8,258 research outputs found

    Extrusion pressure generated in high alumina content paste extrusion

    Full text link
    Four different alumina pastes with various solvent volume fractions were processed by extrusion free forming and the pressures generated in the extrusion process were recorded and analyzed. The extrusion pressure increased as the solvent volume fraction decreased. Air bubbles and particle agglomeration influenced the final properties of the product and caused pressure to fluctuate. An aging process for the paste was introduced to obtain more even solvent distribution and hence deliver highly regular ceramic lattice structure

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn. M DAN Tn. I YANG ANGGOTA KELUARGANYA MENGALAMI ASMA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN MANAJEMEN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATIROTO TAHUN 2018

    No full text
    Asma adalah sakit sesak nafas akibat adanya penyempitan saluran nafas. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan melainkan hanya bisa dikontrol kekambuhannya sehingga menimbulkan dampak fisik maupun psikologis pada individu yang mengalaminya dan juga memerlukan perawatan di rumah untuk mencegah kekambuhannya. Dukungan sosial keluarga tentu sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi sulit yang dihadapi oleh individu yang mengalami asma. Studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi asuhan keperawatan keluarga Tn. M dan Tn. I yang anggota keluarganya mengalami asma dengan masalah keperawatan ketidakefektifan manajemen kesehatan di wilayah kerja puskesmas jatiroto menggunakan metode laporan kasus terhadap 2 keluarga yang tinggal di wilayah puskesmas jatiroto yaitu keluarga Tn. M dan Tn. I yang anggota keluarganya mengalami asma dengan masalah keperawatan ketidakefektifan manajemen kesehatan. Intervensi ini dilakukan dalam 1 minggu dengan frekuensi tindakan 3 kali kunjungan rumah. Setelah dilakukan implementasi keperawatan pada kunjungan ketiga semua indikator kriteria hasil menunjukkan bahwa kedua keluarga tersebut tidak mampu merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan sehingga muncul diagnosa keperawatan ketidakefektifan manajemen kesehatan. Berdasarkan hasil tersebut, bagi penulis selanjutnya diharapkan untuk melakukan asuhan keperawatan lebih dari 1 minggu dengan cara memperpanjang jarak antara kunjungan 1 dan 2 sehingga kedua keluarga tersebut mengetahui cara perawatan asma dirumah secara benar

    Diagram Kendali Max-XbarS^tn Dan EWMA-Max^tn Untuk Memonitor Mean Dan Variabilitas Proses

    No full text
    Diagram kendali merupakan teknik yang paling sering digunakan dalam bidang industri untuk memonitor proses sebagai dasar perbaikan kualitas. Penelitian ini mengembangkan diagram kendali variabel berdasarkan inspeksi atribut, yaitu Max-XbarS^tn dan EWMA-Max^tn untuk mengevaluasi stabilitas mean dan variabilitas proses dalam satu diagram. Manfaat utama dari inspeksi atribut adalah kemudahan dan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan tipe inspeksi variabel yang menggunakan nilai aktual. Selain itu, memonitor mean dan variabilitas proses dalam satu diagram dinilai efisien. Karakteristik kualitas diinspeksi menggunakan alat go/no go dengan menggunakan lima kategori. Dalam praktiknya, sebuah sampel berukuran n diambil secara periodik dan setiap item dialokasikan ke dalam salah satu kategori dengan batas-batas go/no go yang telah disesuaikan, selanjutnya sebuah nilai dibangkitkan secara random untuk setiap item berdasarkan distribusi normal truncated dengan batas atas dan batas bawah truncated sesuai dengan dimensi dari alat go/no go. Evaluasi kinerja dilakukan dengan menggunakan simulasi Monte Carlo. Diagram kendali Max-XbarS^tn memiliki performa yang baik dalam mendeteksi pergeseran proses yang besar dan efisiensinya terkonfirmasi dengan menambahkan ukuran sampel. Sementara, diagram kendali EWMA-Max^tn memiliki performa yang baik dalam mendeteksi pergeseran proses yang kecil maupun besar. Oleh karena itu, diagram kendali Max-XbarS^tn dan EWMA-Max^tn dapat dipertimbangkan sebagai alternatif yang kompetitif untuk diagram kendali variabel dengan tipe inspeksi variabel atau pengukuran secara langsung. Penerapan diagram kendali Max-XbarS^tn dan EWMA-Max^tn pada data lebar celah ends cincin piston di PT X menunjukkan bahwa proses tidak terkendali secara statistik yang umumnya disebabkan oleh peningkatan mean proses. ==================================================================================================== Control charts are the most often technique used in the industry to continuously monitor a process for quality improvement. This study proposes a variable control chart based on attribute inspection, denoted as Max-XbarS^tn and EWMA-Max^tn, to evaluate the stability of mean and variability process using a single chart. The main advantage of using the attribute inspection is its ease of use and lower costs required compared to the variable-type inspection that using the actual value. In addition, monitoring mean and variability process using a single chart is considered efficient. Quality characteristics are monitored using a go/no go gauge with five categories. In practice, a sample with the size of n is taken periodically and each item is allocated to one of five categories with adjusted go/no go boundaries, then a value is generated randomly for each item based on a truncated normal distribution with an upper and a lower truncated limit according to the dimensions of go/no go gauge. The performance evaluation is carried out using the Monte Carlo simulation. The Max-XbarS^tn chart excels at detecting large process shifts and its efficiency is confirmed by adding the sample size. Meanwhile, the EWMA-Max^tn chart excels in detecting small and large process shifts. Therefore, the proposed Max-XbarS^tn and EWMA-Max^tn charts can be considered as a competitive alternative to the variable control charts with variable-type inspection or direct measurement. The application of Max-XbarS^tn and EWMA-Max^tn charts on the width of ends gap of piston ring at PT X shows that the process is not statistically controlled generally caused by an increase in the process mean

