145 research outputs found
sj-docx-1-sjs-10.1177_14574969211037588 – Supplemental material for The Association Between Revised Cardiac Risk Index and Postoperative Mortality Following Elective Colon Cancer Surgery: A Retrospective Nationwide Cohort Study
Supplemental material, sj-docx-1-sjs-10.1177_14574969211037588 for The Association Between Revised Cardiac Risk Index and Postoperative Mortality Following Elective Colon Cancer Surgery: A Retrospective Nationwide Cohort Study by Rebecka Ahl Hulme, Maximilian Peter Forssten, Arvid Pourlotfi, Yang Cao, Gary Alan Bass, Peter Matthiessen and Shahin Mohseni in Scandinavian Journal of Surgery</p
MINAT MAHASISWA DIII BAHASA JEPANG UNIPDU TERHADAP PERAYAAN BON ODORI DI SJS (SURABAYA)
Minat adalah perasaan dalam diri yang tertarik atau menyenangi akan
suatu hal yang membuatnya merasa senang. Minat merupakan alasan seseorang
melakukan sebuah kegiatan atau sebuah hal dan mempunyai pengaruh terhadap
perkembangan proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
minat mahasiswa DIII Bahasa Jepang Unipdu terhadap perayaan bon odori di SJS.
Penelitian ini menggunakan teori minat menurut Crow dan Crow. Menurut Crow
dan Crow terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi minat diantaranya (1)
faktor dari dalam (2) faktor motif sosial dan (3) faktor emosional. Teknik
pengumpulan data menggunakan angket yang diberikan kepada enam responden
yang telah mengikuti perayaan bon odori di SJS. Hasil dari penelitian ini
diketahui bahwa minat mahasiswa DIII Bahasa Jepang Unipdu terhadap perayaan
bon odori di SJS dipengaruhi oleh (1) faktor dari dalam berupa rasa ingin tahu
terdapat 5 responden dan rasa tertarik terdapat 1 responden (2) faktor motif sosial
berupa motivasi belajar di perkuliahan terdapat 5 responden dan (3) faktor
emosional berupa pengalaman praktek berbahasa Jepang terdapat 6 responden.
Kata Kunci : Minat, Bon Odori di SJS, Mahasiswa DIII Bahasa Jepang Unipdu
Steven-Johnsons Syndrome (SJS) Dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN)
Rash dan keluhan kulit sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan beberapa diantaranya termasuk dalam kegawatdaruratan dermatologi, sehingga tenaga kesehatan perlu mengetahui tipe-tipe kelainan yang termasuk dalam kegawatdaruratan dalam bidang dermatologi yang dapat mengancam keselamatan pasien. Selain itu juga perlu memahami penatalaksanaan yang tepat dalam menangani kasus-kasus tersebut. Tidak kalah penting adalah memahami waktu dan cara yang tepat dalam merujuk pasien yang mengalami kegawatdaruratan dalam bidang kulit. Dalam makalah ini disajikan tentang beberapa kondisi yang termasuk dalam kegawatdaruratan khususnya yang memberikan gambaran nekrolisis epidermal yaitu Steven-Johnsons Syndrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN)
Baseline characteristics at SJS diagnosis, stratified by AKI Status.
