21,386 research outputs found

    Hubungan Pengetahuan DM dengan Faktor Risiko DM Tipe 2 yang Dapat Dimodifikasi pada Mahasiswa Unsoed

    No full text
    Abstrak HUBUNGAN PENGETAHUAN DM DENGAN FAKTOR RISIKO DM TIPE 2 YANG DAPAT DIMODIFIKASI PADA MAHASISWA UNSOED Khaulah Finurillah1, Yunita Sari2, Agis Taufik3 Latar Belakang: Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, onset DM tipe 2 mulai meningkat pada kelompok usia muda. Faktor risiko DM yang dapat dimodifikasi seperti pola makan, aktivitas fisik, IMT, dan status merokok, dapat meningkatkan risiko DM tipe 2 pada usia dewasa muda. Pengetahuan tentang DM diduga dapat memengaruhi faktor risiko tersebut. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan DM dengan faktor risiko DM tipe 2 yang dapat dimodifikasi pada mahasiswa Unsoed. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner google form. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan total sampel 376 yang dihitung menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan uji Somers’d. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80,1% responden memiliki pengetahuan DM baik, 51,3% memiliki pola makan sedang, 42,3% memiliki aktivitas fisik yang tinggi, 71,3% memiliki IMT normal, dan 92% berstatus tidak merokok. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan DM dengan faktor risiko DM yang dapat dimodifikasi (pola makan, aktivitas fisik, IMT, dan status merokok) dengan masing-masing nilai p 0,457; 0,281; 0,388; dan 0,206 (p >0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan DM dengan faktor risiko DM yang dapat dimodifikasi (pola makan, aktivitas fisik, IMT, dan status merokok) Kata Kunci: Pengetahuan DM, pola makan, aktivitas fisik, IMT, status merokok. 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2,3Departemen Keperawatan Medikal Bedah FIKes Universitas Jenderal Soedirma

    STUDI BERBAGAI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN PENDERITA DM TENTANG DIIT DM DI PUSKESMAS DR.SOETOMO SURABAYA

    No full text
    Diit bagi penderita DM merupakan hal yang sangat penting. Kurangnya pengetahuan khususnya dalam penyusunan diit menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya kegemukan serta peningkatan kadar gula darah, hal itu disebabkan tidak adanya pengaturan diit dan semua itu dapat menyebabkan terjadinya komplikasi lebih lanjut.Penelitian ini bertujuan menggambarkan berbagai faktor yang mempengaruhi pengetahuan penderita DM tentang diit DM di Puskesmas Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita DM di Puskesmas Dr. Soetomo yang memenuhi kriteria penelitian, besar populasi 40 orang, sampel 36 orang. Pengambilan sampel dengan cara non probability sampling tipe purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian di olah menjadi distribusi frekuensi dan tabulasi silang, kemudian di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menyebutkan tingkat pengetahuan penderita DM tentang diit DM di Puskesmas Dr. Soetomo Surabaya adalah 6 orang ( 17%) pengetahuan kurang, 24 orang (67%) pengetahuan cukup, dan 6 orang (17%) pengetahuan baik. Jadi hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (67%) penderita DM memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang diit DM. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan penderita DM tentang diit DM sebagian besar adalah cukup. Oleh karena itu diharapkan pada penderita DM untuk lebih sering mengikuti penyuluhan dan mencari informasi tentang DM dan diit DM sehingga dapat menambah pengetahuan dan mencegah terjadinya komplikasi DM lebih lanjut