    Asuhan Keperawatan Keluarga pada Tn. SA dan Tn. SU yang Mengalami Diabetes Mellitus dengan masalah keperawatan Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Di Wilayah Kerja Puskesmas RanduangungTahun 2018

    No full text
    Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol agar glukosa darah tetap dalam rentang normal. Pada pasien dengan Diabetes Mellitus di dalam tubuh berusaha untuk mengeluarkan gula dari dalam tubuhnya, maka bersama keluarnya kadar gula bersamaan dengan keluarnya ekstra cairan, akibat polyuria (banyak kencing), maka pasien Diabetes Mellitus merasa haus, maka akhirnya polydiphsia (banyak minum). Akibat lain, karena glucose dikeluarkan semua, maka pembakaran di dalam tubuh dipakai lemak dan protein, sehingga menyebabkan pasien kurus dan banyak makan. Oleh karena itu diperlukan peran keluarga memandu pengobatan, diet, latihan jasmani dan pengisian waktu luang yang positif bagi kesehatan keluarga merupakan bentuk peran serta aktif bagi keberhasilan penatalaksanaan DM.Studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi Asuhan Keperawatan Keluarga Diabetes Mellitus pada Tn. SA dan Tn. SU dengan masalah keperawatan Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh di Desa Randuagung. Laporan kasus ini menggunakan desain kualitatif dengan desain studi kasus. Dengan menggunakan partisipan masayarakat yang tinggal di wilayah puskesmas randuagung dan dengan atas rekomendasi puskesmas randuagung yaitu Tn. SA dan Tn. SU yang mengalami diabetes mellitus dengan masalah keperawatan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuhdan hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua keluarga tidak mampu merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan sehingga muncul diagnosa ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Perawatan pada pasien diabetes mellitus dengan masalah keperawatan Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh perlu dilakukan perawatan secara berkesinambungan dengan menyusun catatan perkembangan berkelanjutan untuk mengevaluasi pasien sehingga pasien dapat lebih aktif menerapkan perawatan pada pasien diabetes mellitus secara benar dan tepat untuk kedepannya

    Keanekaragaman Jenis dan Similaritas Gastropoda Mangrove Pada TN Baluran dan TN Alas Purwo

    Full text link
    Keanekaragaman hayati memiliki manfaat baik secara ekologi, ekonomi, dan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan salah satunya gastropoda mangrove. Diketahui TN Alas Purwo dan TN Baluran sama-sama memili vegetasi mangrove yang masih alami, sehingga perlu untuk dilakukan penelitian mengenai bagaimana keanekaragaman jenis gastropoda dan juga indeks similaritas kedua Taman Nasional tersebut terkait keberdaaan dan kesamaan jenis gastropoda. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunkan purposive sampling dengan teknik pengambilan gasris transek menggunakan plot berukuran 2´2m2. Hasil penelitian didapatkan Keanekaragaman jenis pada Blok Jati Papak TN Alas Purwo terdapat 19 spesies, sedangkan pada Pantai Bama TN Baluran terdapat 21 spesies. Indeks similaritas pada kedua Taman Nasional tersebut dikatagorikan tinggi di stasiun 1 dan 3 (85%); stasiun 2 dan 3 (82%)  TN Alas Purwo dan katagori tinggi di stasiun 2 dan 3 (72%) TN Baluran dan sangat tinggi pada stasiun 1 dan 2 (97%) TN Alas Purwo; sangat tinggi di pada stasiun 1 dan 2 (98%); stasiun 1 dan 3 (95%) TN Baluran