Baseline characteristics at SJS diagnosis, stratified by AKI Status.</p
Pengaruh Senam Baku (SJS V) dan Senam Aerobik Low Impact terhadap Peningkatan VO2Max Siswa SMK Telkom Sandhy Putra 1 Makassar
ABSTRAK
REZA MAHYUDDIN. Pengaruh Senam Baku (SJS V) dan Senam Aerobik Low Impact terhadap Peningkatan VO2Max Siswa SMK Telkom Sandhy Putra 1 Makassar (dibimbing oleh Ilham Jaya Patellongi dan Nukhrawi Nawir).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Senam Baku (SJS V) dan Senam Aerobik Low Impact terhadap Peningkatan VO2Max Siswa SMK Telkom Sandhy Putra 1 Makassar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua siswa SMK Telkom Sandhy Putra 1 Makassar dengan sampel berjumlah 39 orang. Menggunakan instrumen berupa tes. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji statistik parametrik secara uju t pada taraf signifikan 90% atau α 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikan senam baku (sjs v) siswa smk telkom sandhy putra 1 makassar (thitung = 4.510˃ ttabel 2,179; (2) ada pengaruh yang signifikan senam aerobik low impact terhadap peningkatan vo2max siswa smk telkom sandhy putra 1 Makassar (thitung = 6.062˃ ttabel 2,179; (3) ada perbedaan yang signifikan antara pengaruh senam baku (sjs v) dan senam aerobik low impact terhadap peningkatan vo2max siswa smk telkom sandhy putra 1 Makassar (thitung = 2.687˃ ttabel 2,064) dan senam aerobik low impact lebih baik dibandingkan dengan senam senam baku (sjs v)
SAMARANG-JOANA STOOMTRAM MAATSCHAPPIJ (SJS): JALUR SEMARANG-JUWANA TAHUN 1881-1910
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui bagaimana latar belakang berdirinya SJS, proses pembangunan jalur, perkembangan dan pelayanan perusahaan SJS, serta dampak yang ada setelah pembangunan jalur Semarang-Juwana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah kritis yang menggunakan empat tahapan penelitian. Tahapan penelitiannya adalah heuristik, verifikasi atau kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembangunan jalur Semarang-Juwana memberi dampak besar terutama dalam bidang sosial ekonomi. Pembangunan jalur ini turut menciptakan perekonomian baru dan mempercepat perputaran uang. Selain itu, pembangunan jalur Semarang-Juwana telah membuka kesempatan bekerja dan tumbuhnya pasar-pasar baru. Bagi pihak perkebunan, pembangunan jalur ini memberikan keuntungan tersendiri dimana hasil produksi lebih cepat diangkut dengan biaya yang lebih murah. Penduduk juga menggunakan kereta untuk mobilitasnya. Pemerintah Hindia Belanda juga turut merasakan dampak pembangunan jalur Semarang-Juwana karena memudahkan urusan administrasi dan keamanan utamanya. Kata Kunci: Jalur Semarang Juwana, Maatschappij Stoomtraam, Tahun 1881-1910
Disease details and outcomes at diagnosis of SJS, stratified by AKI Status.
Disease details and outcomes at diagnosis of SJS, stratified by AKI Status.</p
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SENAM KEBUGARAN JASMANI (SKJ) 2012 DAN SENAM JANTUNG SEHAT (SJS) SERI V TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI SISWI KELAS V SD NEGERI MANCASAN 01 SUKOHARJO TAHUN 2014
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Pengaruh latihan senam
kebugaran jasmani (SKJ) 2012 dan latihan senam jantung sehat (SJS) seri V terhadap
peningkatan kebugaran jasmani siswi kelas V SD Mancasan 01 Sukoharjo tahun
2014; (2) Pengaruh yang paling baik antara latihan senam kebugaran jasmani (SKJ)
2012 dan senam jantung sehat (SJS) seri V terhadap peningkatan kebugaran jasmani
siswi kelas V SD Mancasan 01 Sukoharjo tahun 2014.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen.Populasi dalam
penelitian ini adalah siswi kelas V SD Negeri Mancasan 01 Sukoharjo tahun 2014
yang berjumlah 30 orang, tidak ada teknik sampling yang digunakan karena
penelitian ini adalah penelitian populasi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini
berupa data kebugaran jasmani. Tes dan pengukuran yang digunakan untuk
mengumpulkan data adalah tes kebugaran jasmani yaitu TKJI (tes kebugaran jasmani
indonesia). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji
perbedaan (uji – t) dengan melalui uji persyaratan terlebih dahulu seperti
ujinormalitas, dan uji homogenitas.
Setelah melakukan penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Kelompok
dengan perlakuan SKJ 2012 atau kelompok 1, mengalami peningkatan rata-rata 34,41
atau 14,84% dari hasil tes awal 231,92 menjadi 266,33; (2) Kelompok dengan
perlakuan SJS seri V atau kelompok 2, mengalami peningkatan rata-rata 34,96 atau
14,95% dari hasil tes awal 233,9 menjadi 268,86.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Tidak
ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan Senam Kebugaran Jasmani
(SKJ) 2012 dan Senam Jantung Sehat (SJS) seri V terhadap peningkatan kebugaran
jasmani siswi kelas V SD Negeri Mancasan 01 Sukoharjo tahun 2014; (2)Latihan
Senam Jantung Sehat (SJS) Seri V lebih baik peningkatannya dari pada latihan
Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) 2012 terhadap peningkatan kebugaran jasmani
siswi SD Negeri Mancasan 01 Sukoharjo tahun 2014.