    PENYULUHAN PENANGGULANGAN PENYAKIT DM DAN CARA PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT DI PULAU SEMAMBU

    No full text
    Diabetes melitus (DM) merupakan hiperglikemia (glukosa darah terlampau meningkat) dan diikuti gangguan metabolisme glukosa, lemak dan protein di dalam tubuh. Adanya gejala klinis atau komplikasi diabetes yang khas (misalnya retinopati) dilengkapi dengan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dL sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa >126 mg/dL juga dapat digunakan sebagai patokan diagnosis DM. Gejala diabetes melitus ditandai dengan poliuria (banyak berkemih), polidipsia (banyak minum), polifagia (banyak makan), yang dapat dijelaskan sebagai berikut: naiknya kadar gula darah, diabetes bercirikan adanya gula dalam kemih (glikosuria) dan banyak berkemih karena glukosa yang diekskresikan mengikat banyak air. Akibatnya timbul rasa haus, kehilangan energi, turunnya berat badan serta rasa letih.Sebagai tenaga pengajar di Program Studi Farmasi, kami berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit DM serta memberikan penyuluhan mengenai penggunaan obat yang tepat untuk penanggulangan penyakit DM. Kegiatan ini diadakan pada bulan Oktober 2018 di Pulau Semambu Indralaya Ogan Ilir. Kegiatan ini merupakan salah satu sumbangsih kami sebagai tenaga pengajar dalam menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi yang salah satu unsurnya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat.Dari hasil penyuluhan yang telah dilakukan, dapat dirasakan antusiasme warga untuk mengetahui obat yang tepat untuk penanggulan penyakit DM. Ketika diberi informasi mengenai obat DM terlihat bahwa masyarakat tidak terlalu mengetahui obat yang tepat digunakan karena kurangnya kesadaran terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penyakit DM. Oleh karena itu, dengan kegiatan ini adanya transfer informasi terjadi dengan baik, dan masyarakat menerima dengan baik informasi yang dipaparkan ke mereka

    ANALISIS FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PASIEN DM TIPE 2 DALAM MELAKUKAN PERAWATAN KAKI

    No full text
    Obyektif: DM adalah salah satu keadaan darurat kesehatan global terbesar pada abad 21. Setiap tahun semakin banyak orang hidup dengan kondisi ini, yang dapat mengakibatkan komplikasi dan mengubah hidup. Kepatuhan dalam perawatan kaki mempunyai peranan penting dalam manajemen terapi pasien DM. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi kepatuhan pasien DM Tipe 2 dalam perawatan kaki. Metode: Rancangan penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional terhadap 72 pasien DM Tipe 2 yang dikelola oleh dokter prolanis di kabupaten Ponorogo yang diambil secara acak proporsional, menggunakan kuesioner. Hasil: Faktor pemodifikasi hanya faktor pengetahuan yang mempengaruhi kepatuhan pasien DM Tipe 2 dalam merawat kaki (p value 0,013; OR: 3,836), untuk faktor persepsi individu ada dua faktor yang berpengaruh, yaitu persepsi keseriusan (p value 0,017; OR: 3,249) dan persepsi manfaat (p value 0,003; OR: 5,181). Berdasarkan ketiga faktor tersebut yang paling berpengaruh adalah persepsi manfaat yang mampu mempengaruhi 5 kali lebih kuat dalam kepatuhan merawat kaki. Kesimpulan: Mengetahui faktor dominan yang berpengaruh terhadap kepatuhan pasien DM Tipe 2 dalam melakukan prawatan kaki dapat menjadi suatu upaya preventif non farmakologis yang dapat mencegah kaki diabetik yang berrisiko kecacatan akibat amputasi serta kematian pada klien DM

    Loop-based inductance extraction and modeling for multiconductor on-chip interconnects

    No full text
    An efficient extraction and modeling methodology for self and mutual inductances within multiconductors for on-chip interconnects is investigated. The method is based on physical layout considerations and current distribution on multiple return paths, leading to loop inductance and resistance. It provides a lumped circuit model suitable for timing analysis in any circuit simulator, which can represent frequency-dependent characteristics. This novel modeling methodology accurately provides the mutual inductance and resistance as well as self terms within a wide frequency range without using any fitting algorithm. Measurement results for single and coupled wires within a multiconductor system, fabricated using 0.13 and 0.18 mu m CMOS technologies, confirm the validity of the proposed method. Our methodology can be applicable to high-speed global interconnects for post-layout as well as prelayout extraction and modeling

