampel pada penelitian ini adalah harga penutupan bulanan (monthly closing price) Bitcoin, IHSG dan Dollar pada periode Januari 2020 hingga Desember 2022, masing-masing sebanyak 36 data sehingga jumlah observasi yang dilakukan adalah sebanyak 108 data. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis komparatif dengan metode uji Kruskal Wallis menggunakan tool analisis SPSS 25. Hasil penelitian ini menemukan terdapat perbedaan signifikan antara kinerja Bitcoin, Saham IHSG dan Dollar menggunkan metode Sharpe, Treynor dan Jensen. Cryptocurrency tidak hanya merupakan mata uang digital, tetapi dapat menjadi pilihan investasi yang sangat menguntungkan, namun karena risiko yang mungkin dihasilkan juga fluktuatif, maka calon investor harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai instrument ini.
Kata Kunci: Kriptokurensi; Kinerja Portofolio; Keuangan, Pengukuran Risiko; Metode Sharpe, Treynor, dan Jense
Effect of Representativeness Bias, Availability Bias and Anchoring Bias on Investment Decisions
This study aims to determine the effect of three types of financial behavioral bias, namely representativeness bias, availability bias, and anchoring bias on investment decisions. This study uses a quantitative method with a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the help of SmartPLS 3.0 software. The results of the study show that the two types of financial behavioral bias have a significant effect on investment decisions which are the representativeness bias and the availability bias on investment decisions, while anchoring bias does not have an effect on investment decisions. This research can contribute to investors to better understand the effect of financial behavior bias on investment decisions and to take wiser actions in investing
The Influence of Financial Literacy and Financial Attitude on Financial Management Behavior
This study aims to examine the influence of financial literacy and financial attitude on financial management behavior among first-semester students in Bandung. This qualitative research uses a primary data collection technique through questionnaires. The sample consists of 117 participants selected using purposive sampling. Structural Equation Modeling is employed in the data analysis, which includes testing the outer and inner models. The results indicate that financial literacy does not have a significant influence on financial management behavior. However, the other variable, financial attitude, has a significant impact on financial management behavior
KARYA MUSIK VIDEO MAPPING PENGOLAHAN BIJI KOPI
Perkembangan teknologi dan media seni musik melahirkan musik video adalah alasan penulis memilih media ini untuk dikembangkan dan dijadikan sebuah pengkaryan. Penulis mengembangkan media dan komposisi bunyi menjadi sebuah karya musik video. Musik video menggunakan media komputer ini dipilih penulis sebagai medium berkarya seni-nya karena dianggap medium ini akan lebih menarik perhatian apresiator dan sebagai media menyampaikan informasi dengan lebih menyenangkan. Karena praktik kesenian ini sering memasukan elemen hiburan dan gaya hidup. Salah satu alasan mengapa video menceritakan mengenai proses pengolahan biji kopi tak terlepas dari sebuah novel yg berjudul Filosofi Kopi karangan Dewi Lestari, film yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko, mendorong munculnya kedai-kedai kopi yang menawarkan kualitas kopi terbaik. Proses pembuatan karya musik itu pun tak terlepas dari beberapa para seniman musik illustrator salah satunya adalah Fred Pennelle & Yannick Jacquet dengan kryanya mecaniques discursives. Proses pengerjaan karya ini penulis menggunakan pengalaman berkesenian dan keahlian penulis di bidang musik komputer, dengan media Visual instalasi video mapping. Karya ini berdurasi 2 menit dengan format looping. Video dengan konten proses pengolahan kopi akan diproyeksikan menggunakan proyektor ke instalasi dengan ukuran 2,6 meter x 15 meter. Dengan menggunakan output 2 loud Speaker di sudut kanan panel 2 dan sudut kiri panel 1. dibagi menjadi 2 bagian panel instalasi yang menempel ditembok yang menyerupai huruf L. 2 bagian panel ini memang mengacu kepada proses pengolahan kopi yangdi bagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian hulu danbagian hilir. Bagian hulu adalah proses pemetikan oleh petani dan hewan luwak yang biasa memakan buah kopi hingga proses ke pendistribusian biji kopi yang telah melalui proses roasting, biasanya dibungkus dengan karung. Lalu dari karung yang berisi kopi itu masuk ke panel 2, proses hilir. Di hilir kopi telah berada di kedai kopi yang akan diolah oleh barista.;---Technological