1,603 research outputs found
PEMIKIRAN Y.B. MANGUNWIJAYA TENTANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI YOGYAKARTA TAHUN 1974-1999
Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mendeskripsikan latar belakang kehidupan Y.B. Mangunwijaya, (2) menganalisis kritik dan konsep pemikiran Y.B. Mangunwijaya, dan (3) menganalisis implementasi pemikiran pendidikan Y.B. Manguwijaya di Sekolah Dasar Eksperimental Kanisius Mangunan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuntowijoyo sejarah kritis yang terdiri dari beberapa tahapan. Tahap pertama ialah menentukan topik penelitian, Tahap kedua ialah heuristic, Tahap ketiga ialah verifikasi, Tahap keempat ialah tahap interpretasi. Tahap terakhir ialah historiografi.
Hasil penelitian ini adalah. (1) Keluarga Y.B. Mangunwijaya berasal dari Keturunan Jawa. Pendidikan beliau diawali dari Sekolah Dasar Holland Inlander School (HIS) Magelang sampai dengan Sekolah Tinggi Teknik Rhein Westfalen, Achen Jerman. Perjuangan dalam kemerdekaan beliau diawali dengan bergabung menjadi pasukan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), (2) Konsep pendidikan Y.B. Mangunwijaya adalah belajar sejati yang memerdekakan manusia. Tujuannya mengembangkan seluruh kemampuan peserta didik untuk berekspolarasi, berkreatifitas, dan integral. Kritikkan yang dilakukan oleh Y.B. Mangunwijaya pada masa Orde Baru dalam pendidikan adalah bentuk masukkan dari sistem dan hasil pendidikan, yang dicapai belum sesuai dengan tujuan pendidikan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan tidak sesuai dengan ketetapan No. IV/MPR/1973 mengenai garis-garis besar haluan negara tentang pendidikan dan pencerdasan bangsa, (3) Pemikiran pendidikan Y.B. Manguwijaya di Sekolah Dasar Eksperimental Kanisius Mangunan adalah menggunakan kurikulum pemerintah sebesar 30% sisanya 70% yang dibuat oleh Y.B. Mangunwijaya dan Dinamika Edukasi Dasar sebagai bentuk pembaharuan pendidikan yang dimulai tahun 1994 sampai dengan 1999.
Kata Kunci: Pemikiran Y.B. Mangunwijaya, Pendidikan Sekolah Dasar, 1974-1999, Yogyakarta
Use of a passing vehicle to scan the fundamental bridge frequencies: An experimental verification
A two-wheel cart towed by a light truck is used to scan the fundamental frequency of vibration of a sustaining bridge. The truck excites the bridge through its movement, thereby serving as an exciter to the bridge. The bridge vibration is received or scanned by an accelerometer installed in the cart. The bridge that is set into motion will affect the dynamic response of the towed cart, which in turn serves as a receiver or scanner of the bridge’s dynamic properties, especially the frequencies of vibration. The response recorded using an accelerometer installed in the cart is processed by a fast Fourier transform (FFT) to extract the “source” frequencies of the cart, which are exactly the frequencies of vibration of the bridge. The feasibility of scanning the fundamental frequency of the bridge using the towed cart is confirmed by field tests. The methodology developed for the first time herein is simple and efficient, and can be applied to a wide range of bridge problems, if only the fundamental frequency is of interest
PEMIKIRAN Y.B. MANGUNWIJAYA TENTANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI YOGYAKARTA TAHUN 1974-1999
Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mendeskripsikan latar belakang kehidupan Y.B. Mangunwijaya, (2) menganalisis kritik dan konsep pemikiran Y.B. Mangunwijaya, dan (3) menganalisis implementasi pemikiran pendidikan Y.B. Manguwijaya di Sekolah Dasar Eksperimental Kanisius Mangunan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuntowijoyo sejarah kritis yang terdiri dari beberapa tahapan. Tahap pertama ialah menentukan topik penelitian, Tahap kedua ialah heuristic, Tahap ketiga ialah verifikasi, Tahap keempat ialah tahap interpretasi. Tahap terakhir ialah historiografi.Hasil penelitian ini adalah. (1) Keluarga Y.B. Mangunwijaya berasal dari Keturunan Jawa. Pendidikan