1,721,013 research outputs found
PENANAMAN AKHLAK PADA ANAK TUNAGRAHITA MELALUI METODE PEMBIASAAN DI SDLB YAKUT-C PURWOKERTO
Kondisi dunia pendidikan saat ini sangat menghawatirkan dengan banyak terjadinya berbagai tindakan-tindakan menyimpang yang dilakukan peseta didik yang tercermin dalam bentuk perilakunya seperti, perkelahian, tawuran, bahkan pelecehan seksual yang menyebabkan duniapendidikan perlu melakukan tindakan pencegahan untuk mengatasi hal tersebut. Penanaman akhlak menjadi salah satusolusi dalam mencegah terjadinya tindakan menyimpang pada peserta didik. Penanaman akhlak dilaksanakan oleh guru kepada peserta didik dengan menanamkan akhlak yang baik kepada peserta didik,sehinggapeserta didik mampu membentengi dirinya dari perbuatan tercela. Anak tunagrahita termasuk peserta didik yang termasuk kedalam kategori anak berkebutuhan khusus sehingga diperlukan adanya cara khusus dalam menanamkan akhlak, berbeda dengan anak normal pada umumnya karena mengalami kelambanan dalam berfikir dan mudah lupa. Oleh karena itu, penanaman akhlak pada anak tunagrahita dilaksanakan melalui metode pembiasaan yaitu dengan membiasakan mereka untuk berperilaku baik dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.Penelitian inibertujuan untuk mendiskripsikan cara yang dilakukan oleh guru dalammenanamkan akhlak kepada anak tunagrahita dengan kategori ringan. Fokuspenelitian ini adalah: “Bagaimana penanaman akhlak pada anak tunagrahita melalui metode pembiasaan di SDLB YAKUT-C Purwokerto?”.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh yaitu darikepala sekolah, peserta didik, orang tua peserta didik, guru kelas 1 sampai dengan 6 dan siswa di SDLB YAKUT-C Purwokerto. Selanjutnya dilaksanakan pengumpulan data dengan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Setelah itu, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data dan membuat kesimpulan.Data yang sudah dianalisis diuji keabsahan datanya dengan uji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara triangulasi.
Dari analisis yang penulis dapat setelah melakukan penelitian dapat disimpulkan bahwapenelitianpenanaman akhlak pada anak tunagrahita melalui metode pembiasaan di SDLB YAKUT-C Purwokerto, meliputi: Bentuk-bentuk penanaman akhlak yaitu akhlak terhadap Allah salah satunya seperti, berdo’a pada saat memulai dan mengakhiri pelajaran. Akhlak terhadap sesama manusiasalah satunya seperti, pembiasaan senyum, sapa dan salam. Akhlak terhadap lingkungansalah satunya seperti,membuang sampah pada tempatnya.Sedangkan proses penanaman akhlak pada anak tunagrahita melalui metode pembiasaan meliputi Prinsip-prinsip yaitu kasih sayang dan keperagaan dan cara-cara penanaman akhlak meliputi, pengawasan, pemberian anjuran dan pemberian ancaman kepada peserta didik
METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS KELAS VIII DI SLB YAKUT C PURWOKERTO BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus kelas VIII di SLB YAKUT C Purwokerto. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif yaitu penulis melakukan penelitian langsung di lapangan untuk memperoleh data atau informasi secara langsung dengan mendatangi lokasi responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi dan gabungan ketiganya.
Tujuan jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif karena bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis keadaan yang sebenarnya terjadi di lokasi penelitian mengenai metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus kelas VIII di SLB YAKUT C Purwokerto.
Sebagai hasil penelitian ini adalah bahwa Metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus kelas VIII di SLB YAKUT C Purwokerto sudah cukup baik walaupun masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan. Pada awal pembelajaran setiap guru masuk kelas selalu melakukan pendahuluan dengan ceramah, kemudian melakukan pengulangan materi yang sudah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Apabila peserta didik belum paham maka diulang kembali. Setiap pembelajaran peserta didik harus mencatat agar tidak lupa. Setelah itu guru menjelaskan materi dengan ceramah, kemudian diskusi dan tanya jawab tentang materi supaya materi dapat diterima dan dipahami dengan baik. Metode yang lebih ditekankan oleh guru adalah diskusi dan tanya jawab agar siswa aktif dalam pembelajaran
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENGELOLAAN DEFISIT PERAWATAN DIRI BERPAKAIAN PADA ANAK DOWN SYNDROME DI SEKOLAH LUAR BIASA YAKUT C-C1 PURWOKERTO
ABSTRAKLatar Belakang : Down syndrome adalah kelainan kromosom autosomal pada kromosom 21 terjadi akibat adanya jumlah kromosom yang berlebih, yang terletak pada bagian bawah lengan kromosom 21 dan interaksinya dengan fungsi gen lainnya yang menghasilkan suatu perubahan homeostasis yang memungkinkan terjadinya penyimpangan perkembangan fisik dan susunan saraf pusat. Defisit perawatan diri berpakaian adalah hambatan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas berpakaian secara mandiri.Tujuan : Melaksanakan asuhan keperawatan pada anak down syndrome dengan fokus studi defisit perawatan diri berpakaian di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yakut C-C1 Purwokerto.Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu sebuah desain penelitian yang menggambarkan fenomena yang ditelitinya dan juga menggambarkan besarnya masalah yang diteliti pada dua responden.Hasil : Hasil dari penelitian selama 5 hari kunjungan adalah masalah teratasi sebagian dan hasil implementasi yang dilakukan pada kedua anak masing-masing memiliki respon yang berbeda. Mengingat defisit perawatan diri pada anak down syndrome perlu diberikannya dukungan keluarga terhadap klien untuk memaksimalkan tindakan perawatan diri berpakaian yang sudah dilakukan dan lanjutkan tindakan perawatan yang telah di berikan selama kunjungan.Kesimpulan : Penulis melakukan tindakan keperawatan dengan mengajarkan cara berpakaian yang baik dan benar agar anak mampu meningkatkan kemampuan motorik serta koordinasi indera dan gerakan pada saat berpakaian.Kata Kunci: Down Syndrome, Defisit Perawatan Diri BerpakaianABSTRACTBackground: Down syndrome is an autosomal chromosomal abnormality on chromosome 21 caused by an excessive number of chromosomes, which is located at the bottom of the arm of chromosome 21 and its interaction with other gene functions that produce a change in homeostasis that allows the occurrence of physical development and central nervous system deviation. Clothing self-care deficits are barriers to the ability to do or complete clothing activities independently.Objective: To carry out nursing care for children with Down syndrome with a focus on self-care deficit study at the Extraordinary Schools (SLB) Yakut C-C1 Purwokerto.Research Methods: The method used is a descriptive method that is a research design that describes the phenomenon being studied and also illustrates the magnitude of the problem studied in two respondents.Results: The results of the study during the 5-day visit were partially resolved problems and the results of the implementation carried out on the two children each had a different response. Given the self-care deficit in children with Down syndrome, it is necessary to provide family support to clients to maximize the self-dressing actions that have been taken and continue the care actions that have been given during the visit.Conclusion: The author performs nursing actions by teaching how to dress well and correctly so that children are able to improve motor skills and sense coordination and movement when dressing.Keywords: Down Syndrome, Self-Care Deficit Dressin
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