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGANDENGAN PENDERITA DM TIPE II DI RSUD KOTA MAKASSARTAHUN 2017

    No full text
    ABSTRAKHarianti Fajar. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan DenganPenderita DM Tipe II Di RSUD Kota Makassar Tahun 2017 (dibimbing olehMappeaty Nyorong dan Suharni A.Fachrin).Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang tidakmenyebabkan kematian secara langsung, tetapi dapat berakibat fatal bilapengelolaannya tidak tepat. Tingginya penyakit DM Tipe II dapat sebabkankarena riwayat keluarga, pola makan, aktifitas fisik, stress.Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yangberhubungan dengan penderita DM tipe II di RSUD Kota Makassar tahun2017.Metode penelitian ini menggunakan metode survei observasionalanalitik, pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Sampeldalam penelitian ini adalah semua pasien yang memeriksakan diri pada saatpenelitian.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan riwayatkeluarga dengan Penderita DM Tipe II dengan nilai p=0,000, ada hubunganpola makan dengan Penderita DM Tipe II dengan nilai p=0,001, adahubungan aktifitas fisik dengan penderita DM tipe II dengan nilai p=0,003,dengan nilai p=0,053 tidak ada hubungan stress dengan Penderita DM Tipe IIdi RSUD kota makassar tahun 2017. Terdapat variabel yang paling dominanberhubungan dengan Penderita DM Tipe II adalah riwayat keluarga dengannilai sig = 0,000.Kesimpulan terdapat hubungan riwayat keluarga, pola makan,aktifitas fisik dengan Penderita DM Tipe II di RSUD kota makassar tahun2017, tidak ada hubungan stress dengan Penderita DM Tipe II. Saran peranpenting dari tenaga medis dan para medis untuk terus memberikan informasikepada pasien diabetes mellitus yang berobat di RSUD Kota Makassar.Kata kunci : Riwayat Keluarga, Pola Makan, Aktifitas Fisik, Stress,Diabetes Melitus Tipe I

    Peran dan Fungsi Keluarga dalam Merawat Keluarga yang Menderita DM di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan

    No full text
    Peran keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit sangat dibutuhkan oleh pasien DM karena merupakan suatu kelompok penyakit metabolik yang memberikan banyak perubahan pola hidup seumur hidup. Pengaplikasian peran dan fungsi keluarga yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pasien akan mengurangi kualitas hidup yang rendah dan meningkatkan kualitas hidup pasien DM. Penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui peran dan fungsi keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup menurut perspektif pasien DM di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Sebanyak 43 orang pasien DM yang sedang dirawat inap dan memenuhi kriteria penelitian direkrut menjadi responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari pasien dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (83,7%) menyatakan peran dan fungsi keluarga baik dan hanya sebagian kecil responden (16,3%) yang menyatakan peran dan fungsi keluarga kurang baik. Dengan diketahui masih adanya peran dan fungsi keluarga yang masih kurang baik dalam meningkatkan kualitas hidup pasien DM maka diharapkan agar para perawat atau tenaga kerja kesehatan lainnya dapat memberikan edukasi mengenai peran dan fungsi keluarga kepada keluarga pasien khususnya pasien DM dan juga mengevaluasi kembali edukasi tang telah diberikan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup yang baik.104 HalamanSkripsi Sarjan

    Deteksi Dini Diabetes Mellitus (DM) Melalui “Mawas DM”

