13 research outputs found

    INVESTIGATING THE OPERATIONAL ISSUE AND POTENTIAL DEMAND OF AIRPORT BUS SERVICE AT MINANGKABAU INTERNATIONAL AIRPORT

    Full text link
    Minangkabau International Airport (BIM) has been operating almost a decade and currently BIM can be visited using the airport bus provided by the City Government of Padang. Although the airport bus service is available, BIM visitors generally tend to choose private vehicles, such as cars or motorcycles. Considering the energy crisis and the negative impact of traffic, visitors are expected to shift to the airport bus, because the bus is more sustainable mode of transportation. However, this policy needs to be supported with sufficient information so that the target to be achieved can be realized. This study aimed to investigate factors that prevent visitors to use the airport bus and try to predict the potential demands. The results obtained from this study show that only 19 % of BIM visitors choose an airport bus as a mode of transportation. Other modes are selected because of some uncertainty on the airport bus service, which involves schedules and bus stop locations. In addition, a number of respondents did not even know of the existence of the airport bus service. If these problems can be solved, the potential airport bus users are predicted to reach 58 % of the total number of BIM visitors

    Investigating the Operational Issue and Potential Demand of Airport Bus Service at Minangkabau International Airport

    Full text link
    Minangkabau International Airport (BIM) has been operating almost a decade and currently BIM can be visited using the airport bus provided by the City Government of Padang. Although the airport bus service is available, BIM visitors generally tend to choose private vehicles, such as cars or motorcycles. Considering the energy crisis and the negative impact of traffic, visitors are expected to shift to the airport bus, because the bus is more sustainable mode of transportation. However, this policy needs to be supported with sufficient information so that the target to be achieved can be realized. This study aimed to investigate factors that prevent visitors to use the airport bus and try to predict the potential demands. The results obtained from this study show that only 19 % of BIM visitors choose an airport bus as a mode of transportation. Other modes are selected because of some uncertainty on the airport bus service, which involves schedules and bus stop locations. In addition, a number of respondents did not even know of the existence of the airport bus service. If these problems can be solved, the potential airport bus users are predicted to reach 58 % of the total number of BIM visitors

    Improving the Neural Network Testing Performance by Transforming the Normalized Data Nonlinearly for Trip Distribution Modelling

    No full text
    Previous studies have suggested that the Artificial Neural Network (NN) trip distribution models were unable to calibrate and generalize work trip numbers with the same level accuracy as the Doubly-Constrained Gravity models (DGCM). This study presents some new NN model forms aimed at overcoming these problems trained by using the Levenberg-Marquardt algorithm. A further modification was applied to the model, namely transforming the input data nonlinearly by using logistic functions (Sigmoid) in order to improve the testing/generalization of NN models. This resulted in better performance of NN models, where the average Root Mean Square Error (RMSE) is statistically lower than the DCGM indicating the NN models could have higher generalization ability than DCGM

    Analisis Karakteristik Perjalanan dan Perilaku Pengguna Jalan Terhadap Moda Trans Padang Virtual

    Full text link
    Laju pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia rata-rata hampir mencapai 7% setiap tahunnya, jauh lebih tinggi dibandingkan persentase pertambahan jalan baru yang hanya sekitar 0.25%. Ketidakseimbangan ini di anggap memperburuk dampak negatif dari sektor transportasi seperti kemacetan pada ruas jalan utama, krisis energi, dan kematian akibat kecelakaan di jalan raya dikarenakan semakin bertambahnya pengguna kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil penumpang. Untuk mengantisipasi dampak negatif yang lebih besar lagi, maka laju pertumbuhan kendaraan bermotor perlu di kontrol. Pengguna kendaraan pribadi di dorong untuk beralih ke moda transportasi yang sustainable dan ramah lingkungan, sesuai keinginan pengguna jalan seperti Trans Padang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik perjalanan pengguna jalan dan perilakunya terhadap layanan Trans Padang virtual dengan fasilitas layanan tertentu menggunakan survei Revealed Preference dan Stated Preference. Dari hasil analisis diketahui bahwa 50% responden bekerja pada sektor swasta, dan 33 persen adalah mahasiswa dan pelajar. Mayoritas responden menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan perjalanannya, dimana sepeda motor berkontribusi 75%, dan mobil penumpang 7%. Waktu tempuh rata-rata adalah 19.4 menit. Biaya perjalanan rata-rata adalah Rp.5136. Rasio antara captive dan choice user adalah 81%:19%. Faktor yang dapat medorong pengguna jalan untuk beralih ke layanan Trans Padang adalah kenyaman berupa fasilitas AC dan jumlah kursi pada moda Trans Padang, tarif dan juga waktu tempuhnya. WTP adalah berada pada rentang Rp.1500-Rp.3500, dan ATP rata-rata adalah Rp.2088-Rp.2663 tergantung kategori pengguna Trans Padang. Responden kategori umum memiliki kecenderungan untuk menggunakan layanan Trans Padang virtual yang lebih tinggi dari responden kategori pelajar. Operator layanan Trans Padang dapat mempertimbangkan hasil penelitian ini, dan mensimulasikannya pada Koridor 3 layanan Trans Padang, yang merupakan rencana penelitian berikutnya