developments and art music media, bring forth to the music video is the reason for the author to chose this media to be developed and made an artwork. The author developed a media and sound of composition into a video music work. The music video which use a computer is selected by the author as the medium works art, because it is will considered more attract the attention of apresiator and as media to delivery the information with more interesting. In this practice art, is often to include the elements of entertainment and lifestyle. One of the reasons why a video tells about the processing of coffe beans which can’t separated from a novel titled Filosofi Kopi by Dewi Lestari and film directed by Angga Dwimas Sasongko, was encouraging the emergence of the coffeeshop that its offer the best coffee quality. Process of making music work is not apart from some music illustrator art, one of them is Fred Pennelle & Yannick Jacquet with his work Mecaniques Discursives. The process of this work is using the experience of art and expertise in the field of music computer that the author has with media of Visual installation video mapping. This art work is 2 minutes long with looping. The video with the content of the processing of coffee beans will be projected using a projector to the installation in size 2,6 meter x 15 meter. With using 2 output loud speaker in the right side of the panel and 1 other in the left side of the panel. Divided into 2 parts of the installation panel attached to the wall that resembles the L symbol. 2 parts of the panel is refers to the coffee processing process which divided into 2 parts, that is on the upstream and on the downstream parts. The upstream part is the process of picking coffee by farmers and mongoose animals that can eat the coffee until the distribution process of coffee beans that have been through the process of roasting, usually wrapped by the sacks. Then, from a sacks that containing coffee goes into panel 2, the downstream. On the downstream, coffee has been in the coffee shop to be processed by barista
Pentingnya Literasi Keuangan Pada Generasi Z (Studi Pada Siswa SMA dan SMK di Kota Bandung)
ABSTRAK Pada era digitalisasi ekonomi semua kebutuhan dapat dengan cepat dan mudah dijangkau. Kenyamanan, kemudahkan akses dan kecepatan sudah memanjakan dalam prosesnya. Dengan adanya teknologi ini sangat membantu manusia dalam mencukupi kebutuhannya. Tentunya arus yang besar ini akan memberi dampak positif dan negatif kepada semua kalangan, khususnya kalangan generasi Z dan milenial. Literasi keuangan menjadi isu utama dan menjadi salah satu kebijakan yang secara terus menerus dilakukan oleh pemerintah. Financial Fitness Index OCBC NISP merupakan hasil studi kolaboratif antara OCBC NISP dan NielsenIQ mengkaji sikap dan perilaku pengelolaan keuangan serta cara meningkatkannya untuk menggambarkan kesehatan keuangan generasi muda Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh Gen Z dan Milenial, menurut hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) 2020. Penduduk yang lahir antara tahun 1997 dan 2012 dikenal sebagai Generasi Z. Jumlah penduduk Gen Z mencapai 75,49 juta jiwa atau 27,94 persen dari total populasi 270,2 juta jiwa (Dukcapil: Jumlah Penduduk Indonesia Sebanyak 275,36 Juta Pada Juni 2022, n.d.). Generasi Z memiliki karakteristik fasih teknologi, berinteraksi dengan sosial media, ekspresif yang cenderung toleran dan multitasking. Dengan perkembangan teknologi yang ada disertai dengan karakteristik generasi Z, sangat memungkinkan untuk memiliki sikap konsumerisme pada generasi Z dan adanya kebutuhan terhadap literasi keuangan. Generasi Z yang memiliki pengetahuan akan pengelolaan keuangan seperti menabung, tidak selalu pasti memiliki perilaku menabung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan dewasa muda masih sangat rendah meskipun mereka tergolong financially active—terbukti dari kepemilikan kartu kredit. Tingkat literasi keuangan akan meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan. Tingkat literasi keuangan yang rendah, menunjukan bahwa pengetahuan generasi milenial akan tabungan dan pinjaman, asuransi dan investasi masih rendah. Kata Kunci: Financial Literacy, Personal Finance, Financial Technology ABSTRACT In the era of economic digitalization, all needs can be reached quickly and easily. Convenience, ease of access and speed have spoiled the process. With this technology, it greatly helps humans in meeting their needs. Of course, this large flow will have positive and negative impacts on all groups, especially generation Z and millennials. Financial literacy is a major issue and is