1,255 research outputs found
Design and implementation of the just-in-time retrieving policy for schedule-based distributed multimedia presentations
[[abstract]]In order to provide the smooth playback of a distributed multimedia presentation, the object-retrieving engine for the player must fetch each object before its playback time. In this paper, a smart object-retrieving engine is proposed, which adopts a retrieving policy named the just-in-time policy. The policy expects the retrieval process of an object to finish right before the playback time of the object to achieve a better buffer utilization and network bandwidth efficiency. The proposed object-retrieving engine focuses on SMIL1.0-based multimedia presentations. By converting the synchronization relationship of objects in the SMIL1.0 document to Real-Time Synchronization Model, which simplifies the handling of the synchronization relationship, and considering the end-to-end bandwidth as well as the user interactions, the object-retrieving engine determines the object request time for each object. The engine issues the request to fetch each object for the ongoing presentation at the object request time, and provides the player with proper media objects. The feasibility and better performance of the proposed just-in-time retrieving policy had been proved by performance measurements of system implementation. (C) 2002 Elsevier Inc. All rights reserved.[[note]]SC
SMILAuthor: An authoring system for SMIL-Based multimedia presentations
[[abstract]]In this paper, an authoring tool named SMILAuthor for SMIL-based multimedia presentations is proposed. SMILAuthor adopts standard SMIL language as the format of the presentation to generate reusable and easily accessible presentations. Moreover, powerful editing functions such as cut, copy, and paste are supported by the system in a timeline-based manner. In order to support timeline-based editing functions, the playback duration of each object in the input SMIL script is first calculated by the parsing process of the system. The parsing process extracts and converts the temporal relationship of the input script to Real-Time Synchronization Model (RTSM), and the playback duration of each object in the script is then computed by traversing the RTSM. Editing results are converted to the SMIL format and saved in the output file. Language structure of SMIL is hidden by the system and the temporal information is visualized in the timeline manner to provide users an easy way to understand and control the timing of each object. Implementation of the system provides a friendly WYSIWYG environment and multiple views/windows are provided by the system to help authors compose multimedia presentations efficiently.[[note]]SC
Magnetic resonance imaging detects intestinal barrier dysfunction in a rat model of acute mesenteric ischemia/reperfusion injury.
Pengujian Substantif Atas Persediaan Pada PT. Xy Oleh Kap Yz & Rekan
Pengujian susbtantif atas persediaan yang dilakukan oleh KAP YZ & Rekan kepada PT. XY bertujuan untuk menilai kewajaran saldo dan memastikan tidak ada salah saji pada akun persediaan. Program audit yang dibuat oleh KAP YZ & Rekan berdasarkan pada asersi-asersi manajemen yaitu existence (keberadaan), completeness (kelengkapan), rights (hak), dan valuation and allocation (penilaian dan alokasi). Prosedur pengujian substantif atas persediaan yang dilakukan oleh KAP YZ & Rekan mengacu pada program audit yang telah ditetapkan oleh KAP YZ & Rekan dan berpedoman pada Standar Audit (SA) yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI)
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA KARYAWAN PRODUKSI DI PT. YZ KOTA PADANG TAHUN 2018
Di tingkat global ada sekitar 2,78 juta orang meninggal per tahun akibat kecelakaan kerja. Di Indonesia kecelakaan kerja meningkat hingga 5% setiap tahunnya. Kecelakaan kerja di PT. YZ tahun 2016 terjadi kasus kecelakaan sebanyak 28 kasus dengan 1 orang meninggal dunia. Namun PT. YZ belum menerapkan program Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada karyawan produksi di PT. YZ Kota Padang Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian mix method, dilaksanakan pada bulan April sampai dengan November 2018. Pendekatan kuantitatif menggunakan cross sectional dengan sampel 70 responden. Pendekatan kualitatif sebanyak 21 orang dengan indepth interview kepada 5 informan dan FGD kepada 16 karyawan produksi basah dan kering.
Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan bermakna antara masa kerja, manajemen pengawasan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan unsafe action dengan kecelakaan kerja. Faktor yang paling dominan adalah unsafe action. Tenaga pengawas di PT. YZ masih kurang, APD belum cukup dan belum memenuhi standar. Pada proses pelaksanaan masih terdapat kekurangan pada pelaporan insiden, kinerja, dan identifikasi bahaya serta hasil pengawasan yang dilakukan Disnaker belum ditindaklanjuti.
Untuk itu manajemen perusahaan harus melakukan penyuluhan, menambah jumlah tenaga pengawas, mensosialisasikan SOP (Standard Operating Procedure) dan memberikan sanksi kepada karyawan yang tidak menggunakan APD. Diharapkan kepada Disnaker juga memberikan sanksi yang tegas jika perusahaan masih melalaikan pelaksanaan K3.
Daftar Pustaka : 107 (1999-2017)
Kata Kunci : Kecelakaan Kerja, Karyawan Produksi, Unsafe Action, APD,
SO
Potensi PPh Dan PPN Atas Klaim Gaji Sales Promotion Girls (SPG)/Salesman Oleh Sub-Distributor X Kepada PT YZ
Setelah dilakukan pembahasan terkait kerjasama antara PT YZ dengan subdis X dapat diambil kesimpulan bahwa atas klaim gaji SPG/salesman yang dilakukan subdis X kepada PT YZ bukan merupakan transaksi reimbursement. Sehingga total klaim gaji SPG/salesman yang dilakukan oleh subdis X kepada PT YZ merupakan Dasar Perhitungan Pajak. Oleh karena itu, seharusnya dilakukan pemotongan PPh 23 oleh PT YZ atas jasa manajemen yang dilakukan oleh subdis X dan di lain pihak, subdis X seharusnya menerbitkan faktur pajak dan melakukan pemungutan PPN. Selain itu, karena subdis X berhubungan secara langsung dengan SPG/salesman dan dengan arus uang dapat dibuktikan bahwa subdis X adalah pemberi kerja bagi SPG/salesman maka terdapat kewajiban pemotongan PPh 21 yang harus dilakukan oleh subdis X atas gaji yang diberikan kepada SPG/salesman.
Dalam permasalahan yang dihadapi oleh PT YZ dan subdis X, diperoleh beberapa solusi untuk mengatasi dan meminimalisir risiko yang akan muncul dimasa yang akan datang. Beberapa solusi yang dimaksud antara lain dilakukannya pembetulan SPT masa PPh 21, SPT masa PPh 23, SPT masa PPN, dan SPT Tahunan Badan tahun pajak 2019 milik subdis X, pemindahbukuan, kompensasi ke masa pajak berikutnya atau ke masa pajak yang dirasa membutuhkan adanya kompensasi, restitusi, serta pengungkapan ketidakbenaran
Penerapan ISO 9001:2000 pada departemen X di PT. YZ
ISO 9001:2000 adalah suatu standar internasional untuk sistem manajemen mutu yang menetapkan persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu yang bertujuan untuk menjamin organisasi memberikan produk atau jasa yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat PT. YZ semakin memperkuat komitmennya untuk tidak hanya memproduksi dengan kuantitas yang besar tetapi juga mempunyai komitmen dalam hal kualitas dari produk yang dihasilkan dengan menerapkan ISO 9001:2000. PT. YZ berusaha untuk mencapai peningkatan kualitas secara terus menerus pada seluruh fungsi yang berkaitan langsung dengan mutu dan tidak hanya pada Departemen Primary dan Secondary yang telah memperoleh sertifikasi ISO 9002:1994 tetapi juga pada Departemen X. Pada tahap evaluasi awal di Departemen X didapatkan hasil kesesuaian terhadap persyaratan ISO sebesar 55.15 %. Dengan dilakukannya penerapan ISO 9001:2000 berdasarkan desain sistem manajemen mutu yang telah dibuat didapatkan bahwa Departemen X telah memenuhi persyaratan sebesar 86.06 %. Dengan melakukan pemenuhan klausul yang belum terpenuhi serta melakukan peningkatan yang berkesinambungan maka Departemen X dapat menerapkan sistem manajemen mutu secara efektif
The Influence of Service Quality, Price and Delivery Accuracy on Customer Satisfaction at PT YZ