    Estimasi mode shift angkutan umum ke Trans Padang di Kota Padang

    Full text link
    Abstrak-  Kondisi pelayanan angkutan umum di Kota Padang sudah sangat memprihatinkan yang di dominasi oleh angkutan berkapasitas kecil yang menambah kepadatan dan kesemrawutan lalu lintas. Kondisi ini semakin diperparah oleh perilaku pengemudi yang ugal-ugalan karena berebut penumpang sehingga aspek kenyamanan dan keselamatan penumpang menjadi terabaikan. Di samping itu, Indonesia menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber utama energinya, yang sebagiannya adalah di impor. Fakta ini tentunya akan semakin memperburuk dampak negatif dari transportasi darat, termasuk di Kota Padang. Saat ini terdapat angkutan umum Bus Rapid (BRT) Transit Trans Padang yang sudah beroperasi sejak tahun 2014. Dalam rangka meminimalisir dampak negatif transportasi darat, maka direncanakan untuk mengembangkan koridor layanan Trans Padang dari semula 1 menjadi 6 Koridor. Untuk itu perlu di estimasi potensi demand nya, khususnya yang akan berpindah (mode shift) dari angkutan mobil penumpang umum (MPU) ke BRT Trans Padang yang merupakan tujuan dari penelitian ini. Luaran dari penelitian ini juga dapat digunakan sebagai pertimbangan sebagai informasi dalam penentuan prioritas koridor yang yang dikembangkan oleh stakeholder terkait.   &nbsp

    A Robust neural network approach for commodity flow distribution modelling tool

    No full text
    The Neural Network (NN) approach performance as a fully constraint spatial movement modelling tool is dependent upon its multi properties, like the training algorithm (TA). There is still lack of empirical study regarding the performance of this artificial intelligent approach toward that property, especially in commodity flow distribution. It needs to be carefully selected; otherwise, it will negatively impact the NN model performance. It was reported that the NN model performance tends to be low and inconsistent. It was unable to satisfy the Production and Attraction constraints. This paper reports the NN approach application for commodity flow distribution modelling based on US 2007 Commodity Flow Survey. Three different TAs, namely Back Propagation (BP), Variable Learning Rate (VLR), and Lavemberg-Marquardt (LM), are used in the mapping process. It is found that the NN model trained with LM algorithm can estimate the commodity flow with a consistent performance and a lower epoch number than other algorithms as confirmed by 30 experiments for each TA. It can satisfy both Production and Attraction constraints. It also has the lowest error in term of Mean Squared Error (MSE). Thus, NN approach is proposed as a robust technique for commodity flow distribution modelling

    Analisis karakteristik pengguna jalan di Kota Padang

    Full text link
    Pemakaian bahan bakar minyak (BBM) cenderung meningkat selaras dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia. Pada level nasional, BBM adalah sumber energi utama dimana mayoritasnya dikonsumsi oleh moda transportasi darat seperti mobil pribadi/kendaraan penumpang dan angkutan barang. Sedangkan angkutan umum hanya mengkonsumsi 9% saja. Terdapat peluang untuk mengurangi konsumsi pemakaian BBM oleh sektor transportasi khususnya transportasi darat, melalui peningkatan market share penggunaan angkutan umum dengan mengajak pengguna jalan untuk beralih dari pemakaian mobil pribadi ke angkutan umum/BRT seperti yang diharapkan oleh pemerintah. Untuk itu terlebih dahulu perlu di analisis karakter pengguna jalan eksisting agar dapat di rancang skema angkutan umum yang dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan pengguna jalan yang merupakan tujuan dari penelitian ini. Harapannya adalah luaran yang dihasilkan dapat digunakan oleh stakeholder terkait sebagai pertimbangan dalam merancang angkutan umum yang dapat memberikan manfaat dan keuntungan maksimum bagi pengguna jalan. &nbsp
    corecore