beliau diawali dari Sekolah Dasar Holland Inlander School (HIS) Magelang sampai dengan Sekolah Tinggi Teknik Rhein Westfalen, Achen Jerman. Perjuangan dalam kemerdekaan beliau diawali dengan bergabung menjadi pasukan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), (2) Konsep pendidikan Y.B. Mangunwijaya adalah belajar sejati yang memerdekakan manusia. Tujuannya mengembangkan seluruh kemampuan peserta didik untuk berekspolarasi, berkreatifitas, dan integral. Kritikkan yang dilakukan oleh Y.B. Mangunwijaya pada masa Orde Baru dalam pendidikan adalah bentuk masukkan dari sistem dan hasil pendidikan, yang dicapai belum sesuai dengan tujuan pendidikan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan tidak sesuai dengan ketetapan No. IV/MPR/1973 mengenai garis-garis besar haluan negara tentang pendidikan dan pencerdasan bangsa, (3) Pemikiran pendidikan Y.B. Manguwijaya di Sekolah Dasar Eksperimental Kanisius Mangunan adalah menggunakan kurikulum pemerintah sebesar 30% sisanya 70% yang dibuat oleh Y.B. Mangunwijaya dan Dinamika Edukasi Dasar sebagai bentuk pembaharuan pendidikan yang dimulai tahun 1994 sampai dengan 1999.Kata Kunci: Pemikiran Y.B. Mangunwijaya, Pendidikan Sekolah Dasar, 1974-1999, Yogyakarta
Humanisme Y.B. Mangunwijaya
Usaha memahami idealisme dan humanisme Y.B. Mangunwijaya. Karya-karya arsitekturnya bukan saja merupakan rekfleksi keahlian dan kedalaman ilmunya, tapi juga merupakan ekspresi naluri, inklinasi, dan komitmennya pada rakyat kecil. Kisah dalam Balada Becak dan novel-novelnya yang lain juga menampakkan secara kasatmata keberpihakan Romo mangun pada orang miskin, tersisih dan terpinggirkan.
“Tekanan kemanusiaan dalam kegiatan sosial, pembelaan korban ataupun pemberdayaan orang-orang kecil itu begitu besar pada diri Romo mangun, sehingga aspek religiositasnya kadang tenggelam di dalammnya atau menyatu, identic dengan kemanusiaan itu sendiri.” ~ A. Sudiarja, SJ
“Kita tak melulu mengurusi kata, kita mesti berjalan ke pengarang sebagai referensi. Pengarang itu bernama Y.B. Mangunwijaya (1929-1999). Penggembala cerita menjalani hidup bersama kita, menaruh ide dan imajinasi di jagad kata. Amalan kata adalah amalan menjadi manusia. Y.B. Mangunwijaya (YBM) adalah manusia-kata. Selebrasi hidup bergelimang cerita. Kata-kata ibarat doa terabaikan, ada tanpa selesai.” ~ Bandung Mawardi
"Bagi Romo Mangun, humanisme adalah cita-cita dasar berdirinya negara Indonesia. Kalau begitu, semua kebijakan pemerintah seyogyanya berujung pada upaya pemenuhan dan perlindungan hak asasi manusia sebagai warga negara yang merdeka, dan pada gilirannya membawa kepada kemaslahatan dan kesejahteraan hidup sebagai bangsa Indonesia" ~ Musdah Muli
Solution strategy and rigid element for nonlinear analysis of elastically structures based on updated Lagrangian formulation
Inelastic Thermal Analysis of Preloaded Steel Trusses Undergoing Heating and Cooling Stages
NILAI MORAL DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG MANYAR KARYA Y.B MANGUNWIJAYA
Persoalan keluarga dalam Novel Burung-Burung Manyar karya Y.B Mangunwijaya menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Salah satu karya Y.B Mangunwijaya terbaik dalam sebuah novel yang berjudul Burung-Burung Manyar dimana didalamnya terdapat banyak kutipan menceritakan tentang persoalan keluarga Brajabasuki pada masa era revolusi Jepang dan Belanda serta pengorbanan kisah cinta yang rumit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun untuk mengungkapkan wujud nilai moral pada novel menggunakan teori Nurgiyantoro.
Dalam penelitian ini data diperoleh dari kutipan-kutipan novel yang terdapat dalam novel Burung-Burung Manyar karya Y.B Mangunwijaya jumlah keseluruhan data yang dikumpulkan sebanyak 75 data selanjutnya dikategorikan menjadi empat aspek wujud nilai moral yaitu 1) hubungan dengan Tuhan sebanyak 24 data 2) hubungan manusia diri sendiri 22 data 3) hubungan manusia orang lain 26 data 4) hubungan alam 3 data.
Kata Kunci : Nilai moral, Konflik Batin, Nove
- …