one of the policies that is continuously implemented by the government. The OCBC NISP Financial Fitness Index is the result of a collaborative study between OCBC NISP and NielsenIQ examining attitudes and behaviors in financial management and how to improve them to describe the financial health of Indonesia's young generation. The current population of Indonesia is dominated by Gen Z and Millennials, according to the results of the 2020 Central Statistics Agency (BPS) census. The population born between 1997 and 2012 is known as Generation Z. The population of Gen Z reached 75.49 million people or 27.94 percent of the total population of 270.2 million people (Dukcapil: The Population of Indonesia is 275.36 Million in June 2022, n.d.). Generation Z has the characteristics of being fluent in technology, interacting with social media, expressive who tend to be tolerant and multitasking. With the development of existing technology accompanied by the characteristics of generation Z, it is very possible to have a consumerist attitude in generation Z and the need for financial literacy. Generation Z who have knowledge of financial management such as saving, do not always have saving behavior. The results of the study show that the level of financial literacy of young adults is still very low even though they are classified as financially active—as evidenced by the ownership of credit cards. The level of financial literacy will increase along with increasing education. The low level of financial literacy shows that the knowledge of the millennial generation about savings and loans, insurance and investment is still low. Keywords: Financial Literacy, Personal Finance, Financial Technolog
Objektivitas Pemberitaan Media Daring Kompas.Com dan Cnnindonesia.Com terkait Pencalonan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024
This research is entitled Objectivity of Online Media Coverage Kompas.com and
CNNIndonesia.com regarding Prabowo Subianto's candidacy in the 2024 Presidential
Election. The purpose of this study is to explain the results of the comparison of the
objectivity of news content related to the reporting of Prabowo Subianto's candidacy in
the 2024 presidential election in both Kompas.com and CNNIndonesia.com. The research
method used by the author in this study is a descriptive method with a quantitative
approach. The theory used is Jorgen Westerstahl's concept of objectivity. The population
in this study includes coverage related to reporting on Prabowo Subianto's candidacy in
the 2024 presidential election in two online media, namely kompas.com and
CNNIndonesia.com in the timeframe that has been set on the problem boundary, namely
October 10, 2021 to January 13, 2022. 75 news obtained from the two media dared to use
the total sample technique. Researchers carried out data analysis techniques, namely
validity tests, reliability tests, single table analysis which were then described against the
indicators of objectivity. The results of the research are able to prove that Kompas.com is
superior in reporting objectively regarding the candidacy of Prabowo Subianto in the
2024 Presidential Election based on measurements of the seven indicators contained in
the Westerstahl objectivity model.Penelitian ini berjudul Objektivitas Pemberitaan Media Daring Kompas.com dan
CNNIndonesia.com terkait Pencalonan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hasil dari perbandingan objektivitas isi
berita terkait pemberitaan pencalonan Prabowo Subianto pada pemilihan pesiden 2024
dalam kedua media daring Kompas.com dan CNNIndonesia.com. Metode penelitian yang
digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif. Teori yang digunakan adalah konsep objektivitas Jorgen Westerstahl. Populasi
pada penelitian ini adalah mencakup pemberitaan yang berkaitan dengan pemberitaan
pencalonan Prabowo Subianto pada pemilihan presiden tahun 2024 dalam dua media
dalam jaringan yaitu kompas.com dan CNNIndonesia.com pada rentang waktu yang telah
ditetapkan pada batasan masalah, yakni 10 Oktober 2021 sampai 13 Januari 2022. Sampel
berjumlah 75 berita dari kedua media daring dengan menggunakan teknik total sampel.
Peneliti melakukan serangkaian teknik analisis data, yaitu uji validitas, uji reliabilitas,
analisis tabel tunggal yang kemudian di deskripsikan terhadap indikator objektivitas.
Hasil peneltian mampu membuktikan bahwa Kompas.com lebih unggul dalam melakukan
pemberitaan secara objektif terkait Pencalonan Prabowo Subianto pada Pemilihan
Presiden 2024 berdasarkan pengukuran terhadap ketujuh indikator yang terdapat di dalam
model objektivitas Westerstahl.207 HalamanSkripsi Sarjan