    No full text
    Salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi cukup tinggi di Indonesia adalah diabetes mellitus (DM). DM termasuk degenerative yang ditandai dengan kadar gula darah diatas normal, yang disebabkan hilangnya fungsi hormon insulin dalam pengendalian kadar gula darah normal. DM merupakan penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup sehingga progresifitas penyakit akan terus berjalan, dimana pada suatu saat dapat menimbulkan komplikasi. Pemeriksaan kadar gula darah merupakan salah satu metode untuk skrining awal penyakit DM. Skrining DM membutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dokter pemerintah, swasta maupun masyarakat agar DM dapat dikendalikan. Sebagian besar masyarakat enggan untuk melakukan skrining DM, penyebab tersebut antara lain mulai dari aspek biaya, keterjangkauan ke lokasi pemeriksaan, keterbatasan sarana prasarana maupun aspek waktu. Untuk itu perlu dilakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk skring DM dan penyuluhan Kesehatan tentang DM. Tujuannya adalah agar masyarakat/ peserta lebih mawas diri akan faktor risiko DM, sehingga dapat mengurangi faktor resiko atau komplikasi dai DM tersebut. Hasil skring DM didapatkan 43 orang (66,2%) berisiko DM dan didapatkan perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan Kesehatan. Diharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin dan kader membuat program penyuluhan Kesehatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan

    Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Penderita DM Tipe 2 Di Kabupaten Majene

    No full text
    ABSTRAKRisky Wahyuni. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Penderita DM Tipe 2 Di Kabupaten Majene(dibimbing oleh Arman dan Fatmah Afrianty Gobel).Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan keadaan kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia dan disertai dengan kelainan metabolik lain akibat gangguan hormonal. Prevalensi DM semakin meningkat tiap tahunnya. Meningkatnya kasus diabetes mellitus di Kabupaten Majene dalam jangka waktu tertentu dapat berpengaruh terhadap kejadian komplikasi yang akan dialami oleh penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Kabupaten Majene. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional study dan besar sampel penelitian adalah 161 orang. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang ditemukan berhubungan dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2 adalah umur (p value = 0,049), lama menderita DM (p value = 0,029) dan dukungan keluarga (p value =0,049). Sedangkan faktor yang tidak ditemukan berhubungan dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2 adalah jenis kelamin (p value = 0,573), pendidikan (p value = 0,516), komplikasi penyakit DM (p value = 0,564) dan dukungan petugas kesehatan (p value = 0,290). Variabel umur adalah faktor yang paling berhubungan terhadap kualitas hidup pasien penderita DM tipe 2 dengan nilai Exp (B) terbesar yaitu 8,770.Kata Kunci : Kualitas Hidup, DM Tipe 2.Sumber Pustaka : 41 (2006-2016)

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DM TIPE 2 DI KABUPATEN MAJENE TAHUN 2017

    No full text
    ABSTRAKRizki Wahyuni. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Penderita DM Tipe 2 Di Kabupaten Majene(dibimbing oleh Arman dan Fatmah Afrianty Gobel).Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan keadaan kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia dan disertai dengan kelainan metabolik lain akibat gangguan hormonal. Prevalensi DM semakin meningkat tiap tahunnya. Meningkatnya kasus diabetes mellitus di Kabupaten Majene dalam jangka waktu tertentu dapat berpengaruh terhadap kejadian komplikasi yang akan dialami oleh penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Kabupaten Majene. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional study dan besar sampel penelitian adalah 161 orang. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang ditemukan berhubungan dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2 adalah umur (p value = 0,049), lama menderita DM (p value = 0,029) dan dukungan keluarga (p value =0,049). Sedangkan faktor yang tidak ditemukan berhubungan dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2 adalah jenis kelamin (p value = 0,573), pendidikan (p value = 0,516), komplikasi penyakit DM (p value = 0,564) dan dukungan petugas kesehatan (p value = 0,290). Variabel umur adalah faktor yang paling berhubungan terhadap kualitas hidup pasien penderita DM tipe 2 dengan nilai Exp (B) terbesar yaitu 8,770.Kata Kunci : Kualitas Hidup, DM Tipe 2.Sumber Pustaka : 41 (2006-2016
    corecore