    ASUHAN KEPERAWATAN KMB PADA Tn. M.P dan Tn. A.L YANG MENGALAMI HIPERTENSI DENGAN NYERI KEPALA AKUT DI RSUD Mgr. GABRIEL MANEK, SVD ATAMBUA

    No full text
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah Siastolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg secara umum hipertensi lebih dikenal dengan darah tinggi adalah Suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan angka kesakitan Tujuan:  melaksanakan asuhan keperawatan pada klien hipertensi dengan nyeri kepala akut di Rumah Sakit Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Metode: studi kasus yaitu studi yang mengeksplorasi memiliki penambilan data yang mendalam dan menyatakan berbagai sumber informasi. Hasil:  Berdasarkan data yang diperoleh dari kedua klien yang dilakukan selama 3 x 24 jam didapatkan hasil nyeri kepala berkurang. Kesimpulan: asuhan keperawatan pada Tn. M.P dan Tn. A.L dengan salah satu klien yang menderita hipertensi telah mengembangkan pola piker ilmiah dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi serta memperoleh pengalaman nyata dalam merawat pasien hipertensi dengan nyeri kepala aku

    Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Khususnya Tn. S dengan Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral pada Hipertensi di Kelurahan Mersi

    No full text
    Latar Belakang : Hipertensi menjadi topik pembicaraan yang hangat dan menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan di Indonesia maupun seluruh dunia. Hipertensi dapat menyebabkan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral (otak). Terganggunya perfusi jaringan otak akan menyebabkan penyakit hipertensi menjadi lebih parah bahkan akan menyebabkan komplikasi seperti penyakit stroke. Oleh karena itu, keluarga seharusnya mampu mendampingi anggota keluarga yang menderita hipertensi untuk melakukan modifikasi gaya hidup dan medikasi agar ketidakefektifan perfusi jaringan serebral dan penyakit stroke tidak terjadi.Tujuan : Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan keluarga Tn. S khususnya Tn. S dengan risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral pada hipertensi di Kelurahan Mersi 01/03, Purwokerto Timur.Metoda : Metoda laporan kasus ini adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel satu keluarga yaitu keluarga Tn. S yang salah satu anggota keluarga mengalami hipertensi. Laporan kasus ini dilaksanakan dirumah Tn. S di Kelurahan Mersi 01/03 Purwokerto Timur pada tanggal 18 April 2017 sampai dengan 3 Mei 2017. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dalam laporan kasus ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil : Dari pengelolaan asuhan keperawatan, didapatkan hasil keluarga mampu melakukan lima tugas keluarga yaitu keluarga mampu mengenal masalah kesehatan, keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat, keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit, keluarga mampu memodifikasi lingkungan serta keluarga mampu menggunakan fasilitas kesehatan. Hasil evaluasi diperoleh data bahwa masalah risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral teratasi sebagian. Kesimpulan : Berdasarkan hasil laporan kasus yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa masalah risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral pada keluarga Tn. S khususnya Tn. S teratasi sebagian

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn. S DENGAN GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN DIABETES MELITUS PADA Tn. S DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GATAK BLIMBING, SUKOHARJO

    Full text link
    Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah untuk: 1) dapat melakukan pengkajian keperawatan diabetes melitus pada anggota keluarga Tn. S, 2) menegakkkan diagnosa keperawatan berdasarkan keperawatan berdasarkan data yang diperoleh melalui pengkajian untuk mengatasi masalah diabetes melitus, 3) menentukan rencana tindakan keperawatan yang tepat untuk mengatasi masalah diabetes melitus yang dialami Tn. S, 4) melaksanakan rencana tindakan diabetes melitus pada Tn. S, 5) mengevaluasi untuk melihat keberhasilan yang sesuai dengan rencana tindakan keperawatan yang telah diberikan pada Tn. S. Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosi, serta sosial dari tiap anggota keluarga. Sementara itu asuhan keperawatan keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan yang diberikan melalui praktek keperawatan dengan sasaran keluarga dengan tujuan menyelesaikan masalah kesehatan yang dialami keluarga dengan metode pendekatan proses keperawatan. Masalah yang diperoleh dari asuhan keperawatan pada Tn. S adalah perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada keluarga Tn. S terutama Tn. S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengambil tindakan yang tepat pada anggota keluarga dengan DM, resiko terjadi penyakit yang sama (penyakit DM) pada anggota keluarga yang lain berhubungan dengan kurangnya sumber-sumber materi, pengetahuan, dan ketrampilan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan penyakit DM. Dari evaluasi yang dilakukan didapatkan bahwa keluarga sudah mampu mengenal masalah, mampu mengambil keputusan dan mampu merawat anggota keluarga yang sakit
    corecore