Penelitian ini merupakan upaya untuk secara sistematis mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan di PT YZ di Pulau Jawa. Faktor-faktor tersebut termasuk kualitas pelayanan, harga, dan ketepatan pengiriman. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, yang memungkinkan pengukuran yang lebih objektif terhadap variabel-variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel Slovin, menghasilkan 146 distributor sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert. Non Probability Sampling digunakan sesuai dengan karakteristik populasi yang relevan. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil menunjukkan variabel kualitas pelayanan dan harga tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan (masing-masing dengan nilai statistik 0.499 dan 0.340 > 0.05). Namun, variabel ketepatan pengiriman berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (nilai statistik 0.000 < 0.05), menandakan perannya yang penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di PT YZ
The Influence of Service Quality, Price and Delivery Accuracy on Customer Satisfaction at PT YZ
Penelitian ini merupakan upaya untuk secara sistematis mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan di PT YZ di Pulau Jawa. Faktor-faktor tersebut termasuk kualitas pelayanan, harga, dan ketepatan pengiriman. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, yang memungkinkan pengukuran yang lebih objektif terhadap variabel-variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel Slovin, menghasilkan 146 distributor sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert. Non Probability Sampling digunakan sesuai dengan karakteristik populasi yang relevan. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil menunjukkan variabel kualitas pelayanan dan harga tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan (masing-masing dengan nilai statistik 0.499 dan 0.340 > 0.05). Namun, variabel ketepatan pengiriman berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (nilai statistik 0.000 < 0.05), menandakan perannya yang penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di PT YZ
Evaluasi Prosedur K3 Di Ruang Terbatas Inlet Tunnel Condensor Area St(Steam Turbine) Di PT Yz Gresik
Ruang terbatas adalah ruang yang dapat dimasuki pekerja dengan kriteria memiliki jalur masuk dan keluar terbatas, memiliki ventilasi buruk. Serta tidak didesain untuk pekerja secara terus menerus. Perusahaan menetapkan prosedur bekerja di ruang terbatas. Prosedur ini perlu dievaluasi untuk memastikan peluksanaannya dilakukan dengnn baik. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi prosedur K3 di ruang terbatas di tempal kerja sesuai dengan proscdur K3 di ruung terbatas dengan panduan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan pengawasan ketenagkerjaan No. Kep. 113/DJPrKlIXl2006 rT YZ Gresik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectionaljika dilihat dari segi analisis data menggunakan narasi dan membandingkan dengan peraturan yang berlaku. Lokasi pengambilan data dilakukan di Inlet Tunell Condensor PT YZ Gresik. Waklu pcngambilan data dilakukan pada bulan Januari -Februari 2020. Objek yang diteliti yaitu implementasi K3 ruang terbatas di PT YZ Gresik. Hasil penelitian menunjukkan lingkat pemenuhan prosedur K3 di ruang terbatas Inlet Tunell Condensor mencapai 50% (kategoti baik). tingkat pemenuhan implementasi K3 ruang terbatas yaitu dari 20 item kriteria sebanyak 10 item diimplementasikan saat overhaul.
Dapat disimpulkan bahwa pemenuhan kesesuaian prosedur K3 di ruang terbatas PT YZ Gresik dikategorikan rendah sehingga harus melalkukan perbaikan.
Rekomendasi yang diberikan untuk PT YZ yaitu sebelum pekerjaan dimulai serta menyediakan safety sign pada area ruang terbatas, melakukan pengukuran gas atmosfer bekerja dan secara berkala di ruang terbatas. Melakukan medical ceck up pekerja didalam ruang terbatas belum diberikan APD sesuai dengan bahaya area tersebut, belum terdapat peralatan penyelamatan dalam keadaan darurat oleh petugas penyelamatan, tidak terdapat stand by person diluar ruang terbatas, perusahaan belum memberikan pelatihan kepada pekerja terkait bekerja di ruang terbatas, belum ada petugns penyelmnat yang standby pada saat overhaul belangsung, perusahaan belum memberikan pelntihun P3K dalam tim yang melakukan pekerjaan di ruang terbatas
- …