Kata kunci: kebugaran jasmani, SKJ 2012, SJS seri V
sFasL levels in supernatants of drug-stimulated PBMCs from SJS and TEN patients.
<p>PBMCs from patients with SJS and TEN were cultured with causal drugs, irrelevant drugs, or medium alone for 3 days. The supernatants were collected and the concentrations of sFasL were determined by sFasL ELISA kit. A–H, Patient 1–8. The graphs show the means of three samples of each patient and error bars represent SD values. *P<0.05.</p
PERFORMA REPRODUKSI UDANG WINDU, Penaeus monodon TRANSGENIK PASCA INSEMINASI BUATAN MENGGUNAKAN SUMBER SPERMATOFOR YANG BERBEDA
Udang windu transgenik merupakan udang hasil rekayasa dengan mengintroduksikan gen antivirus yang diisolasi dari udang windu untuk menghasilkan fenotipe yang lebih baik. Domestikasi udang transgenik telah dilakukan dan berhasil memijah/bertelur, tetapi umumnya telurnya infertil yang disebabkan tidak terjadinya pembuahan di tambak pemeliharaan. Udang betina tidak kawin ditandai tidak membawa spermatofor di telikumnya. Upaya untuk mendapatkan telur fertil udang dengan inseminasi buatan (IB) perlu dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi performa reproduksi udang betina transgenik dan mutu larva yang dihasilkan pasca IB menggunakan sumber spermatofor yang berbeda. Penelitian ini dirancang dengan tiga perlakuan yaitu: IB menggunakan spermatofor udang windu jantan transgenik (SJT), spermatofor udang windu jantan alam Sulawesi Selatan (SulSel) (SJS) dan spermatofor udang windu jantan alam Aceh (SJA). IB dilakukan pada udang windu betina transgenik setelah dua hari moulting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang windu betina transgenik pasca IB perlakuan SJT menghasilkan total telur fertil sebanyak 766.949 butir, perlakuan SJS 535.644 butir dan perlakuan SJA 678.016 butir dengan daya tetas telur fertil yaitu: pada SJT, SJS, dan SJA masing-masing adalah 53,5%; 53,7%; dan 55,0%. Uji vitalitas larva dengan perendaman dalam larutan formalin 150-200 mg/L, perendaman air tawar: 5-15 menit, dan pengeringan 3-9 menit menghasilkan sintasan larva udang yang relatif sama pada ketiga perlakuan. Nilai morfologi larva perlakuan SJT, SJA, dan SJS adalah masing-masing 85,0; 84,5; dan 75,0. Dari hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa performa reproduksi udang windu betina transgenik dan mutu larva yang dihasilkan pasca IB tidak dipengaruhi oleh sumber spermatofor induk udang windu jantan Penaeus monodon.Transgenic tiger shrimp, Penaeus monodon has been developed in the last decade to equip shrimp with immunity against viral diseases. However, the effort to produce large quantities of specific pathogen resistance (SPR) tiger shrimp seed is hampered by several constraints in the domestication process. The successfulness of domesticated broodstock in producing larvae is very low due to low fertilization rate. An artificial insemination (AI) offers a solution to increase fertilization rate in crustacean. This study was aimed to evaluate the reproductive performance of female transgenic tiger shrimp broodstock and their larval quality after artificially inseminated with males from different sources. The spermatophores of male from different sources i.e. transgenic male spermatophore (SJT), wild male from South Sulawesi (SJS), and wild male from Aceh (SJA) were collected through electric shock and inseminated to female transgenic broodstock two days after moulting. The results showed that the total numbers of fertile eggs produced from SJT, SJS, and SJA treatment were 766,949 pcs; 535,644 pcs; and 678,016 pcs, respectively and not significantly different (P>0.05). Similar to the number of fertile eggs, the hatching rate of eggs of SJT (53.5%), SJS (53.7%), and SJA (55.0%) also did not indicate any significant differences (P>0.05). On the larval vitality test by soaking the larvae in formalin and freshwater as well as by air exposure at different duration showed no significant difference on the survival rate (P>0.05) as indicated by score value at each treatment of 85.0, 84.5, and 75.0 for SJT, SJS, and SJA, respectively. In conclusion, the reproductive performance of female transgenic tiger shrimp and their larval quality were not affected by the different sources of spermatophores inseminated artificially during the spawning cycle
- …
