150 research outputs found
Aktifitas dakwah Ustadz Dr.H. Syamsul Yakin, MA di kalangan remaja MUshalla Madinatul Qur'an Sawangan Depok
Usia remaja adalah masa penting dalam rentang kehidupan manusia. Masa ini dikenal sebagai suatu periode peralihan, suatu masa dimana terjadi perubahanperubahan yang sangat pesat, usia bermasalah, masa dimana individu mencari identitas diri, usia yang menakutkan, masa tidak realistik, dan masa menuju dewasa. Karena itulah maka remaja memerlukan sosok manusia yang dapat dijadikan panutan mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Panutan itu bisa berupa orang tua di rumah maupun guru-guru di sekolah. Maka dari itu remaja sangat bergantung dengan siapa mereka bergaul, bertukar fikiran serta belajar, sebab remaja sangat membutuhkan sosok yang mampu memberikan semangat dalam belajar demi meraih prestasi yang baik disekolah, mengajak dalam kebaikan, dan tentu saja sosok itu pun bisa memberikan contoh pribadinya dalam mengerjakan kebajikan didalam kehidupan sehari-harinya. Keberadaan Ustadz DR. H. syamsul Yakin, MA dengan aktifitas dakwahnya mendapatkan perhatian yang sangat besar dari kalangan remaja Mushalla Madinatul Qur�an Sawangan Depok, karena beliau dipandang sebagai sosok yang layak untuk dijadikan teladan karena dakwahnya sangat efektif, karena itu penulis tertarik untuk meneliti aktifitas dakwah Ustadz DR. H. Syamsul Yakin, MA Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif. Dan dalam melakukan penelitian ini penulis ingin menemukan jawaban tentang bagaimana Aktifitas dan Metode Dakwah yang diterapkan Ustadz DR. H. Syamsul Yakin, MA dalam membina remaja di Mushalla Madinatul Qur�an Sawangan Depok. Melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Aktifitas Dakwah Ustadz DR. H. Syamsul Yakin, MA. Adalah dengan Berceramah dan remaja pun diberikan kesempatan untuk bertanya tentang apa yang disampaikannya, serta Memberikan materi yang beragam kepada remaja, baik materi tentang Habluminallah atau bagaimana cara yang benar didalam melaksanakan perintah Allah SWT dan Hablumminannas atau bagaimana cara yang baik dan benar didalam bergaul antara sesama manusia serta senantiasa menyampaikan Ilmu Fiqh, mulai dari membahas tentang Berwudhu, tentang Shalat, tentang Thaharah atau membersihkan diri dan seterusnya. Dari penelitian ini pun dapat disimpulkan bahwa Metode Dakwah Ustadz DR. H Syamsul Yakin, MA dalam Aktifitasnya di kalangan remaja Mushalla Madinatul Qur�an adalah Bil-hikmah, Mauizhah Hasanah, dan Mujadalah Bil Lati Hiya Ahsan, Metode Tanya Jawab, dan Metode Demonstrasi/Praktek
Aktivitas dakwah ustadz Syamsul Hidayat di Majlis Zikir dan tausiyah al-Hikmah Ciriung-Bogor
Dakwah adalah suatu proses penyelenggaraan aktivitas atau usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja dalam upaya meningkatkan taraf dan tata nilai hidup manusia yang berlandaskan ketentuan Allah SWT dan Rasulullah SAW yang dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dan metode-metode tertentu dengan tujuan mendapatkan kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Bekal keilmuan yang Ustadz Syamsul Hidayat miliki menjadikan ia da�i, Ulama, serta kyai yang mempunyai keahlian serta dedikasi yang tinggi dalam khazanah perdakwahan. Disamping sebagai penceramah ia juga memiliki tugas sebagai Pembimbing di Majlis Zikir dan Tausiyah Al-Hikmah. Ustadz Syamsul Hidayat adalah da�i dan ulama yang cukup berpengaruh di daerah Bogor. Dalam mengembangkan kegiatan dakwah pelaksanaan zikir dan tausiyah ia menggunakan metode dengar dan ikuti. Dimana Ustadz Syamsul Hidayat membacakan lafadz-lafadz zikir dan di ikuti oleh seluruh jama�ah yang hadir. Dari pemaparan diatas dapatlah dirumuskan, Bagaimanakah aktivitas dakwah Ustadz Syamsul Hidayat dalam melaksanakan zikir dan tausiyah di Majlis Al-Hikmah? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dengan menggunakan metodologi deskriptif analisis yaitu bahwa data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dengan narasumber dan dokumentasi yang akan menghasilkan penafsiran penulis. Dari uraian yang telah dijabarkan di atas, penulis mencoba menganalisis tentang Aktivitas Dakwah Ustadz Syamsul Hidayat. Dari hasil pengamatan dalam penelitian ini penulis menyimpulkan, kegiatan dakwahnya, seperti: zikir bersama, pengajian fiqih, taklim umum, pembacaan maulid Nabi Muhammad saw (rawi), istighasah akbar,dan khutbah jumat. Dakwah merupakan kewajiban bagi manusia dalam menyampaikan kebaikan, yang bersumber dari Al-Qur�an dan Hadits. Salah satunya dengan seruan yang disampaikan oleh Ustadz Syamsul Hidayat yaitu dengan mengajak para jama�ah melaksanaan zikir dan tausiyah agar terciptanya peningkatan beribadah yang lebih baik, lebih merasa akan kehadiran Allah. Sehingga, bisa menjadi rem saat akan melakukan kesalahan. Karena, dalam dirinya yakin bahwa Allah senantiasa bersamanya. Sadar bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Mengetahui
Peran Pesantren Syamsul Ulum Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia Di Sukabumi (1945-1946)
This research was conducted to find out what roles the Syamsul Ulum farmers had played in fighting for Indonesian independence in Sukabumi. The method used in this study is the historical method, in which the author carries out several stages, namely heuristics, criticism, interpretation, historiography. The result of this research is to find the facts that when the Syamsul Ulum Islamic Boarding School participated in the battle against the allies that took place in Sukabumi, kh. Ahmad Sanusi as the founder of the pesantren founded several classes whose members were his students at that time. When the battle occurred, this class joined TKR to fight against the allies
Dampak Sosial Ekonomi Wisata Religi Makam K.H.R As’ad Syamsul Arifin
Tourism is an interrelated system that includes tourists and services provided, religious tourism found in the
Situbondo district, namely the Tomb of K.H.R As’ad Syamsul arifin. The development of religious tourism will
certainly have an impact on social economy. The researcher wanted to see if there was a socio-economic impact on
K.H's tomb religious tourism. R As'ad Syamsul Arifin. This study uses a descriptive qualitative method. The
location of this study was in Sumberejo Village, Banyuputih District, Situbondo Regency. Data sources through
interviews, observation, and documentation. The author seeks to explore the depth of data obtained from interviews
with respondents and make observations as primary data, secondary data obtained from guest tours of religious
tourism visitors, and data from the central statistical body. The results of this study, there are impacts on the socioeconomic conditions of the surrounding community, on income, employment opportunities, buildings, prices,
distribution of benefits, ownership and control and government revenues. On income not every day there are
significant changes. But on certain days, namely, maulid prophet, Haul, Imtihan, and Friday leg
Negara dan kekuasaan dalam pemikiran politik Abu Hamid Al-Ghazali
Disertasi ini memperkuat pandangan Ann K.S. Lambton (Ann K.S Lambton, State and Goverment in Medieval Islam, New York, 1986) yang menyatakan bahwa pemikiran politik islam suni masa klasik dan pertengahan muncul hanya sekedar sebagai reaksi
Dakwah bil-kitabah Al-Ghazali etrhadap penguasa Abbasiyah dan saljuk
Secara sosio-historis, al-ghazali diketahui pernah menjadi pejabat tinggi mendampingi Perdana Menetri, Nizam al-Muluk pada kesultanan Saljuk dan menjadi penasihat al-mustazhir, khalifah Abbasiyah ke-28. Ia menyampaikan nasihat-nasihat kritik dan saran terkait pemerintahan dan kekuasaan diekspresikan oleh al-Ghazali melalui sejumlah buku seperti Nashihat al-Muluk yang oleh Carole Hillendbrand dikelompokkan sebagai karya bergenre "Mirror for princess" (cermin para pangeran) dan dalam bentuk korespondensi untuk para penguasa seperti yang dikumpulkan oleh Abdul Qayyum, yakni Letters of Ghazali
Antropologi dakwah: menimbang sebuah pendekatan baru studi ilmu dakwah
Antropologi dakwah adalah terminologi yang terdiri dari dua kata, yaitu antropologi dan dakwah. Seperti juga antropologi, dakwah merupakan salah satu disiplin ilmu. Bedanya, antropologi termasuk salah satu disiplin ilmu sosial, sedangkan dakwah adalah salah satu disiplin ilmu keislaman. Dilihat dari objek kajian, antropologi dan dakwah sama-sama mengkaji manusia dengan tingkah lakunya secara simultan. Jika dalam dakwah, para pelaku dakwah merefleksikan pemikiran-pemikiran mereka dalam karya tulis dan pengalaman-pengalaman mereka dalam aktivitas dakwah, maka secara antroppologis, itulah yang disebut kebudayaan manusia pelaku dakwah. Salah satu disiplin ilmu sosial yang mengkaji aspek kebudayaan manusia adlaah antropologi. Di sinilah letak perjumpaan antara antropologi dan dakwah
Dakwah Politik dalam Paradigma Simbiotik
This paper examines the relationship between da'wah and politics based on a symbiotic paradigm. Through a historical-critical approach, this paper found that the relationship between da'wah and politics has an inseparable relationship. Historically, the Prophet Muhammad and the Muslim scholars have practised a symbiotic pattern of political da'wah. In this context, da'wah conducted within the frame of idealism, which is to spread the goodness of religious teachings. In this regard, various benefits and goodness for the community and get the pleasure of God. Furthermore, political propaganda emphasizes balance and benefit for the people. Therefore, propaganda and political symbiosis, at a certain level, have given room for the development of democracy. In this regard, it is necessary to have a proselytising management approach
Pemikiran Politik Al-Ghazālī Seputar Konsesi dan Kontroversi Pengangkatan Kepala Negara
The paper describes an analysis of al-Ghazālī’s political thinking concerning any requirements for the appointment of states kingship which were filled with concessions that caused controversies. The paper reveals the views of experts who claim that Sunni political thought, in which al-Ghazālī’s thought is included, has been characterized by giving legitimacy. By analyzing qualitative data and using historical-critical approach, this paper shows that al-Ghazālī\u27s thought regarding legitimacy by making concessions to the power he defended had made his thoughts were considered as a controversy and arose criticism. However, history proves that al-Ghazālī continued to do that controversy for the continuation of the Abbasid Caliphate which ruled de jure and for the existence of the de facto power of the Saljuk Dynasty who at that time gained political and dogmatic pressure from The Isma’ilis
Dakwah kekuasaan dalam al-qur?an
Tulisan ini mendeskripsikan kajian analisis terhadap prinsip-prinsip dakwah kekuasaan dalam pemikiran politik Islam yang bersumber dari al-Qur?an. Uraian mengenai prinsip-prinsip dakwah kekuasaan dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara konsepsional-filosofis dan praksis implementatif dalam al-Quran. Dengan menganalisis data kualitatif dan menggunakan pendekatan analisis-kritis, tulisan ini menunjukkan bahwa ayat-ayat al-Qur?an tidak menentukan sistem dan bentuk tertentu mengenai kehidupan bermasyarakat dan bernegara dalam Islam, melainkan hanya prinsip-prinsip atau dasar-dasarnya saja. Kendati begitu, dari prinsip-prinsip itu dapat dikembangkan suatu sistem pemerintahan dan sistem politik tertentu yang paling sesuai di era modern ini. Tentu dengan mempertimbangkan antara idealitas ajaran agama dan realitas empirik suatu negara
- …
